Distraksi

Jujur saja, beberapa waktu ini jengah sekali dengan banyaknya berita buruk. Penjajahan dan genosida yang terus berlanjut di Gaza dan eksploitasi terus-menerus di Sudan; bencana di Sumatera, disusul Kalimantan, Papua, Maluku, Sulawesi, dan berbagai daerah di Indonesia sebagai akibat buruknya tata kelola lingkungan hidup akibat prioritas pada pertambangan-eksploitasi dan alih status hutan-penataan kota amburadul, yang makin lengkap dengan buruknya penanganan pasca bencana; agresi ilegal Amerika ke Venezuela; berbagai kasus korupsi yang melibatkan tokoh-tokoh besar; penat kali rasanya.

Maka tanpa sadar, beberapa pekan ini mengurangi ekaposur sosial media dan berita. Bukan karena tak peduli, namun karena diri ini jug butuh jeda.

Saya tetap akan menyuarakan perlindungan hutan, laut, dan makhluk hidup di dalamnya; tentang udara bersih; hak-hak masyarakat; pemerataan ekonomi; peningkatan pemerataan & kualitas pendidikan-akses kesehatan-konektivitas; pengembangan iptek & penguasaan teknologi; perbaikan tata kelola pemerintah; krisis tauhid, keilmuan dan penerapannya pada umat Islam; pemberantasan korupsi; gerakan literasi, dan segalanya. Saya akan tetap bersuara.

Namun saat ini, ijinkan saya mendistraksi diri dengan sebuah proyek lain yang semoga bisa berbuah baik.

Jangan pernah patah semangat untuk berbuat kebaikan dan mencegah kejahatan. Jika bahan bakar motivasi positif mulai berkurang, tak ada salahnya mengatifkan bahan bakar cadangan berupa "aku ngga mau para penjahat itu menang".

Teruslah berkarya, terus berbenah, terus berusaha dan berdoa.

Komentar