Postingan

Menampilkan postingan dengan label tips

Belajar dari Pengalaman (Orang Lain)

Gambar
Tak perlu tenggelam untuk mengetahui bahwa laut itu dalam Akhir pekan lalu, kami dua keluarga (saya, istri dan anak-anak, serta adiknya istri, suami dan anaknya) berkunjung ke sebuah lokasi wisata akuarium di dalam sebuah pusat perbelanjaan di Bintaro . Di sana kami menyaksikan berbagai satwa perairan dari balik tangki kaca. Seperti Sea World di Ancol dan Jakarta Aquarium, kurang lebih. Namun postingan kali ini bukan membahas lokasi wisata dengan tiket masuk seharga 175 ribu per orang tersebut.  Pada satu momen di sana, istri menyaksikan akuarium besar di sana. Tingginya sekitar 4 meter, sehingga saat difoto dari samping, seolah-olah istri yang sedang berada di dalam laut (bukan lautnya yang naik ke darat). Padahal doi takut banget sama kedalaman laut. Ini baru akuarium, gak kebayang kalau laut beneran. Dari momen itu, saya teringat akan tulisan Om Squ (pembuat komik dakwah berseri " Pengen Jadi Baik ") tentang riba. Om Squ punya komunitas yang membantu orang-orang korban ...

Naik Kereta Lagi Tuut Tuut Tuut

Gambar
Setelah menjadi pengguna KAI sejak 2008, sejak menikah dan punya anak jadi agak jarang naik KA lagi. Apalagi pas pandemi, nyaris 2 tahun ngga pulkam. Nah, bulan kemarin sempat pulkam ke Malang (naik carter demi meminimalisir risiko ketemu orang), lalu balik ke Jakarta naik kereta api. Milih KA Brawijaya yang tiba di Jakarta sekitar jam 5 pagi. Niatnya pilih Bima, bisa naik dari Stasiun Lawang jam 3-an sore dan tiba jam 5-an pagi (sementara kalo Jayabaya kan tiba di Jakarta jam 1 dini hari), eh tapi udah nga ada. Ya udah, Brawijaya dari Stasiun Malang, sekalian tes antigen dulu sebelum berangkat. Dari Singosari jam 2-an siang, diiringi hujan yang seolah menunjukkan kesedihan keluarga yang kami tinggalkan (yek lebay), tiba di Stasiun Kota jam 3-an kurang. Antri antigen bentar, dan hasilnya cepet juga. Alhamdulillah sekeluarga aman semua ( false sense of security ? kan golden standard -nya tetap PCR ya. Tapi yawislah, tetap ketat prokes pokoknya). Bagi istri dan anak-anak, ini adalah pert...

Pandemi: Gak Cuma Work From Home, School from Home Juga

Gambar
Pandemiiiiiii. Masih di sini membersamai kita semua, tak peduli dengan kaum antipati yang pengen hidup nornal kembali sembari mengabaikan protokol kesehatan yang sebenarnya pasti sudah diketahui. Selain work from home yang terkadang menerobos batas-batas waktu pribadi, kondisi ini membikin galau ketika memikirkan bagaimana anak sekolah nanti. Mau sekolah tatap muka, vaksin anak-anak kan belum tersedia. Apalagi, anak-anak kan paling susah dicegah untuk menyentuh berbagai permukaan, pun menjaga jarak dengan teman seumuran (ssst, orang dewasa  tua aja kadang susah jaga protokol).  Di tengah kegalauan, alhamdulillah penulis punya istri yang cekatan di media sosial, dan menemukan sebuah solusi brilian. Flashback sejenak, kami sempat berkeliling mencari TK untuk putri kami. 5 Desember 2020, kami berpetualang, menuju sekolah impian. Berbekal informasi dari seorang kawan, tibalah kami di sekolah itu. Aira langsung jatuh cinta dan nggak mau pulang. Diajak pulang nuangis gak karuan. T...

Ngapain Jualan, Kan Udah Kerja di ...

Gambar
Bagi penulis, berjualan tak pernah menjadi cita-cita saat masih muda (berarti sekarang udah tua ya?). Tapi, here i am , sedang membesarkan toko daring di platform instagram bersama istri.  Toko daring pertama kami adalah Airapedia , diambil dari nama anak pertama (Hum-aira) dan ensiklo-pedia. Sejak 2017 bergerak di bidang perdagangan buku anak, atau kami menyebutnya, nutrisi otak. Kenapa buku? Karena sebenarnya kami berdua adalah pecinta buku sedari kecil. Bedanya, Allah takdirkan penulis lahir di sebuah keluarga yang tinggal di sebuah sekolah swasta yang memiliki perpustakaan tua, sehingga hasrat membaca penulis bisa tersalurkan dengan cukup leluasa (utamanya ensiklopedia). Sementara istri, di masa kecilnya sering pengen baca tapi qadarullah tak selalu kesampaian, sehingga saat dewasa, ingin membantu para orang tua untuk memberikan bahan bacaan yang terbaik untuk anak-anak. Itulah motivasi istri untuk memilih buku sebagai dagangan kami. Mimpi besar kami, toko kami bisa berpartisi...

Blogger on Board (7): First Voyage Concluded

Gambar
Ada jumpa, ada pisah. Ada awal, ada akhir. Tak terasa telah dua pekan penulis berada di atas kapal patroli, membersamai rekan-rekan lain melaksanakan tugas patroli. Ada beberapa hal yang dapat penulis simpulkan dari pengalaman baru ini, yang semoga dapat memberi manfaat bagi rekan-rekan yang tertarik dengan dunia patroli laut. Monggo disimak:

Blogger on Board (4): What to Cope on Board

Gambar
Finally, after a week at the harbour, the ship started to move. I was so excited to feel the adventure lies ahead of me. This is my first duty on board (as i told you several days ago ) and the first time i'd be travelling on a ship for a longer period (my last trip with ferry lasted about an hour or so, from Batam to Tanjung Balai Karimun vice versa). Yohohohoho. Finally i had a chance to feel what our dear Marine Customs Officers (or i'd rather say, Crews?) feel everyday, first hand. And somehow i ended up written it in English (unlike my previous posts). It's been a long time since my last English-written article , so feel free to correct my grammatical errors. Sooo, this is my notes about (obviously written on the title) 'what to cope on board'. Let's check it out:

Blogger on Board (3): Against Boredom

Gambar
Sebagaimana penulis bilang di postingan sebelumnya, setiap kerjaan pasti bakal ada bosennya . Bahkan yang kerjanya sesuai passion dan hobi pun, bisa jadi di suatu titik akan mengalami titik jenuh dan ingin sesuatu yang fresh , baru dan berbeda. Lalu bagaimana dengan para kru kapal patroli yang kesehariannya hidup di atas kapal?

Memilihlah untuk Masa Depan Indonesia

Tau sama tau lah ya, besok Pemilu serentak di Indonesia. ada pemilihan presiden dan wapresnya, DPR, DPD,  DPRD Kabupaten dan DPRD Provinsi. Pokoknya ribet. Tapi, segala keribetan itu jangan dijadikan alasan untuk ngga nyoblos ya Pembaca sekalian. soalnya, bisa jadi suara kita ikut menentukan nasib bangsa ini selama 5 tahun ke depan. Bahkan lebih. Ciee.. klise ah, seklise judulnya. Tapi beneran Gaes. Kebijakan pemerintah di satu era, bisa jadi berdampak pada negeri ini dan masyarakatnya selama setidaknya 5 tahun. Nah, di sini penulis nggak nyuruh kalian untuk memilih ke paslon 01 atau 02. Maklum, ASN harus netral, katanya. Tapi ini cuma uneg-uneg penulis aja. Kali aja ada yang masih bimbang mau pilih yang mana kan.

Sepenggal Cerita dari Skripsi: Ibarat Memasak

Gambar
Setelah lama nggak posting tentang skripsi, kali ini penulis mau bahas lagi tentang skripsi. Anggaplah kawan-kawan sudah menemukan ikigai  dan dosbing yang tepat. Selanjutnya apa? ya kita tinggal mengolah skripsi tersebut. Supaya mudah, penulis akan gunakan analogi kuliner. BIar pembaca pada laper juga, sore-sore gini. Yuk, mulai memasak

Kakasi Bersama Ustadz Bendri

Alhamdulillah sudah kembali ngantor, dan bisa ikut kakasi (kajian Kamis siang) di MBT KP DJBC. Siang ini pematerinya Ust. Bendri Jaisyurrahman, pakar parenting . Membahas tema tematik sejak beberapa pertemuan lalu, yakni tentang mempersiapkan anak usia akil baligh. Monggo disimak beberapa catatan yang tidak dicatat seingat penulis:

Sepenggal Cerita dari Skripsi (2): Pilih Pembimbing

Oke, lanjutan artikel sebelumnya. Setelah menemukan ikigai untuk tema skripsimu, berikutnya adalah memilihpendamping yang tepat. Oke, tentunya bukan pendamping dalam hal suami/istri ya, tapi dosen pembimbing. Gimana sih menemukan dosen yang tepat?

Sepenggal Cerita dari Skripsi (1): Ikigai

Gambar
Bagi mahasiswa, skripsi adalah suatu kata sakral yang seringkali digambarkan sebagai lawan terakhir yang harus dihadapi sebelum meraih gelar sarjana. Banyaknya kisah 'seram' dari senior tentang skripsi seringkali menciutkan nyali mahasiswa yang baru memasuki semester akhir, seolah skripsi ialah suatu momok yang harus ditakuti. Benarkah demikian? Sehubungan dengan telah lulusnya penulis dari masa pendidikan tugas belajar ( yeeeaay!!! ups, alhamdulillah maksudnya ), maka penulis berkehendak untuk membagikan sedikit tips mengenai pengerjaan skripsi, yang semoga bermanfaat bagi para mahasiswa (utamanya mahasiswa TB ya), baik semester akhir maupun semester berapapun yang sudah membayangkan skripsi. check it out Guys!

How to Avoid Organizational Exctinction

Gambar
Few days ago, my friends from several other DGCE office are talking about the obstacles they faced in maintaining the existence of English Club at their own respective office. Now, based on what my mentor said earlier , i'd love to share a tips for you guys, about how to maintain the existance of our organization (not only english club, it could be applied to other form of learning-type organization as well). Basically, what we need are 4 C s. What are those C s?

Diklat Kesamaptaan Bea Cukai (III)

Latihan di Cihampea Saat pekan-pekan pasca minggar, siswa samapta sebenarnya menjalani tiga macam latihan, yang tujuannya adalah untuk atraksi penutupan samapta. Umumnya ada tiga macam latihan, sesuai dengan tiga macam atraksi yang akan ditampilkan saat penutupan, yakni kolone senjata, baris berbaris, dan bela diri. Pada angkatan penulis, baris-berbaris digantikan dengan senam senjata. Nah, saat pecan-pekan pasca minggar, seluruh siswa samapta mengikuti seluruh jenis latihan. Sampai tiba saatnya latihan outdoor di luar kota, tepatnya di daerah Cihampea, kompleks latihan TNI. Bagi siswa samapta yang hidupnya sehari-hari di pusdiklat tanpa boleh keluar kompleks pusdiklat, latihan di Cihampea serasa outbond yang menyegarkan (meski tetap melelahkan).

Diklat Kesamaptaan Bea dan Cukai (II)

Pelaksanaan Diklat Kesamaptaandilaksanakan selama 5 pekan yang secara garis besar dapat dibagi menjadi 4 waktu (berdasarkan Samapta yang penulis jalani di Pusdikal BC). Pertama adalah minggar alias minggu penyegaran. Kedua adalah fase latihan normal tahap 1. Ketiga adalah Cihampea. Keempat adalah pasca Cihampea alias persiapan penutupan. Yuk dibahas satu-persatu.

Diklat Kesamaptaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Diklat Kesamaptaan merupakan salah satu pendidikan dan pelatihan dasar bagi para pegawai di lingkungan DJBC. Melalui Diklat ini, diharapkan para pegawai memiliki ketangguhan mental dan fisik, kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas, jiwa patriot dan nasionalisme, serta sikap pantang menyerah. Diklat dilakukan di Pusdiklat Bea dan Cukai (Rawamangun, Jaktim) dan di Balai DIklat Keuangan lain di berbagai kota di Indonesia. Setelah menjalankan diklat ini dan Diklat Teknis Substansif Dasar (bagi pegawai DJBC yang TIDAK berasal dari Prodip Kepabeanan dan Cukai PKN STAN), maka pegawai yang bersangkutan berhak mengenakan Brevet Dasar pada Pakaian Dinas Harian sebagai salah satu atribut wajib. Bagaimanakah kegiatan sehari-hari pada Diklat Kesamaptaan di DJBC? Nah, kali ini penulis akan membahasnya setelah berjanji untuk menulis tentang Samapta lebih dari tigatahun lalu dan baru kesampean kali ini.

Menulis

Pada tanggal 29-31 Agustus kemarin, penulis mengikuti Studi Perdana Masuk Kampus (DINAMIKA) Politeknik Keuangan Negara STAN tahun ajaran 2016-2017. Dinamika kali ini berbeda dengan Dinamika pada saat penulis lolos DIV tahun sebelumnya. Kalau tahun sebelumnya, Dinamika DIV cuma 4D (datang-duduk-diam-dengarkan), maka tahun ini berbeda. Datang pagi, apel, lalu mendengarkan ceramah/materi, lalu pulangnya dapat tugas esai banyak banget. Mengingatkan dengan Dinamika pada saat pertama kali masuk ke STAN tahun 2008. Pada saat itu, Dinamikanya pakai apel, tugas menulis esai, merangkum berita jam tiga pagi, dan lain-lain. 

Tips menghindari DO PKN STAN

Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan kedua bagi penulis untuk mengikuti pendidikan lanjutan pada Program Diploma IV Akuntansi Alih Program Politeknik Keuangan Negara STAN tahun ajaran 2016-2017 setelah tahun lalu penulis mengalami drop out. Beruntungnya instansi asal penulis (DJBC) masih memperbolehkan penulis untuk mengikuti USM DIV lagi hingga saat ini masih kembali bisa ke kampus. Dan kesempatan kali ini tentu jangan disia-siakan. Setelah mengalami pengalaman yang cukup pahit tersebut, kali ini penulis ingin berbagi tips menghindari drop out di PKN STAN. Tips ini sudah penulis alami, jadi jangan coba-coba ikutan DO untuk membuktikannya. Sudah percaya saja. Berikut ulasannya:

Jangan Malu untuk Mengaku Tidak Tahu

Kadang ketika kita ditanyai seseorang (terutama jika hal yang ditanyakan terkait dengan bidang yang kita geluti) maka kita akan berusaha menjawab semampu kta. Bahkan ketika kita tidak tahu sekalipun tentang hal itu. Dan sayangnya, hal ini seringkali menghasilkan 'kebohongan' atau informasi yang tidak akurat. berhubung si penanya menganggap kita lebih tahu tentang hal yang ditanyakannya tersebut, biasanya si penanya langsung percaya dan puas dengan jawaban kita. Namun apakah sikap itu benar?

Tips Selama Mengikuti USM DIV STAN (2)

Sore Pembaca sekalian, kali ini penulis akan melanjutkan postingan sebelumnya (masih inget kan?) tentang persiapan mengikuti tes DIV STAN. Oh iya, merespon pertanyaan beberapa teman, tips ini juga berlaku buat teman-teman DI yang akan mengikuti tes DIII Khusus STAN kok, jangan khawatir. Monggo disimak . . .