Postingan

Sepenggal Ilmu . . .

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh Ceramah ini terdengar dari kosan saya, saat ada peringatan seorang ulama yang mendirikan madrasah di deket kosan. Saya nggak ngikutin adri awal, kebetulan baru sampai di kosan nih, ceramahnya udah dimulai. Jadi yang saya catat hanya sebagian. ------------------------------------------------------- *Peringatan haul semacam ini adalah sebagai peringatan bagi kita, bahwa kita hidup di akhir zaman. Dimana salah satu dari tanda-tanda hari akhir adalah dicabutnya ilmu hikmah. Dalam suatu hadits disebutkan, "Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu dengan (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) hamba-hambaNya. Tetapi Allah Ta’ala menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim-ulama sehingga apabila tidak tertinggal satu orang alimpun, manusia akan menjadikan pemimpin-pemimpin dari orang-orang yang bodoh, maka tatkala mereka ditanya (tentang masalah agama), lalu mereka akan berfatwa tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat dan men...

Mari Bermain Magnet

Entah darimana awalnya saya bisa teringat dengan pelajaran IPA jaman sekolah tentang magnet. Tepatnya, tentang pembuatan magnet. Tak perlulah kiranya kita bahas apa itu magnet dan bla-bla-bla, terlalu membosankan nantinya. Tapi kalau memang Anda kangen dengan hal-hal tersebut, nanti saya tambahkan di akhir posting. Pada bab Magnet, sub-bab membuat magnet, maka akan kita temukan 3 hal yang dapat mengubah besi, baja, atau logam biasa lainnya (tentunya yang memiliki sifat ferromagnetik) menjadi sebuah (atau sebatang) magnet. Cara-cara tersebut adalah : - menggosok-gosokkan magnet pada logam tersebut secara searah dan terus-menerus - induksi magnet (menempelkan magnet pada benda tersebut selama beberapa saat) - elektromagnetis (melilitkan kawat logam yang dialiri listrik DC pada sebatang 'calon magnet' tersebut Mengapa logam-logam tersebut tidak dapat bersifat magnet dengan sendirinya? Alasan yang dituliskan dalam buku sains adalah, karena magnet elementer mereka tersusun secara a...

Jenis-jenis Orang Menurut Mulutnya (1)

Satu lagi persembahan iseng saya, menanggapi fakta kecil di sekeliling kita yang sering terlewatkan begitu saja, padahal jika diamati, sebenarnya cukup menarik juga. Kali ini, saya mencoba mengklasifikasikan manusia berdasarkan 'mulutnya'. Bukan bentuk mulutnya, melainkan dari perkataannya. Pepatah bilang, yang keluar dari mulut teko adalah isi teko itu sendiri. Yang keluar dari mulut seseorang, adalah suatu gambaran, kurang lebihnya, bagaimanakah orang tresebut di dalam hati dan pikirannya. Let's check it out . . . Si sempurna : adalah orang paling sempurna di dunia ini, semua orang tak ada yang bisa menandinginya, jadi mereka selalu saja punya kekurangan, cacat, minor, dibandingkan dari dirinya. Anda beruntung jika menemukan seseorang yang seperti ini, karena siapa tahu Anda bisa belajar untuk menjadi sempurna seperti dia. Si mandiri : adalah orang yang bisa melakukan apapun sendirian. Teman? Mereka tidak butuh, karena mereka memiliki skill komplit untuk melakukan segal...

Being Bad Is Really Bad . . .

Sadarkah kita, ketika kita berbuat sesuatu yang buruk, sebenarnya kita melakukan keburukan tidak hanya bagi kita sendiri, tapi juga pada orang-orang yang selalu berbuat baik kepada kita? Sadarkah kita, ketika berbuat sesuatu yang memalukan, sebenarnya kita mempermalukan tidak hanya diri kita sendiri, namun juga orang-orang yang membanggakan kita? Sadarkah kita, ketika kita berbuat jahat, sebenarnya kita menjahati tidak hanya diri kita sendiri, tapi juga orang-orang yang menyayangi kita? Sadarkah kita, ketika kita melakukan suatu pengkhianatan, sebenarnya kita mengkhianati tidak hanya diri kita sendiri, tapi juga orang-orang yang mempercayai kita? Sadarkah kita, ketika kita melakukan suatu kebohongan, sebenarnya kita menipu tidak hanya diri kita sendiri, tapi juga orang-orang yang menaruh harapan pada kita?

Apapun Yang Mereka Katakan . . .

Apapun yang mereka katakan tentangmu, biarlah. Itu hanya penilaian mereka. Biarkan saja mereka menilai, itu hak mereka. Apapun yang mereka katakan tentangmu, santailah. Mereka tidak mengetahui sesuatu tentang dirimu lebih baik daripada dirimu sendiri. Apapun yang mereka katakan tentangmu, tenanglah. Dengarkan saja, tapi jangan langsung kau cerna. Mungkin ada yang benar, tapi ada juga yang mengada-ada. Apapun yang mereka katakan tentangmu, jangan marah. Mungkin mereka hanya ingin kau berubah jadi lebih baik dengan mengungkapkan sisi burukmu. Apapun yang mereka katakan tentangmu, jangan lengah. Jangan menjadi sombong karena mereka menyebutkan kebaikanmu. Apapun yang mereka katakan tentangmu, jangan resah. Itu tak akan merubah dirimu sendiri. Dirimu adalah dirimu, tidak tergantung pada yang mereka katakan. Apapun yang mereka katakan tentangmu, teguhkanlah dirimu, bahwa selama kau melakukan sesuatu yang benar, apapun yang orang katakan, kau tidak akan mengalah dan menghindari kebenaran ...

I'm Just A Weakling; So What?

" . . . When you face some sort of troubles, most people that you called 'friends' might say: "You are not alone. If you have troubles, we will be there for you. Together we are strong. " or something like that. Right? 'Friend' is what you call someone who likes to be someone else's minion. Right? Don't you think that they say that just to cover their incompetence? Isn't that just a means to cheer oneself for being weak and hopeless? . . . " (Joukyuu, in Aiki) Well, maybe yes. They said that just to compensate their weakness, just another way to say that when lonely, you all are hopeless. So what? So what's the problem if you are really weak when you are alone? What's wrong in being weakling? Humans are basically weak, so that's why they make a social life with another human. Almost every time we cooperate with our friend to achieve something that we couldn't reach alone. Even more, sometimes we "use" them in suc...

Cuek? Nggak Banget Laaah . . .

* Suatu ketika, si Gundul sedang galau karena ada seorang temannya yang murtad dan menyatakan diri sebagai atheis. Dia pun meminta pendapat pada seorang temannya yang lain. Dan apa jawabannya ? "Kalau aku sih berteman nggak peduli dengan keagamaan seseorang. Terserah aja dia mau ngapain". Nice answer :/ * Pada suatu acara pengumpulan dana "one man one dollar to save Palestine" : "Ngapain ikutan nyumbang yang jauh di sana, toh bukan urusan kita. Urusan masyarakat yang deket-deket ama kita aja nggak kelar-kelar" . (padahal yang ngomong ini muslim juga, dan dia juga nggak ikut membantu urusan yang deket-deket ama dirinya sendiri) * Sebuah percakapan di dunia maya : A : aku lagi baca-baca tentang dialog antara muslim dengan agama lain B : nggak ngurusin itu lah. Lagi males Well, seringkali di kehidupan nyata kita mendengar atau mengalami percakapan serupa itu. Orang-orang yang di KTP mereka tertulis "Islam" pada kolom agama, namun tidak peduli deng...