Postingan

Menampilkan postingan dengan label khusus dewasa

Turiya

Ini adalah naskah cerita yang saya ikutkan  dalam Lomba Penulisan Cerpen Tingkat Internasional Piala H.B.Jassin 2024 .  Karena tidak menjadi  finalis , tidak juga lolos  14 naskah pilihan  untuk dijadikan antologi , maka saya publikasikan di sini saja. Selamat membaca. ----------------------------------------------------------------------------------- TURIYA   Langit semakin mendung di atas Jakarta. Gadis kecil berambut pendek itu melangkah cepat-cepat, menghindari lubang dan gelombang di trotoar kumuh yang tak terawat. Lima puluh meter di depan, berderet toko yang menjajakan beragam roti, gula-gula dan aneka jajanan. Matanya berbinar melirik, langkahnya melambat barang sedetik, namun cepat-cepat ia gelengkan kepalanya, dan melanjutkan langkah-langkah kecilnya. Berpapasan pula ia dengan beberapa pengemis, pengamen dan tuna wisma yang berebut meraih simpati pengguna jalan yang melengang dengan segala urusannya. “Minta Kak, belum makan Kak,” sesekali me...

Daddy's Camp Bojana Tirta Islamic School, Capolaga 2023

Gambar
Kali ini sekolah Aira mengadakan kegiatan berkemah anak dan ayah di Subang. Menarik menyaksikan betapa sebagian bapack-bapack begitu kebingungan ketika mengurus anak, dengan kalimat yang paling sering terdengar " biasanya sama bundanya ". Mulai dari permasalahan anak harus pake baju apa, dibawain handuk apa ngga, camilan kesukaan si anak apa, dan macam-macam lainnya. (Tentu saja, tidak semua begitu. Ada juga bapack-bapack yang aman meng handle anak-anaknya.) Di satu sisi, wajar saja sih, mengingat para ayah seringkali disibukkan dengan kegiatan menjemput rizki. Dan terutama di Jakarta, seringkali para ayah berangkat sebelum mentari terbit, dan baru tiba di rumah selepas mentari terbenam. Boro-boro mengurus anak, bertemu anak saja waktunya sediki sekali. Di sisi lain, mungkin ini menunjukkan betapa negeri ini menjasi fatherless karena tuntutan duniawi, hingga tak jarang para ayah kurang memperhatikan masalah tumbuh kembang anak. Maka dengan sedikit waktu yang tersedia ini, s...

It's Been Six Years

Gambar
6 years ago today. . . The guests headed home. The light dimed. The music stopped. The party had just ended, but our journey had just began. 6 years ago today. . . I started to take responsibility for all you'd do. From that time and on, your every needs is my duty. 6 years ago today. . . We started our voyage, on the same ship. Waves weren't always gentle, storm were approaching, sometime in subtle. But we sail on and on, hoping to reach our destination. I might be imperfect, but hey, i've tried my best. I might be imperfect, just as you. But we are perfectly made for each other, i think. I might be imperfect, but please bear with me, stay with me. for our journey would be far beyond this world, into eternity.

Top 3 Silly Moments of My Children (Beware: Disturbing Content)

Being a parents of two (around 5yo and 2 yo) in this challenging era is such a roller coaster of an emotion. One moment, their sweetness would melt you, and you'd feel like you'll do anything to protect them. One moment later, they'll made your anger erupt like a volcano. At one second, their silly little action would made you laugh your ass off. Seconds later, you'll be the one in tears hoping them to obey your instruction. However, i just wanna remember their funniest moment for now. I want to remember them as my source of laughter and joy, rather than as two little monsters who robbed our energy almost every time.  And here is my list of top silly moments of each my children. Aira, a very talkative nearly-5 years old kid, is a combo of curiosity, creativity, mischief and stubbornness. She was once a sweet child, but maybe her jealousy over her little bro get over her, making her being such a troublemaker she is right now. But she had several silly moments with me, an...

Cerita Dewasa Bersama Istri

Gambar
Aku adalah seorang pria paruh baya yang memasuki usia kepala tiga. Tinggiku 167 senti, tidak tinggi memang, sejak jaman sekolah aku lebih sering berada di posisi belakang saat berbaris. Pawakanku standar saja, tidak atletis, meski tidak kurus sekali atau gemuk banget. Penampilanku biasa saja, dengan kulit kecoklatan, hidung tak mancung khas wajah asli Nusantara. Tak bisa dibilang ganteng, meski tak jelek-jelek amat juga. Meski begini, dulu jaman sekolah banyak juga yang jadi fansku. Harus memang titik kuatku bukan di sisi luar kepala, melainkan di dalam kepala. Dan aku bersyukur dianugerahi istri yang tidak menilaiku dari penampilan fisik. Terlebih lagi, bagiku, istriku itu sangat cantik. Di usia pernikahan kami yang kelima, kami telah dianugerahi dua anak yang lucu-lucu. Meski menggemaskan dan amat mewarnai hari kami, tentu keberadaan mereka membuat kami agak kesulitan mencari waktu untuk berduaan. Syukurlah malam ini anak-anak tidur cepat. Aku mencolek istriku yang baru selesai menid...

Berat, Tapi Ada yang Lebih Berat

Gambar
Kalau anak ngga nurut sama orang tua, orang tua kudu sadar diri, jangan-jangan karena ortu ngga nurut perintah Allah, anak jadi ngga nurut orang tua Kalau ngerasa gak didengerin sama anak jangan-jangan gara-gara ortu yang gak pernah dengerin anak saat diajak bicara Kalau ngerasa anak susah diajak komunikasi, jangan-jangan karena memang jarang diajak komunikasi Kalau ngerasa anak suka berperilaku kasar, jangan-jangan ia cerminan ortu yang suka berbuat kasar Kalau ngerasa anak susah diatur, jangan-jangan karena ortu yang gak taat sama aturan Yang Maha Mengatur Kalau anak susah diajak ibadah, jangan-jangan emang ortu kurang kuantitas atau kualitas saat beribadah Sebelum menuduh anak-anak nyusahin, ngaca dulu ke masa lalu, jangan-jangan dulu ortu juga gak kalah nyusahin Sebelum mencap kelakuan anak kayak setan, ngaca dulu, jangan-jangan ortu yg kelakuannya kayak setan Gendong anak memang berat, tapi jauh lebih berat pertanggungjawabannya kelak di akhirat

What a Pain in The Ass

Gambar
Jadi tadi pagi, ceritanya penulis lagi asik memeras dan menjemur cucian. Dalam satu gerakan, penulis mencoba berjongkok untuk mengambil jemuran di bak, tanpa sengaja sebuah benda di belakang penulis (yang keberadaannya tak penulis sadari) bertemu dengan kumpulan otot  gluteus maximus penulis. Hasilnya? What a pain in the ass. Tersangka penyerangan terhadap gluteus maximus penulis Langsung penulis merasa bersimpati pada 195+ pria korban Reynhard Sinaga. Jadi teringat suatu materi tentang LGBT yang disampaikan oleh Dr Aisyah Dahlan pada acara talkshow hari ibu tahun 2018 lalu yang harusnya segera penulis post segera setelah artikel ini . Oke, untuk melunasi hutangan postingan blog dulu, kali ini penulis akan membahas sub-materi yang dulu dibahas oleh Dr Aisyah Dahlan. Lagian momennya juga pas, lagi heboh Reynhard. Ini tema yang lebih serius gaes , jadi bersiaplah. Dr Aisyah, berdasar pengalaman beliau, menyebutkan ada beberapa hal yang bisa menjadi...

Anak; Aset atau Petaka?

Ta'lim Kamis Siang DKMBT KP DJBC kali ini menghadirkan Ust. Ahmad Husain, yang membawa tema sebagaimana pada judul. Tanpa basa basi, monggo disimak:

Untuk Para Suami

Seorang lelaki sah menjadi suami, selepas mengucap janji suci di hadapan wali, penghulu, dan para saksi; Mengambil alih tanggung jawab akan anak gadis seorang lelaki dan berjanji membahagiakannya hingga akhir hayat nanti; Memenuhi kewajiban nafkah finansial, biologis, dan tak kalah penting juga nafkah hati; Namun sesederhana itukah tugas suami? Bro, trust me. It ain't that easy;

Fatherman (2)

Lanjutan dari kajian Ustadz Bendri Jaisyurrahman bulan lalu , tentang fatherman. Tanpa basa basi, sok disimak:

Fatherman: Pahlawan Sejati

Ta'lim Kamis Siang kali ini, sebagaimana setiap pekan ke empat setiap bulan, mengundang Ustadz Bendri Jaisyurrahman. Kali ini temanya adalah tentang fatherman . Nah yuk, para father maupun calon father, dan pasangan maupun calon pasangan para father, monggo disimak

Talkshow bersama Dr Aisyah Dahlan

Gambar
Memperingati Hari Ibu tahun ini, DJBC mengundang Dr Aisyah Dahlan, salah satu tokoh yang peduli dengan isu-isu kesehatan keluarga, terutama mengenai narkoba dan LGBT. Tema kali ini adalah "Mengenali Permasalahan dan Pendidikan untuk Anak Milenial".

Kakasi Bersama Ustadz Bendri

Alhamdulillah sudah kembali ngantor, dan bisa ikut kakasi (kajian Kamis siang) di MBT KP DJBC. Siang ini pematerinya Ust. Bendri Jaisyurrahman, pakar parenting . Membahas tema tematik sejak beberapa pertemuan lalu, yakni tentang mempersiapkan anak usia akil baligh. Monggo disimak beberapa catatan yang tidak dicatat seingat penulis:

2 Tahun Lalu

Gambar
2 tahun lalu sekitar pukul sepuluh kuucap kalimat sakral itu 2 tahun lalu kita sah di hadapan penghulu keluarga dan saksi menangis haru 2 tahun lalu kita tandatangani buku kecil itu sebagai bukti engkau dalam tanggung jawabku 2 tahun telah lalu kini kita telah tinggal satu pintu bersama si kecil yang lucu 2 tahun telah lalu kau bersabar menerima kekuranganku kau bersyukur atas yang kuberi padamu 2 tahun telah lalu dan puluhan tahun di depan masih menunggu semoga kelak dalam jannah kita kembali bertemu genap 2 tahun insyaAllah sampai seterusnya

Kekuatan Keluarga

Gambar
Senin ini tiba-tiba ada kabar kajian spesial di MBT KP DJBC. Dengan pembicara seorang counselor sekaligus trainer di Rumah Keluarga Indonesia, juga merupakan  Kompasioner terfavorit 2014, dan penulis buku-buku tentang pernikahan dan keluarga, Ustadz Cahyadi Takariawan. Topiknya adalah "Kekuatan Keluarga". Pembicara membuka sesi dengan pertanyaan "apa sih kekuatan keluarga itu?dan bagaimana menghadirkannya di keluarga kita?". Yuk disimak isi kajian bersama beliau.

Raising Kids is Like Riding a Roller Coaster

Raising kid(s) is like riding a roller coaster; at first, you might be both nervous and hyped. But once you are on, there’s no way back You’ll feel the happiness, you’ll feel the worry, you’ll afraid whether u can finish it or not When seeing his/her first smile, you’ll be overwhelmed with joy and happiness But once your kid(s) sick/hurt/injured, you might be very afraid, nervous, worry, and else But overall, it’s an experience you’d love to share with other people And here I am, a new daddy, raisin' my newborn baby with my wife and family I know, most parenting blogs out there are written by the mom, but why not? I'm a blogger, and I'm a dad, so why not? Moreover, it's called "parenting", not only "mothering" or "fathering", right? I'll be glad to share my experience so another parents maybe could benefit from my postings, hopefully.

Officially Daddy

Gambar
Alhamdulillah, setelah setahun lebih dikit menikah, Allah telah memberikan anugerah bagi penulis dan istri dalam bentuk bidadari kecil yang lahir pada  tanggal 3 Januari kemarin sekitar pukul 8 malam, di RS. Prima Husada, SIgosari (bukan promosi). Penyejuk hati keluarga kecil kami, cucu pertama yang dinanti-nantikan oleh kedua Mertua dan cucu perempuan pertama bagi orang tua penulis. Humaira "Aira" Kamila Dinazar, namanya. Dengan spesifikasi teknis  berat 2,5 kilogram dan panjang 48 sentimeter, lahir melalui persalinan normal setelah istri diinduksi (maksudnya, dirangsang kontraksinya dengan obat-obatan, bukan induski listrik) dua kali (sekitar pukul 12 siang dan setengah tujuh malam), melalui 4 kali proses ngeden secara sadar (dan ngeden secara tidak sadar akibat induksi).

Karena Kondisi

Sehubungan dengan usia kandungan istri yang sudah memasuki pekan ke-32, disertai keinginan mertua agar si jabang bayi dilahirkan di Malang sahaja, maka diputuskanlah penulis harus membawa pulang sang istri ke kampung halaman, meninggalkan hingar bingar Jakarta dan kontrakan yang baru ditempati sebulan setengah. Meski sudah terbiasa sendirian di kosan sejak era perantauan, saat kembali ke Jakarta setelah membawa pulang (dan meninggalkan) sang istri di Malang, rasanya begitu berbeda. Dulu kala, sejak jaman Pak Esbeye masih berkuasa, status keluarga memang masih bujang sahaja, belum ada belahan jiwa tempat berbagi cerita. Kini setelah naik pelaminan, dan terbiasa ada yang menanti saat pulang kesorean, terasa begitu sepi dan hampa di kontrakan. Bukan sepi lalu ketakutan sendiri membayangkan makhluk astral yang menemani di sini, tapi lebih ke sedih hati karena ketiadaan istri di sini. Tapi namanya pernikahan harus disertai kompromi, tentu tak bijak jika hanya menuruti ego pribadi. Maka den...

Bapak Rumah Tangga

Ada anggapan di masyarakat kita bahwa urusan masak memasak, beberes rumah dan mengasuh anak merupakan domain ibu. Suami, kewajibannya "cuma" mencari nafkah dan tidak ikut campur dalam urusan tersebut. Benarkah?

Kompromi

Saat ini sudah hampir 6 bulan penulis menjadi seorang suami. dan alhamdulillah, istri sudah tinggal bersama penulis, jadi hampir tiap hari ketemu. Barangkali akan ada pembaca yang penasaran dan ingin bertanya, "bagaimana rasanya menikah?". Nah, kali ini penulis akan sharing sedikit tentang pernikahan. Check it out.