Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 04 Desember 2016

Aksi Bela Islam The Series

Jumat kemarin, kita telah bersama-sama menyaksikan sebuah kejadian langka di negeri ini, dimana jutaan umat muslim bersama-sama berkumpul memadati area sekitar monumen nasional, memanjatkan doa, dzikir bersama dan sholat Jumat bersama. Turut bergabung pula Presiden RI beserta Wapres, Panglima TNI, Kapolri dan beberapa tokoh penting lain, yang memberikan sambutan singkat selepas sholat. Kali ini penulis tidak ingin membahas latar belakang aksi ini. Tidak pula membahas seputar pro dan kontra terhadap aksi ini. Bukan juga membahas betapa rapi, bersih, damai dan tertibnya aksi ini. Tentang semangat para peserta aksi dari berbagai daerah, kita telah sama-sama menyaksikan. Tentang cuaca yang bersahabat dan mempermudah para peserta aksi untuk bersuci sebelum sholat Jumat, kita juga telah sama-sama menyaksikan. Pun doa untuk negeri yang dimunajatkan, kita pun sama-sama mengaminkan. Tudingan miring tentang dugaan akan adanya usaha untuk melakukan tindakan makar dan kekhawatiran akan adanya tindakan anarkis, alhamdulillah tidak terbukti. Adapun proses hukum yang tengah dilakukan, kita insyaAllah akan sama-sama mengawalnya, sudah serahkan saja pada pihak berwajib. Bukan, bukan itu semua yang ingin penulis bahas. Yang ingin penulis bahas adalah aksi lanjutan dari aksi damai 4-11 dan 2-12 ini.

Senin, 21 November 2016

Insects

Insects never fail to amuse me. They come in various color (ranging from all-black ants to metalic beetles), size (from less than a milimeter ants again to palm-sized moth), and shape (from unique mantis to stick-like phasmidas). And now I just wanna share some of my insect photo gallery. Comments and input are appreciated. All photos are taken from my Sony Cyber-Shot DCS WX-300. Its macro photo quality isn't the best, but quite acceptable considering it's just a non-professional pocket camera (not to mention that the photographer is still an amateur).

Selasa, 15 November 2016

Karena Kondisi

Sehubungan dengan usia kandungan istri yang sudah memasuki pekan ke-32, disertai keinginan mertua agar si jabang bayi dilahirkan di Malang sahaja, maka diputuskanlah penulis harus membawa pulang sang istri ke kampung halaman, meninggalkan hingar bingar Jakarta dan kontrakan yang baru ditempati sebulan setengah. Meski sudah terbiasa sendirian di kosan sejak era perantauan, saat kembali ke Jakarta setelah membawa pulang (dan meninggalkan) sang istri di Malang, rasanya begitu berbeda. Dulu kala, sejak jaman Pak Esbeye masih berkuasa, status keluarga memang masih bujang sahaja, belum ada belahan jiwa tempat berbagi cerita. Kini setelah naik pelaminan, dan terbiasa ada yang menanti saat pulang kesorean, terasa begitu sepi dan hampa di kontrakan. Bukan sepi lalu ketakutan sendiri membayangkan makhluk astral yang menemani di sini, tapi lebih ke sedih hati karena ketiadaan istri di sini. Tapi namanya pernikahan harus disertai kompromi, tentu tak bijak jika hanya menuruti ego pribadi. Maka dengan berat hati, penulis merelakan berteman sepi di sini sendiri, demi kelancaran persalinan si buah hati yang sedang dikandung istri, biarlah mereka tenang di kampung halaman ditemani sanak famili. Demikian sekelumit kisah bujang lokal yang di hadapan keluarga harus tampak bijak dan tegar meski cuma sekedar membual karena hatinya justru tengah galau maksimal

Selasa, 08 November 2016

Umat Islam (Sungguhkah) Tidak Toleran (?)

Pak Gubernur DKI Jakarta yang terhormat beserta para pendukungnya, mungkin kalian merasa tidak nyaman dengan demo 4 November kemarin. Namun pernahkah kalian berpikir, betapa tidak nyamannya kami ketika dakwah yang merupakan salah satu kewajiban dalam agama kami, dianggap oleh kalian sebagai kebohongan dan pembodohan?

Jumat, 28 Oktober 2016

Sekilas Pesan-pesan Dosen

Selama setengah semester kuliah lagi, selama itu pulalah penulis mendapatkan cuplikan ilmu dari para pengajar. Tak melulu tentang perkuliahan, namun juga tentang kehidupan. Beberapa akan coba penulis tuliskan, siapa tahu bisa memberikan inspirasi dan pelajaran.

Jumat, 14 Oktober 2016

Pindah dan Berubah itu Susah

Ketika kamu di rumah, disambut oleh keluarga yang ramah, maka akan berat untuk berpindah ke antah berantah

Ketika kamu nyaman di zonamu, melakukan apa yang jadi hobimu, maka akan terasa berat untuk berguru mempelajari hal baru

Ketika ada sesuatu yang kamu suka, keberadaannya membuatmu bahagia, maka akan berat rasanya bila ia tiada

Susah menghadapi hal baru, meski kadang indah dan seru 

Seiring hukum inersia yang dipelajari di kelas fisika, sesuatu akan cenderung tetap pada keadaannya; yang statis akan tetap setia di posisinya, yang aktif akan berpindah kesini dan kesana

Tapi dunia akan selalu berubah, keadaan akan selalu berganti, tanpa peduli dengan yang tak beradaptasi

Maka beruntunglah yang selalu tanggap dan beradaptasi, yang tanpa ogah hinggap pada kesempatan yang menanti

Sementara yang enggan berubah akan tergilas perubahan lalu musnah


Lalu bagaimana dengan kamu? Enggan berubah dalam kenyamanan, dan hanya menunggu musnah oleh keadaan yang berubah; atau menahan resah dalam perubahan, demi menggapai kesempatan dalam dunia yang berubah?

Kamis, 06 Oktober 2016

Scientifically Wrong Moral Story : Bamboo Growth

Anda pernanh mendengar kisah inspiratif tentang bambu? Yang mengisahkan bahwa bambu tidak tumbuh signifikan selama 5 tahun untuk fokus menumbuhkan akar, namun tumbuh pesat setelahnya? Begini selengkapnya

Rabu, 28 September 2016

Jangan Mudah Percaya

Seorang dosen berkata bahwa keuangan negara ini sedang kolaps hingga membutuhkan hutang untuk membayar gaji pegawainya. Anda percaya?

Kamis, 22 September 2016

Bapak Rumah Tangga

Ada anggapan di masyarakat kita bahwa urusan masak memasak, beberes rumah dan mengasuh anak merupakan domain ibu. Suami, kewajibannya "cuma" mencari nafkah dan tidak ikut campur dalam urusan tersebut. Benarkah?

Senin, 05 September 2016

Menulis

Pada tanggal 29-31 Agustus kemarin, penulis mengikuti Studi Perdana Masuk Kampus (DINAMIKA) Politeknik Keuangan Negara STAN tahun ajaran 2016-2017. Dinamika kali ini berbeda dengan Dinamika pada saat penulis lolos DIV tahun sebelumnya. Kalau tahun sebelumnya, Dinamika DIV cuma 4D (datang-duduk-diam-dengarkan), maka tahun ini berbeda. Datang pagi, apel, lalu mendengarkan ceramah/materi, lalu pulangnya dapat tugas esai banyak banget. Mengingatkan dengan Dinamika pada saat pertama kali masuk ke STAN tahun 2008. Pada saat itu, Dinamikanya pakai apel, tugas menulis esai, merangkum berita jam tiga pagi, dan lain-lain.