Postingan

Menampilkan postingan dengan label ngantor

Sepotong Senja di Canberra

Gambar
Ini adalah sebuah cerita, tentang takdir yang tak terduga, namun selalu memberikan pelajaran berharga Ini bermula dari sebuah obrolan bersama rekan kerja, yang menawarkanku sebuah pelatihan manca negara. Empat bulan lamanya. Dengan cepat kutolak permintaannya, mau jadi apa meninggalkan istri dan anak-anak, empat bulan di Australia? Namun pesan lain datang, dari seorang kawan lainnya, memintaku untuk mengikuti pelatihan, persis sama dengan yang kutolak sebelumnya. Aku mulai mempertimbangkannya. Dan mendiskusikannya dengan istri, tentu saja. Tak mengejutkan reaksinya, khawatir tak sanggup sendirian menangani anak-anak yang memang lagi manja-manjanya. Namun kuceritakan juga, seorang kawan lainnya yang sempat mengikuti pelatihan serupa di Australia juga, enam pekan lamanya. Pelatihan yang sama yang pernah diajukan padaku dan kutolak dengan alasan yang sama. Intinya, belum siap LDR sahaja. Namun tak dinyanya, seorang senior dari unitku yang lama , kini kepala seksi jabatannya. Beliau tak la...

Akal Imitasi & Kemenkeu yang Terus Bertransformasi

Gambar
Awal tahun ini penulis berkesempatan mendapat sebuah pengalaman baru, yang berawal dari request seorang sahabat lama. Jadi, seorang kawan penulis mendapatkan penungasan di tempat baru (alias mutasi). Masalahnya, doi sudah terlanjur dimasukkan ke dalam sebuah tim di tingkat Kemenkeu, yakni Community of Practice Artificial Intelligence for Strategic Planning . Uopo maneh iku? mungkin begitu pikir sebagian pembaca. Sama sih, saya juga awalnya mikir demikian. Intinya sih, Kemenkeu sedang membuat sebuah tim lintas Eselon I untuk bersama-sama memikirkan solusi atas permasalahan bangsa ini (dih bahasanya...) dengan bantuan Akal Imitasi. Oke banyak dari kita sudah tahu apa itu Chat GPT, Meta AI, dan lainnya. banyak juga dari kita yang menggunakan AI untuk mengedit gambar ( more on this later ). Tapi apakah ada di antara kita yang mengimplementasikannya dalam pekerjaan sehari-hari, khususnya di bidang perencanaan strategis? Kalau teman-teman di swasta mungkin udah banyak. Tapi di instansi peme...

Warisan

Gambar
Masa lalu adalah pembelajaran, masa depan adalah harapan, dan masa kini adalah perjuangan. Entah siapa yang pertama kali mengucapkan/menuliskan kata-kata ini, namun rasa-rasanya hampir semua orang sepakat dengan hal ini. Nah, ini kan pas banget di penghujung tahun, momen di mana banyak orang melakukan kontemplasi dan refleksi tahunan, sebelum menyiapkan resolusi untuk tahun yang akan datang. Maka penulis pengen berbagi sedikit kisah tentang sebuah proses yang penulis ikut terlibat, dalam memperbarui aspek pengawasan kepabeanan dan cukai di sektor maritim dan perbatasan.  Nah, pembaca lama blog ini mungkin ada yang  notice bahwa penulis pernah mengikuti lomba menulis artikel (saat itu penulis mengirim artikel tentang drone ), dan mengirim artikel untuk majalah kantor juga . Selain itu, penulis juga pernah juga menghadiri pameran teknologi yang di antaranya adalah teknologi drone . Nah artikel kali ini ngga jauh-jauh dari itu. Artikel kali ini adalah kisah keterlibatan penul...

IDE 2024

Gambar
Di postingan sebelumnya, saya sempat mengajak keluarga mengunjungi INARI Expo 2024 di Bogor dan bertemu salah satu produsen drone lokal. Untuk mendapat info lebih banyak tentang produsen dan produk drone lainnya, penulis dan tim pun mengunjungi Indonesia Drone Expo 2024 di Kemayoran. Sebelumnya, penulis datang ke IDE 2023, dan di tahun 2024 ini terlihat peningkatan yang amat positif. Sedikit dokumentasi dari IDE 2023 Di tahun 2023, penulis hanya bertemu FROGS dan BETA UAS (meski saat itu ada AMX dan TechnoGIS juga, serta beberapa perusahaan jasa drone). Di 2024, selain 4 produsen lokal tersebut, ada banyak lagi pengembang drone lainnya. Di antaranya ada yang mendesain dari awal, ada yang menyediakan jasa pengoperasian drone, ada juga yang semacam reseller.  Ada Laksita Karya Dirga, yang membawa desain orisinil Palapa S-1 yang dirancang oleh Prof Gesang dari UGM. Aerial Photography Indonesia (API) Drone, dengan Pesut-240 . Universitas Gunadarma, dengan drone quadcopter UG Verhu...

Paragraf Penutup Akhir Tahun

Tahun 2023 sudah hampir berganti, teramat banyak kejadian membekas dalam sanubari. Tak terhitung nikmat Allah yang didapat pada periode ini, meski sebagian hal juga menguras emosi. Tentu tak menarik jika menuliskan seluruh peristiwa layaknya kilas balik. Yang terpenting adalah hikmah yang dapat kita petik, seiring keyakinan bahwa apapun yang telah ditetapkan oleh-Nya adalah yang terbaik.  Sebagai bahan muhasabah dari kejadian yang sudah-sudah, kala timbul masalah, tak perlu sibuk mencari siapa yang salah. Ketika itu sudah terjadi, yang terpenting kita fokus pada solusi .* Di level instansi, DJBC tercinta sedang banyak diuji di tahun ini.  Ketika ada luput petugas dalam menjalankan pekerjaan yang berdampak pada khalayak ramai di luar, seketika warganet ramai berkomentar, memicu kebencian yang di luar nalar. Meski jantung berdebar,  kita dituntut untuk tetap sabar, mengingat berdebat di sosmed justru bisa bikin kebencian makin menjalar. Daripada emosi yang keluar, lebih bai...

Going Abroad (Again): Vietnam

Gambar
Đà Nẵng. Sebuah kota pantai yang indah di Vietnam Tengah, yang tak pernah terlintas dalam rencana saya. Namun nyatanya, saya tiba di sana di akhir Juni yang lalu.    Eh, ngapain PNS kok jalan-jalan ke luar negeri? mungkin begitu pikir pembaca sekalian. Sabar. Kalau dipikir-pikir, ada sebuah penugasan pada tahun 2019 yang menjadi awal perjalanan ini. Sebuah penugasan untuk mengikuti pelatihan yang diadakan oleh United Nations Office on Drugs and Crime terkait penanganan penyelundupan kayu. Kala itu, di unit saya tak seorang pun berminat mengikuti pelatihan ini. Sebagai anak baru di unit ini, saya pun mengiyakan saja saat diperintah oleh senior untuk mengikuti pelatihan ini. Rupanya, pelatihan ini terus bersambung dan membawa saya ke Bangkok di tahun 2022 dan Da Nang di tahun 2023 ini. Terkadang, memang kesempatan itu bisa sesederhana SIAP, LAKSANAKAN. Sebuah frasa yang rasa-rasanya sudah menjadi 'budaya' di organisasi kami, DJBC. Apapun perintahnya, katakan siap dulu....

Going Abroad: Bangkok

Gambar
25-28 Oktober yang lalu, penulis berkesempatan untuk keluar negeri untuk kali kedua. Tentu dalam rangka dinas ya.  สวัสดีครับ Jadi ceritanya, di tahun 2019 yang lalu, penulis mengikuti sebuah pelatihan dari UNODC (𝙐𝙣𝙞𝙩𝙚𝙙 𝙉𝙖𝙩𝙞𝙤𝙣 𝙊𝙛𝙛𝙞𝙘𝙚 𝙤𝙣 𝘿𝙧𝙪𝙜𝙨 𝙖𝙣𝙙 𝘾𝙧𝙞𝙢𝙚) dan WCO (𝙒𝙤𝙧𝙡𝙙 𝘾𝙪𝙨𝙩𝙤𝙢𝙨 𝙊𝙧𝙜𝙖𝙣𝙞𝙯𝙖𝙩𝙞𝙤𝙣) yang bertajuk 𝙏𝙝𝙚𝙤𝙧𝙚𝙩𝙞𝙘𝙖𝙡 𝙁𝙤𝙧𝙚𝙨𝙩𝙧𝙮 𝘾𝙧𝙞𝙢𝙚 𝙖𝙣𝙙 𝙄𝙡𝙡𝙞𝙘𝙞𝙩 𝙏𝙞𝙢𝙗𝙚𝙧 𝙏𝙧𝙖𝙙𝙚 𝙏𝙧𝙖𝙞𝙣𝙞𝙣𝙜 (Pelatihan Teoretis tentang Kejahatan Kehutanan dan Perdagangan Kayu Terlarang). Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan kemampuan negara anggota dalam menangani 𝙏𝙧𝙖𝙣𝙨-𝙉𝙖𝙩𝙞𝙤𝙣𝙖𝙡 𝙊𝙧𝙜𝙖𝙣𝙞𝙯𝙚𝙙 𝘾𝙧𝙞𝙢𝙚 (kejahatan lintas negara) di bidang kehutanan yang merusak lingkungan dan pada gilirannya menurunkan kualitas hidup manusia. Wajar saja, kejahatan kehutanan rupanya melibatkan perputaran uang yang ditaksir mencapai 150-250 juta USD per tahun, nomor tiga ...