Cari Blog Ini

Selasa, 25 September 2012

Mentor Baru, Ilmu Baru

Setelah beberapa pekan vakum mentoring karena Mas Cepy sedang menjalani samapta, kemarin saya dan teman-teman mentoring lagi akhirnya, dengan Mas Wisnu, rekan mas Cepy yang 'dititipi' oleh beliau untuk menghandle kami. Beberapa poin yang sempat saya catat pada pertemuan pertama kami antara lain :
  • Belajar itu tidak cuma membaca, menghafal, mengulas suatu ilmu, namun juga mengamalkan ilmu tersebut. Sebab suatu ilmu yang diamalkan akan lebih 'awet' dibandingkan yang cuma sekedar dibaca dan diketahui. Misalnya, anda belajar tentang bagaimana teknik bermain piano dengan benar, segala buku tentang piano telah anda baca, namun anda tidak pernah memainkan piano sebenarnya. Maka anda tentu tidak (atau belum) mampu memainkan piano dengan baik. Otak anda tahu seharusnya begini, namun jari anda belum mampu menerjemahkan apa yang diketahui oleh otak. Maka anda harus mempraktekkan ilmu tentang piano tadi agar mampu memainkannya dengan baik
  • Al-Qur'an adalah buku, guru, dan sumber ilmu terbaik. Ia merupakan suatu mukjizat dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW yang dikekalkan hingga akhir zaman, tetap terjaga kemurniannya dan akan selalu sesuai dengan perkembangan zaman. Kalau UUD, PMK, Perdirjen atau peraturan lain buatan manusia senantiasa diamandemen dan diperbaharui seiring waktu, maka Al-Qur'an tidak memerlukan itu semua. Isinya selalu benar dan sesuai dengan zaman
  • Tentang integritas, moral dan sebagagainya, pelajarilah dari agama (Islam). Sebab dalam agama sudah ada panduan hidup yang sempurna yakni Al-Qur'an dan As-Sunnah. Kedua hal tersebut adalah 'panduan hidup' bagi manusia, yang 'diterbitkan' oleh Sang Pencipta kita, yakni Allah SWT. Hanya dengan berpegang panduan itulah, kehidupan kita akan baik dunia-akhirat, bukan berpegang pada yang lain. Ibarat mobil, agar dapat dipakai secara aman dan optimal, harus dirawat dan diperlakukan sesuai buku panduan yang diterbitkan oleh pabrikan mobil tersebut, karena yang paling tahu segalanya tentang mobil tadi, ya produsennya (penciptanya)
  • pikiran kita dapat diibaratkan sebagai tanah, dan ilmu itu ibarat air. Pikiran yang senantiasa diisi dengan ilmu (tentu dibarengi dengan pengamalannya yaa...mungkin pengamalan dapat diibaratkan dengan 'pengolahan tanah'nya) seperti tanah yang senantiasa disiram. Ketika ada benih yang diletakkan padanya, benih itu akan mampu tumbuh dan berbuah. Kalau tanah itu jarang atau nggak pernah disiram air (dan diolah), jangankan berbuah, mana ada benih yang bakal tumbuh. Mungkin hanya sekedar bertunas, namun untuk tumbuh, nampaknya sulit
  • senantiasa hadirilah majlis ilmu, karena anda akan mendapatkan ilmu baru, atau setidaknya, mendapatkan kembali sesuatu yang pernah anda ketahui, namun dengan pembahasan yang berbeda. Atau setidaknya anda akan diingatkan tentang suatu ilmu yang anda lupa. Apapun itu, berada di majlis ilmu merupakan suatu kebaikan. Dan jika kita tidak sedang berada dalam suatu kebaikan, maka pasti kita sedang berada dalam suatu ke-tidak baik-an. Nah, tinggal pillih, mau yang baik atau yang tidak baik nih?
Demikian secuil ilmu yang berhasil saya catat kemarin, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian dan juga saya sendiri. Kalaupun bukan suatu ilmu baru, setidaknya bisa sekedar mengingatkan akan ilmu yang sudah pernah dipelajari :)

Senin, 17 September 2012

Pilih Foke Atau Jokowi?

Sebentar lagi Jakarta bakal menggelar pilkada putaran dua untuk memilih siapa yang akan menjadi gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Dua pasang kandidat siap bersaing. Calon incumbent, Foke-Nara berhadapan dengan sang penantang, Jokowi-Ahok.

Saya di sini nggak berminat membeberkan profil kedua pasang kandidat, atau mengarahkan pembaca untuk mendukung salah satu kandidat, toh saya sendiri juga nggak termasuk pemilih. Dan saya sendiri nggak terlalu tertarik mengikuti sepak terjang kedua pasang kandidat, dan nggak tahu detil tentang mereka.

Saya di sini cuma ngomong sebagai warga Jakarta, yang berharap bahwa siapapun yang jadi gubernur nantinya, semoga bisa membawa Jakarta ini lebih baik bagi masyarakatnya. Entah Foke-Nara yang '(ngaku-ngaku) ahlinya Jakarta' meski banyak dibilang gagal oleh berbagai kalangan dan didukung untuk segera lengser, atau Jokowi-Ahok yang berprestasi di Solo (entah kalau nanti jadi gubernur Jakarta) tapi ngomongnya cukup taatin ayat-ayat konstitusi tanpa perlu taat ayat-ayat agama.

Siapapun itu, semoga dia bisa mewujudkan janji-janji kampanyenya, tanpa melupakan ayat-ayat agama dalam kesehariannya, serta juga mampu mendorong warga Jakarta untuk ikutan memperbaiki kota Jakarta. Karena sebagus apapun program pemimpin, kalau rakyatnya nggak ngebantu mewujudkannya, tentu sulit terwujud.

Nah, bagaimana, kumismania dan kotakkotakmania, siapkah kita mendukung segala program gubernur Jakarta yang baru, siapapun yang nantinya akan terpilih, sekaligus mengingatkan mereka kalau-kalau nanti ada yang melenceng dari ayat-ayat agama dan konstitusi? Siapkah kita kalau jagoan kita kalah, tetap legowo dan tetap menjadi warga Jakarta yang baik?

Selasa, 11 September 2012

Tipe-Tipe Penumpang Angkot

Setelah postingan kemarin, rasanya nggak lengkap kalau nggak posting tentang penumpang angkotnya sekalian. So check this out Guys :D

  • penumpang jual mahal : udah ada angkot berhenti, nggak penuh, tapi nggak mau naik (biasanya gerombolan anak SMP-SMA kayak gini nih)
  • penumpang ngadem : meski angkot masih lowong, lebih milih duduk di posisi kernet
  • penumpang pengen gampang turun : sukanya duduk di deket pintu dan nggak mau digeser-geser, alesannya 'saya udah mau turun kok' (biasanya ibu-ibu bawa belanjaan banyak)
  • penumpang suka nggusur : biasanya adalah tipe yang di atas, tapi kondisi angkot udah agak rame, tempat favoritnya udah ada yang dudukin. jadi pura-pura duduk di posisi kernet, berharap orang yang duduk di deket pintu bergeser (atau kadang menggeser dengan gaya mau duduk di deket pintu seolah-olahkursi itu kosong)
  • penumpang alay : suka mengobrol dengan gerombolannya, ngomongnya keras-keras, ketawanya ngakak, kadang dibumbui umpatan biar kelihatan keren padahal norak (biasanya anak sekolahan, SD-SMA)
  • penumpang gadget freak : naik angkot pake headset, sambil mainin HP mulu
  • penumpang friendly : suka ngajak ngobrol orang di sekitarnya, terutama anak muda, lalu menceritakan tentang anaknya yang seumuran dengan penumpang yang diajak ngobrol
  • penumpang luar kota : setelah nyegat angkot, menanyakan 'pak lewat ... nggak', di perjalanan nanya mulu 'pak udah deket nggak', trus nggak tahu tarif ('pak berapa?')
  • penumpang luar negeri : hampir sama dengan tipe di atas, tapi bertanya dengan terbata-bata menyebutkan tempat tujuan dengan aksen luar negeri atau bahasa asing (semoga aja sopirnya ngerti, atau ada penumpang yang bisa bahasa asing)
  • penumpang kaya : sukanya ngebayaar pake duit gede, ngebikin sopir jengkel karena gak ada kembalian. biasanya disuruh nukerin duitnya dulu sama pak sopir, atau kadang-kadang diikhlasin (kalo ketemu sopir ikhlas)
  • penumpang nyasar : setelah sekian lama perjalanan, baru menyadari bahwa ini daerah yang nggak dia kenal, lalu bertanya ke sopir 'pak lewat ... nggak?' dan dijawab 'nggak' oleh sopir, dan kemudian panik langsung minta turun
  • penumpang kebangetan : angkot penuh, lalu dia diam-diam kentut
  • penumpang gak tau diri : tetep merokok dalam angkot padahal udah ada larangan merokok dalam angkot terus orang-orang di sekitarnya udah pura-pura batuk kena asap
  • penumpang dermawan : bayar nggak pake uang pas, tapi nggak minta kembaliannya
  • penumpang pelit : kebalikan tipe di atas, bayarnya nggak penuh padahal tahu tarif sebenarnya berapa, berharap sopirnya ikhlas. kalo ketemu sopir korup bakal didamprat abis
  • penumpang suka nitip : naik angkot rame-rame sama temennya, turun duluan, terus nggak bayar sambil bilang 'belakang pak' (dibayar ama temennya yang turun belakangan)
  • penumpang dititipin : teman dari tipe penumpang di atas, entah yang turun duluan atau yang paling akhir
  • penumpang bossy : suka bayarin temennya, biasanya turun duluan terus ngebayarin temen-temennya biar mereka nggak bisa nolak (kalo ada yang sungkan dibayarin)
  • penumpang kurang ajar : naik angkot sendirian tapi pas turun bilang 'belakang pak'
  • penumpang lupa turun : karena kebanyakan ngobrol ama temen/mainan gadget/ketiduran, jadi lupa turun terus kelewat deh tempat tujuannya
  • penumpang apes : biasanya baru akan mengunjungi suatu tempat untuk pertama kali, pas naik tanya sopirnya apa lewat daerah tersebut, tapi ketika melewati daerah tersebut, dia nggak tahu dan sopirnya kelupaan, jadi kelewat deh tempat tujuannya
  • penumpang cowok ekshibisionis : mengalami gangguan kejiwaan, suka pamer alat kelamin pada penumpang yang sedang apes duduk di depannya. entah bagaimana cara dia mempertontonkan kelaminnya sedemikian rupa sehingga nggak kelihatan orang lain selain target
  • penumpang sok seksi : cewek ababil yang demen pakai pakaian mini, tapi kalau ada orang melototin paha atau dadanya, dia bingung sendiri atau malah marah ('apa loe liat-liat')
  • penumpang mabuk darat : dasarnya nggak bisa naik kendaraan darat, atau karena masuk angin, biasanya turun di tengah jalan lalu muntah di pinggir jalan, atau bahkan muntah di dalam angkot kalau lagi apes
  • penumpang jahat : naik angkot hanya sebagai sarana mencari korban kejahatan berbagai modus. ada yang nyopet, nodong, ngehipnotis, bahkan memperkosa
  • penumpang kasian banget ; korban dari penumpang jenis di atas
  • penumpang kagak boleh bayar : bisa jadi tetangga, saudara, kerabat, atau guru/ustadz dari si sopir angkot, atau bisa juga cewek cakep ditaksir si sopir
So, penumpang jenis apakah pembaca sekalian?

Senin, 10 September 2012

Tipe-Tipe Sopir Angkot


Ini mah sebenernya postingan iseng aja, kepikiran pas lagi nunggu angkot melintas pas pulkam ngurus pemberkasan kemarin. Check this out Guys!

  • sopir sabar : selalu sabar menanti penumpang, orang masih jalan di gang, orang di seberang jalan, semua ditungguin. jalanin angkotnya juga pelaan banget, plus doyan ngetem
  • sopir susah move on : senada dengan di atas, tapi ditambah suka mundurin angkot kalo melewatkan suatu gang yang terlihat ada calon penumpang potensial
  • sopir pasrah : nggak terlalu ngoyo cari penumpang, nggak mau nunggu-nunggu orang di gang atau ngetem lama-lama, prinsipnya 'kalo udah rejeki nggak kemana'
  • sopir ge er : nggak dicegat tapi berhenti-berhenti, tiap pejalan kaki dianggap calon penumpang
  • sopir jual mahal : kebalikan dari yang di atas, udah dicegat tapi nggak berhenti
  • sopir geje : seringkali tiba-tiba menepi ketika ada orang di pinggir jalan, tapi nggak berhenti dan langsung jalan lagi (mungkin telah menangkap sinyal bahwa orang itu nggak berniat naik angkot), dan kadang ketika ada yang mencegat, malah nggak berhenti
  • sopir pembalap : hobinya ngebut-ngebut, nyalip-nyalip, pokoknya membuat para penumpang serasa di salah satu wahana di Ancol
  • sopir korup : suka kurang kalau ngasih kembalian, kalau nggak diminta bakalan nggak dikasih
  • sopir ikhlas : suka nggak tegaan kalo ngeliat penumpang tua atau anak kecil, dan kalau ada yang bayarnya kurang dia cuma menghela nafas
  • sopir mekso : angkot udah penuh masih narikin penumpang aja
  • sopir gak konsisten : sukanya ngoper penumpang ke angkot lain
  • sopir gak niat (atau lagi capek) : angkotnya diparkir pinggir jalan, tapi dia cuma tiduran di dalam, kalo ada penumpang mau naik diusir
  • sopir pribadi : ini mah bukan sopir angkot woy
  • sopir langganan:; kalo yang naik udah sering ketemu dan sering ngobrol, kadang gak dibolehin ngebayar
  • sopir dermawan : suka ngasih bonusan ketika penumpangnya minta berhenti, dikasih bonus beberapa meter dari perhentian yang dimaksud
  • sopir mau pulang : kalo angkotnya dicegat nggak berhenti, atau mengatakan pada penumpang kalau cuma sampai di ... (tempat dia berbelok dan pulang)

Nah, sopir jenis apa yang pernah ditemui oleh pembaca sekalian?

Rabu, 05 September 2012

Pengalaman Pertama Dan (Semoga) Terakhir . . .

Sekitar setahun lalu, saya pernah posting tentang pemberkasan. Ternyata, pemberkasan yang waktu itu sebenarnya bukan instruksi langsung dari badan kepegawaian (atau pihak berwenang semacamnya lah), melainkan inisiatif teman-teman seangkatan untuk mengurusi berkas-berkas untuk CPNS lebih awal, dengan harapan dapat diangkat mencadi CPNS lebih cepat. Harapan tinggal harapan karena nyatanya angkatan kami cukup beruntung bertemu dengan sesuatu bernama moratorium (saya sendiri juga nggak ngeh apa artinya) yang mengakibatkan tertundanya penangkatan kami.
Setelah sekian bulan 'dibantu' oleh instansi dengan program 'penempatan sementara', akhirnya ada kabar resmi tentang pemberkasan. Singkat cerita, saya dan teman-teman CCPNS mendapat jatah 3 hai pulang kampung untuk mengurusi berkas-berkas yang diperlukan, terutama Surat Keterangan Catatan Kepolisian dan kartu Kuning yang harus diurus di daerah asal.

Cukup sekian intronya. Nah terus, senin kemarin, saya dan beberapa rekan sedaerah berangkat menuju Kota Kepanjen, pusat pemerintahan Kabupaten Malang untuk mengurus SKCK. 4 orang dengan 2 motor, melaju membelah kota Malang menuju Kepanjen. Saya dibonceng rekan saya Hisyam, yang begitu lincah melewati keramaian lalu lintas kota, beberapa kali membuat saya sedikit ngeri. Hingga akhirnya peristiwa itu terjadi . . .

Saat itu saya sedang online lewat HP, jadi nggak melihat ke depan. Tiba-tiba terdengar suara benturan keras, lalu rasa-rasanya kok dunia terasa miring, disusul benturan keras pada badan sebelah kanan saya. Kejadiannya terasa begitu cepat sehingga saya baru menyadari apa yang terjadi beberapa detik kemudian. Saya mendapati badan saya tekapar di jalan raya, dan sesaat saya merasa siap dilindas oleh kendaraan lain ketika menyadari hal ini. Untungnya tidak, tidak ada kendaraan yang menyambut tubuh saya yang tergeletak di jalan, hanya orang-orang yang ramai mengerubungi sambil berkata "ayo langsung ke rumah sakit mas, naik mobil ini" dan semacamnya. Saya bangkit, sudah sepenuhnya sadar, termasuk sadar bahwa paha dan pantat sebelah kanan saya nyeri. Lalu saya ke pinggir jalan, duduk sejenak, agak kaget sih, sambil memandang sekeliling mencari HP saya tadi (ketemu di jalan raya di lajur yang berseberangan, di bawah sebuah mobil yang berjalan pelan menonton kami, dan untung terselamatkan sebelum dilindas oleh kendaraan).

Saya melihat Hisyam, duduk mengerang di pinggir jalan, memegangi lengan kirinya. Rupanya, ada sebuah mobil yang diparkir di pinggir jalan, dan ketika kami lewat tadi, secara pas banget, si pemilik mobil membuka pintu mobil tersebut yang kemudian dihantam oleh Hisyam dengan motornya (beserta saya sebagai pendompleng). Kejadian selanjutnya, sudah saya ceritakan di atas. Singkat cerita, kami dibawa ke RS terdekat oleh bapak tersebut ("saya anter ke rumah sakit ya mas, kita selesaikan secaa damai...saya yang salah tadi, maaf ya mas"). Dan untungnya nggak ada tulang yang patah atau retak. Hanya perjalanan kami berburu SKCK terpaksa tertunda hingga keesokan harinya.

Intinya, berhati-hatilah di jalan raya sobat sekalian. Selalu lengkapi diri anda dengan helm standar (kalau perlu pakai pelindung siku dan lutut, plus pakaian tebal akan sangat membantu menghindari kerikil atau pecahankaca menembus kulit anda). Periksa kelayakan kendaraan anda. Patuhi rambu lalu lintas. Dan berhati-hatilah dengan pengendara lain. Tentu, jangan lupa untuk berdoa kemanapun Anda akan bepergian, juga perbanyak dzikir kalau lagi di jalan (dimanapun juga sih), pokoknya, hati-hati deh ya.

Ternyata begitu sensasinya terbanting ke aspal dari kecepatan 50-60 km/jam. Cukup sekali ini deh. Semoga nggak ngalami lagi, begitu juga teman-tean sekalian. Jangan lupa berdoa dan hati-hati di jalan sobat gundul :D