Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 28 September 2016

Jangan mudah pErcaya Seorang dosen berkata bahwa keuangan negara ini sedang kolaps hingga membutuhkan hutang untuk membayar gaji pegawainya Seorang kawan mengatakan bahwa putri mantan presiden sebuah negara adidaya yang hobi memerangi suatu kaum, kini malah memeluk kepercayaan kaum yang diperanginya tersebut Seorang penggemar klub bola yang timnya baru saja kalah mengatakan bahwa dia tahu hasil pertandingan sudah diatur untuk merugikan timnya Seorang tokoh masyarakat berkata bahwa ia mendapat informasi indikasi tipikor yang dilakukan oleh seorang kepala daerah dan kroni-kroninya Seorang ahli toksikologi mengatakan bahwa tersangka kasus pembunuhan tidak mungkin melakukan tuduhan tersebut Kita berada di jaman di mana informasi membanjiri kita. Dari yang jelas urgensinya, sampai yang bikin waktu terbuang percuma. Dari yang bermanfaat, hingga yang mengundang maksiat. Dari yang narasumbernya kredibel, hingga yang ketidakjelasannya bikin sebel. Dari yang analisanya mendalam, hingga sekedar opini orang dalam. Kita butuh saringan informasi, agar tak terbanjiri oleh info tak penting dan basi. Kita harus hati-hati, karena sekarang jamannya perang opini. Jangan malas untuk memastikan kebenaran, meski seringkali lebih mudah langsung share ke semua teman. Nggak semua yang diinfokan itu benar, kadang cuma cari sensasi biar tenar. Karena ada yang berkata begini, bahwa kebenaran adalah kebohongan yang diulang seribu kali.


Kamis, 22 September 2016

Bapak Rumah Tangga

Ada anggapan di masyarakat kita bahwa urusan masak memasak, beberes rumah dan mengasuh anak merupakan domain ibu. Suami, kewajibannya "cuma" mencari nafkah dan tidak ikut campur dalam urusan tersebut. Benarkah?

Senin, 05 September 2016

Menulis

Pada tanggal 29-31 Agustus kemarin, penulis mengikuti Studi Perdana Masuk Kampus (DINAMIKA) Politeknik Keuangan Negara STAN tahun ajaran 2016-2017. Dinamika kali ini berbeda dengan Dinamika pada saat penulis lolos DIV tahun sebelumnya. Kalau tahun sebelumnya, Dinamika DIV cuma 4D (datang-duduk-diam-dengarkan), maka tahun ini berbeda. Datang pagi, apel, lalu mendengarkan ceramah/materi, lalu pulangnya dapat tugas esai banyak banget. Mengingatkan dengan Dinamika pada saat pertama kali masuk ke STAN tahun 2008. Pada saat itu, Dinamikanya pakai apel, tugas menulis esai, merangkum berita jam tiga pagi, dan lain-lain. 

Rabu, 10 Agustus 2016

Tips menghindari DO PKN STAN

Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan kedua bagi penulis untuk mengikuti pendidikan lanjutan pada Program Diploma IV Akuntansi Alih Program Politeknik Keuangan Negara STAN tahun ajaran 2016-2017 setelah tahun lalu penulis mengalami drop out. Beruntungnya instansi asal penulis (DJBC) masih memperbolehkan penulis untuk mengikuti USM DIV lagi hingga saat ini masih kembali bisa ke kampus. Dan kesempatan kali ini tentu jangan disia-siakan. Setelah mengalami pengalaman yang cukup pahit tersebut, kali ini penulis ingin berbagi tips menghindari drop out di PKN STAN. Tips ini sudah penulis alami, jadi jangan coba-coba ikutan DO untuk membuktikannya. Sudah percaya saja. Berikut ulasannya:

Selasa, 09 Agustus 2016

Dag Dig Dug Dhuer . . . Pengumuman

Hari ini katanya bakal diumumkan siapa-siapa yang lolos seleksi penerimaan program Tugas Belajar DIV PKN STAN T.A 2016-2017. Ini adalah kali kedua saya mencoba ikut tes DIV (setelah tahun lalu diterima, masuk kuliah tapi Drop Out). Pada tahapan pengumuman yang sebelumnya, beberapa kali pengumuman keluar sebelum tanggal yang dijanjikan, jadi terbawa perasaan bahwa hari ini pun pengumuman keluar lebih awal. So far, sampai saat ini saya menulis artikel ini, pengumuman belum keluar di situs resmi PKN STAN. 

Well, it's nothing to lose for me. Allah PASTI akan memberikan yang terbaik. Apapun itu. Saya cuma memohon kepada Allah agar saya dapat menerima apapun hasil yang keluar nantinya, karena itulah jalan terbaik yang Allah pilihkan buat saya. 

Apakah belajar lagi di PKN STAN demi menebus semester lalu di mana saya gagal belum berhasil menaklukkan akuntansi, atau belajar di dunia nyata di lingkungan kerja. Wallahu' alam bish showab. Only time will tell . . .

Rabu, 27 Juli 2016

Harga Diri

Kadang, ada orang yang marah hanya karena klub bola dari daerah asalnya dicaci supporter kota sebelah; harga diri, katanya
Kadang, ada orang yang gengsi jika tunggangannya sehari-hari kalah bagus dengan punya tetangga sebelah; harga diri, katanya
Kadang, ada orang yang emosi saat almamaternya dianggap kalah bersaing dengan universitas sebelah; harga diri, katanya

Emang apa sih harga diri itu? Apakah sekedar penilaian orang lain tentang status sosial kita, harta kita, keturunan kita, latar belakang pendidikan kita, atau apa? Seberapa berharganya sih harga diri kita di hadapan manusia? 

Rabu, 20 Juli 2016

Kudeta Turki dan Lain-lain

Apa kabar umat di Palestina? Masih dijajah oleh kaum yang merasa paling mulia
Apa kabar umat Suriah? Masih terus berlumur darah di tengah perang saudara yang tak jelas kapan berhentinya
Apa kabar umat di Mesir? Masih berjuang meski telah dikhianati oleh demokrasi
Apa kabar umat di Indonesia? Masih terlena dan mudah diadudomba
Apa kabar umat di Rohingnya? Masih banyak yang diaspora, takut kembali ke rumah dan disiksa
Apa kabar umat di Turki? Tiba-tiba ada kabar pemerintahannya dikudeta

Inikah fitnah akhir zaman? Saat umat jumlahnya besar namun diperebutkan oleh para pemangsa, banyak tapi seperti buih samudera yg tak bertenaga, diombang-ambingkan gelombang, bagaikan tulang yang diperebutkan gerombolan anjing liar.

Selasa, 12 Juli 2016

Kehilangan

Kadang, kita begitu menyepelekan sesuatu yang kita punya, sampai akhirnya kita kehilangan itu
dan tak tahu apakah itu akan kembali pada kita, atau tidak

Selamat jalan Ramadhan, semoga Allah sempatkan bertemu lagi dengan lebih khusyuk
Taqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum

Senin, 27 Juni 2016

Tahu-tahu Sudah Setengah Jalan

Sebelum Ramadhan, begitu banyak target ditetapkan. Tapi mengapa tiba-tiba saja sudah separuh jalan lebih Ramadhan, masih banyak target terbengkalai? Masih banyak rencana tak terlaksana? Apakah kita belum mampu menjadi muslim yang baik, yang mampu menghindari hal-hal yang sia-sia, sehingga akhirnya waktu kita banyak tersita dan capaian target ibadah tak sesuai rencana?

Mari berintrospeksi. Entah sudah Ramadhan ke berapa berlangsung seperti ini, entah sudah berapa kali lalai dan gagal memperbaiki diri. Entah sampai kapan, kalau belum mau berubah memperbaiki diri . . .

Selasa, 14 Juni 2016

Kasasi: Membina Akhlak Mulia, Mewarisi Risalah Nabi

Siang ini kajian siang diisi oleh Ust. Zulfa Musthofa dengan tema akhlak. Karena satu dan lain hal, penulis gagal menyimak secara utuh. Berikut beberapa poin yang dapat penulis catat: