Postingan

Matarmaja (dan Kereta Ekonomi Jarak Jauh Lainnya); Hanya Untuk Orang-orang Terpilih

Gambar
Bagi para pelanggan setia Matarmaja dan kereta ekonomi jarak jauh lainnya, pernahkan Anda merasa iri dengan orang-orang yang bisa pulang kampung (atau balik ke kota) dengan moda transportasi yang lebih baik dari Anda? Katakanlah, pengguna setia bus malam, kereta eksekutif/bisnis, atau pesawat terbang? Mungkin Anda berpikir bahwa mereka lebih baik dari Anda, namun tak pernahkah Anda berpikir bahwa KITA (bukan cuma Anda yang setia dengan kereta ekonomi jarak jauh, saya juga lho *shakehand) lah yang lebih baik daripada mereka??? Tahukah Anda, bahwa kita adalah orang-orang yang begitu santai dan hidupnya tidak dikejar-kejar waktu dan deadline meeting atau urusan ini itu? Mereka-mereka yang harus pulang kampung dengan pesawat terbang sejatinya cukup menderita juga. Mereka naik pesawat terbang karena dikejar waktu, keburu ini lah, kesusu itu lah. Sedangkan kita? Gujes gujes tuuuut tuuut . . . . dengan santainya menikmati setiap kilometer yang dilalui, menikmati pemandangan sawah, sungai, jur...

Matarmaja; Sering Panas, Kadang Juga Dingin

Kalau kereta eksekutif ada AC-nya, kereta bisnis ada kipas anginnya, maka Matarmaja punya AJ (angin jendela). Well, sebagian orang ogah naik Matarmaja (dan kereta ekonomi lainnya) dengan alasan gerah dan panas. Tentu saja panas, lha wong Jakarta. Nggak ada AC, kipas angin pun, keknya gak selalu berfungsi (kadang nyala, kadang nggak; dan berbeda kelas dengan kipas angin kereta bisnis). Untungnya, para pedagang asongan selalu saja membawa barang-barang sesuai kebutuhan di dalam kereta api, salah satunya adalah kipas (terbuat dari anyaman bambu, harganya seeribu rupiah saja; kalau mau murah lagi, beli aja koran bekas yang biasanya dijual untuk alas duduk/tidur di bawah bagi kaum tak berkursi, cuma gopek dan multifungsi; mau lebih murah lagi? Bawa aja sendiri sebelum naik kereta, gitu aja kok repooot ! ). Panasnya Jakarta emang sudah rahasia umum, apalagi Anda berada dalam suatu ruangan yang terbuat dari logam dengan ventilasi yang kurang memadai (baca:gerbong) dan ada lebih dari seratus o...

Bedanya Apaaaa????

Gambar
Di Stasiun Bandung, ada plang di peron tulisannya demikian . . . Kaga jelas? Nih lebih jelas . . . Bukannya saya sok pinter, tapi juga bukannya nggak nggak ngerti english samasekali. . . Tapi kenapa ditulis dua kali dengan bahasa inggris, dan berbeda penulisan? North exit, lalu ada juga North gate South exit, tapi ditulis juga South gate Saya cuma penasaran aja sih, kenapa didobel yang penulisan bahasa inggrisnya? Ada yang bisa bantu???

Di Atas Langit Bandung; Contrails atau Chemtrails?

Gambar
Kali ini saya membahas jejak-jejak asap di langit yang seringkali menimbulkan rasa ingin tahu bagi siapapun yang melihatnya. Pertama kali saya ngelihat hal ini, kalau nggak salah pas masih SD (atau SMP ya? Lupa). SMA gak pernah tau (atau gak pernah merhatiin ya? Lupa) . Kalau Bro Enigma membahasnya dari sudut pandang konspirasi, saya cuma ingin memamerkan beberapa contrails (semoga saja bukan chemtrails) yang kebetulan saya lihat di langit kota Bandung tadi pagi. Maaf kalau hasilnya jelek, maklum, kamera henpon (belum punya kamera pro sih). Mungkin ada pembaca yang bersedia meminjami saya kamera pro miliknya?? :D (ngarep) Let's check it out . . . Yang ini, sebut saja contrail 1, saya ngeliat emang ada pesawatnya . . . Kalo yang ini, sebut saja contrail 2, tau-tau aja ada, nggak sempet ngeliat sumber asapnya . . . Kalau yang ini, ada pesawat yang melintas, membentuk contrail baru (sebut saja contrail 3) yang menyilang contrail 2 tadi, dan terbentuklah simbol 'X' s...

Man vs Nature

Gambar
Bikinan manusia cuma bisa merusak alam? Tapi kadang, hal-hal bikinan manusia juga bisa terlihat begitu sinkron dengan alam :) * inside Argo Parahyangan, Jakarta-Bandung

Cintai Produk Indonesia : Semoga Bukan Cuma Slogan

Gambar
Seringkali kita melihat tulisan semacam ini, di berbagai tempat dan kesempatan. Tapi apa nyatanya demikian? Sayangnya belum. Kebanyakan orang indonesia masih brand minded, lebih milih barang yang bermerk dan berharga mahal, padahal belum tentu produk lokal yang 'kurang bermerk' tuh kalah kualitasnya. Memang sih, banyak produk dalam negeri yang kualitasnya masih di bawah standar produk luar negeri yang kita pakai sehari-hari, tapi apa salahnya mulai mencoba memaksimalkan produk-produk dalam negeri. Memang sih, belum semua produk kebutuhan umat manusia sudah bisa diproduksi di dalam negeri, tapi setidaknya, kalau ada barang-barang produksi dalam negeri, kenapa nggak kita coba pakai? Sekedar contoh skala besar saja, beberapa SMK di Indonesia (contohnya SMK Singosari , alias SMK Mondoroko, kata orang pribumi) sudah mampu merakit mobil (beneran, bukan mobil mainan), kenapa para anggota DPR yang (ngakunya) terhormat, atau para pejabat dari berbagai instansi negeri ini nggak pesen ke...

Belajarlah dari Kesalahan

anonymous -- "Sometimes, you didn't even realize your mistakes till it's been too late, and when it's been too late, it's another mistake". Maka belajarlah untuk menjadi peka terhadap apa-apa yang kita kerjakan. Ketika kita pikir itu benar, belum tentu memang benar. Bahkan ketika kita memang benar, belum tentu orang lain menangkap maksud kita dengan benar. Lakukan hal yang benar, dengan cara yang benar. Mustahil untuk tidak melakukan kesalahan, tapi jangan sampai Anda melakukan kesalahan dengan sengaja. Ketika Anda melakukan suatu kesalahan, bahkan meski itu bukanlah suatu kesengajaan, bukan hanya itu bisa menyakiti orang lain, itu juga bisa menurunkan nilai Anda di hadapan orang tersebut; apalagi jika itu merupakan suatu kesengajaan dan Anda samasekali tidak menunjukkan penyesalan dan meminta maaf, muke Lu jauh... Maka berhati-hatilah dalam berbuat. Jangan sampai Anda melakukan kesalahan sepele yang seharusnya bisa dihindari, yang merugikan orang lain dan And...