Postingan

Menampilkan postingan dengan label outta d' ordinary

Doa yang Tak Disadari

Gambar
Lebaran Eid Fitri dan Eid Adha tahun ini terasa berbeda. Bukan semata karena tak pulkam dan bersama keluarga, ini mah biasa. Yang paling terasa adalah karena sedang menjalankan tugas di negara tetangga. Kalau Eidul Fitri kemarin ikut sholat di Wisma Indonesia , saat Eidul Adha tak bisa diselenggarakan di sana. Musim dingin membuat suhu turun hingga satu atau tiga derajat saja, bahkan pagi hari bisa mencapai minus dua. Maka muslimin muslimat Indonesia yang tergabung dalam AIMFACT (Australia Indonesia Muslim Foundation of the Australian Capital Territory) berkolaborasi dengan KBRI Canberra  pun perlu menyiapkan lokasi yang nyaman untuk menyelenggarakan sholat Eid Adha. Singkat cerita, setelah sebuah rapat (lebih tepat disebut ngobrol santai sambil menjalin ukhuwah, sih) di rumah Presiden AIMFACT, dibentuklah sebuah kepanitiaan kecil-kecilan untuk menyelenggarakan sholat Eid Adha tahun ini.  Durasi nyate lebih lama daripada bahas susunan kepanitiaan Alhamdulillah, akhirnya semua...

Lebaran dan Maaf Beneran

Gambar
Kalau dalam sholat, ketika kita melakukan kesalahan (kelebihan/kekurangan rukun sholat atau ragu-ragu), maka ada mekanisme sujud sahwi . Bahkan jika Imam yang melakukan kesalahan dan diingatkan oleh makmum , jika kesalahannya pada rukun, maka di akhir sholat pun dilakukan sujud sahwi. Ini adalah mekanisme yang sistematis dalam sholat, di mana baik imam atau makmum harus sama-sama menyadari jika ada kesalahan dalam sholat, dan memperbaikinya. Kalau yang memimpin sholat melakukan kesalahan, maka makmum wajib mengingatkan, dan kemudian sujud sahwi pun dilakukan. Namanya manusia, memanglah banyak berbuat salah dan dosa. Makanya Allah perintahkan kita banyak beristighfar dan memohon ampun kepada-Nya. Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam yang telah dijamin masuk surga aja, banyak beristighfar , masa kita yang berlumur dosa ogah istighfar? Bukankah Allah Maha Pengampun Lagi Maha Pemaaf ? Rugi dong kalau kita gak mohon ampunan pada Allah. Lain hal kalau kesalahan yang kita lakukan ada ...

Ramadhan Experience in Canberra

Gambar
This is a summary of my Ramadan experience in Canberra. It’s not my first Ramadan away from home (I’ve been a perantau since late 2008), but it is my first one abroad—in a country where Muslims are a minority. So far, it’s been a surprisingly good experience. Food? No Problem. While I was a picky eater as a child, years of living as a perantau have turned me into an omnivore. No Indonesian food? Not a big deal. As long as halal options are available, I’m good. Basa (a kind of catfish) wət, an Ethiopian delicacy Middle-Eastern/South-Asian style rice and salad. Yummy Time Differences: A Challenge in Itself When the course started on February 17, it was still summer. Fajr was at 4:50 AM (about the same as Jakarta), but Maghrib wasn’t until 8:10 PM, and Isha at 9:30 PM. By the time Ramadan began, autumn had gradually set in, shortening daylight hours— Fajr moved to 5:20 AM, Maghrib to 7:44 PM, and Isha to 9:10 PM. The fasting duration wasn’t the issue—the cooler weather made ...

Menyambut Ramadhan di Negeri Jiran

Gambar
Salah satu yang ditunggu-tunggu dari bulan Ramadhan adalah tarawih berjamaah. Dan saat di sini, tentu saja penulis bingung bakal tarawih di mana. Berbekal google maps, penulis mendapati bahwa ada mushala di kampus yang harusnya bisa dipakai berjamaah. Dengan langkah pasti, penulis mencari ke sana sini. Akhirnya ketemu, mushola di lantai 4 pada salah satu gedung di ANU. Dan alhamdulillah, bertemu salah satu mahasiswa muslim di sana (beliau lagi S3 cuy). ANU new musala... ... and its great view Ternyata, mushola baru ini ngga bisa dipakai tarawih, karena kalau malam butuh akses khusus untuk masuk gedungnya, dan aliran air dihentikan juga. Kan repot kalau ada yang batal wudhunya. Rupanya, Musim Student Association telah mendapatkan izin untuk menggunakan bangunan mushola lama untuk kegiatan buka puasa dan tarawih selama Ramadhan ini. Alhamdulillah. ANU old musala Karena bangunannya sudah lama tak dipakai, memang sedikit berantakan. Bersama beberapa mahasiswa dari Palestina, Yaman, Banglad...

(Indian) Ocean 14

Gambar
No, it's not a sequel to the 2007 heist comedy film . It’s about the course I’m currently attending. Previously , I wrote about how I ended up in Canberra—yet  another city  I never imagined myself living in. But here I am, surrounded by friends from across the Indian Ocean region. This program is sponsored by the  Australian Border Force College  in collaboration with the Australian National University. Officially named the  Graduate Certificate of Law , it’s a postgraduate program at ANU’s College of Law. Designed for graduates from non-law disciplines, it provides a deeper understanding of Australian and international legal systems and serves as a pathway to the Master of Laws (LLM). The program was specifically offered to participants from Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Sri Lanka, and the Maldives—collectively recognized by the ABF as Indian Ocean Region Maritime Security Partners . And so, here we are—14 individuals from diverse backgrounds, delving i...

Sepotong Senja di Canberra

Gambar
Ini adalah sebuah cerita, tentang takdir yang tak terduga, namun selalu memberikan pelajaran berharga Ini bermula dari sebuah obrolan bersama rekan kerja, yang menawarkanku sebuah pelatihan manca negara. Empat bulan lamanya. Dengan cepat kutolak permintaannya, mau jadi apa meninggalkan istri dan anak-anak, empat bulan di Australia? Namun pesan lain datang, dari seorang kawan lainnya, memintaku untuk mengikuti pelatihan, persis sama dengan yang kutolak sebelumnya. Aku mulai mempertimbangkannya. Dan mendiskusikannya dengan istri, tentu saja. Tak mengejutkan reaksinya, khawatir tak sanggup sendirian menangani anak-anak yang memang lagi manja-manjanya. Namun kuceritakan juga, seorang kawan lainnya yang sempat mengikuti pelatihan serupa di Australia juga, enam pekan lamanya. Pelatihan yang sama yang pernah diajukan padaku dan kutolak dengan alasan yang sama. Intinya, belum siap LDR sahaja. Namun tak dinyanya, seorang senior dari unitku yang lama , kini kepala seksi jabatannya. Beliau tak la...

Daddy's Camp Bojana Tirta Islamic School, Capolaga 2023

Gambar
Kali ini sekolah Aira mengadakan kegiatan berkemah anak dan ayah di Subang. Menarik menyaksikan betapa sebagian bapack-bapack begitu kebingungan ketika mengurus anak, dengan kalimat yang paling sering terdengar " biasanya sama bundanya ". Mulai dari permasalahan anak harus pake baju apa, dibawain handuk apa ngga, camilan kesukaan si anak apa, dan macam-macam lainnya. (Tentu saja, tidak semua begitu. Ada juga bapack-bapack yang aman meng handle anak-anaknya.) Di satu sisi, wajar saja sih, mengingat para ayah seringkali disibukkan dengan kegiatan menjemput rizki. Dan terutama di Jakarta, seringkali para ayah berangkat sebelum mentari terbit, dan baru tiba di rumah selepas mentari terbenam. Boro-boro mengurus anak, bertemu anak saja waktunya sediki sekali. Di sisi lain, mungkin ini menunjukkan betapa negeri ini menjasi fatherless karena tuntutan duniawi, hingga tak jarang para ayah kurang memperhatikan masalah tumbuh kembang anak. Maka dengan sedikit waktu yang tersedia ini, s...

Going Abroad (Again): Vietnam

Gambar
Đà Nẵng. Sebuah kota pantai yang indah di Vietnam Tengah, yang tak pernah terlintas dalam rencana saya. Namun nyatanya, saya tiba di sana di akhir Juni yang lalu.    Eh, ngapain PNS kok jalan-jalan ke luar negeri? mungkin begitu pikir pembaca sekalian. Sabar. Kalau dipikir-pikir, ada sebuah penugasan pada tahun 2019 yang menjadi awal perjalanan ini. Sebuah penugasan untuk mengikuti pelatihan yang diadakan oleh United Nations Office on Drugs and Crime terkait penanganan penyelundupan kayu. Kala itu, di unit saya tak seorang pun berminat mengikuti pelatihan ini. Sebagai anak baru di unit ini, saya pun mengiyakan saja saat diperintah oleh senior untuk mengikuti pelatihan ini. Rupanya, pelatihan ini terus bersambung dan membawa saya ke Bangkok di tahun 2022 dan Da Nang di tahun 2023 ini. Terkadang, memang kesempatan itu bisa sesederhana SIAP, LAKSANAKAN. Sebuah frasa yang rasa-rasanya sudah menjadi 'budaya' di organisasi kami, DJBC. Apapun perintahnya, katakan siap dulu....