Postingan

Berat, Tapi Ada yang Lebih Berat

Gambar
Kalau anak ngga nurut sama orang tua, orang tua kudu sadar diri, jangan-jangan karena ortu ngga nurut perintah Allah, anak jadi ngga nurut orang tua Kalau ngerasa gak didengerin sama anak jangan-jangan gara-gara ortu yang gak pernah dengerin anak saat diajak bicara Kalau ngerasa anak susah diajak komunikasi, jangan-jangan karena memang jarang diajak komunikasi Kalau ngerasa anak suka berperilaku kasar, jangan-jangan ia cerminan ortu yang suka berbuat kasar Kalau ngerasa anak susah diatur, jangan-jangan karena ortu yang gak taat sama aturan Yang Maha Mengatur Kalau anak susah diajak ibadah, jangan-jangan emang ortu kurang kuantitas atau kualitas saat beribadah Sebelum menuduh anak-anak nyusahin, ngaca dulu ke masa lalu, jangan-jangan dulu ortu juga gak kalah nyusahin Sebelum mencap kelakuan anak kayak setan, ngaca dulu, jangan-jangan ortu yg kelakuannya kayak setan Gendong anak memang berat, tapi jauh lebih berat pertanggungjawabannya kelak di akhirat

Sepele

Gambar
Terkadang, ada kebaikan-kebaikan kecil yang seringkali dianggap remeh dan diabaikan. Saat di rumah makan, misalnya. Setelah makan, tentu sebenarnya mudah bagi kita untuk mengumpulkan sampah sisa makanan pada satu piring dan merapihkan piring lain (yang sudah agak bersih dari sisa makanan) dalam satu tumpukan. Hal sepele yang bisa dilakukan sembari mengobrol dan menunggu bon dari rumah makan itu, tentu akan memudahkan para pelayan membereskannya (adegan semacam ini dilakukan sebelum pandemi covid19 yaaa. Kalau sekarang mending makan di rumah aja). Namun kadang, ada saja alasan untuk membiarkan meja tempat makan kita berantakan. "Kan memang mereka dibayar (salah satunya) untuk membereskan itu", ujar seorang kawan, kala penulis merapihkan piring-piring sisa makan di kantin. Alamak, tak ingatkah bahwa jika memudahkan urusan orang lain, kelak Allah akan mudahkan urusan kita? Bukankah setiap kebaikan kelak akan dibalas, asal kita melakukannya dengan ikhlas? Coba kita tengok amal ib...

Dua Spektrum Manusia

Masih tentang pandemi yang sedikit lagi mencapai angka satu juta jiwa tercatat di Indonesia, ia pun mengungkap dua sisi manusia. Di satu sisi, manusia-manusia yang peduli dan tak ingin membebani sesama; di sisi lain ada manusia yang hanya peduli kepentingan dirinya saja. Sebut saja Mr. A, yang suatu ketika mendapat jatah masuk kerja, tidak di rumah. Sehari sebelumnya, Mr. A sempet cari pengganti buat tukar dinas karena beliau ngerasa nggak enak badan, sempat ada kontak erat dan mau tes swab . Pada akhirnya di hari H, Mr. A nggak dapet pengganti. Singkat cerita, beberapa hari kemudian ternyata Mr. A+ covid.  Coba, apa jadinya kalo Mr. A tetap memaksakan diri masuk kerja? Apa jadinya kalo Mr. A sebodo amat sama orang lain? Bisa jadi teman piketnya waktu itu, yaitu saya sendiri, bisa tertular. Alhamdulillah, Allah masih melindungi saya dan keluarga melalui perantara Mr. A yang aware dengan kondisi kesehatan dan care dengan orang lain, tak mau memaparkan risiko pada orang lain. Maturnu...

Terbanglah, Capt

Gambar
Berita duka hadir di awal tahun 2021 ini. Ditengah pandemi Covid-19 yang makin menjadi, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh menghujam bumi. 62 nyawa di dalamnya pergi dan mungkin tak kan pernah kembali, meninggalkan keluarga yang semoga tabah menghadapi. Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan memimpin misi, didukung TNI dan berbagai instansi. Beberapa puing dan bagian tubuh manusia sudah ditemukan hingga saat ini, termasuk posisi kotak hitam yang katanya telah ditandai. Apapun musabab jatuhnya si burung besi, biar dunia penerbangan yang jadikannya evaluasi. Sementara bagi kita pribadi, musibah ini mengenalkan kita pada seorang tokoh yang layak diteladani. Beliau bernama Capt. Afwan, dikenal sebagai pribadi yang baik oleh para rekan. Ibadah sholat tak pernah ia lupakan, tak lupa orang lain pun diingatkan. Bahkan jejak digital terakhirnya pun, berisi ajakan agar sholat tak kita tinggalkan.  Seorang manusia yang insyaAllah mulia, namanya melegenda setelah ia tiada. Memang bukan Nabi...

Lomba Menulis Dongeng: Harapan Masa Depan

Gambar
Jadi Agustus kemarin, penulis mengikuti sebuah lomba dari Penerbit Peri Bahasa Press. Lombanya adalah membuat dongeng anak bertema tema harapan masa depan. Sempat nyaris salah mengartikan persyaratan lomba (maksimal 7 ribu karakter, bukan 7 ribu kata), alhamdulillah juara 1. Debut menggunakan nama pena juga. Submit karya dengan nama pena Alex D. Raizan. Kenapa nama itu? Karena kalau di barat, nama Alexander ketika diucapkan oleh orang Arab jadi Al-Iskandar; nama tengah penulis kan Iskandar. D. Raizan, alias 'draizan' adalah anagram dari 'Dinazar'. 'D'-nya dipisah, supaya kayak marga D dalam dunia One Piece. Hehehe Kemudian, para juara dan beberapa karya lain, dibukukan menjadi satu buku kompilasi dongeng.  Yang menarik, hadiah dari penerbit ini ngga berupa uang, tapi voucher penerbitan. Sehingga, mau tak mau memaksa penulis untuk membuat suatu produk yang kelak diterbitkan oleh mereka. Alhamdulillah. Semoga bisa menjadi awal karir kepenulisan yang lebih serius. ...

Review: Hilton Doubletree Jakarta: A Sense of Tranquility in The Middle of A Busy City

Gambar
What's behind the door? What a view . . . Oke pembaca. Setelah berpekan-pekan fokus garap deadline kerjaan, ditambah kejenuhan berbulan-bulan dalam pembatasan pandemi, penulis ambil cuti sejenak dan mengajak keluarga staycation di salah satu hotel di Jakarta aja. Terakhir staycation hampir dua tahun lalu, ke Bandung pas Fatih masih di perut bunda (nah ini bisa jadi late post juga nih. Hotelnya bagus dan kid friendly ). Cuma kan kondisi kayak gini, mau ke luar kota juga agak-agak serem, kan sekarang punya balita dan bayi. Setelah quick search , akhirnya pilihan kami jatuh pada Hilton Doubletree Jakarta. Alasannya simpel: view taman dan kolam yang berbentuk ala laguna nan mengagumkan, pasti bakal menyegarkan mata yang penat melihat padatnya ibukota. Oh ya, satu lagi. Di sana menerapkan protokol kesehatan yang meyakinkan, sehingga kami lebih sreg ke sana.   Hilton CleanStay , bikin maqin yaqueen Kami melakukan pemesanan via telepon untuk memastikan ketersediaan kamar yang kami pilih ...

Terpaksa Diem Aja Di Rumah? Kalo Ditemenin RoG Phone 3 Pasti Betah!

Gambar
Udah lebih dari satu semester pandemi melanda negeri +62, pembatasan sosial lama-lama bikin pikiran terpenjara. Mau gimana lagi, daripada keluyuran dan ikut memperah pandemi, mending menahan diri dan sambal ngebayangin punya produk ini: ASUS RoG Phone 3!!! Produk ini emang baru launching di Indonesia belum terlalu lama. Tapi gaungnya udah kemana-mana. Banyak yang pengen segera punya soalnya emang speknya gahar gak ada obatnya!!! Kalau masih gak percaya, silahkan coba terus baca: Prosesor Gahar Ibarat otak manusia, prosesor pada ponsel adalah unsur pemroses berbagai data dan alogaritma. Susah mengukur kapasitas otak manusia, tapi pada ponsel sudah ada ukuran yang bisa “terbaca” dengan standar yang diakui dunia. Emang sih, kadang susah bayangin istilah-istilah teknis dalam terkait spesifikasi hardware prosesor, namun penulis bakal coba bikin perumpamaan dengan pompa air. Tentu bukan perumpamaan yang sepenuhnya tepat, namun demikian kiranya agar pembaca awam pun mudah memahami...