Cari Blog Ini

Minggu, 19 Februari 2017

Diklat Kesamaptaan Bea dan Cukai (II)

Pelaksanaan

Diklat Kesamaptaandilaksanakan selama 5 pekan yang secara garis besar dapat dibagi menjadi 4 waktu (berdasarkan Samapta yang penulis jalani di Pusdikal BC). Pertama adalah minggar alias minggu penyegaran. Kedua adalah fase latihan normal tahap 1. Ketiga adalah Cihampea. Keempat adalah pasca Cihampea alias persiapan penutupan. Yuk dibahas satu-persatu.

Kamis, 09 Februari 2017

Bertanya-tanya tentang Sertifikasi Ulama

Akhir-akhir ini berita tentang rencana pemerintah untuk melakukan sertifikasi terhadap ulama muncul lagi. Entah apa pemicunya, namun tentu saja kembali timbul pro dan kontra. Lewat pernyataan resmi Menag dikatakan bahwa tujuan program ini adalah untuk mencegah adanya khotbah-khotbah yang meresahkan masyarakat. Maka wajar rasanya jika penulis (dan rasa-rasanya, mayoritas ummat Islam yang peduli dengan ulama) bertanya-tanya. Mari kita coba bedah pertanyaan yang akan timbul

Sabtu, 04 Februari 2017

Raising Kids is Like Riding a Roller Coaster

Raising kid(s) is like riding a roller coaster; at first, you might be both nervous and hyped. But once you are on, there’s no way back
You’ll feel the happiness, you’ll feel the worry, you’ll afraid whether u can finish it or not
When seeing his/her first smile, you’ll be overwhelmed with joy and happiness
But once your kid(s) sick/hurt/injured, you might be very afraid, nervous, worry, and else
But overall, it’s an experience you’d love to share with other people
And here I am, a new daddy, raisin' my newborn baby with my wife and family
I know, most parenting blogs out there are written by the mom, but why not? I'm a blogger, and I'm a dad, so why not? Moreover, it's called "parenting", not only "mothering" or "fathering", right?
I'll be glad to share my experience so another parents maybe could benefit from my postings, hopefully.

Diklat Kesamaptaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Diklat Kesamaptaan merupakan salah satu pendidikan dan pelatihan dasar bagi para pegawai di lingkungan DJBC. Melalui Diklat ini, diharapkan para pegawai memiliki ketangguhan mental dan fisik, kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas, jiwa patriot dan nasionalisme, serta sikap pantang menyerah. Diklat dilakukan di Pusdiklat Bea dan Cukai (Rawamangun, Jaktim) dan di Balai DIklat Keuangan lain di berbagai kota di Indonesia. Setelah menjalankan diklat ini dan Diklat Teknis Substansif Dasar (bagi pegawai DJBC yang TIDAK berasal dari Prodip Kepabeanan dan Cukai PKN STAN), maka pegawai yang bersangkutan berhak mengenakan Brevet Dasar pada Pakaian Dinas Harian sebagai salah satu atribut wajib. Bagaimanakah kegiatan sehari-hari pada Diklat Kesamaptaan di DJBC? Nah, kali ini penulis akan membahasnya setelah berjanji untuk menulis tentang Samapta lebih dari tigatahun lalu dan baru kesampean kali ini.

Kamis, 12 Januari 2017

Kautilya, Alumni PKN STAN dan Skeptisme

Laode Muhammad Syarif, S.H. Ll.M Ph D, nama beliau. Menjabat sebagai Wakil Ketua KPK periode 2015-2019. Dan siang ini beliau sejenak menyempatkan diri menyapa 300-an mahasiswa mahasiswi semester 7 Program DIV PKN STAN T.A 2016-2017 dalam kuliah umum Seminar Anti Korupsi bertajuk "Optimalisasi Peran Perguruan Tinggi Mengawal Agenda Antikorupsi".

Officially Daddy

Alhamdulillah, setelah setahun lebih dikit menikah, Allah telah memberikan anugerah bagi penulis dan istri dalam bentuk bidadari kecil yang lahir pada  tanggal 3 Januari kemarin sekitar pukul 8 malam, di RS. Prima Husada, SIgosari (bukan promosi). Penyejuk hati keluarga kecil kami, cucu pertama yang dinanti-nantikan oleh kedua Mertua dan cucu perempuan pertama bagi orang tua penulis. Humaira "Aira" Kamila Dinazar, namanya. Dengan spesifikasi teknis berat 2,5 kilogram dan panjang 48 sentimeter, lahir melalui persalinan normal setelah istri diinduksi (maksudnya, dirangsang kontraksinya dengan obat-obatan, bukan induski listrik) dua kali (sekitar pukul 12 siang dan setengah tujuh malam), melalui 4 kali proses ngeden secara sadar (dan ngeden secara tidak sadar akibat induksi).

Jumat, 06 Januari 2017

The most awesome take-off moment

18.15, maghrib. di atas Cengkareng, Langit merona, merekah, bagai apel Washington yang baru masak. Semburat warna kuning, jingga, hingga merah mewarnai horizon. menatap lekat indah warnanya dalam diam, menanti pesawat mendapatkan giliran lepas landas.,Setelah beberapa lama, diselingi berbagai pesawat dari maskapai lain yang silih berganti lepas landas dan mendarat, pesawat berwarna putih hijau pun mendapat gilirannya. Berputar di ujung landasan hingga menghadap ke barat, seolah menyongsong mentari yang telah mendekam di peraduannya.

Sabar, Ini Semua Cobaan

Beberapa hari ini kata-kata di atas sedang ngetren di beberapa grup WA penulis. Entah siapa pemicunya, penulis tak berminat mencari tahu ke sana. kata rekan, sumber aslinya ialah seorang ustadz dengan nasihat berguna, namun dengan pengucapan yang jenaka, meski penulis juga tak mengerti kebenarannya. Tapi bukan itu topic bahasan saat ini. Di mimbar jumat tadi, di Masjid Baitul Mal Sekretariat BPPK, sang Khotib mengingatkan jamaah akan pentingnya sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian

Kamis, 22 Desember 2016

Maaf, Jeda Sejenak

Sebenarnya banyak sekali materi yang ingin penulis kisahkan di blog ini. Namun apa daya, kesibukan perkuliahan dan tugas-tugasnya selama pekan-pekan belakangan ini, ditambah pekan depan akan ada libur, dan dalam waktu libur tersebut penulis juga akan sibuk dengan persiapan kelahiran anak pertama, maka kemungkinan blog ini akan senyap hingga tahun baru. 

Semoga akhir tahun ini membawa duka yang telah lama mengendap di jiwa, dan tahun depan mampu menumbuhkan kembali semangat dan asa demi menggapai cita dan cinta. Selamat berakhir tahun pemirsa. Mohon doanya agar persalinan istri diberi kelancaran oleh Allah SWT, ibu sehat anak selamat ayahnya sempat hadir untuk memperdengarkan adzan dan iqomat. Aamiin

Selasa, 13 Desember 2016

Bom Panci yang (Diberitakan Terlalu) Bombastis

Kabarnya, Sabtu kemarin pihak kepolisian menemukan sebuah bom berbahan triacetone triperoxide (TATP) seberat 3kg, yang diklaim

... kalau meledak ini radius 300 meter hancur semua," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di lokasi kejadian, Sabtu (10/12/2016). Bom tersebut memiliki bobot 3 kilogram. Bom rencananya akan diledakkan besok pagi (11/12). "Kalau dinyalakan kecepatannya adalah 4.000 km/jam," imbuh Argo.” (dilansir dari situs detik)

Sekilas membaca berita itu, mungkin orang pada umumnya akan berkata “wow, how destructive”.
Itu kalau orang pada umumnya. Kalau penulis, langsung ngakak.