Cari Blog Ini

Rabu, 30 Maret 2011

Wabah Ulat Bulu Gegerkan Probolinggo

Eits, maaf kalau Anda merasa tertipu setelah membaca judul di atas. Postingan ini samasekali bukan berita. Saya nggak sempet maen ke Probolinggo dan meliput kejadian ini kok. Lagian saya juga benci ulat bulu, jadi gak ada minat maen ke sana. Bukan takut, cuma benci aja, udah sering kena soalnya. Saya hanya mau komentarin fenomena ini aja. Boleh kan ?

Kabarnya ini wabah paling parah sepanjang sejarah ya. Bayangkan kalau di rumah anda, ada ratusan atau bahkan ribuan ulat bulu bertebaran dimana-mana. Di lantai, di dinding, di plafon, di genteng, di keset, nempel di jemuran, di pohon, di halaman. . . dimana-mana deh pokoknya. Ngeri ah. Saya yakin gak ada satupun di antara Anda yang demen sama ulat bulu, kecuali kalau ada yang kebal sama gatalnya. Betul gak?

Mengutip tempointeraktif hari ini "Dari catatan Dinas Pertanian, ulat bulu di Probolinggo setidaknya telah menyerang ribuan pohon mangga di empat Kecamatan yaitu 2067 pohon mangga dikecamatan Leces, kemudian 3464 pohon di kecamatan Tegalsiwalan, 1640 pohon di kecamatan Bantaran, serta 770 pohon di Kecamatan Sumberasih."

Bayangkan, makhluk kecil macam itu, bisa membikin manusia se-kabupaten geger. Bahkan 4 daerah lain pun diminta waspada serangan ulat (Pasuruan, Situbondo, Bondowoso dan Gresik-masih dari sumber berita yang sama). Subhanallah. Ternyata manusia itu lemah ya? Menghadapi makhluk kecil macam itu aja udah kelimpungan. Padahal ulat bulu itu 'cuma' bersenjatakan bulu-bulu halus yang membuat gatal (meski kalau yang pernah merasakan gatalnya, saya tahu bahwa gatalnya nggak pantas disebut dengan kata 'cuma'). Kalau sudah tahu bahwa dirinya lemah, lalu masih pantaskah diri ini sombong? Merasa berkuasa atas segala sesuatu? Padahal berhadapan sama ulat bulu aja udah bingung. . . Gimana kalau dihadapkan pada Dzat Maha Sempurna yang menciptakan ulat bulu tadi? Habislah semua yang bisa disombongkan.

Oke oke, Anda mungkin mulai protes mengenai inkorelasi antara judul postingan dengan isinya. Judulnya kayak berita, isinya kok kayak ceramah.

Nggak nyambung, mungkin begitu pikir Anda.

Nyambung kok, dalam pikiran seorang yang kreatif, segala hal yang dilihat bisa nyambung aja ke hal-hal lain. Dalam kepala seorang perenung, satu hal kecil aja selalu bisa jadi bahan renungan. Dan saya adalah perenung yang kreatif, jadi jangan protes. Lagian ini kan blog saya, terserah saya dong mau nulis apa :p

Hanya sekedar pengingat saja, bahwa manusia itu lemah dan tak punya kuasa yang hebat-hebat amat untuk disombongkan.

Minggu, 27 Maret 2011

Antara impian, perjuangan dan kenyataan

Setiap orang pasti punya impian, akan menjadi seperti apa dirinya nanti. Bohong kalau seseorang berkata bahwa ia tak punya mimpi, karena paling tidak, dia pasti memiliki suatu keinginan untuk keadaannya di masa depan. Bahkan seorang yang keadaannya sudah begitu terpuruk dan tak tampak ada harapan lagi pun, pasti masih menginginkan hal yang lebih baik bagi dirinya.

Mimpi, terkadang memberikan kekuatan bagi manusia untuk menjangkau apa yang terlihat mustahil. Pada awal abad ke-19, belum ada teknologi yang mampu mewujudkan perjalanan di udara dengan menggunakan balon terbang. Belum ada teknologi yang memungkinkan manusia untuk mengetahui apa yang ada di balik permukaan bumi yang kita pijak. Belum ada teknologi yang memungkinkan manusia untuk terlepas dari atmosfer bumi dan mendarat di bulan. Belum ada teknologi yang bisa membawa manusia ke kedalaman laut. Namun sudah ada seseorang yang memimpikan itu semua.

Siapakah dia? Jules Verne. Soerang penulis dari Perancis yang terkenal sebagai 'bapak dari aliran fiksi-ilmiah'. Pernah nonton film 'Journey to The Center of The Earth' atau 'Around The World in 80 Days' ? Benar, dua film tersebut terinspirasi dari novel Jules Verne.

Saya nggak berminat membahas tentang Jules Verne lebih jauh lagi karena blog ini bukan sekedar blog yang meng-copy-paste suatu tulisan di internet (ups, maaf kalau ada yang tersinggung). Saya hanya membicarakan mimpi.

Saya rasa mimpi adalah salah satu motivasi internal dalam diri seseorang (lihat postingan mengenai motivasi), yang mendorong seseorang untuk terus maju meraihnya meski apapun yang terjadi. Meski memang tak selamanya mudah tuk meraih mimpi, dan tak selamanya mimpi tersebut bisa diraih. Selalu ada halangan, selalu ada rintangan, bahkan kadang, segala hambatan dan rintangan seolah menutupi jalan menuju impian tersebut.

Ups, apa saya bilang 'meski apapun yang terjadi'? Maaf, maksud saya, sebagian orang akan seperti itu. Meski apapun yang terjadi, akan terus merangsek maju mendekati impiannya.

Orang-orang yang seperti ini seolah berkata pada segala yang merintanginya :

"Jika aku tak bisa berlari, aku akan berjalan.

Jika berat bagiku tuk berjalan, aku akan merangkak.

Jika tak sanggup ku merangkak, aku akan berguling, aku akan merayap, aku akan melata, apapun agar aku terus maju dan maju semakin dekat ke mimpi-mimpiku."

Sayangnya, selalu ada pengecualian untuk segala hal, tak terkecuali mengenai sikap orang terhadap mimpi-mimpinya.

Sebagian memang terus berjuang mendekati mimpinya, bahkan meskipun segala peluang meraihnya terlihat tertutup dan tak akan ada jalan lain kecuali menanti keajaiban Allah, mereka akan terus bermimpi dan terus melaju mendekati mimpinya.

Sebagian lainnya, berhenti bermimpi dan berhenti mengejar mimpi mereka ketika tak tampak ada harapan lagi. Saya rasa inilah orang-orang yang tidak percaya (atau kurang percaya) dengan yang namanya keajaiban. bahwa apapun bisa terjadi kalau Allah menghendaki. ingatkah Anda dengan kalimat "Kun fayakun" ?

"Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: 'Jadilah!' maka terjadilah ia." (QS Yaasiin ayat 82)

(sebenarnya masih banyak lagi ayat yang mengandung kalimat tersebut, namun saya ambil contoh yang paling sering dibaca)

Sialnya, sebagian lagi, bukan hanya berhenti bermimpi dan berhenti meraihnya ketika tak tampak ada harapan. Bahkan nekat mengakhiri hidupnya lantaran mereka yakin bahwa mimpinya tak akan tercapai dan mereka tak ingin hidup lagi tanpa mimpinya tersebut. Naudzubillah...

Sekarang, tinggal kita pilih. Jadi seperti apakah kita nanti? Akankah kita terus bermimpi dan terus melaju meraihnya? Ataukah kita akan terpuruk begitu saja ketika mimpi tersebut nampak semakin menjauh?

*Mengutip kata-kata bung enigma mengenai konspirasi pendaratan di bulan : Bukan karena saya membela Amerika dan teknologinya, namun karena saya mempercayai kekuatan sebuah impian.

Sabtu, 26 Maret 2011

Alkisah Si Jambul dan kereta bayi

Kisah 1 :

Si Jambul lagi jalan-jalan sendirian di Mall. Pas lewat di depan toko perlengkapan bayi, tau-tau dia ngeliat ada boneka bayi kecil ditaroh di kerete dorong bayi, sambil ada bunyinya 'mama..mama...' gitu. Wah, kreatip banget nyang punya nih toko, boneka pajangannya realistis bener, pikirnya. Pas dideketin, ternyata idup, ternyata bocah beneran. Si Jambul celingukan, kok di sekitar sini gak ada yang nampak sebagai mamanya. Kasian, berarti mamanya ilang dong, pikir Si Jambul. Biarin lah. Toh ntar juga mamanya juga bisa pulang sendiri, kan udah gede. Si Jambul pun berlalu pergi. Eh, tapi baru lima langkah, dia merasa ada yang salah, kayaknya gak mungkin kalo mamanya yang ilang, kan mamanya udah gedhe, jadi pasti ni bocah yang ilang. Nah lho, si gundul mulai kebingungan. Ditinggalin, ntar baterenya abis, eh, maksudnya kasian nangis terus. Kalo ditolongin, ntar malah gue yang ribet.

Si Jambul pun berbalik, lalu mencoba membuat keputusan dengan menghitung kancing baju. Kancing kesatu,, tolong aja,, kancing kedua,, tinggal aja,, kancing ketiga,, tolong aja. Namun dia tersadar kalau dia sedang memakai kaos oblong, gak ada kancingnya. Akhirnya, merasa bersalah akan kebodohannya menghitung kancing di kaos oblong, diapun berbaik hati untuk berniat mengantar bocah malang itu ke information center terdekat. Sambil melongok ke dalam kerete bayi, Si Jambul bertanya ke bocah imut itu. Mamanya namanya siapa dek, rumahnya di mana? Diam sejenak. Jelas aja gak dijawab, orang tuh bayi masih umur setahun kurang. Bego amat gue yak..

Akhirnya Si Jambul memutuskan untuk mendorong kereta bayi tersebut ke information center yang kebetulan deket ama pintu masuk mall. Eh pas udah deket ama information center, dia ngedenger ada orang tereak-tereak 'penculiiiiik..penculiiiiik..'. Si Jambul cuek aja, dipikirnya nih mall parah amat sih, security pada kemana coba, sampe ada penculik segala.

Tau-tau Si Jambul merasa ada orang yang memiting lehernya dari belakang. Refleks beladirinya muncul, kedua tangannya melepaskan kereta bayi lalu mencoba meraih kepala si penyerang. tau-tau tangannya digigit oleh si penyerang."Wuuadooooh". Sejurus kemudian si penyerang memutar dan menjatuhkan badannya ke lantai. Terlihat orang-orang di mall mulai membentuk kerumunan .

"Ada apaan sih". "Copet kali". "Mungkin teroris". "Ah paling reality show, ada kamera tersembunyi kali". "Itu kok ada adegan smack down di mall ya". "Oh ada penculik katanya". Suara para pengunjung mulai kedengeran kayak suara lebah

"Eh eh, apa salah saya pak?" teriaknya .

Tau-tau ada wanita yang merebut kereta dorong tersebut, lalu menggendong bayi di dalamnya tadi. "Cup cup sayang, penculiknya udah ditangkep sama pak satpam kok", ujar wanita tersebut. Ibu muda, mungkin masih dua puluh sekian tahun.

"Eh, mana penculik?" sahut Si Jambul. Badannya rasanya ditindih karung beras ukuran satu kuintal.

"Ya kamu itu, " ujar satpam yang memitingnya, "mana ada maling ngaku, apalagi penculik". Ngeliat kumis si satpam aja udah ngebikin bulu kaki merinding disko.

"Udah, bawa ke kantor polisi aja Pak", tambah ibu tadi. Pak satpam langsung mengangkatnya dengan kasar sambil menyeret badannya.

"Eeeh, sebentar, saya bukan penculik. Saya tadi mau ngebawa bayi ni ke information center, soalnya saya temuin dia sendirian di kereta di depan toko perlengkapan bayi ", teriak Si Jambul setengah memohon.

"Alah ngeles aja kamu", sanggah pak satpam.

Kerumunan ikut berkomentar "ih iya, dasar penculik" "Bakar aja pak satpam" "kita gebukin rame-rame aja". Suasana makin tak terkendali. Pak satpam mengangkat tangan, meminta kerumunan untuk diam.

"Beneran, tanyain aja bayinya kalo nggak percaya, dia tadi sendirian kok, nggak ada mamanya. Terus saya tanyain mamanya kemana, terus saya mau bawa ke sini soalnya dia gak jawab".

"Eh dasar bego, mana mungkin anak saya bisa ngomong kalo saya tadi ninggalin dia.. eh.." sahut ibu itu.

"Nooh, pan, mamanya aje ngaku kalo dia ninggalin anaknya", Si Jambul ngotot membela diri.

"Lho, emang tadi ibu ke mana?" tanya pak satpam, mendadak berhenti.

"Anu, eh, tadi saya, itu, di toko perlengkapan bayi kok, " jawab ibu tu terbata.

"Bohong pak, lagi nggak ada pembeli di toko tadi" sahut Si Jambul , "pasti tadi kelupaan kalo bawa bayi, terus pas ngeliat kereta bayinya gak ada, baru keinget dia".

"Eh, nggak kok, enak aja kamu nuduh" ibu itu masih ngeles.

Aha, Si Jambul melihat ke tas transparan yang dibawa ibu itu. "Ntu buktinye. Di tas ibu ada kosmetik baru beli tuh. Tuh keliatan nama tokonya".

"Eh, bukaan.." sanggahnya. jelas wajahnya kelabakan. Malu, ketahuan lalai menjaga bayinya.

Kerumunan serempak ber-koor "oooh,,,ibunya gimana sih".

"Ya udah, kalo mau bawa saya ke kantor polisi, paling nggak kita tanya dulu ke saksi-saksi. Yang jaga di toko bayi sama di toko kosmetik. Adil kan?" Si Jambul mulai menemukan titik terang.

"Bener juga bu", angguk pak satpam, "kita harus bawa saksi juga. Pinter juga nih penculik". Si satpam ngelirik sadis.

Kerumunan berkomentar "iya ya, harus adil, meskipun dia penculik harus ada saksinya".

"Eh eh nggak usah pak, beneran deh", ibu itu salah tingkah. "Eh, anu, saya ngaku salah". Si ibu mendadak salah tingkah. "Iya bener, saya tadi kelupaan, saya tadi habis dari toko perlengkapan bayi, ngedenger ada orang ngobrol, katanya toko kosmetik ini lagi obral. Jadi saya langsung ke sana, terus lupa deh sama si kecil". Wajahnya sok memelas, sambil mengecup pipi bayinya "Maaf ya sayang".

Kerumunan kembali ber-"oooh".

"Hmmm, gitu seenaknya aja teriak penculik, " ujar pak satpam sembari melepaskan pitingannya. "Kan saya jadi repot".

"Situ sih cuma repot, aye nih nyang rugi" ujar Si Jambul sambil memegangi lehernya yang terasa sakit. "Ibu bisa saya tuntut lho, dengan tuduhan mencemarkan nama baik".

Kerumunan ber-"aaaaah,,," "bener tuh Mas" "tuntut aja". Sebagian penonton bubar.

"Eh jangan Mas, ampun. Aduh, maaf. Saya yang salah. Kita damai aja yah?", rayu ibu itu memelas. "Eh tapi mas beneran bukan penculik kan? Beneran saya kira penculik lho, habis tampangnya itu . ." ujarnya lagi sok melucu, mengalihkan pembicaraan.

"Ah bodo, saya mau ke pengadilan aja", Si Jambul ngeloyor kembali ke arah mall.

"Kalo ke pengadilan ke arah luar dulu Bang", ujar pak satpam.

"Eh jangan dong Pak Satpam. Tunggu Mas, bener Mas, maaf", ibu itu membuntuti. "Atau Mas mau cash aja, tapi nggak usah ke pengadilan", ujarnya berbisik. "Tapi beneran Mas bukan penculik kan Mas?"

"Saya bukan penculik, saya nggak mau cash, dan saya mau jalan-jalan di mall bukan di pengadilan", bentak Si Jambul . Si ibu mengangguk ketakutan. Si Jambul merogoh dompetnya. "Nih, lihat", Si Panjul menunjukkan kartu kepegawaiannya yang selalu dibawa kemana-mana. Dia punya prinsip bahwa segala macam kartu identitas harus selalu dibawa. Tertulis nama instansi yang menaungi ."Saya pegawai di sini, nggak mungkin saya cari kerja sambilan jadi penculik". Si ibu mengangguk ketakutan lagi.

"Maaf ya Mas, saya khilaf. Saya cuma kuatir", ibu itu berujar pelan.

"Alah banyak alasan. Kalau kuatir nggak mungkin anaknya ditinggal", Si Jambul ngeloyor pergi meninggalkan si ibu yang masih bengong.

Kerumunan kembali ber-"ooohhh...". Sebagian besar sudah bubar.

Si ibu terdiam di tempat, masih menggendong bayinya. Perasaannya pasti campur aduk. Senang karena anaknya ternyata nggak diculik, kaget karena orang yang dituduhnya penculik adalah seorang karyawan yang bekerja di tempat yang sama dengan tempat suaminya bekerja, malu pada sebagian besar pengunjung mall yang menonton adegan ala sinetron itu, takut kalau-kalau sang tertuduh tadi ternyata kenal suaminya dan bercerita di kantor, khawatir kalau-kalau si tertuduh ternyata membawa kasus ini ke ranah hukum, dan ngeri tak karuan ketika membayangkan kalau hal ini sampai ketahuan oleh ayahnya si bayi.

Mengenai perasaan Si Jambul ? Ooh, jangan ditanya. Dia selalu bisa menikmati masalah yang terjadi. "Anggap saja sebagai pengalaman baru atau pelajaran di dunia nyata" begitu kata-kata yang selalu terucap darinya ketika mengalami suatu 'kesialan'.

Rabu, 23 Maret 2011

It's time to run the cleaner

Kadang, anda memikirkan sesuatu tanpa Anda sadari. Dan tanpa Anda sadari, hal itu bisa membuat Anda stress. Menyebalkan bukan, bila tiba-tiba kepala pening dan terasa berat. Bukan karena sakit atau apa, melainkan 'hanya' karena hal-hal yang sebenarnya kecil, yang tidak terlalu penting, yang bahkan Anda pun tidak menyadari bahwa Anda memikirkan itu semua.

Tapi kadang itu terjadi.

Barangkali otak kita sedikit mirip dengan komputer. Ketika terlalu banyak memori terpakai oleh file-file kecil semacam history, cookies, atau cache, kinerja otak akan makin menurun. udah ngehabisin banyak memori, gak kerasa ada manfaatnya. Malah bikin lemot atau bahkan hang. Kalau komputer kan enak, ada banyak aplikasi cleaner, atau paling tidak kita bisa bersihkan sendiri file-file history tersebut. Lha kalau otak?

Well, sedikit saran saya saja, selektiflah dalam berpikir. Maksudnya, pikirkanlah hal-hal yang benar-benar penting dan akan berguna nantinya. Sedangkan hal-hal selain itu, lewati saja, biarkan berlalu apa adanya, biarkan terjadi saja tanpa dipikirkan, tanpa dimasukkan ke hati, tanpa berbekas di perasaan, kalau perlu lupakan saja.

Mungkin biasanya kita bisa coba refreshing atau melakukan sesuatu yang disukai, tapi kalau khawatir hal itu akan menambah cache/cookies/history lagi, coba saja berdiam diri. Tanpa memikirkan apa-apa. Kosongkan pikiran, ingat pada Sang Pencipta. Barangkali itu bisa lebih menenangkan.

It worth to try, at least, better than doing nothing against this stress . . .

Senin, 21 Maret 2011

Ironi sebuah negeri

Saya tinggal di sebuah negara yang para penguasanya menindas rakyatnya, dan rakyatnya menyumpahi para penguasanya

Saya tinggal di sebuah negara yang katanya memiliki ideologi luhur nan mulia, namun kebanyakan manusianya berperilaku layaknya binatang buas


Saya tinggal di sebuah negara yang sering ditimpa bencana, namun semua hanya saling menyalahkan, nyaris tanpa ada yang mengintrospeksi diri

Saya tinggal di sebuah negara yang katanya sedang berkembang menjadi lebih maju, namun masyarakat hanya merasakan beban hidup yang semakin tinggi


Saya tinggal di sebuah negara yang katanya makmur, gemah ripah loh jinawi, namun berita tentang kemiskinan, kesusahan, kelaparan dan pengangguran selalu hadir mengiringi setiap hari

Saya tinggal di sebuah negara yang alamnya begitu indah, namun alam itu tidak dimiliki oleh rakyatnya


Saya tinggal di sebuah negara yang memiliki banyak kata-kata bijak nan indah, namun hanya dipajang sebagai hiasan tanpa dimaknai dan dijalankan

Saya tinggal di sebuah negara yang memiliki pejuang-pejuang hebat, yang seolah terlupakan dan entah kapan akan kembali lahir


Saya tinggal di sebuah negara yang sedang terpuruk, yang entah kapan akan kembali bangkit

Namun saya yakin ia akan kembali bangkit

Selama mentari masih terbit esok hari,

selama masih ada para pemuda dengan semangat membara,

selama masih ada doa yang diucap sepenuh jiwa,

ia akan kembali bangkit


*edited version; ada beberapa bait yang saya hilangkan demi menjaga netralitas. Suatu saat nanti akan saya posting versi aslinya

Minggu, 20 Maret 2011

Mushafku sayang, mushafku malang . . .

Kapan terakhir kali Anda 'menyentuh' mushaf Al-Quran milik Anda? (tentu saja, yang saya maksud tidak hanya menyentuh, melainkan juga membacanya)

Selepas isya' tadi? Tadi siang? Kemarin? Pekan Lalu? Bulan lalu? Tahun lalu? Atau bahkan tak ingat samasekali?

Ingatkah kita bahwa Al Quran adalah sebagai petunjuk dari Allah bagi umat manusia?

Ingatkah kita bahwa Al-Quran bukan sekedar 'pelengkap' rak buku yang 'wajib' hadir di sana sebagai 'bukti' bahwa kita muslim. Al-Quran juga bukan merupakan sekedar simbol perkawinan Islami sebagai mas kawin. Al-Quran adalah kumpulan wahyu Allah yang menjadi penerang di hari akhir nantinya.

Sadarkah kita, bahwa Al-Quran memiliki hak atas kita? Al-Quran berhak untuk dibaca sesuai tajwidnya. Al-Quran berhak untuk dipahami artinya. Al-Quran berhak untuk dihapal. Al-Quran berhak untuk diamalkan Al-Quran berhak untuk diajarkan.

Dari ceramah salah satu ustadz, beliau juga menyebutkan bahwa Al-Quran juga berhak untuk dikhatamkan paling tidak setiap 3 bulan agar kita nanti mendapat syafaatnya di hari akhir.

Ingatkah kita bahwa setiap huruf dariAl-Quran yang kita baca akan diganjar setara 1000 pahala jika dibaca dalam sholat, 100 pahala jika kita membacanya dalam keadaan suci, dan minimal 10 pahala jika kita membacanya dalam keadaan tidak suci (misal : sedang merapal hapalan kita) ??

Tidak inginkah kita menjadi seorang hafidz (orang yang hafal Al-Quran) yang jasadnya akan dijaga oleh Allah hingga kiamat nanti?

Saya pun masih punya banyak hutang terhadap Al-Quran. Kalau kita tidak memulai 'mencicil' hutang kita terhadap Al-Quran, maka kapan hutang tersebut akan lunas? Siapkah kita bila sewaktu-waktu hutang tersebut ditagih?

Mari kita mulai sama-sama, memenuhi hak-hak Al-Quran atas kita :)

Mencari motivasi

Menurut materi kulliah 'kapita selekta pengambangan kepribadian' (nama yang aneh dan absurd) semester lalu, yang disebut motivasi adalah 'segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu tindakan tertentu' (definisi yang juga aneh dan terlalu banyak variabel, but well, itulah kata para ahli).

Dengan kata lain, setiap kita melakukan sesuatu, pasti ada motivasi di balik itu semua. Ada alasan/penyebabnya dan juga ada tujuannya.

Misalnya begini, ketika Anda bersekolah, apa motivasi Anda?

Menuntut ilmu? Benar. Biar pintar? Bisa juga. Biar ntar gampang dapat pekerjaan dan nggak susah hidupnya? Boleh juga.

Setiap orang tentunya punya motivasi sendiri-sendiri dalam melakukan berbagai kegiatannya, bergantung pada bagaimana nilai-nilai dasar yang dianut orang tersebut, lingkungan di mana ia dibesarkan, faktor pendidikan dan lain-lain. Besarnya motivasi tiap orang juga berbeda-beda tentunya, bergantung pada masalah apa yang dihadapi dan target apa yang akan dicapai. Dan terkadang, ketika seseorang merasakehilangan motivasi, ia akan menjadi tak tentu arah, kehilangan semangat, dan tidak aktif. Dan . . .

Oke, stop. Sampai sejauh ini, postingan ini semakin mirip dengan materi kuliah.

Intinya, saya ingin menekankan bahwa, seringkali kita bermasalah dengan hilangnya motivasi dalam mengerjakan sesuatu. Entah saat sekolah/kuliah, mengerjakan pekerjaan, atau dalam hal apapun.

Dan saat kita kehilangan motivasi, carilah motivasi dari mana saja.

Dari teman, kisah orang lain, hasil renungan, atau apapun. lakukan apa saja sampai menemukan motivasi itu (asal jangan melakukan hal yang merugikan siapapun).

Sedikit saran, kalau Anda mencari motivasi yang tak akan ada habisnya, maka carilah yang abadi. Apakah yang abadi? Tentunya hanya Allah Subhanahu wa ta'ala yang abadi. Seperti kata dosen kepribadian saya, (yang dicontohkan adalah tentang sumber motivasi belajar untuk apa) "belajarlah untuk yang abadi". Tidak perlu saya artikan, pasti kita semua paham maksudnya kan?

Wes gitu thok postingan kali ini. Sedikit ya? Lebih banyak basa-basinya deh -.-a

*alasan penulisan:baru saja maen ke kosan temen dan membaca sebuah buku motivasi best seller kelas dunia yang tak asing lagi, yakni 'sup ayam untuk jiwa remaja'. Tahu kan?




** kalau masih nggak tau buku apa yang saya maksud, search aja di google. Yang jelas bukan buku resep masak ^^

Sabtu, 19 Maret 2011

Big Bro from Russia

Sebenarnya ini cerita udah agak lama kejadiannya, pas tahun 2010 kemaren. Pas itu saya dan teman-teman lagi maen-maen ke arena Pekan Raya Jakarta. Bukan lagi ada Jakarta Fair, tapi pas itu lagi ada pameran Indo Defense. Itu lho, suatu pameran teknologi pertahanan yang melibatkan produsen-produsen peralatan hankam baik dari dalam maupun luar negeri.

Tapi di postingan kali ini saya bukan mau membahas tentang pameran tersebut, melainkan seseorang di pameran tersebut.

Saat melihat-lihat di salah satu stand di sana, saya melihat ada 2 bule cowok berwajah kaukasus (Sepertinya dari negara Eropa) lagi ngobrol-ngobrol. Dari bahasanya, saya yakin itu bukan bahasa Inggris, maupun Jerman. Ngomongnya nggak sengau pula macam orang Perancis (katanya kan orang Perancis ngomongnya sengau). Ada beberapa kata yang terdengan seperti mendesis dan banyak bunyi 'ch', 'h' dan 'y' Saya pun memberanikan diri untuk menyapa dan bertanya, "Russian?". Dan mereka mengiyakan. 'Yess, bener' pikirku, sambil berkata "Oh, i see your badge. It must be Sukhoi" sambil menunjuk semacam pin kecil berbentuk replika kecil pesawat Sukhoi keluarga Su-27 atau Su-30

Yang mengejutkan, salah satu dari mereka balik bertanya (lebih tepatnya, gambling nebaknya, kayak saya tadi) " Are you from Malang?".

Wah, kaget juga nih, nih bule kok tau aku orang Malang. Pikirku. "yes, how do you know?"

"We school in Malang", katanya bangga (ternyata bule Russia nih kalo ngomong juga gak sesuai banget sama grammar yang bener). ternyata mereka berdua adalah mahasiswa yang mendapat tawaran dai kampus mereka untuk kuliah di Malang, tepatnya di Universitas Brawijaya. Semacam beasiswa gitu lah. Di sana mereka belajar bahasa Indonesia dan Arab.

"Are you moslem?", tanyanya lagi. menurut saya, ini pertanyaan yang wajar, mengingat Indonesia adalah negara muslim. "Yes, i do", jawabku. Dan mereka membalas "Me too. We proud to be moslem". Waw, ternyata mereka muslim. Lalu kami pun ber-assalamu'alaikum-wa'alaikumusalam dan ber-ahlan wa sahlan-ahlan bikum dengan mereka. Usut punya usut, ternyata mereka berasal dari wilayah Dagestan, bagian barat Rusia, di sebelah barat Laut Kaspia. Di daerah tersebut, seperti juga Chechnya dan beberapa bagian Kaukasus Utara, mayoritas populasinya adalah muslim. Katanya lagi "like in Indonesia, most people there are moslem".

Dan kami pun mengobrol layaknya orang yang sudah kenal ribuan tahun. Saya membuka jaket dan menunjukkan kaos Arema di dalamnya sambil berkata "do you know this?" dan mereka mengangguk. Keren lah, bule Russia sampai tau tim kesayanganku. Mereka lalu bercerita tentang tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi di Malang. "Balekambang, Jatim Park, all great".

Dan akhirnya kami pun berpisah (maklum, banyak sekali stand-stand menarik di pameran ini, dan kami masing-masing punya tujuan untuk dilihat) sambil saling mengucap takbir dan salam. Luar biasa semangat kawan muslim Russia tersebut.

Di akhir acara, kami sempat bertemu lagi. Saya sempat meminta alamat email dan berfoto dengan satu dari mereka (nggak tahu yang satu lagi kemana), namanya Sultan Arif siapa gitu, lupa nama lengkapnya. Sampai sekarang, kalau kami ketemu di dunia maya pun, kami tetap saling menyapa. Meski dengan keterbatasan bahasa yang kami miliki, rasanya nyaman sekali ngobrol dengan brother Russia ini.

"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara . . .".(QS. Al-Hujurat ayat 10)

"Setiap Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya" (HR. Bukhari no: 2262 dan Muslim no: 4650) *yang dimaksud di sini adalah saudara seiman, bukan semata persaudaraan nasab/hubungan darah.

Indahnya persaudaraan jika setiap muslim menyadarinya :)

*saya teringat untuk memposting tentang ini karena barusan saja, big bro Arif sedang online dan kami sempat chatting via facebook

Purnama Supermoon

Beberapa hari ini, beredar berita mengenai fenomena supermoon di media-media (meski saya cuma mengikuti lewat media internet). itu loh, fenomena bulan yang sedang berada pada titik terdekat dengan bumi dan pada fase purnama.

Saya nggak ngebahas jaraknya berapa atau kajian ilmiah lainnya. Dan saya juga nggak akan ngebahas mengenai bencana yang akan mengikuti supermoon, maupun kajian ngawur lainnya. Saya cuma mau ngebahas bulannya. Lagian, kali ini langit jakarta mendung, tadi sempet kelihatan sih purnamanya, sekitar jam7 malem. Tapi sekarang mendungnya makin menjadi, dan malah gerimis pula. Jadi mana kelihatan . . . (*sedikit kecewa)

Tapi gak masalah lah, toh tadi pas kelihatan bulannya, juga gak terlihat istimewa. Menurut informasi yang beredar di dunia maya, saat ini jarak bulan ke bumi lebih dekat sekitar 6 % dari jarak rata-rata, dan bulan akan terlihat 14 % lebih besar. Fakta luar biasa kan ( saya tak habis pikir, gimana mereka menghitung sedemikian detilnya, Anda juga pasti merasa demikian kan?!)

Toh faktanya, purnama kali ini juga terlihat biasa-biasa saja. Eh, bukan maksud saya untuk mengatakan tidak indah, purnama tetap indah bagi saya (lihat postingan mengenai sky observer) hanya saja, kali ini tidak terlihat begitu istimewa (terlebih, penampakannya kali ini cuma kelihatan sebentar bagi saya). Bagi mata biasa, nggak akan terasa deh penampakan bulan yang 14% lebih besar dari biasanya itu. Lagian, emang Anda-anda ini apa terbiasa melihat bulan purnama? Saya rasa tidak.

Sebagian besar orang-orang jaman sekarang mungkin terlalu sibuk untuk sempat melihat langit malam. Dan kalaupun kebetulan keluar melihat langit malam, mungkin sebagian baru sadar akan indahnya langit malam. Sebagian lagi, mungkin bahkan cuek aja dengan itu semua.

Kalau saya sih, emang suka lihat langit malam. Lihat bintang, terlebih kalau purnama. kalau beruntung, bisa ada komet atau meteor. Mungkin kebiasaan ini (khusus kebiasaan melihat langit malam dan keindahannya) berawal dari masa SMA. Tapi bukan dari romantisme memandang bulan sama cewek, tapi dari banyaknya kegiatan menginap di sekolah pas jaman SMA. Mulai dari caraka malam, LDK MPK, diklat teater, Jelita (kapan-kapan aja saya ceritain satu-satu), sebagai peserta maupun sebagai panitia maupun sebagai alumni yang ikut meramaikan, pokoknya saya jadi kecanduan nginep di sekolah. Setelah keseringan nginep di sekolah dan masa-masa aktif di organisasi, datanglah masa-masa nongkrong bareng temen-temen di depan rumah. Sampai akhirnya, saya selalu membiasakan melihat keindahan langit malam.

Oh iya, menurut saya, satu penampakan langit malam terindah adalah saat listrik padam di rumah saya. Pas itu banyak sekali bintang terlihat meski bulan sedang fase purnama. Dan pendaran cahaya bulan terlihat merata di puncak langit. Memang pernah sih, saya melihat langit malam di pantai, dengan bintang yang luar biasa banyaknya, namun pas waktu itu nggak ada purnama, jadi kurang lengkap (namun sempat terlihat komet hijau melintas;entah apa nama kometnya).

Biasanya, kegiatan ini saya mulai setelah maghrib. Mulai dari matahari terbenam sepenuhnya, saat muncul gurat-gurat warna merah-jingga-kuning-ungu di ufuk barat, saat bintang-bintang paling terang mulai muncul, saat bulan mulai terbit.

Saya suka lihat rasi bintang di langit.

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya), (QS Al Hijr ayat 16)

Saya juga suka lihat fase-fase bulan, mulai dari sabit terkecil, hingga purnama.

"Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua" (QS Yaasiin ayat 39).

" Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: 'bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji' . . . " (QS Al Baqarah ayat 189)

Saya suka melihat purnama yang berwarna semu merah-oranye saat awal terbitnya, hingga saat dia tampak bersinar di puncak langit dan memudarkan cahaya bintang.

"Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui." (QS Yunus ayat 10)

"Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. " (QS Al An'aam ayat 96-97)

Mari melihat langit dan mengucap subhanallah :)

* 3 foto ini saya ambil pada 13 maret kemaren, bulan masih pada fase cembung (lebih dari bulan separuh)

** sementara 2 foto ini saya ambil kemaren, bulan sudah fase purnama, namun tampaknya juga biasa saja, nggak terlihat perbedaan ukurannya.


Jumat, 18 Maret 2011

Mari berdakwah

Assalamu'alaikum. Kali ini postingan yang sebenarnya hanya bersifat mengulangi sebagian yang diucapkan oleh khatib sholat Jumat tadi siang.

Tentang dakwah.

Dakwah adalah suatu fondasi vital dalam keberlangsungan dan kejayaan umat Islam. Dalam sejarahnya, umat Islam pernah mencapai suatu kejayaan yang begitu luasnya, membentang dari sebelah barat India, Persia, seluruh jazirah Arab sampai Konstantinopel, terus hingga pesisir utara Afrika juga Afrika tengah, menyebrangi selat Gibraltar hingga Andalusia.

Dalam perkembangan berikutnya, bahkan sangat jauh ke timur Nusantara, dan juga konon kabarnya sampai ke dunia baru, benua Amerika Utara.

Bisa hebat begitu, apa rahasianya?

Yakni kekuatan dakwah mereka yang luar biasa hingga Islam tersebar ke seluruh penjuru bumi.

Dakwah adalah kegiatan utama Rasulullah setelah ibadah mahdhoh. Para sahabat juga senantiasa berdakwah. Begitu pula para tabiin dan tabiit tabiin. Dan sesungguhnya, setiap muslim memiliki kewajiban untuk berdakwah.

Dalam salah satu hadits, Rasulullah bersabda : Baliighu annii walau ayyah (sampaikanlah walau hanya 1 ayat).

Kurang tepat jika kita menganggap bahwa dakwah haruslah menjadi ustadz, kyai, bergelar haji atau guru besar di esantren, karena kita semua pada hakikatnya adalah da'i (pendakwah). Sesama muslim harusnya saling mengingatkan dalam amar ma'ruf dan nahi munkar.

Sampaikanlah walau hanya 1 ayat.

Tidak terlalu sulit, karena setiap dari kita pastilah pernah mendengar dan memahami suatu ayat. Tidak masalah jika ayat tersebut telah diketahui oleh orang banyak, atau ayat tersebut berisi tentang sesuatu yang sering dianggap sepele, tetap saja merupakan bagian dari ajaran Islam kan?

Dan dakwah tidak melulu harus berkhotbah di hadapan umat. Bisa dengan pembicaraan lisan, atau dengan memberi contoh perbuatan yang mencerminkan amar ma'ruf dan nahi munkar, bisa juga lewat tulisan. Banyak cara untuk berdakwah. yang penting harus sesuai dengan kondisi objek dakwah, momen yang sedang terjadi, dan kondisi-kondisi lainnya. Berdakwah harus bijak, agar para mad'u (yang didakwahi) bisa enjoy dan bisa menerima dakwah kita tanpa merasa digurui oleh kita.

Dari Abu Said Al-Khudri ra berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda, "Barang siapa melihat kemunkaran dilakukan dihadapannya maka hendaklah ia mencegah dengan tangannya, jika tidak mampu cegahlah dengan lidahnya, jika tidak mampu maka hendaklah dia merasa benci di dalam hatinya, dan ini selemah-lemahnya iman." (HR. Muslim).

Di saat kondisi umat Islam sedang mengalami penurunan di segala bidang ini, alangkah indahnya jika hadir generasi-generasi baru pendakwah di segala bidang kehidupan yang mewarisi semangat dakwah para pendahulu kita yang pernah membawa Islam pada posisi puncak peradaban dunia. Dan akan lebih indah lagi, jika kita termasuk di dalamnya.

So, tunggu apa lagi? Mari ikhlaskan niat kita, lengkapi ilmu kita, dan tebarkanlah dakwah di muka bumi Allah ini :)

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali Imran [3] : 104).

Vinegaroon, or whip-tail-scorpion

Kali ini saya posting tentang binatang. Bukan bermaksud menyaingi blog Republik Eusosialis Tawon, tapi cuma sharing aja tentang hewan-hewan tidak umum, yang pernah saya temui (ya iyalah, masa posting cerita tentang hewan-hewan macam kucing, ayam, sapi, kambing gitu, gak menarik lah).
Kali ini tentang hewan arachnida yang berjuluk kalajengking berekor cambuk atau whip tail scorpion, atau vinegaroon dalam bahasa Inggris.
Saya berkesempatan bertemu hewan unik ini di rumah, pas lagi enak-enak liat tivi sama mama saya. Tiba-tiba kami melihat sesosok makhluk kecil (a kind of bugs) nyeliwer di pojok ruangan. Hewan ini terlihat seperti kalajengking, kecuali ekornya yag tidak memiliki sengat layaknya kalajengking. Alih-alih sengat, hewan ini memiliki suatu organ sensorik yang terlihat seperti ekor pada bagian belakang tubuhnya, panjang serupa cambuk (inilah yang menjadi dasar penamaannya).
Perbedaan lain yang tidak terlalu terlihat (karena hewan ini merayap dengan cepat layaknya arachnid lain) adalah sepasang kaki terdepannya (mereka punya 4 pasang kaki, arachnida gitu loh) yang panjang dan tipis, tidak seperti 3 pasang kaki lainnya, serta pedipalpus-nya uang tidak se-kekar capit kalajengking asli.
Saya pernah baca tentang hewan ini, dan hanya bisa ingat namanya serta bahwa dia tidak berbahaya karena tidak mempunyai sengat. Dan saya sudah berkata demikian pada mama, namun terlambat. Refleks defensif seorang ibu ketika melihat hewan aneh langsung muncul pada mama saya dan tak tok tak tok jdhog . . . mama saya sukses membantai hewan kecil tersebut (beneran kecil kok, kalau hewan ini dimasukkan ke kotak korek api, masih cukup kok, asal ekor-cambuk-nya dilipet) . Dan hasilnya, kami dikejutkan oleh munculnya bau yang sangat tidak sedap, pasti bikinan hewan ini tadi. Kalau anda pernah berurusan dengan serangga bernama walang sangit (semacam kepik yang menggunakan bau busuk untuk pertahanan diri), ya baunya kurang lebih semacam itu lah, bahkan lebih parah, sampai keluar ruangan pun masih tercium busuknya. Anyir, tengik, pokoknya menusuk hidung.
Rupanya, bau tersebut berasal dari suatu kelenjar pada abdomennya (bagian belakang badan) yang mampu menyemprotkan kombinasi asam oktanoat/asam kaprilik dan asam asetat (rumus kimia yang sama dengan cuka, atau vinegar dalam bahasa Inggris). Rupanya inilah yang menjadi asal mula namanya, vinegaroon. Entah kenapa yang diambil sebagai nama adalah dari senyawa bau vinegar, padahal menurut saya baunya nggak mirip cuka tuh. Mungkin aneh aja ya, kalau diambil dari senyawa asam kaprilik (yang banyak ditemukan pada susu mamalia, termasuk kambing), namanya jadi smell-like-goat-scorpion :)
*Teringat kata-kata The Mechanist dalam Avatar, The Legend of Aang, episode Northen Air Temple, "jangan remehkan kekuatan bau". Suatu mekanisme pertahanan yang canggih, simpel, terlihat sepele namun efektif. Harmless (for human) cause it's stingless, but very stinky. Subhanallah :)
“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya.” (QS. As-Sajadah: 7)

* sumber : http://en.wikipedia.org
** gambar di atas bukan gambar saat kejadian, gak sempet motret lha wong binatangnya keburu dibantai sama mama :(
Update :
kemarin (19 Juli 2012) saya nemuin ada bangkai hewan ini di salah satu ruangan. langsung saya amankan dan saya potret. Ini hasilnya :

Rabu, 16 Maret 2011

I call myself, a sky observer

Saya suka melihat langit. Entah sejak kapan pastinya, yang jelas saya suka melihat ke langit.

Apakah langitnya sedang biru cerah, ataupun kelabu mendung.

Saat matahari terbit, atau terbenam.

Siang hari, atau malam hari.

Melihat awan, atau gurat cahaya matahari di ufuk barat dan timur.

Menatap bulan ataupun bintang.

Yang jelas setiap kali saya melihat ke langit, terasa ada rasa tentram di hati kecil ini.

Melihat langit yang luas itu membuat saya merasa begitu kecil dan tak ada apa-apanya. Membuat saya sadar jika kita, manusia, bukanlah apa-apa di alam semesta yang luas ini. Menyadarkan bahwa ada 'sesuatu' di balik indahnya langit ini. 'Sesuatu' yang begitu hebatnya, begitu detilnya melukis langit hingga menjadi begitu indah, bahkan saat mendung paling pekat sekalipun, langit tetap dilukiskan dengan begitu indah. Anda tidak percaya? Lihatlah keluar sana, perhatikan, renungkan. maka akan terlihat indahnya.

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka . . . " (QS Ali Imran 190-191)










*foto-foto di atas saya abadikan dengan kamera henpon (gak usah sebut merk ya), maklum belum punya kamera profesional. Yang penting udah dapet warna-warnanya lah :)