Postingan

Menampilkan postingan dengan label epic fail

Jalan Hijrah Tak Selalu Mudah

Ketika kita telah memilih hijrah, sadarilah bahwa tak selamanya jalan itu mudah Terkadang ada rintangan yang membuat hati gelisah Acapkali dikucilkan atau ditertawakan hingga muka memerah Ada kalanya bertubi-tubi muncul masalah Tak jarang pula ingin menjerit menumpahkan keluh kesah Di suatu titik akan merasa lelah dan ingin berkata "sudah" Hingga muncul godaan untuk menyerah Namun yakinlah, Allah tak kan biarkan hambanya menanggung susah Karena kadar ujian pasti telah diukur tanpa salah Meski kadang kita merasa lemah Meski kadang kita terjatuh dan berdarah Namun bangkitlah dan terus melangkah Karena berhijrah, insyaAllah kan berakhir indah *terilhami kisah seorang rekan yang melangkah menuju kebaikan, meski terjatuh namun ia tak menyerah dan terus berusaha

Well... Pretty Much Indonesia

Gambar
Kita mungkin sering melihat yang seperti ini. Rambu-rambu larangan yang dilanggar tepat di situ juga motor dilarang parkir di sini. Iya, di siniii . . . Indonesia sekali bukan?

Somewhere in Jogja

Gambar
Jogja emang tempatnya orang kreatif, dan kadang emang agak kelewatan kreatifnya. Misalnya,tanda nursing room di sebuah toko oleh-oleh di Jl. Malioboro ini. Hmmmm, ada-ada saja memang. . . nursing baby...you don't say -,-

Epic Fail, Lvl: ITB

Gambar
Siapa nggak kenal ITB? Sebagai salah satu kampus terbaik di negeri ini, rasa-rasanya pasti pembaca sekalian pada tau lah ya...paling nggak denger namanya doang udah pernah kan? Bagi penulis yang nggak pernah kuliah di sana, yang paling diinget kalo lagi ngomongin ITB adalah kudanya. Ojok kuda Penulis nggak pernah naik kudanya sih, tapi ngeliatnya tuh udah bikin ketawa aja. Unik, karena nggak tiap kampus punya kuda sebagai daya tarik wisata xp Nggak tau juga sih, kali aja ada siswa  SMA yang pengen masuk ITB gara-gara kuda. Dialog sama ortunya bakal absurd banget tuh xp Anak: Ayah, aku pengen kuliah di ITB Ayah: Kenapa nak? Anak: Supaya nanti aku bisa naik kuda tiap hari Xp Ok,kembali ke topik. Di salah satu sudut kampus ini, ternyata ada rambu-rambu unik yang isinya adalah larangan bagi pemilk kuda untuk membuang 'limbah' kuda mereka di area tersebut. Dan ironisnya, rambu-rambu ini dilanggar dengan telak karena tepat di belakangnya, terdapat tumpukan limbah bio...

Epic Fail, Lvl: Cibolang

Gambar
31 Agustus 2013, Cibolang (Bandung), sepulang menghadiri resepsi seorang rekan.  kebun teh Cibolang Hot Springs; bahkan air wudhunya aja panas panas bro, jangan langsung nyebur uniknya, masih ada tanaman yang bisa hidup di air hangat ini well , kita emang lagi di tatar Sunda . . . Melihat tanda 'inpormasi' di atas, penulis jadi penasaran seperti apa sih wahana 'Playing Fox' di sini. Apakah semacam mini zoo dengan rubah yang sedang bermain-main ( playing fox ) sebagai bintang utama? Ah, ternyata tidak, ini hanya penulisan " Flying Fox " gaya Sunda euy :D my expectation, but it's not like this xp ( sumber )

Warteg : Sitting Like A Boss

Gambar
Biasanya, tiap jenis rumah makan memiliki table manner yang khas dari orang-orang yang makan di sana. Kalau di restoran mahal, umumnya orang makan dengan sangat sopan, pakai pisau garpu sendok, pokoknya lengkap. Duduknya tegak, siku tangan nggak boleh nempel di meja. Pokoknya ribet dan sok eropa gitu deh. Kalau di warung lesehan, tentu lebih bebas. Makan pakai tangan alias muluk oke, nggak bisa muluk pun bisa pinjem sendok garpu. Duduknya pun bebas, bisa selonjor, bisa bersila, atau cangkruk (satu kaki diangkat) pun juga nggak masalah, kan tanpa kursi . Kalau di warteg, rasanya wajar kalo ngeliat orang makan dengan posisi duduk cangkruk di kursi, meski nggak semua begitu. Kalau makan di rumah model begitu, umumnya bakal dimarahin. "Duduk yang sopan dong, emang di warteg apa". Begitu mungkin kata orang tua kita. Nah, kali ini, di salah satu warteg, penulis menemukan gaya duduk yang boleh dibilang lebih nggak umum lagi. Lebih tetaptnya, gaya nggak-duduk. Pose makan sam...

Rules : Made ​​To Be Broken

Gambar
Foto diambil di terminal Tegal, saat penulis pulkam pekan kemarin . (Kalo nggak ngeh itu foto apa, itu foto orang lagi pipis di dinding, persis di samping tulisan larangan pipis sembarangan) Dan pembaca sekalian pasti sudah sering menyaksikan momen seperti ini. Hanya saja, yang satu ini terasa istimewa buat penulis (lho?) karena si pelaku, melakukan aksinya persis di samping tulisan 'Dilarang Kencing di Sini'. Lihat di foto pertama, ada tulisan larangan di kiri kanan pelaku. Dan si pelaku tetap enjoy aja menjalankan aksinya. Luar biasa. Inilah Indonesia Bung. Negeri di mana aturan bisa dilanggar persis di samping tulisan tentang aturan tersebut, tanpa konsekuensi berarti. Mungkin ini memang hal yang sepele, toh satu dua orang pipis di pinggir jalan juga nggak bikin banjir, tapi kan tetap saja mengganggu, baunya itu looo. Dan esensinya adalah, ketika pelanggaran-pelanggaran kecil sudah dimaklumi dan dianggap biasa, lama-lama pelanggaran besar pun dimaklumi. Dan tampaknya hal-hal...

Jadi, 'Itu' Tidak Dianggap Benda? Mungkin Termasuk Hal Gaib Ya...

Gambar
Another fail. Di sebuah toilet, di rumah makan yang menyediakan berbagai jenis sambal sebagai andalan (mungkin Anda tahu yang saya maksud). " Terimak asih untuk tidak membuang BENDA BERUPA APAPUN ke dalam lubang WC " Yah, kita semua tahu, bahwa WC difungsikan sebagai tempat pembuangan limbah organik sisa pencernaan kita. Wajar kalau ada larangan membuang sampah berupa puntung rokok, tisu, kertas, atau plastik ke dalam WC. Tapi WC yang satu ini berbeda, karena tidak boleh dimasuki oleh benda apapun, termasuk 'itu' tadi. Hmm, mungkin ini cara lain untuk mengatakan bahwa WC ini sudah penuh dan nggak bisa diisi lagi, atau memang ada fungsi lain; untuk tempat cuci kaki misalnya... Who knows... :)

Penunggang Kartu? Sekuel Ghost Rider Kali Ya...

Gambar
Suatu ketika, saya lagi online di warnet dan ketemu tulisan ini di salah satu biliknya. Dan saya ngakak. "Apabila butuh BLOOTOTH (the sky is now in bloo, lol), CARD RIDERS (sekuel Ghost Rider , atau sejenis geng motor nih?), WEB CAMB (ternyata yang ngetik ini orang @LaY) harap hubungi operator" Plis deeh, ini warnet Maaaan, tapi ah sudahlah. Kesalahan dalam menuliskan istilah dari bahasa asing memang cukup wajar di negeri tercinta ini. Tapi tetep wajar juga kan, kalo yang ngebaca tulisan semacam itu ketawa? :D

Bedanya Apaaaa????

Gambar
Di Stasiun Bandung, ada plang di peron tulisannya demikian . . . Kaga jelas? Nih lebih jelas . . . Bukannya saya sok pinter, tapi juga bukannya nggak nggak ngerti english samasekali. . . Tapi kenapa ditulis dua kali dengan bahasa inggris, dan berbeda penulisan? North exit, lalu ada juga North gate South exit, tapi ditulis juga South gate Saya cuma penasaran aja sih, kenapa didobel yang penulisan bahasa inggrisnya? Ada yang bisa bantu???