Postingan

Menampilkan postingan dengan label ngomentarin fenomena

Jabatan

Gambar
Jabatan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, artinya adalah ... ya bisa lihat pada tangkapan layar di atas ya. Sebenarnya bukan mau mengomentari ramai-ramai mutasi dan pengangkatan pejabat publik level eselon III yang baru terjadi di sebuah negeri akhir-akhir ini sih. Cuma mau membahas jabatan secara umum saja. Kebetulan aja sih diketiknya pas banget setelah ada pengumuman pergantian pejabat setingkat menteri di sebuah kementerian di sebuah negeri #ngeles Lucu sih sebenarnya kalau membahas jabatan, Atau lebih pas disebut ironi ya? Karena di sebuah negeri, orang yang mendapat amanat jabatan, justru malah berselebrasi, gembira, merasa seolah memenangkan pertandingan dan mendapat hadiah. Bahkan ada pula yang setelah menjabat, hartanya naik berkali lipat. Seolah, jabatan dan harta itu statusnya linear. Padahal, jabatan itu bukan hadiah lo. Bukan pula tanda kemuliaan. Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ berfirman dalam Al-Qur'an: فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْر...

Konflik Batin

Pertama-tama, innalillahi wa inna ilaihi roji'uun, semoga Allah berikan ampunan bagi para korban bencana ekologis di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Sulawesi Tengah, serta agar para penyintas diberi kekuatan & kesabaran. Kedua, muak-semuak-muaknya pada para petinggi negeri ini dan negeri-negeri lain yang begitu abai terhadap kerusakan lingkungan yang telah sedemikian parah. Bukan hanya abai, mereka justru mendukung penghancuran ekosistem demi mengejar pertumbuhan ekonomi. Entah proyek tambang, perkebunan, energi, perumahan, atau apapun itu, yang merusak lingkungan secara masif tanpa upaya mitigasi. Semoga Allah berikan kesadaran, atau jika tidak, maka kami yakin, Allah Maha Adil hisabnya. Dulu, saya bingung dengan ayat ini: "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 1-8) Banyak tafsir yang m...

Deklarasi Revolusi bersama para Umbi

Gambar
Sebagai abdi negara, satu dekade terakhir ini rasa-rasanya makin dilema. Entah apa yang ada dalam pikiran para pemimpin tertinggi negeri ini, kok hampir setiap kebijakannya seperti tidak dipikirkan sama sekali.  Alih-alih berpihak pada rakyat malah justru memudahkan para pemodal besar menguasai hal-hal yang berdampak pada kebutuhan khalayak. Di satu sisi, kami sudah tanda tangan kontrak untuk mengabdi. Di sisi lain, kami juga rakyat biasa yang juga terimbas setiap kebijakan pemerintah yang udah diumumin. Rasa-rasanya orang-orang di pucuk pimpinan, hanya melihat kami sebagai alat dan perpanjangan tangan. Setiap kebijakan, kami seolah dituntut untuk selalu mengiyakan. Tak perlu dipikirkan, jangan pula kritik dilontarkan, kecuali mau dipindahtugaskan, diberhentikan, bahkan dipertemukan dengan kematian. Sesama warga pun jadinya melihat kami hanya sebagai pelaku kezaliman juga, karena mengira kami semua melakukannya tanpa ada penolakan dan dengan gembira. Padahal banyak di antara kami y...

Merdeka?

Gambar
Delapan dekade merdeka, katanya. Apaan? Nafas kita saja masih dijajah jelaga batubara yang dipaksakan pada PLTU karena pemilik bisnis batubaranya bagian dari penguasa & gak mau rugi. Polutan kendaraan bermotor masih banyak, karena transum masih jadi kemewahan bagi kebanyakan daerah. Mungkin, setoran dari pelaku bisnis otomotif yang tak mau omsetnya turun lebih urgen bagi para pembuat kejijakan, daripada derita warga yang harus bermacet-macet ria ke tempat kerja. Air yang kita teguk, masih harus beli ke perusahaan swasta raksasa, yang menguasai beberapa sumbernair tersisa, karena negara belum bisa mengelola aie minum untuk warganya. Sumber airnlain juga mulai mengering juga, karena hutan penyangga sudah berubah menjadi lahan sawit dan pertambangan terbuka. Tanah untuk kita bangun rumah tinggal, harganya luar biasa mahal. Oligarki menguasai bisnis properti, mengatur harga sekehendak hati. Rakyat mau punya rumah sendiri mau tak mau bergelut dengan jeratan ribawi. Kalau mau pakai devel...

Modern Warfare: A Reflection at the Verge of World War III (1)

Gambar
No, it's not a scene from Meteor Garden. It's a missile shower from Iran According to the Geneva Academy, over 100 armed conflicts are currently raging around the world, with the Middle East alone accounting for more than 40. Among these, the Zionist occupier's genocide in Gaza and its operations in the West Bank, Lebanon, Syria, Yemen—and recently, escalations involving U.S. intervention in Iran—stand out as especially severe. Africa is home to more than 30 non-international armed conflicts (NIACs), some pitting governments against insurgents, others fought between rival groups. In Asia, 19 sizzling flashpoints—like India–Pakistan and India–China—continue to threaten stability, alongside additional NIACs. Europe has seven active conflicts, mostly involving military occupations, led by Russia’s war in Ukraine and smaller but persistent flashpoints in South Ossetia–Abkhazia and Armenia–Azerbaijan. Latin America also struggles with six NIACs, primarily driven by criminal orga...

Neraka

Gambar
Saat masih kecil, kita ketakutan dengan gambaran akan neraka. Mengapa Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang menciptakan neraka? Lalu kita tumbuh dewasa dan memahaminya. Menyaksikan kebrutalan penjajah akhir-akhir ini, khususnya di Palestina. Ditambah dengan rasa muak menyaksikan maraknya kasus kejahatan seksual dari berbagai profesi, kemesraan oligarki dan koruptor yang merusak alam dan membiarkan ketimpangan ekonomi terpelihara, dan keberanian para pejabat mengkhianati amanat di negeri sendiri. Sementara para korban penjajahan, terus kelaparan, terluka, kehausan, mati mengenaskan, tanpa bisa menuntut keadilan. Maka benar adanya Tuhan Maha Adil, karena keadilan di dunia ini fana adanya, pun langka jumlahnya, dan hanya bisa didapatkan di akhirat nampaknya. Surga, atau neraka. Balasan teradil dari Tuhan untuk semua manusia.

Bangkit Lewat Tauhid

Gambar
Sudah hampir dua tahun penjajah zionis membombardir Gaza. Lima puluh ribu lebih korban jiwa yang tercatat dan teridentifikasi—bayi, balita, anak-anak, wanita, pria, warga lanjut usia, wartawan, petugas medis—dan masih banyak lainnya yang belum tercatat karena masih terkubur di reruntuhan, ratusan ribu lainnya terluka, tak terhitung bangunan yang hancur — masjid, sekolah, rumah sakit, pemukiman warga, pasar, hampir semua bangunan.   Demonstrasi dari beragam lapisan masyarakat, di berbagai negara, telah dilakukan oleh ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan manusia. Namun seolah tak ada gerakan nyata dari para 'pemimpin dunia' dari negara-negara besar, pun organisasi internasional. Dan dunia Islam, dengan dua milyar lebih penduduknya, masih belum bisa banyak berbuat—selain Yaman yang terus konsekuen terus mendukung saudara-saudara kita di sana meskipun mereka pun serba kekurangan. Umat Islam yang jumlahnya banyak ini, seolah tak berdaya apa-apa di hadapan para kekuatan besar du...

IDE 2024

Gambar
Di postingan sebelumnya, saya sempat mengajak keluarga mengunjungi INARI Expo 2024 di Bogor dan bertemu salah satu produsen drone lokal. Untuk mendapat info lebih banyak tentang produsen dan produk drone lainnya, penulis dan tim pun mengunjungi Indonesia Drone Expo 2024 di Kemayoran. Sebelumnya, penulis datang ke IDE 2023, dan di tahun 2024 ini terlihat peningkatan yang amat positif. Sedikit dokumentasi dari IDE 2023 Di tahun 2023, penulis hanya bertemu FROGS dan BETA UAS (meski saat itu ada AMX dan TechnoGIS juga, serta beberapa perusahaan jasa drone). Di 2024, selain 4 produsen lokal tersebut, ada banyak lagi pengembang drone lainnya. Di antaranya ada yang mendesain dari awal, ada yang menyediakan jasa pengoperasian drone, ada juga yang semacam reseller.  Ada Laksita Karya Dirga, yang membawa desain orisinil Palapa S-1 yang dirancang oleh Prof Gesang dari UGM. Aerial Photography Indonesia (API) Drone, dengan Pesut-240 . Universitas Gunadarma, dengan drone quadcopter UG Verhu...

Yes, I'm Not Fun at Parties

Gambar
It's August. A celebratory month for Indonesian, since this year we celebrate our 79th year of independence from the collonial.  Hooray. Every corner of this country was painted red and white.  Fun games are being held nearly everywhere; from crowded city alley to village field close to the forest; from elementary school to the campuses; from private-owned business to the govermental institution. My office is no exception. Various competition with a variety of prize. Everybody should be having fun, right? But somehow, despite all the crowd, i felt empty inside. What's the point of celebrating independece, while our country is not really in a good state? We shouted "merdeka" everywhere, but in reality, we are trapped in poverty and economical inequity; our economy seems huge, globally, but upon further inspection, the gap between class is widening at an alarming rate.  We're at the verge of ecological collapse; big corporation were given land concensus for extracti...

Andai Aku Menjadi ... (3)

Gambar
Derap kuda-kuda penarik kereta beradu dengan langkah-langkah manusia di jalanan Rawikarta. Sejuknya pagi ternoda oleh nafas-nafas nan terengah, yang terus melaju seiring peluh membasahi muka. Pagi hari yang dipenuhi harapan bagi para pencari nafkah yang berangkat dalam upaya memenuhi perut keluarga. Sebaliknya, Raizan berjalan pulang karena memang mendapatkan jatah bekerja pada malam sebelumnya . Pikirannya masih terganggu oleh mimpi buruk yang baru saja dialaminya. Mimpi buruk yang terus menghantui meski kejadian itu telah berlalu lima tahun lamanya. Kejadian yang membuat Raizan bertanya-tanya, mengapa negeri ini pernah disebut layaknya kepingan surga yang jatuh ke dunia? Sementara setiap hari, matanya menyaksikan ketimpangan yang begitu nyata. Terlebih di Rawikarta, kota penuh warna yang menjadi kebanggaan Agnidwipa. Balai Hulubalang tempatnya bekerja,  terlihat begitu megah dari kejauhan. Berdiri gagah di tepi bukit, angkuh laksana gajah yang menyeruak dari semak hutan. Masih ad...

Andai Aku Menjadi ... (2)

Suara ayam berkokok keras, membuat Raizan terkejut hingga terjatuh dari dipan. Ia kemudian berjongkok sembari menguap malas, sembari kepalanya menoleh celingukan. Kayu bakar tersisa beberapa balok sementara jagung dan ubi rebus semalam  telah tandas, ketiga rekannya tak tampak dalam pandangan. Langit masih gelap, pertanda fajar belum menyingsing. Raizan mendengar langkah berderap, layaknya sepasukan prajurit tengah bersiap untuk berlatih tanding. Namun mengapa suara itu seolah berasal dari atap, alih-alih dari balik dinding? Seketika rasa takut menyelinap, membuat bulu kuduk Raizan merinding. Ia mengumpulkan keberanian untuk menengok sumber suara, kepalanya menengadah sementara matanya memicing. Apa yang dilihat oleh matanya, cukup untuk membuatnya lari pontang-panting. Sekerumunan prajurit tanpa kepala, tengah berbaris menenteng lembing. Raizan berteriak namun tak jua keluar suara, kerongkongannya terasa amat kering. Ia berupaya menuju gerbang utama, namun jalan yang dilaluinya te...

Andai Aku Menjadi ...

*Perhatian bagi para pembaca tulisan ini. Harap dipahami bahwa ini hanyalah kisah fiksi untuk menambah khazanah literasi sekaligus sebagai catatan untuk pribadi. Silahkan dikritisi, namun tolong jangan dipersekusi. Bukan karena takut diselidiki atau dituduh dengan delik tak pasti. Melainkan apabila fiksi dipersekusi, bukankah itu hanya menunjukkan bahwa kalian sejatinya minim imajinasi? Selamat membaca dengan mata dan juga hati, tanpa perlu terlalu terbawa emosi :) Alkisah, di sebuah negeri bahari nan aman sentausa berjuluk Agnidwipa, segenap warga tengah bersiap untuk menyambut sebuah pagelaran berskala raksasa. Seluruh warga yang telah berusia dewasa, diperkenankan turut serta. Mereka akan diminta memilih sang penerus tahta. Sebuah sistem pemilihan telah ditetapkan dan akan diterapkan dengan saksama, untuk memastikan yang terpilih nanti sesuai kehendak segenap warga. Namun ada saja warga yang tak terlalu terkesan menyambut gelaran pemilihan. Memangnya setelah pemegang tahta diganti...

We Will Not Go Down

Gambar
Postingan kali ini singkat saja. Sudah lama tidak menulis di blog karena berbagai kesibukan, namun parahnya kondisi di Palestina karena genosida yang dilakukan oleh penjajah zionis, i have to break my silence . Saatnya saya kembali menulis. Sebenarnya heran kala menyaksikan masih ada warga Indonesia yang justru mengecam pihak Palestina dan condong ke membela penjajah zionis.  Kalau buat saya, ada beberapa alasan kita harus peduli sama isu Palestina: 1. Warga Palestina itu berjuang untuk kemerdekaannya Sebagaimana para pejuang kemerdekaan kita dilabel ekstrimis, radikal dan teroris oleh para penjajah dari eropa kala itu, rakyat Palestina pun tengah berjuang untuk kemerdekaannya. Jadi gak ada istilah "mereka nyerang duluan, wajarlah zionis membela diri". Lha zionis itu menjajah Palestina sejak puluhan tahun lalu kok, malah dibela. Yang ngomong kayak gini, kalau hidup di jaman perang kemerdekaan bisa-bisa menjadi cepu penjajah. Lagipula, warga Palestina adalah perwakilan kaum mu...