Postingan

Menampilkan postingan dengan label renungan

Yes, I'm Not Fun at Parties

Gambar
It's August. A celebratory month for Indonesian, since this year we celebrate our 79th year of independence from the collonial.  Hooray. Every corner of this country was painted red and white.  Fun games are being held nearly everywhere; from crowded city alley to village field close to the forest; from elementary school to the campuses; from private-owned business to the govermental institution. My office is no exception. Various competition with a variety of prize. Everybody should be having fun, right? But somehow, despite all the crowd, i felt empty inside. What's the point of celebrating independece, while our country is not really in a good state? We shouted "merdeka" everywhere, but in reality, we are trapped in poverty and economical inequity; our economy seems huge, globally, but upon further inspection, the gap between class is widening at an alarming rate.  We're at the verge of ecological collapse; big corporation were given land concensus for extracti...

Ironi Bawah Langit

Gambar
Menara menjulang mencakar angkasa Di seberang jurang kemiskinan nan lebar menganga Pembangunan fisik di seluruh area Pembangunan mental ala kadarnya Lidah tak bertulang memuji idola dengan takzim Lidah yang sama, mencaci saudara serahim Lidah tak bertulang, mengutip ayat suci Lidah yang sama, memutar fakta memelintir janji Yang dituakan dan diharap mengayomi, Justru mempertontonkan kekanakan dalam diri Yang menimpin dan diharap memberi teladan, Nyatanya hanya mewariskan banyak beban Yang dipercaya dan diharap menjadi pendorong, Justru gemar melahap sajian data bohong Insan bertahta tanpa tata krama Semakin dipuja dan terlena, gembira menyesatkan pemirsa Insan bergelar banyak namun miskin akhlak Mengagungkan keterbatasan otak Insan kesepian di keramaian Tersesat dalam pusaran pengetahuan Kefanaan yang dipuja oleh pemuja pangkat dan pengagung gelar ningrat Namun bagi Sang Teladan, dunia layaknya bangkai anak kambing bertelinga cacat

Ibu

Gambar
Ibu,  gelar tiga huruf dengan ejaan sederhana, namun merupakan perwujudan pengorbanan Ibu, gelar yang diperoleh dari bertaruh nyawa, demi melahirkan anaknya ke dunia Ibu,  gelar yang diiringi dengan tetesan kasih untuk anak-anaknya, dengan cinta yang menjadi darah, daging dan tulang anak-anaknya Ibu,  gelar yang diikuti oleh malam-malam tak nyaman kala mengandung, menyusui, dan menemani tumbuh kembang mereka Ibu,  yang pertama berbicara pada kita sejak kita masih berwujud segumpal darah Ibu,  yang pertama menuntun kita, dan melepaskan langkah kecil kita dengan bangga, namun juga yang pertama memekik kala kaki kecil ini dulu tertatih, jatuh dan terluka Ibu,  yang merupakan orang pertama, kedua dan ketiga dalam daftar wajib dihormati, namun entah kenapa seringkali dianggap biasa saja Ibu,  perlambang sempurna pengorbanan dan kasih sayang, perjuangan dalam kelembutan, cinta kasih yang berteman keabadian   Terima kasih, ibu untuk kedua Mamaku, istriku...

Ayat Kunci

Gambar
Kunci. Dalam bahasa sehari-hari adalah alat dari logam untuk membuka atau mengancing pintu dengan cara memasukkannya ke dalam lubang kunci. Ada beberapa arti lain dari kunci, misalnya sesuatu yang penting, atau alat untuk mencapai tujuan. Dan satu ayat yang disampaikan oleh khotib Jumat tadi, bagi penulis, ibarat sebuah kunci untuk menyelesaikan sebagian besar masalah di negeri ini, atau bahkan di dunia secara global. Adalah Al Baqarah ayat 208, yang jika diterjemahkan bermakna " Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan (kaaffah), dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. " Ayat ini turun berkenaan dengan Abdullah bin Salam, seorang sahabat Rasul yang dulunya bernama Husain bin Salam saat masih menganut ajaran Yahudi. Setelah masuk Islam, beliau menjadi muslim yang baik, bahkan disebut sebagai salah satu penghuni surga. Tapiii.. ada sedikit tapinya, yaitu beliau belum bisa move on dari dua ...

Cerita Dewasa Bersama Istri

Gambar
Aku adalah seorang pria paruh baya yang memasuki usia kepala tiga. Tinggiku 167 senti, tidak tinggi memang, sejak jaman sekolah aku lebih sering berada di posisi belakang saat berbaris. Pawakanku standar saja, tidak atletis, meski tidak kurus sekali atau gemuk banget. Penampilanku biasa saja, dengan kulit kecoklatan, hidung tak mancung khas wajah asli Nusantara. Tak bisa dibilang ganteng, meski tak jelek-jelek amat juga. Meski begini, dulu jaman sekolah banyak juga yang jadi fansku. Harus memang titik kuatku bukan di sisi luar kepala, melainkan di dalam kepala. Dan aku bersyukur dianugerahi istri yang tidak menilaiku dari penampilan fisik. Terlebih lagi, bagiku, istriku itu sangat cantik. Di usia pernikahan kami yang kelima, kami telah dianugerahi dua anak yang lucu-lucu. Meski menggemaskan dan amat mewarnai hari kami, tentu keberadaan mereka membuat kami agak kesulitan mencari waktu untuk berduaan. Syukurlah malam ini anak-anak tidur cepat. Aku mencolek istriku yang baru selesai menid...

Blogger on Board (6): Makin Religius

Gambar
Kalau kata pepatah, "banyak jalan menuju Roma". Kalau di patroli laut, pepatahnya adalah "banyak jalan kecemplung laut". Entah saat berpindah dari dermaga ke kapal atau sebaliknya , saat pemeriksaan sarana pengangkut , atau bahkan kalau meleng saat sedang berjalan ke bagian lain kapal, terutama saat kapal sedang berjalan. Nggak percaya? Coba lihat ini:

Blogger on Board (5): Pemeriksaan Kapal

Gambar
Akhirnya dalam satu momen di perairan sebelah tenggara Pulau Celebes, satgas patroli laut yang penulis tengah bertugas di dalamnya, melakukan pemeriksaan terhadap beberapa sarana pengangkut (sarkut) yang melintas.

Renungan Minggu Sore

Warning!!! Sebelum pembaca lanjut, penulis nanya dulu nih. Pembaca percaya ngga dengan hari akhir, life after death , di mana setelah kematian nanti, akan ada kehidupan lagi ( ressurection ), dan ada pembalasan bagi setiap perbuatan kita di dunia? Atau, pembaca termasuk pemercaya aliran you only live once  di mana segala perbuatan akan ada balasannya di dunia saja, dan selepas dunia ini tak ada apa-apa lagi? Kalau Anda termasuk kelompok pertama, silahkan lanjut baca.  Tapi kalau Anda kelompok kedua, ngga ada gunanya baca artikel ini. Toh Anda ngga percaya hari akhir kan?

Kayak Anak Kecil

Gambar
Beberapa hari ini si kecil demen banget naik odong-odong di dekat rumah. Pas diajak tarawih, pulangnya selalu ngajak mampir. Dan kalau sudah di lokasi itu, maunya main terus. Karena selain ada odong-odong, juga ada tempat main mancing-mancingan ikan (yang pake magnet) dan miniatur excavator yang berfungsi beneran (jadi ada kotak styrofoam berisi serbuk gergaji, ada excavator yang dikendalikan pake panel pengendali beneran, dan ada truk untuk diisi).  Pas diajak sholat jadi semangat dia, karena tiap habis sholat ngelewatin tempat itu. Sholatnya? Yaa, sekedarnya saja, habis Isya maunya langsung pulang, jadi harus extra effort untuk ngajak tarawihnya. Total durasi di lokasi main sama di mushola, lamaan di lokasi main dong.  Di mushola rewel, di tempat main betah Ah, namanya juga anak-anak. Ibadah kan masih pengenalan, mainnya yang banyakan. Wajar lah, masih balita.

Aksi Bela Islam The Series

Gambar
Jumat kemarin, kita telah bersama-sama menyaksikan sebuah kejadian langka di negeri ini, dimana jutaan umat muslim bersama-sama berkumpul memadati area sekitar monumen nasional, memanjatkan doa, dzikir bersama dan sholat Jumat bersama. Turut bergabung pula Presiden RI beserta Wapres, Panglima TNI, Kapolri dan beberapa tokoh penting lain, yang memberikan sambutan singkat selepas sholat. Kali ini penulis tidak ingin membahas latar belakang aksi ini. Tidak pula membahas seputar pro dan kontra terhadap aksi ini. Bukan juga membahas betapa rapi, bersih, damai dan tertibnya aksi ini. Tentang semangat para peserta aksi dari berbagai daerah, kita telah sama-sama menyaksikan. Tentang cuaca yang bersahabat dan mempermudah para peserta aksi untuk bersuci sebelum sholat Jumat, kita juga telah sama-sama menyaksikan. Pun doa untuk negeri yang dimunajatkan, kita pun sama-sama mengaminkan. Tudingan miring tentang dugaan akan adanya usaha untuk melakukan tindakan makar dan kekhawatiran akan adanya tin...

Cukupkah Doa?

Ribuan muslim di Syiria tengah terbantai. Jutaan di Palestina terjajah di tanah mereka. Di Mesir mereka ditangkapi. Di Myanmar mereka diusir. Di Uygur mereka dilarang beribadah. Di Indonesia jutaan kita dijajah pemikirannya. Cukupkah doa saja? Tanpa ada usaha, lalu meloncat ke tahapan pasrah? Muslim diperangi. Perang konvensional. Perang pemikiran. Perang ekonomi. Dan kita harus melawan dengan sepadan sebagaimana musuh-musuh memerangi kita. Karena Allah tak akan engubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mengubah nasibnya sendiri. Tak ada perang yang dimenangkan dengan diam.  Perangi senjata dengan senjata;  perangi propoganda fitnah media massa dengan kekuatan dakwah dan perbuatan nyata yang sejalan dengan ayat-ayat-Nya;  perangi kapitalisme dan riba dengan muamalah yang syar'i;  perangi mereka sebagaimana mereka memerangi kita.  Ini peperangan yang harus kita menangkan. Bukan tentang akankah kita masih ada saat kemenangan itu tiba sebagaimana...

Merasa Bodoh

Ada yang bilang bahwa ada tiga tahapan menuntut ilmu. Tahapan pertama adalah ketika orang baru tahu sedikit ilmu, maka orang akan merasa paling pintar dan bisa menjadi sombong. Ketika dia sampai di tahap kedua , maka ia bisa merasa bahwa banyak yang belum ia ketahui. Dengan kata lain, ia bisa menjadi lebih bijak dengan mengetahui lebih banyak. Tahapan ketiga, adalah ketika seseorang sudah mencapai tahap bahwa dia tahu bahwa dia tidak tahu apa-apa. Dan rasanya penulis sudah mencapai tahap kedua ketika bersekolah di program DIV sekarang ini.

Kadang

Gambar
Kadang yang diusahakan tak menampilkan hasil seperti yang diharapkan. Kadang orang lain tak sejalan dengan yang kita inginkan. Kadang kemauan keras dan kesungguhan tak selalu menghasilkan keberhasilan. Itulah manusia, lemah, dan hanya bisa berusaha, dan hasil akhir biarlah Tuhan yang tentukan. Lantas ketika semua disertai ketidakpastian, lalu kita menyerah begitu saja?

Biarkan Saja Apa Kata Mereka

Kata orang instansi kita penuh stigma kata orang instansi kita dipenuhi orang gila harta tapi biarkan saja apa kata mereka karena mereka tak tahu apa-apa.

Just Help, Don't Hope

Kadangkala orang meminta bantuan pada kita, meski tidak semua mengungkapkannya secara jelas. Tidak semua yang meminta bantuan akan mengatakan, "maukah kau membantuku?" atau semacamnya. Ada juga yang memilih untuk menggunakan kalimat perintah, memaksa, atau menyindir. Pada esensinya sama saja, meminta bantuan kita untuk melakukan sesuatu. Bantu saja sebisa kita, dan jangan berharap apa-apa. Jangan berharap dia akan datang membantu kita di saat sulit, atau memberi hadiah, atau sekedar ucapan terima kasih. Sudah, bantu saja dan jangan berharap apa-apa. Karena berharap pada manusia akan lebih banyak kecewa daripada bahagia. Karena kita memang harusnya hanya berharap kepada Yang Maha Kuasa, bukan pada manusia. Kelak ketika kita kesulitan, Yang Maha Kuasa-lah yang akan membantu kita, entah dengan perantara siapa. Jadi jangan berharap apa-apa ketika ada orang yang meminta bantuan pada kita dan kita membantunya, karena bisa jadi bukan kita sedang berbuat baik, melainkan kita hanya m...

Charlie Hebdo: Waspadai Aftermath-nya

Gambar
*tulisan ini tidak berarti saya mendukung kekerasan. Saya sekedar mengajak untuk berpikir logis dalam mencermati kejadian-kejadian yang lagi "heboh" di dunia ini Charlie Hebdo. Jujur saja, saya belum pernah mengetahui nama ini sebelum kejadian penembakan yang terjadi baru-baru ini. Saya tidak akan menceritakan bagaimana kejadiannya, Anda bisa membaca di berbagai situs berita "terpercaya". Saya juga bukan mengomentari keanehan video penembakannya (seperti blog Indocropcircles). Saya hanya ingin mencoba menganalisa, dengan segala keterbatasan pengetahuan saya, tentang apa yang terjadi di sana. Dan mengapa.

Kisah Mus dan Hen; Cemburu Karena Ketidakadilan

Gambar
Kisah ini adalah kisah tentang dua sosok yang sama-sama dimiliki oleh orang yang sama, sebut saja namanya Mas Joko (bukan nama saya), yang memberikan perhatian berbeda pada keduanya, yang dirasa tak adil oleh salah satu pihak, namun pihak satunya berkeras bahwa itu bukan masalah. Dialog ini hanyalah fiktif belaka, namun didasarkan pada kisah nyata yang sering terjadi di sekitar kita. Mari kita simak kisahnya:

Sanggup?

Jangan sok tahu kalau memang belum mampu Jangan sok hebat kalau memang belum bisa banyak berbuat Jangan sok jumawa kalau memang belum banyak berkarya Jangan terlalu tinggi menilai kemampuan diri, bukan berarti harus rendah diri Jangan terlalu sombong melihat prestasi, tetap jaga kerendahan hati Jangan malas belajar dari siapapun yang ada di sekitar Jangan segan memungut ilmu dari apapun yang telah berlalu Orang hebat bukan yang tak pernah gagal, namun yang kembali bangkit dengan asa lebih tebal

Proses dan Hasil

Gambar
 Anda tahu isi pensil? Yang hitam panjang dan rapuh itu loo. Itu namanya grafit ( graphite ).  ini karbon, namanya grafit Anda tahu, batu mulia yang biasanya dipakai untuk hiasan cincin? Yang jernih berkilauan itu looo. Itu namanya intan, kalau sidah diproses jadi perhiasan, orang Indonesia menyebutnya berlian (istilah Inggrisnya sama aja diamond ).  ini karbon juga, namanya daimen intan/diamond Anda tahu nggak, bahwa keduanya merupakan unsur yang sama, yakni karbon ? Mungkin sebagian akan protes.  

Kehilangan? Ah, Bukankah Pada Dasarnya Kita Tak Punya Apa-Apa

"Bukan kehilangan namanya, kalau kita tidak berhasil mendapatkan sesuatu yang bahkan belum pernah menjadi milik kita"