Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 12 Januari 2017

Kautilya, Alumni PKN STAN dan Skeptisme

Laode Muhammad Syarif, S.H. Ll.M Ph D, nama beliau. Menjabat sebagai Wakil Ketua KPK periode 2015-2019. Dan siang ini beliau sejenak menyempatkan diri menyapa 300-an mahasiswa mahasiswi semester 7 Program DIV PKN STAN T.A 2016-2017 dalam kuliah umum Seminar Anti Korupsi bertajuk "Optimalisasi Peran Perguruan Tinggi Mengawal Agenda Antikorupsi".

Officially Daddy

Alhamdulillah, setelah setahun lebih dikit menikah, Allah telah memberikan anugerah bagi penulis dan istri dalam bentuk bidadari kecil yang lahir pada  tanggal 3 Januari kemarin sekitar pukul 8 malam, di RS. Prima Husada, SIgosari (bukan promosi). Penyejuk hati keluarga kecil kami, cucu pertama yang dinanti-nantikan oleh kedua Mertua dan cucu perempuan pertama bagi orang tua penulis. Humaira "Aira" Kamila Dinazar, namanya. Dengan spesifikasi teknis berat 2,5 kilogram dan panjang 48 sentimeter, lahir melalui persalinan normal setelah istri diinduksi (maksudnya, dirangsang kontraksinya dengan obat-obatan, bukan induski listrik) dua kali (sekitar pukul 12 siang dan setengah tujuh malam), melalui 4 kali proses ngeden secara sadar (dan ngeden secara tidak sadar akibat induksi).

Jumat, 06 Januari 2017

The most awesome take-off moment

18.15, maghrib. di atas Cengkareng, Langit merona, merekah, bagai apel Washington yang baru masak. Semburat warna kuning, jingga, hingga merah mewarnai horizon. menatap lekat indah warnanya dalam diam, menanti pesawat mendapatkan giliran lepas landas.,Setelah beberapa lama, diselingi berbagai pesawat dari maskapai lain yang silih berganti lepas landas dan mendarat, pesawat berwarna putih hijau pun mendapat gilirannya. Berputar di ujung landasan hingga menghadap ke barat, seolah menyongsong mentari yang telah mendekam di peraduannya.

Sabar, Ini Semua Cobaan

Beberapa hari ini kata-kata di atas sedang ngetren di beberapa grup WA penulis. Entah siapa pemicunya, penulis tak berminat mencari tahu ke sana. kata rekan, sumber aslinya ialah seorang ustadz dengan nasihat berguna, namun dengan pengucapan yang jenaka, meski penulis juga tak mengerti kebenarannya. Tapi bukan itu topic bahasan saat ini. Di mimbar jumat tadi, di Masjid Baitul Mal Sekretariat BPPK, sang Khotib mengingatkan jamaah akan pentingnya sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian

Kamis, 22 Desember 2016

Maaf, Jeda Sejenak

Sebenarnya banyak sekali materi yang ingin penulis kisahkan di blog ini. Namun apa daya, kesibukan perkuliahan dan tugas-tugasnya selama pekan-pekan belakangan ini, ditambah pekan depan akan ada libur, dan dalam waktu libur tersebut penulis juga akan sibuk dengan persiapan kelahiran anak pertama, maka kemungkinan blog ini akan senyap hingga tahun baru. 

Semoga akhir tahun ini membawa duka yang telah lama mengendap di jiwa, dan tahun depan mampu menumbuhkan kembali semangat dan asa demi menggapai cita dan cinta. Selamat berakhir tahun pemirsa. Mohon doanya agar persalinan istri diberi kelancaran oleh Allah SWT, ibu sehat anak selamat ayahnya sempat hadir untuk memperdengarkan adzan dan iqomat. Aamiin

Selasa, 13 Desember 2016

Bom Panci yang (Diberitakan Terlalu) Bombastis

Kabarnya, Sabtu kemarin pihak kepolisian menemukan sebuah bom berbahan triacetone triperoxide (TATP) seberat 3kg, yang diklaim

... kalau meledak ini radius 300 meter hancur semua," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di lokasi kejadian, Sabtu (10/12/2016). Bom tersebut memiliki bobot 3 kilogram. Bom rencananya akan diledakkan besok pagi (11/12). "Kalau dinyalakan kecepatannya adalah 4.000 km/jam," imbuh Argo.” (dilansir dari situs detik)

Sekilas membaca berita itu, mungkin orang pada umumnya akan berkata “wow, how destructive”.
Itu kalau orang pada umumnya. Kalau penulis, langsung ngakak.

Selasa, 06 Desember 2016

Demonstrasi: Halal/Haram?

Masih terkait postingan sebelumnya, kali ini penulis bakal berbagi materi Kajian Selasa Siang di Masjid Baitut Taqwa Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Ustadz Ibnu Rahman Al-Bughury. Temanya adalah hukum melakukan demonstrasi. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Aksi Bela Islam jilid I-III tidak hanya menyatukan ribuan bahkan jutaan umat Islam (tergantung ikut perhitungan siapa, wallahu 'alam), di sisi lain hal tersebut juga membagi umat ke dalam dua golongan. Yang pertama adalah yang setuju untuk menjalankan demonstrasi bertajuk Aksi Super Damai, dan di sisi lain, ada pihak yang mengharamkan aksi turun ke jalan tersebut. Lalu bagaimana hukumnya demonstrasi secara syar'i? Berikut beberapa poin yang berhasil penulis catat:

Minggu, 04 Desember 2016

Aksi Bela Islam The Series

Jumat kemarin, kita telah bersama-sama menyaksikan sebuah kejadian langka di negeri ini, dimana jutaan umat muslim bersama-sama berkumpul memadati area sekitar monumen nasional, memanjatkan doa, dzikir bersama dan sholat Jumat bersama. Turut bergabung pula Presiden RI beserta Wapres, Panglima TNI, Kapolri dan beberapa tokoh penting lain, yang memberikan sambutan singkat selepas sholat. Kali ini penulis tidak ingin membahas latar belakang aksi ini. Tidak pula membahas seputar pro dan kontra terhadap aksi ini. Bukan juga membahas betapa rapi, bersih, damai dan tertibnya aksi ini. Tentang semangat para peserta aksi dari berbagai daerah, kita telah sama-sama menyaksikan. Tentang cuaca yang bersahabat dan mempermudah para peserta aksi untuk bersuci sebelum sholat Jumat, kita juga telah sama-sama menyaksikan. Pun doa untuk negeri yang dimunajatkan, kita pun sama-sama mengaminkan. Tudingan miring tentang dugaan akan adanya usaha untuk melakukan tindakan makar dan kekhawatiran akan adanya tindakan anarkis, alhamdulillah tidak terbukti. Adapun proses hukum yang tengah dilakukan, kita insyaAllah akan sama-sama mengawalnya, sudah serahkan saja pada pihak berwajib. Bukan, bukan itu semua yang ingin penulis bahas. Yang ingin penulis bahas adalah aksi lanjutan dari aksi damai 4-11 dan 2-12 ini.

Senin, 21 November 2016

Insects

Insects never fail to amuse me. They come in various color (ranging from all-black ants to metalic beetles), size (from less than a milimeter ants again to palm-sized moth), and shape (from unique mantis to stick-like phasmidas). And now I just wanna share some of my insect photo gallery. Comments and input are appreciated. All photos are taken from my Sony Cyber-Shot DCS WX-300. Its macro photo quality isn't the best, but quite acceptable considering it's just a non-professional pocket camera (not to mention that the photographer is still an amateur).

Selasa, 15 November 2016

Karena Kondisi

Sehubungan dengan usia kandungan istri yang sudah memasuki pekan ke-32, disertai keinginan mertua agar si jabang bayi dilahirkan di Malang sahaja, maka diputuskanlah penulis harus membawa pulang sang istri ke kampung halaman, meninggalkan hingar bingar Jakarta dan kontrakan yang baru ditempati sebulan setengah. Meski sudah terbiasa sendirian di kosan sejak era perantauan, saat kembali ke Jakarta setelah membawa pulang (dan meninggalkan) sang istri di Malang, rasanya begitu berbeda. Dulu kala, sejak jaman Pak Esbeye masih berkuasa, status keluarga memang masih bujang sahaja, belum ada belahan jiwa tempat berbagi cerita. Kini setelah naik pelaminan, dan terbiasa ada yang menanti saat pulang kesorean, terasa begitu sepi dan hampa di kontrakan. Bukan sepi lalu ketakutan sendiri membayangkan makhluk astral yang menemani di sini, tapi lebih ke sedih hati karena ketiadaan istri di sini. Tapi namanya pernikahan harus disertai kompromi, tentu tak bijak jika hanya menuruti ego pribadi. Maka dengan berat hati, penulis merelakan berteman sepi di sini sendiri, demi kelancaran persalinan si buah hati yang sedang dikandung istri, biarlah mereka tenang di kampung halaman ditemani sanak famili. Demikian sekelumit kisah bujang lokal yang di hadapan keluarga harus tampak bijak dan tegar meski cuma sekedar membual karena hatinya justru tengah galau maksimal