Cari Blog Ini

Sabtu, 28 September 2013

Manado Jo

Pada Tanggal 23-27 September kemarin, penulis sempat melaksanakan DL ke kota ujung utara Pulau Sulawesi untuk melakukan asistensi SOP ke KPPBC TMP C Manado dan KPPBC TMP C Bitung. Well, seperti sebelumnya, penulis nggak minat nulisin tentang pekerjaan di blog ini (untuk hasil kerjaan terkait SOP, ada di blog kantor). Jadi di sini, penulis hanya akan menuliskan review perjalanan selama di sana. Check it out. . .

- Ketika pesawat mendekati Bandara Sam Ratulangi, terlihat buanyak sekali pohon kelapa di daerah ini. Maklum, wilayah ini mrupakan salah satu daerah utama penghasil kopra di Indonesia.
pemukiman dan perkebunan kelapa saling bersandingan
aerial view, kelapa di mana-mana
di latar belakang, berhektar-hektar kebun kelapa (lagi)

- Di pinggir jalan, banyak terdapat halte ala Trans Jakarta (nama angkutannya trans Kawanua), tapi anehnya, selama 5 hari di sana, penulis nggak mendapati satupun bis dengan tulisan "Trans Kawanua". Dan banyak di antara halte tersebut yang terlihat kurang terawat, meski di beberapa tempat masih dipakai para penumpang angkutan umum. 
salah satu halte trans Kawanua di sudut kota Manado
Sebaliknya, mikrolet/angkot di sini banyak banget. Bentuknya macam angkot kebanyakandi Jakarta dan di Malang, mobil sekelas Carry, namun formasi tempat duduknya berbeda. Kalau di Jakarta/Malang, formasi duduknya berhadapan, deret memanjang bisa diisi 6 penumpang, dan sisi pendek diisi 4 penumpang (masih bisa ditambah posisi ngernet dan bangku kecil menghadap belakang). Di sini, penumpangnya menghadap depan semua, tiga baris horizontal (nggak berhadapan); paling belakang 3 kursi, tengah dan paling depan, masing-masing 2 kursi, total bisa menampung 7 orang. Angkot di sini kebanyakan full music, speakernya kayak orang kondangan di kampung. Dan kebanyakan diberi aksesoris blink-blink kayak lampu tujuh belasan; bahkan ada yang diberi lampu disco XD
Mungkin karena angkotnya relatif nggak uyel-uyelan, serta bisa badisco di angkot, jadi hampir selalu terlihat penuh.
torang samua bisa badisco basama di angkot jo
Dengan angkutan umum yang nyaman dan banyak (serta populasi kotanya nggak sepadat Jakarta), maka nggak heran kalau di sini pengendara motor agak jarang. Pejalan kaki yang mau nyebrang jalan pun jadi lebih nyaman dan aman daripada di Jakarta.
Meski mungkin bukan merupakan moda transportasi utama, populasi kuda di daerah Manado-Tondano lumayan banyak. Ada banyak sekali delman/dokar di daerah Tondano (saya lupa tepatnya daerah apa), dan kerennya lagi, ada banyak kuda penarik delman di sana yang macho banget. Postur lehernya tegak, nggak seperti kuda penarik delman kebanyakan. Mungkin kuda itu dulunya kuda pacuan yang sudah nggak terlalu kencang larinya, namun masih cukup perkasa untuk menarik delman. Banyak baliho di pinggir jalan yang menginfokan tentang adanya lomba berkuda dalam memperingati HUT ke 49 Provinsi Sulut, juga banyak kuda yang digembalakan di daerah padang rumput di sekitar Danau Tondano. Jadi asumsi tadi rasanya masuk akal. Sayang penulis nggak sempet dapat foto kuda macho tersebut.

- Kepolisian setempat nampaknya sedang gencar-gencarnya menggalakkan gerakan anti mabuk dengan tagline "brenti jo bagate" seperti yang pernah diulas oleh Hawkson di sini. Tulisan-tulisan ini dipajang di seluruh penjuru kota, dengan berbagai media (utamanya baliho, namun ada juga yang dalam bentuk tulisan di dinding (termasuk mural nggak ya? cuman tulisan doang sih). Yang agak unik menurut penulis, di salah satu sudut kota (entah, apa di bagianlain juga begini), ketika di tempat lampu merah, diputarkan rekaman suara berisi anjuran untuk menjauhi mabuk. "...kalo bawa oto deng motor, jang ba gate, kalao ba gate, jang bawa oto deng motor..." (kalo bawa mobil/motorjangan mabuk, kalo mabuk jangan bawa mobil/motor). Di berbagai toko swalayan (semacam Alfa/Indomart), miras dijual 'cukup' bebas, pun di berbagai cafe dan tempat makan. Kata salah satu pegawai KPPBC Manado, tiap pekan pasti adaaa aja kasus kecelakaan gara-gara pengemudi mabuk. Hmm, nggak heran . . .
satu dari sekian banyak baliho sosialisasi gerakan anti mabuk

- Ada beberapa makanan khas Manado yang sempat penulis cicipi, tapi yang paling berkesan adalah (ikan) woku, yakni ikan yang dimasak dengan bumbu berwarna kuning, yang kerasa banget rempah-rempahnya (pedasnya juga kerasa sih). Terus ada nasi kuning dengan abon ikan dan nike (semacam perkedel/bakwan ikan), es kacang merah, nasi goreng cakalang (nasi goreng biasa sih, tapi dikasih cakalang/tongkol). Beberapa lainnya, nggak sempet nyobain (bubur tinutuan, mi cakalang, paniki alias kelelawar juga banyak dijual dimana-mana, tapi kayaknya nggak halal deh). Untuk urusan oleh-oleh, di Manado cukup mudah mencari yang khas (jika dibandingkan dengan di Jayapura kemarin). Ada bagea (kue dari tepung sagu, dibungkus daun lalu dibakar), halua (semacam kue gula-kacang, terbuat dari kacang kenari dan gula aren), klappertart (entah ini masuk jenis apa, yang jelas bawahnya tuh vla yang agak padat, dengan potongan daging kelapa muda, bagian atasnya punya tekstur agak mirip roti, ditaburi keju, kismis dan potongan cari), dan manisan buah pala.
Sebenarnya penulis kepengen mengunjungi pasar Tomohon. Itu loh, yang jualan aneka hewan ekstrim untuk dimakan. Kalo anjing/babi, mungkin cukup umum di sini, tapi ada juga ular piton, kelelawar, tikus hutan, bahkan kucing. Sayangnya, kata pegawai di sana, pasar itu cuma buka pagi hari (kan ngantor dulu) jadi nggak sempet ke sana deh (kalo mau tau cerita dari yang pernah ke sana, intip di sini).

- Ikan purba coelacanth nampaknya akan dijadikan ikon daerah Sulut, menyusul penemuan ikan coelacanth di perairan Manado beberapa tahun yang lalu. Setidaknya, di pantai Malalayang ada sebuah patung ikan coelacanth menghadap ke laut, dan executive lounge di Bandara Sam Ratulangi menggunakan nama coelacanth.

Sepulang jam kerja, torang sempat diajak jalan-jalan ke beberapa tempat di daerah sini. Ada Pantai Malalayang yang lumayan bagus untuk lihat sunset, ada Bukit Mahawu dengan kapel dan amphiteater di puncaknya, juga Danau Tondano yang merupakan danau terbesar di Sulawesi Utara. Mungkin untuk postingan tempat wisata di Manado akan menyusul ya. Hehe

sunset di Malalayang
nampak Gunung Lokon dan Kota Tomohon dari puncak Bukit Mahawu
Kapel di atas bukit
ini bukit yang lain, lupa namanya
Danau Tondano, sejuk euy (700m dpl)
*Beberapa catatan lain dari perjalanan ke Manado:

- hotel di sini ful mulu (panulis ganti hotel 3 kali selama 4 hari di sini). Usahakan kalau mau ke sini, pesan jauh-jauh hari dan langsung pesan untuk sekian hari (lamanya kegiatan di sana)
hotelnya Pak Rusdi Kirana
view belakang Hotel Vina

- Mengingat mayoritas penduduk di sini beragama Kristen atau Katolik, maka (sama halnya dengan di Papua) wajar rasanya kalau di sini banyak sekali gereja. Tiap berapa ratus meter, ada gereja. Beberapa di antaranya memiliki arsitektur atap berbentuk kubah (sempet ketipu xp)

- Bahasa yang digunakan penduduk sini adalah bahasa Manado. Dialeknya mirip-mirip dengan di Papua dengan banyak kata yang disingkat-singkat (jang=jangan, deng=dengan, torang=kita orang/kitorang), tapi ada kosakata yang khas Manado (imbuhan ba untuk kata kerja, kamu=ngana). Di sini ada channel tv lokal, yaitu Manado TV yang isinya lagu bahasa Manado.

*Insya Allah bersambung

Kamis, 19 September 2013

Kadang orang lain akan meremehkan kita. Tanpa perlu bicara banyak, hanya ada dua pilihan bagi kita untuk meresponnya: membuat mereka terlihat benar (bahwa kita memang layak diremehkan), atau membuat mereka sadar bahwa mereka salah karena meremehkan kita. Pilihan ada di tangan kita masing-masing

Rabu, 18 September 2013

Vicky dan Segala Kontroversi Hati dalam Berkomunikasi

Assalamu'alaikum Pembaca sekalian, apa kabar semua? Pada ngikutin berita nggak nih? Oke deh, khusus buat yang nggak update akhir-akhir ini, penulis akan meng-update sedikit kabar dalam tulisan ini bagi pembaca sekalian.Baiklah, dengan mengucap bismillahirohmanirohim, saya mulai posting kali ini *ehm

Akhir-akhir ini berbagai media kita sering sekali mengulas seorang tokoh (mendadak) tenar yang mengaku bernama Vicky. Saya jujur saja, awalnya nggak mengikuti perkembangan beritanya, bagaimana dia melamar Zaskia Gotik, atau kasus penipuan yang membelitnya, atau sepak terjangnya dalam pemilihan kepala desa Karang Asih (nggak ngikutin tapi kok tau semua?). Tapi kebetulan, suatu ketika, penulis sedang browsing dan nyasar ke sebuah blog yang (tanpa penulis ketahui) membahas figur (mendadak tenar) tersebut. Awalnya agak bingung membaca tulisannya, namun melihat foto Zaskia, penulis baru ngeh, 'oh, ini toh yang katanya tunangan  itu'. Belakangan, seorang rekan penulis mempertontonkan video Vicky mencaalonkan diri sebagai kades 'Karang Asih City'. Ngakak saya dibuatnya XD (dan saya yakin, hampir semua pun merasakan hal yang sama). Bukannya saya sok pinter ngomong pake bahasa asing, tapi setidaknya, tahu dikit lah tentang grammar (and of course, there're a lot of grammatical errors in his speech - saya bukan niru-niru Vicky, sudah lama memang saya punya label khusus postingan keminglish)

Oke, cukup pembukaannya (panjang amat), masuk ke topik utama. Terlepas dari segala kontroversi hatinya, juga komentar mengenai pakar Bahasa Indonesia tentang penggunaan bahasa ala Vicky, ada beberapa hal yang bisa kita ambil hikmahnya dari sosok (mendadak) tenar tersebut. Yuk kita simak satu persatu:
  • ucapan seseorang (biasanya) menunjukkan kualitas dirinya. Orang yang pandai, biasanya omongannya berkualitas. Namun ada pula orang-orang yang bicaranya terdengar 'intelek', namun sebenarnya tidak begitu juga sih . . . Berhati-hatilah saat berbicara, tidak usah memaksakan agar perkataan kita terdengar intelek, namun cukupkanlah dengan kalimat yang sederhana agar mudah dipahami orang lain. Bukankah tujuan komunikasi adalah agar komunikan (penerima pesan) mengerti tentang ide yang disampaikan oleh komunikator (pengirim pesan)? Jadi nggak usah dibikin 'rumitisasi' laah XD #ketularan
  • jika kita bicara di depan umum, pahamilah kondisi pendengar. Sesuaikan kosakata dan topik dengan mereka. Berorasi di depan para mahasiswa, tentu berbeda dengan pidato pada pekan karya ilmiah, berbeda pula dengan ceramah di Masjid, juga nggak sama dengan rapat RT, misalnya. Mungkin setiap orang punya karakter uniknya masing-masing dalam berbicara, namun alangkah bijaknya jika mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat kita akan berbicara
  • Beberapa orang berusaha menjadikan diri mereka berbeda dari kebanyakan orang (misalnya, saya dikenal dengan potongan rambut plontos) agar terlihat menonjol dan mudah dikenali.
    Well, being different isn't always related with right or wrong, it's just a personal choice (as long as we didn't break the rules). But there will always some social cost we they have to overcome. As for me, my skinhead is a laughing matter for most people (and some people are against it through). And I'm OK with that. Since I'm not using my skinhead to threaten people nor hurt them (well, some people got irritated with it), then it's not a real problem. And maybe Vicky also thinks this way (somehow, it's hard to accept the fact that I have some similiarities with him -,-). However, he's been making himself a far bigger laughing matter than I am, and still shows some guts to keep his style even when he's in the jail. #Respect #followed by hard LAUGH XD 
Bagi kita yang beragama Islam, sudah ada tuntunan Rasulullah terkait adab berbicara. Di antaranya sebagai berikut :
  • Hendaknya pembicaran dengan suara yang dapat didengar. Tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu pelan. Ungkapannya jelas dapat difahami oleh semua orang dan tidak dibuat-buat atau dipaksa-paksakan.
عَنْ عَائِشَةَ رَحِمَهَا اللَّهُ قَالَتْ كَانَ كَلاَمُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَلاَمًا فَصْلاً يَفْهَمُهُ كُلُّ مَنْ سَمِعَهُ.
Dari Aisyah rahimahallaahu, beliau berkata: “Bahwasanya perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu perkataan yang jelas sehingga bisa difahami oleh semua yang mendengar.” (HR Abu Daud 4839. Dinilai hasan oleh Al Albani dalam Shahih al Jaami’ no 4826) .
  • Menghindari sikap memaksakan diri dan banyak bicara di dalam berbicara. Di dalam hadits Jabir Radhiallaahu ‘anhu disebutkan:
وإن أبغضكم إلي وأبعدكم مني يوم القيامة الثرثارون، والمشتشدقون والمتفيهقونز قالوا: يا رسول الله، ما المتفيهقون؟ قال: المتكبرون
“Dan sesungguhnya manusia yang paling aku benci dan yang paling jauh dariku di hari Kiamat kelak adalah orang yang banyak bicara, orang yang berpura-pura fasih dan orang-orang yang mutafaihiqun”. Para shahabat bertanya: Wahai Rasulllah, apa arti mutafaihiqun? Nabi menjawab: “Orang-orang yang sombong”. (HR. At-Turmudzi, dinilai hasan oleh Al-Albani).
  • Menghindari perdebatan dan saling membantah, sekali-pun kamu berada di fihak yang benar dan menjauhi perkataan dusta sekalipun bercanda. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أنا زعيم بيت في ربض الجنة لمن ترك المراء وإن كان محقا، وبيت في وسط الجنة لمن ترك الكذب وإن كان مازحا
“Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari pertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda”. (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
  • Tenang dalam berbicara dan tidak tergesa-gesa. Aisyah Radhiallaahu ‘anha. telah menuturkan:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُحَدِّثُ حَدِيثًا لَوْ عَدَّهُ الْعَادُّ لَأَحْصَاهُ
“Sesungguhnya Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam apabila membicarakan suatu pembicaraan, sekiranya ada orang yang menghitungnya, niscaya ia dapat menghitungnya”. (Muttafaq’alaih).

Tambahan lagi, mengutip perkataan seorang filsuf terkenal, sebelum berbicara, pikirkanlah 3 hal. Yang pertama, apakah yang akan kamu ucapkan itu penting/perlu untuk diungkapkan. Kedua, apakah yang akan kamu ucapkan itu benar (bukan rumor yang belum jelas faktanya/kebohongan). Ketiga, apakah yang akan kamu bicarakan itu baik (topiknya baik, dampaknya dari pembicaraannya juga baik). Kalau tidak memenuhi ketiga kriteria itu, maka lebih baik jangan diungkapkan. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Muhammad SAW,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barangsiapa yang beriman pada ALLAH dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik diam.” (HR Bukhari 6018 Muslim 47)

Demikian posting kali ini saya persembahkan, semoga bermanfaat bagi para pembaca agar dapat terhindarkan dari segala bentuk kontroversi dalam komunikasi XD

Selasa, 10 September 2013

Diiriin Orang Lain? Bersyukurlah . . .

Judulnya aneh, mungkin begitu pikir sebagian pembaca. Tapi coba lupakan sejenak judul di atas. Coba ingat-ingat sejenak. Ada kalanya, seseorang iri padakita, dan kemudian tingkahnya nyolot mulu. Mugkin juga dia nggak nyolot di depan kita, tapi menggunjing di belakang punggung ketika kita nggak ada.

Mungkin reaksi kita pada umumnya jika menghadapi situasi seperti ini adalah dongkol. Tapi pernah nggak terpikir, bahwa seharusnya kita bersyukur kalo ada orang yang iri sama kita?
Karena ketika dia iri pada kita, berarti ada satu kelebihan pada kita yang tidak dimilikinya, sehingga dia jadi iri. Nah, maka wajar bukan, kalau kita harus lebih bersyukur atas segala kelebihan dan kenikmatan yang kita miliki-yang mana tidak dimiliki orang lain, yang menjadikannya iri pada kita?

Tentu bukan cuma sekedar mengucap alhamdulillah, tapi kalau bisa, berbagi kelebihan/kenikmatan tersebut dengannya. Misalnya ada kelebihan rizki, ya berbagilah, syukuran kecil-kecilan atau sekedar traktiran. Kalau punya kelebihan ilmu, ya sudilah kiranya berbagi ilmu. Dan sebagainya. Insya Allah kalau sikap kita seperti itu, si iri hati pun akan berubah-malah bisa jadi mendoakan kita agar senantiasa mendapat kenikmatan-supaya bisa berbagi, setidaknya.

Tentu, ini juga bisa jadi bahan koreksi diri, barangkali dulu kita terlalu 'pelit' ketika mendapat (ujuan) berupa (sesuatu yang dipandang orang lain sebagai) kenikmatan (duniawi, terutama). Barangkali karena itulah dia jadi si iri hati, si penggunjing, atau semacamnya lah. Toh justru lebih baik bagi kita untuk membalas keburukan orang lain dengan kebaikan, kan?
So, diiriin orang? Syukurin aja :D

Minggu, 01 September 2013

Epic Fail, Lvl: Cibolang

31 Agustus 2013, Cibolang (Bandung), sepulang menghadiri resepsi seorang rekan. 

kebun teh
Cibolang Hot Springs; bahkan air wudhunya aja panas
panas bro, jangan langsung nyebur
uniknya, masih ada tanaman yang bisa hidup di air hangat ini
well, kita emang lagi di tatar Sunda . . .
Melihat tanda 'inpormasi' di atas, penulis jadi penasaran seperti apa sih wahana 'Playing Fox' di sini. Apakah semacam mini zoo dengan rubah yang sedang bermain-main (playing fox) sebagai bintang utama? Ah, ternyata tidak, ini hanya penulisan "Flying Fox" gaya Sunda euy :D

my expectation, but it's not like this xp
(sumber)