Cari Blog Ini

Jumat, 27 Juli 2012

Gak Cuma Kita Yang Puasa Loh . . . (2)

Lanjutan dari postingan sebelumnya, kali ini saya membahas beberapa hewan lain yang juga berpuasa, namun karena keadaan yang berbeda dengan pembahasan sebelumnya. Check this out. . .

berpuasa karena kondisi lingkungan

  • keong darat, atau bekicot (filum Gastropoda), seperti yang kita ketahui, adalah hewan dengan tubuh lunak berlendir yang sering kita bilang menjijikkan. Bukannya jorok, namun lendir itu adalah mekanisme untuk melindungi tubuhnya dari desikasi, suatu bentuk kekeringan ekstrim (tau sendiri tubuh siput lunak begitu). Naah, pada saat cuaca terlalu kering bagi mereka (saat musim panas atau kemarau), mereka akan rehat sejenak dari kehidupan dunia, menarik diri ke dalam cangkangnya, lalu menutupi 'pintu' cangkang dengan lendirnya, yang belakangan mengeras menjadi semacam selaput yang disebut epifragm. Ini dinamakan masa estivasi. Selama masa dorman itu, tentu saja mereka berpuasa karena mereka cuma 'bertapa' di dalam cangkangnya.

  • di wilayah empat musim di belahan bumi utara maupun selatan, banyak mamalia kecil yang melakukan hibernasi sepanjang musim dingin. terutama hewan pengerat (rodentia) dan pemakan serangga (insectivora). Tentu saja bukan semata mereka ogah bermain salju, melainkan karena kelangkaan makanan. Ditambah lagi, suhu rendah membuat tubuh mereka memerlukan lebih banyak kalori untuk sekedar menghangatkan badan (maklum, mamalia kan berdarah panas). Saat berhibernasi, suhu tubuh mereka ngedrop sampai hampir mendekati suhu lingkungan, detak jantung dan pernafasan mereka menurun drastis, membuat mereka tampak seperti tidur yang sangat nyenyak dan dalam. Periode hibernasi berbeda-beda tergantung spesies, suhu lingkungan dan bulu hewan tersebut. Selama 'tidur panjang' itu (bisa berhari-hari, atau bahkan sampai berbulan-bulan), mereka mendapat energi dari cadangan lemak dalam tubuh mereka yang dikumpulkan sepanjang musim panas dan musim gugur.

berpuasa karena nggak laper aja
  • berbagai jenis reptil, terutama ular besar, biawak dan buaya, seringkali hanya makan beberapa kali saja dalam setahun. Bukan karena mereka pelit atau nggak punya duit, tapi mereka adalah hewan berdarah dingin. Sehingga tidak membutuhkan 'bahan bakar' untuk menjaga suhu tubuh optimal untuk metabolisme; cukup berjemur saat ingin hangat, dan berteduh saat terlalu panas. Kalo nggak percaya, tanya saja pada para pecinta reptil (terutama ular). Ketika mempromosikan piaraan mereka, salah satu hal yang paling disukai dari reptil adalah nggak perlu dikasih makan tiap hari. Misalnya piton, setelah dikasih seekor tikus, biasanya baru dikasih makan lagi pekan depannya. Kalau dikasih ayam, tenang, nggak akan minta nambah, paling bulan depannya baru perlu dikasih makan lagi.

Naah, inilah sekilas cerita tentang hewan-hewan yang sering berpuasa. Bahkan puasa mereka bisa jadi lebih lama dibandingkan puasa kita. Nah lo, masih ada yang mengeluhkan lemes dan laper saat berpuasa? Yuk belajar dari hewan-hewan ini :)

Happy fasting Guys

Kamis, 26 Juli 2012

There're So Maaany Roads To Rome . . .

As we know, English is a life skill. It's not only about theory, but also practical and can be used in various ways. We can use it in writing, reading, speaking, listening, etc. That's why, in learning english, we can not only focus on one method if we really want to improve all aspect of our english capability optimally. For example, if you only read an english textbook, it might improve yout grammar and vocabulary, but not your pronunciation and listening skill. That's why we need to implement almost all aspect of english learning.

From my own experience (which is so limited), i can roughly divide these methods into two groups. The first group, which can be carried out between the bustle of everyday life, I call it fun learning; while the other one, require specific training, and especially contested in various events, i call it serious learning. Let me explain these further.

The first group, which can be implemented in daily activities :
  1. reading english passage. in this internet era, we can find so maaany information from various source. And of course, english is the most used language in internet. So there's no reason not to read an english website. Wikipedia, yahoo, and so many other sites are in english, so while browsing, just try to read some english-written article. It might be boring if you are not used to it, especially when we find some 'weird' words that we don't know the meaning - don't worry, we can always access google translate in that case. But when we have become familiar with it, there'll be quite fun as I say. Also, it will improve our vocabulary database, since we have to face some unfamiliar words and being forced to look for its meaning
  2. chatting/texting/making social media status in english. it might give us some weird feeling for the first time-me too. Especially if we are not so good in grammatical-like me. Maybe we will need some grammatical handbook to minimize mistake, but whatever, our friend might also help us correcting each other.
  3. listening english song. It might be the most exciting way, since most people like listening to music. And most people, not only listening to music sung in their native language, but also the international hits-mostly, are english. When doing so, also try to understand the lyrics. If we still don't get the words in that song, it's ok to search for the lyrics. So, what's your favourite english song?
  4. and also, singing the song. Since we all like to listen english song, the song itself might get us in the emotion, the feeling of the songwritter/the singer. And suddenly, our mouths sing too. Well, don't be afraid when this happen, it's not a kind of hypnotic song or something, it's just natural. Just try to match our pronunciation with the singer. Maybe later when we are fluent enough, we can be a singer too :p

The second group, which special trainings are required (Here I mention the kind of competitions that can be used to train our capabilities; note that most of them are not only focused on one aspect) :

  • news reading contest. Of course it will boost our speaking skill. Not only the pronunciation, but also the intonation and expression
  • writing competition. Here, grammar are the most important. It also requires a good use of vocabulary, idea and how we explain the idea to the readers (especially, the adjudicators). It's not easy to tell our idea in a text, since this kind of communication lack of non-verbal language (like body gesture, expression, intonation, etc)
  • speech contest. I think, this kind of contest covers almost all aspects of english capabilities. The adjudicators will give concern to our grammar, our diction, our pronunciation, our intonation, our expression, our gesture, our ideas etc. For me, it's one of the most difficult competition since I have 0% success rate in this competition.
  • debate competition. Like the speech contest, it covers almost all aspect of english skill. But somehow, it seems that the adjudicators give less concern to the grammar and vocab; pronunciation, intonation, and expression are still important, but the most important is how we convince (or force) them (the adjudicators) to agree with our idea; while we still able to show them that our opponent ideas are bad, not impliable, non sense, etc by exploit their argument's weakness (means that we have to be able to listen & understand to what our opponent said); and still be able to deflect our opponent attack. Plus, note that we have to build our case in some mere minutes, and should be . Debate is so hardcore i think xp

So the conclusion is, that there are so many ways to improve our english capability. Like a famous proverb that all we know, there're so many roads lead to Rome. No matter which road do we take, as long as the direction is right, we will soon arrive at Rome - in this case, the goal is an improvement in our english capabilitiy.

Well readers, i think that's all i can share. Thank you for visiting this blog. And if you don't mind, would you help me improving my grammar & writing skill by giving some advices or corrections?

Rabu, 25 Juli 2012

Ceramah Rabu : Penceramahnya Dirjen Loh!

Ustadz Agung Kuswandono tengah memberi ceramah . . .

. . . dan para jama'ah yang membludak,
antusias menghadiri ceramah dari Sang DJBC 1


Selama Ramadhan ini, masjid kantor mengagendakan ceramah rutin ba'da dzuhur setiap Selasa - Kamis (kalau hari biasa, cuma Selasa aja). Khusus hari Rabu, penceramah yang diundang adalah para pejabat di lingkungan kantor. Dan pada edisi kali ini, giliran Dirjen BC, Bapak Agung Kuswandono yang mendapat jatah pertamax untuk ceramah. Alkisah, beliau menceritakan pengalaman beliau semasa menempuh pendidikan S2 di Colorado, tepatnya di sebuah kota kecil bernama Boulder (kalo nggak salah denger sih), yang dideskripsikan sebagai kota kecil yang indah oleh beliau.

Jadi ceritanya, di sana tuh tata kotanya rapi, dan kehidupan masyarakatnya juga rapi. Contohnya, membahas moda transportasi, bis kota yang tepat waktu (seperti kisah Mas Halim dari Korea), plus norma kesopanan yang masih dijalankan. Misalnya, ketika naik bus, sopir akan menyapa 'hi' pada penumpang, dan penumpang juga membalas sapaan itu. Ketika turun, penumpang, secara norma, harus mengucap 'thank you' pada sopirnya, dan sopir juga membalas dengan 'you are welcome'. Katanya, kalo nggak begitu, Anda akan dicap bersalah secara moral. Pokoknya sopan deh, bandingin deh sama di Indonesia.
Trus juga ketika beliau sedang mengamati peta, eh tiba-tiba aja ada bule nanyain 'Kamu tersesat?' (in english of course). Beliau lalu menjawab, akan pergi ke suatu tempat. Dan sang bule dengan sukarela menjelaskan, naik angkutan yang mana, rutenya yang mana. Ternyata orang bule baik ya . . .

Selang beberapa menit, topik pembicaraan meloncat ke Jepang, ketika negeri itu baru saja disapu tsunami beberapa waktu lalu. Konon di sana, supermarket pada mengobral barangnya setelah bencana, atau setidaknya memberi diskon besar-besaran. Pengertian banget ya, orang habis ditimpa bencana, eh penjualnya berbaik hati megobral sembako. Kalau di Indonesia? Hmm, no comment deh. Selain itu, para korban bencana yang bakal mendapat bantuan pun, kabarnya tetap mengantri dengan tertib. Kalau di Indonesia, kayaknya antri apa aja mesti ribut deh, apalagi pembagian sembako, di tengah musibah. Karena selalu saja ada oknum yang dengan tampang inosen, mencoba menerobos antrian (terakhir kali menemui orang macam itu di antrian tiket kereta, mereka nyaris dimassa oleh pengantri resmi yang telah menunggu berjam-jam, beruntung masih ada PKD stasiun yang menertibkan mereka).

Setelah beberapa menit topiknya membuat penulis kurang nyambung, akhirnya Ustadz Agung membeberkan his point of speech. Intinya, sebenarnya nilai-nilai semacam itu sudah ada dalam ajaran Islam. Seperti :
  • saling mengucap salam jika bertemu dan berpisah (tentu, versi Islam bukan 'hai' atau 'halo');
  • membantu orang yang mencari arah (dengan ikhlas lo ya, bukan dengan meminta bayaran setelah menunjukkan arah);
  • meringankan beban orang yang tertimpa musibah (bukan malah menaikkan harga di tengah kebutuhan darurat masyarakat);
  • tertib dan nggak egois (nggak cuma dalam antrian, tapi juga dalam berlalu-lintas dll)
  • dan lain sebagainya

Yang membuat beliau merasa miris adalah, nilai-nilai mulia itu tampil di negeri yang mayoritas penduduknya bukan Islam (yang dicontohkan oleh beliau, di USA dan Jepang). Sementara kita yang negaranya mayoritas muslim, sudah deh nggak usah disebut, pasti pada tahu kan? Bukannya nilai Islami yang ditampilkan, namun malah nilai-nilai tidak Islami yang melekat (atau dilekatkan sebagai suatu stereotip negatif) pada umat Islam selaku mayoritas di negeri ini. Seolah-olah, nilai-nilai kebaikan yang diajarkan dalam Islam itu 'dicuri' oleh orang lain yang bukan Islam. Pak Dirjen sempat mengutip hadits berikut :

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadis bahwa iman memiliki lebih dari tujuh puluh cabang. Cabang yang paling tinggi dari cabang-cabang keimanan adalah perkataan “la ilaha illallah” dan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan."

Nah, bahkan hal yang tampak sepele seperti menyingkirkan duri di jalan agar tidak menggangu orang lain yang lewat, bisa dicatat sebagai pahala, apalagi hal-hal yang lebih dari itu. Dan di akhir sesi, Pak Dirjen mengajak jama'ah sekalian untuk tidak hanya bangga dengan keislamannya, namun juga mampu menunjukkan nilai-nilai mulia dalam ajaran Islam. Bagaimana, kaum muslimin? Yuk, kita buktikan Islam kita!

Selasa, 24 Juli 2012

Gak Cuma Kita Yang Puasa Loh . . .

Ramadhan adalah suatu bulan di mana umat Islam diwajibkan berpuasa sebulan penuh, menahan lapar, haus, syahwat dan perbuatan berdasar hawa nafsu lainnya sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Bagi sebagian orang, puasa tidaklah dirasakan sebagai suatu hal yang memberatkan, namun bagi sebagian orang, puasa bisa jadi terasa berat. Bagaimana tidak, biasanya makan 3 kali sehari - sarapan, makan siang dan makan malam - plus ngemil beberapa kali, sekarang cuma sahur dan berbuka (makan malam setelah tarawih tidak dihitung deh ya). Biasanya bisa minum kapan aja, apalagi di siang hari yang panas, sekarang meski sepanas apapun harus nunggu maghrib.

Berat ya? Namun tahukah pembaca sekalian, ternyata nggak cuma kita lho yang mengenal puasa. Maksudnya, nggak cuma umat manusia yang mengenal puasa (selain umat Islam, umat nasrani dan umat beragama lainnya juga punya bulan puasanya sendiri-sendiri), melainkan beberapa jenis hewan juga. Mau tahu? Berikut beberapa contoh hewan-hewan yang berpuasa dalam beberapa fase kehidupannya. Check these out . . .

Berpuasa untuk berkembang biak

Beberapa hewan berpuasa dalam rangka berkembang biak. Puasa jenis ini biasanya dimulai ketika mereka memulai ritual perkawinan, dan baru berakhir saat keturunannya mulai cukup besar untuk ditinggalkan dan hidup sendiri. Berikut beberapa contohnya :

  • Banyak serangga eusosialis (seperti semut dan rayap) yang bertugas untuk berkembang biak, menghabiskan masa dewasanya hanya untuk berkembangbiak dan tidak makan samasekali. Selain memiliki kasta pekerja yang mandul (semut yang biasa kita lihat mondar-mandir mencari gula, atau rayap yang menggerogoti kayu rumah), serangga-serangga ini memiliki kasta khusus untuk berkembang biak. Semut dan rayap yang beruntung berada di kasta ini, setelah keluar dari kepompong, akan terbang keluar (ya, semut jantan dan betina fertil/tidak mandul memiliki sayap dan akan berterbangan mencari pasangan) dari sarangnya untuk kemudian mencari jodohnya (rayap bersayap, biasanya disebut laron). Para betina akan berterbangan dan membiarkan para pejantan mengejarnya, hanya untuk memilih pejantan mana yang paling 'jantan' untuk menjadi ayah dari keturunannya kelak. Segera setelah kawin, biasanya pejantan akan mati, sementara betina akan menggali sarang, bertelur, dan menjadi ratu yang akan membuat koloni rayap/semut baru.
perbandingan rayap terbang/laron degan semut terbang (sumber)

  • ikan salmon (family Salmonidae), yang terkenal karena kelezatan dagingnya, merupakan ikan yang memiliki siklus hidup yang unik. Siklus hidupnya dimulai di hulu sungai di berbagai negara belahan bumi utara. Setelah menetas, mereka akan bergerak mengikuti arus sungai, teruuuus sampai ke muara, dan akhirnya ke laut (tentu masing-masing tahapan seperti pada gambar di bawah tadi ada jangka waktunya). Setelah menghabiskan beberapa tahun di laut, mereka akan berramai-ramai melakukan migrasi kembali ke hulu sungai tempat mereka ditetaskan. Saat musim kawin, mereka akan berubah wujud (tapi nggak seperti Power Ranger); menumbuhkan punuk, taring, dan pada pejanta, rahangnya membengkok. Itu adalah untuk persiapan diri menghadapi segala rintangan dalam perjalanan 'mudik'. Bayangkan, mereka mulai berpuasa saat masih berada di muara ketika bersiap memasuki sungai, kemudian harus berenang melawan arus sungai. Semkin ke atas, sungai akan makin terjal, dan tak jarang mereka harus melompati berbagai rintangan (baik alami maupun buatan manusia), belum lagi resiko dihadang beruang dan manusia. Ah, betapa berat perjalanan mereka. Ketika tiba di hulu, jumlah kawanan sudah menurun drastis. Yang tersisa akan segera kawin (betina meletakkan telur dalam cekungan yang dibuatnya di dasar sungai, dan dibuahi oleh pejantannya). Setelah berbiak, kebanyakan mereka akan mati, diperkirakan kurang dari 4% yang mampu bertahan hidup dan kembali ke laut, apalagi untuk kembali berbiak musim berikutnya. Sedih banget ya :(
daur hidup salmon (sumber)

  • Penguin kaisar (Aptenodytes forsteri), adalah spesies penguin terbesar (bisa mencapai tinggi 120 cm lebih dan berat 45 kg). Tinggal di perairan kutub selatan, mereka berkembang biak di tengah dataran Antartika saat musim dingin. Ritual musim kawin dimulai dengan perjalanan ke daratan es, dimana ribuan penguin berkumpul untuk berkembang biak. Setelah menemukan pasangan hidupnya, penguin jantan dan betina akan segera kawin. Segera setelah bertelur, betina menyerahkan tugas pengeraman telur kepada pejantan ('Papah, gantian ya, kan aku udah hamilnya, sekarang papa yang jagain telur kita') lalu menuju samudra untuk mencari makanan. Masa pengeraman bisa berlangsung selama 2 bulan lebih. Dan terhitung sejak tiba di dataran untuk berkembang biak hingga masa penetasan telur, penguin jantan total berpuasa hingga 4 bulan, dan bisa kehilangan hingga hampir setengah berat tubuhnya. Baru setelah sang istri kembali ke dataran untuk 'ngemong' dan menyuapi anaknya, si jantan bisa terjun ke lautan mencari makan, untuk kemudian kembali lagi ke keluarganya, bergantian dengan istrinya antara menjaga anak dan mencari makan. Beberapa penguin lain juga melakukan ritual yang kurang lebih sama.

ritual musim kawin penguin (sumber)

  • Singa laut California (Zalophus californianus) juga memiliki perilaku serupa penguin. Selama musim kawin, betina akan menyerbu pantai, bersiap untuk melahirkan anak dari perkawinannya tahun lalu. Kedatangan mereka segera disusul oleh para pejantan yang akan membentuk teritori khusus di pantai. Segera, mereka akan saling klaim wilayah, mendesis, meraung, dan berkelahi untuk mempertahankan teritorinya mati-matian dari pejantan lain. Mereka akan berusaha bertahan di sana selama mungkin demi menarik perhatian sebanyak mungkin singa laut betina untuk dikawini (disebut harem, dan mereka bebas untuk keluar masuk teritori sekehendak hatinya). Momen berpuasa itu dimulai sejak para pejantan membangun teritorinya, dan baru berakhir ('akhirnya lebaran, bisa segera melaut dan makan besar') setelah mengawini para betinanya.Tak banyak lagi yang bisa dilakukan setelah kawin, karena pejantan tidak ikut mengasuh anak-anak betina (yang mana merupakan anak para betina, hasil perkawinan sebelumnya).
lihat ukuran jantannya, gede banget. I wonder how they mate -.- (sumber)

(bersambung)

Senin, 23 Juli 2012

Ramadhan Jangan Disia-siakan

Ramadhan adalah bulan yang mulia, dan setiap amal ibadah dilipatgandakan oleh Allah.
Saya nggak menyebutkan bahwa amalan sunnah diganjar pahala setara pahala amalan wajib di bulan lain dan amalan wajib pahalanya dilipatgandakan 70 kali lipat, karena saya menemukan bahwa ada beberapa hadits yang dhoif atau bahkan palsu seputar Ramadhan (termasuk hadits itu tadi).
Namun cukuplah dikatakan bahwa ketika Ramadhan, setiap amal kebajikan akan dilipatgandakan oleh Allah dengan bilangan yang Allah sendiri yang mengetahuinya. Ibaratnya, Ramadhan adalah bulan dimana pahala sebagai balasan amal kebajikan itu, diobral abis. Pokoknya berbuat kebajikan, dapat pahala banyak deh. Berapa kali lipat? Pokoknya banyak, wallahu'alam deh jumlahnya. Apakah iming-iming ini tidak cukup membuat kita kepengen 'nabung' pahala sebanyak-banyaknya?

Di sisi lain, ada orang yang pas Ramadhan, santai mulu. Habis sahur tidur, siang-siang tidur, nunggu maghrib juga tiduuuur mulu. Dengan dalih bahwa 'tidurnya orang berpuasa adalah ibadah'. Nah ini juga salah, karena hadits-hadits yang membahas tidur tersebut divonis dhoif oleh para ulama. Tidur bukanlah ibadah, melainkan perkara mubah (dibolehkan) seperti makan dan minum (tentunya makan dan minum di luar waktu puasa). Memang bisa bernilai ibadah jika diniatkan untuk menunjang ibadah. Misalkan, orang yang tidur siang agar nanti malam bisa bangun untuk sholat malam, orang yang makan agar kuat bekerja dan beribadah, dan sebagainya. Kalau dalam Ramadhan, memang tidur itu lebih baik daripada melakukan hal-hal yang merusak pahala puasa seperti menggunjing (daripada kalau ketemu teman terus ngobrol nggak jelas, mending tidur). Namun bukankah lebih baik lagi kalau melakukan amal ibadah yang jelas-jelas bernilai ibadah seperti mengaji (daripada kalau ketemu teman terus ngobrol nggak jelas, mending tadarusan), kan pahalanya berlipat ganda?

Nah, kalau menurut saya, mumpung Ramadhan, saatnya berburu 'poin' pahala sebanyak-banyaknya. Meningkatkan amal ibadah sebanyak-banyaknya. Ingat, meningkatkan lho ya, bukan sekedar mengerjakan. Jadi bukan cuma mengerjakan amal ibadah di bulan Ramadhan sementara di bulan-bulan lainnya sepi amalan. Bukan rajin sholat pas Ramadhan tapi di luar Ramadhan bolong-bolong, bukan ngaji 1 juz per hari tapi di luar Ramadhan mushafnya didiemin aja.
Melainkan, meningkatkan amal ibadah, yang biasanya dilakukan di bulan-bulan lain, lebih ditingkatkan lagi pas Ramadhan. Kalau biasanya sholat wajib asal wajib doang, sekarang diusahakan full 5 waktu berjama'ah di masjid tepat waktu. Kalo biasanya ngaji sehalaman sehari, sekarang ditingkatkan sehari 1 juz, bahkan lebih.

Gimana pembaca sekalian, setuju? Yuk sama-sama kita tingkatkan amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini, jangan sia-siakan karena kita nggak tahu, apakah kita bakal bertemu lagi dengan Ramadhan berikutnya, apakah kita bakal menikmati Ramadhan ini hingga akhir, ataukah umur kita yang berakhir duluan . . .

*sumber :
http://muslim.or.id/ramadhan/12-hadits-lemah-dan-palsu-seputar-ramadhan.html
http://arhamvhy.blogspot.com/2012/07/10-hadits-palsu-seputar-bulan-ramadhan.html#more
http://arhamvhy.blogspot.com/2012/07/10-kekeliruan-dalam-menyambut-bulan.html#more

Ngantor Ramadhan : Hari Pertama

Hari ini adalah hari pertama ngantor dalam suasana Ramadhan (meskipun beberapa orang sudah berpuasa sejak Jumat kemarin, namun mayoritas-juga penulis-baru berpuasa hari Sabtu kemarin, alias mengikuti pengumuman pemerintah).
Yang cukup luar biasa menurut penulis, adalah ketika masuk waktu sholat dzuhur barusan. Masjid yang biasanya 'hanya' terisi sekitar setengah sampai 3/4 dari kapasitas ruangannya, tadi terisi penuh, bahkan banyak jama'ah yang tidak tertampung, harus sholat di teras masjid, itupun masih ada yang nggak kebagian tempat. Selepas sholat, jumlah jamaah yang i'tikaf di masjid juga meningkat, yang mengaji juga makin banyak. Seneng sih ngelihat masjid penuh gitu, meskipun ada juga teman yang skeptis dan berkata 'hari pertama, lihat aja bertahan berapa lama'.
Well, semoga semangat Ramadhan ini terjaga sepanjang bulan suci dan terbawa hingga hari-hari biasa. Semoga kita senantiasa termasuk orang-orang yang istiqomah mengisi Ramadhan kita dengan amalan-amalan soleh, dan juga tetap istiqomah selepas Ramadhan nanti, aamiin . . .

Jumat, 20 Juli 2012

Umur : Rahasia Illahi

Kemarin pagi, ada kabar duka yang diumumkan melalui speaker masjid di dekat kosan. Seorang warga (asya lupa namanya) meninggal dunia di usia 64 tahun. Malam harinya, saya mendapat kabar bahwa salah astu guru saya di SMA, guru biologi tepatnya, baru saja meninggal. Dalam hati saya membatin, "padahal sudah deket Ramadhan . . ."

Betapa umur memang merupakan rahasia illahi, kita tak akan tahu kapan umur kita berakhir. Sementara kita pasti ingin penghujung umur kita dihiasi dua kalimat syahadat, sehingga kelak kita meninggalkan dunia dengan predikat khusnul khotimah. Satu-satunya jalan adalah dengan memperbanyak amal ibadah kita, menjadikan tiap detik hidup kita sebagai ibadah yang diniatkan untuk mencari ridho Allah.

Tak mudah bagi orang yang sakratul maut untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, buktinya seringkali ada yang bercerita, menemani seseorang yang dalam sakratul maut dan menuntunnya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, namun banyak yang susah mengucapkannya. Maka mumpung mulut ini masih mudah mengucapkan syahadat, mari basahi lidah ini dengan dua kalimat tersebut, dua kalimat yang ringan di lidah namun memperberat timbangan amal di akhirat kelak, dua kalimat yang merupakan dzikir paling afdol. Laa ilaaha ilallah, muhammadan rasulullah . . .

Kamis, 19 Juli 2012

Tarhib Ramadhan; Kantor Kemenkeu (2-habis)

Lanjutan dari postingan sebelumnya, sang penceramah mulai masuk ke topik yang lebih spesifik. Yakni "nilai-nilai untuk membangun negara yang kokoh". Poin-poin yang berhasil saya catat adalah sebagai berikut :
  • tanamkan mindset bahwa bekerja adalah ibadah. Allah SWT memerintahkan kepada manusia untuk bekerja keras demi memenuhi nafkah untuk dirinya dan keluarga dengan cara yang halal. Allah SWT berfirman :

"Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." (QS Al-Mulk ayat 15)

Rasulullah bersabda, Sesungguhnya Allah Ta‘ala suka melihat hamba-Nya bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal. (HR. Dailami)

Barangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang dijaIan Allah ‘Azza Wa Jalla. (HR. Ahmad)

  • hargai waktu dengan me-manage-nya dengan baik. Seorang muslim hendaknya mampu mengatur waktunya dengan baik sehingga dengan waktu yang terbatas di dunia ini, mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat/produktif dan bukan terbuang sia-sia tanpa manfaat. Allah SWT berfirman :
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran." (QS Al-Ashr ayat 1-3)
  • pekerjaan adalah kompetisi. Allah SWT menyuruh kita untuk berlom-lomba dalam kebaikan supaya kita termasuk orang yang beruntung di akhirat kelak. Termasuk juga dalam hal pekerjaan yang dilandasi niat ibadah. Allah SWT berfirman :
"Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan" (QS Al-Baqarah ayat 148)
  • pandangan yang Islami terhadap harta. Dalam suatu hadits, disebutkan bahwa Rasulullah Muhammad SAW tengah berkumpul dengan para sahabat, lalu beliau bertanya pada sahabat, tentang yang manakah harta milikmu itu. Dan macam-macam jawaban sahabar, mulai rumah, unta, dinar dan dirham, namun jawaban itu salah. Kata beliau, semua yang disebutkan para sahabat tadi adalah milik ahli waris mereka. Dan harta kita sebenarnya adalah yang telah kita amalkan di jalan Allah. Yang disumbangkan untuk digunakan demi kepentingan umat. Seperti yang dicontohkan oleh sahabat Utsman Ra. yang menyumbangkan banyak sekali hartanya demi umat Islam (lihat postingan sebelumnya). Dengan pandangan seperti ini terhadap harta, maka orang tidak akan rakus menimbun harta untuk kepentingan sendiri. Jika dirinya makin kaya, maka akan makin banyak sedekahnya untuk kepentingan umat, karena dia tahu bahwa harta yang disumbangkannya itulah harta miliknya yang sebenarnya, bukan yang ditimbun untuk pribadi tanpa dikeluarkan demi kepentingan umat.
  • pekerjaan baik diawali persiapan yang baik. Nabi Muhammad SAW mencontohkan hal ini dalam berpuasa. Di mana pada saat sahur, beliau berhenti dari kegiatan makan dan minum sekitar "sama dengan membaca al-Qur'an sebanyak 50 ayat" (jaman sekarang sekitar 10 menit), untuk bersiap-siap menunaikan ibadah Sholat subuh berjama'ah.
  • jujur=mujur. Di jaman sekarang, sering ada ungkapan bahwa yang jujur akan hancur, harus ikut dengan yang menjadi tradisi (meskipun itu salah) kalau mau selamat. Padahal sebenarnya, kejujuran lah yang akan membawa kemujuran dan keselamatan. Contohnya adalah Nabi Muhammad SAW. Beliau lahir dalam keadaan yatim, dalam keluarga yang miskin. Namun berkat akhlak beliau yang jujur dalam berdagang, beliau akhirnya mendapatkan seorang istri dan beberapa sahabat yang kaya raya (dan beliau pun juga kaya, namun tetap sangat sederhana) yang banyak membantu beliau baik dalam urusan dakwah maupun urusan duniawi. jadi, mengapa harus tidak jujur?
  • 'milik' kita di dunia hanyalah titipan yang kelak diminta pertanggungjawabannya. Kita tahu, bahwa kita lahir ke dunia ini anpa memiliki suatu apa pun, tanpa harta, tanpa jabatan, bahkan tubuh dan jiwa ini pun hanyalah titipan dari Allah SWT, pencipta kita. Dan kelak, akan semua ini akan diambil oleh-Nya, kembali pada-Nya. Dan akan diminta pertanggungjawaban, untuk apa umur kita dihabiskan, untuk apa harta kita dibelanjakan, dan sebagainya. Maka jikalau kita menyadarinya, maka kita akan senantiasa mempergunakan segala titipan Allah ini di jalan yang benar dan bukannya diselewengkan. Sehingga kelak kita tidak bingung ketika Allah menanyai kita tentang pertanggungjawaban segala titipan-Nya.

Demikianlah poin-poin yang dapat saya catat dari penceramah KH. Dr. Soetrisno Hadi, MA. MSi dari tarhib Ramadhan kemarin. Semoga dapat kita teladani, agar kita mampu ikut berperan dalam membangun negara yang kokoh berlandaskan pada ajaran Al-Qur'an dan As-sunnah. Wallahu'alam bish showab . . .

Tarhib Ramadhan; Kantor Kemenkeu (1)

Kemarin, saya dan rekan-rekan CCPNS lainnya mendapat surat tugas untuk mengikuti tarhib Ramadhan di kantor Kemenkeu. Pak Menkeu sendiri ikut hadir dan memberikan sambutan. Intinya adalah, bahwa ibadah puasa itu mencakup beberapa pilar keimanan yang jika diterapkan oleh umat Islam (di Depkeu khususnya) akan mampu "Mewujudkan Birokrasi Yang Amanah". Berikut poin-poin yang saya dapat dari sambutan beliau :
  • ibadah puasa mengajarkan kita untuk ikhlas : karena nggak ada yang dipamerkan saat berpuasa, karena orang-orang lain juga sama-sama berpuasa. dibanding ibadah lain yang masih memungkinkan munculnya riya', misalnya sholat berjama'ah agar dilihat sama pak ustadz yang anak perempuannya cakep, sedekah di masjid agar dilihat sama temen, umroh atau berhaji agar menjadi terpandang di mata masyarakat, dan lain-lain
  • ibadah puasa mengajarkan kita untuk bersabar : menahan diri untuk tidak makan, minum, berhubungan badan suami-istri, juga menahan amarah dan hal-hal lain yang mengurangi nilai ibadah puasa kita sejak terbit fajar hingga terbenam matahari
  • ibadah puasa mengajarkan kita untuk bersyukur : ketika berbuka, kita akan sangat bersyukur karena 'berhak' untuk makan-minum dan sebagainya setelah sekitar 14 jam berpuasa, bahkan meski hanya dengan hal yang sederhana, misalnya segelas air
  • ibadah puasa mengajarkan kita tentang ihsan (merasa selalu diawasi oleh Allah : orang yang bersungguh-sungguh berpuasa tidak akan 'curi-curi' kesempatan untuk makan atau minum, meskipun tidak ada orang yang melihat, tidak akan berusaha untuk menelan air ketika berkumur saat berwudhu, karena tahu bahwa meski tidak ada orang yang tahu, tapi Allah Maha Tahu dan Maha Melihat
  • jadi jika kita benar-benar meresapi nilai-nilai mulia dalam bulan Ramadhan, maka hal itu akan terbawa dalam keseharian kita pada umumnya dan juga ke dalam dunia kerja pada khususnya (terutama di lingkungan Kementrian Keuangan)
Kemudian ada materi dari penceramah KH. Dr. Soetrisno Hadi, MA. MSi. Sebelum masuk ke topik utama yang diangkat (lihat pic. di atas), ada beberapa poin yang saya catat dalam ceramah beliau, yakni :
  • untuk menjadi sukses, dunia akhirat, dibutuhkan ilmu, iman, dan amal. jika kurang salah satunya (apalagi kurang dua, apalagi nggak punya samasekali), maka tidak akan seimbang, dan paling banter hanya akan sukses di satu sisi saja. Misal, ilmu tanpa iman, bisa jadi akan membuat seseorang menjadi ilmuan yang pintar namun tak beragama. iman tanpa amal, hanya akan menjadi spiritualis atau sufi atau aliran kejawen, yang mengaku percaya kepada Allah namun mengatakan tidak perlu sholat, puasa atau ibadah lain, katanya "yang penting kan beriman". amal tanpa ilmu, berpotensi menjadi bid'ah
  • Islam menghargai bekerja, dalam Al-Qur'an ada 345 ayat yang menyebutkan tentang bekerja dalam arti luas (kata beliau gitu) dan 62 ayat yang menyebutkan tentang bekerja dalam arti sempit (saya gak begitu ngeh, dan juga belum menghitung beneran. tapi coba deh, ntar pembaca sekalian bantu nyari ayat-ayat tersebut, pasti ada)
  • amalkanlah isi dari Al-Qur'an. Karena Al-Quran mencantumkan segala pengajaran yang baik bagi manusia. Ia bukan hanya untuk dibaca dan dihafal, namun juga untuk diamalkan
  • beberapa permasalahan di Indonesia : korupsi, terorisme, dan narkotik
  • pada zaman Rasulullah Muhammad SAW, beliau adalah pemimpin agama sekaligus pemimpin negara (sementara di zaman ini, ada pemimpin negara, dan hampir tidak ada pemimpin agama. bahkan banyak negara yang terang-terangan mengatakan bahwa agama dan negara harus dipisahkan/sekular, seperti Turki. dan di Indonesia, dikhawatirkan mulai munculnya bibit-bibit pemikir dan aktivis sekuler di pemerintahan dan masyarakat)
  • pada zaman Rasulullah Muhammad SAW, para sahabat yang ikut aktif membantu pemerintahan, melakukannya semata karena Allah SWT. Membantu Rasul sama dengan membantu menegakkan agama Allah, dan itu artinya adalah ibadah. Pada masa awal pemerintahan era Rasul, para sahabat justru berlomba-lomba mengeluarkan dana pribadi mereka untuk membiayai negara. Misalnya sahabat Utsman bin Affan ra. yang menyumbang 1/3 keperluan untuk perang tabuk, sejumlah 950 ekor unta, 50 (ada yang mengatakan 70) ekor kuda, dan sumbangan pribadi sebesar 1000 dinar (sumber lain mengatakan 1000 dirham) di mana pada waktu itu, 20 dinar bisa mendapatkan 5 ekor unta atau 40 domba. Juga pada era kekhalifahan sahabat Abu Bakar ra., ketika wilayah Hijaz mengalami kelaparan, sahabat Utsman memberikan bantuan dalam rombongan besar 1000 ekor unta yang membawa gandum dan berbagai bahan makanan lainnya.
(bersambung)

Selasa, 17 Juli 2012

Flu Sembuh Tanpa Obat Kimia

Sabtu kemarin, penulis sempat tepar di kosan gara-gara kena flu. Awalnya, Jumat malam udah terasa badan nggak enak, agak pusing. Kamis sore udah mulai tenggorokan terasa nggak beres. Dan Sabtu adalah finalnya. Tepar seharian. Alhamdulillah sabtu sore udah enakan, ahad pagi udah hidup normal.
Minum obat apa nih orang, mungkin begitu pikir sebagian pembaca.
Yah, sesuai judulnya, saya nggak minum obat flu yang diiklankan dimana-mana. Tips saya kalau kena flu sih :
  • makan banyak, usahakan yang berkuah dan gak berlemak biar tenggorokan gak sakit, apalagi biasanya kena flu tuh sepaket sama batuk dan sakit tenggorokan
  • minum air putih yang banyak, jangan pake es, usahakan anget. asupan air sangat penting untuk mencegah dehidrasi, karena biasanya badan banyak berkeringat
  • banyak istirahat energinya diforsir untuk penyembuhan, bukan untuk beraktivitas (lagian kan pening, mau kemana juga). kalo saya sih, biasanya tidur berjam-jam, pake pakaian panjang plus selimut plus hangatnya Jakarta, bakalan banyak keringetan (makanya banyak minum juga). siapkan pakaian cadangan, terutama kaos dalam dan kaos, ntar klalo yang dipake udah basah, segera ganti biar gak masuk angin
  • jangan maksa untuk mandi dulu, ini bukan prioritas. mending badan sedikit asem daripada seger tapi terus tepar lagi. lagian juga nggak kelayapan kemana-mana kok
  • tambah asupan vitamin C terutama. biasanya saya minum jus, tapi karena ntar makin nggak enak kalo minum es, jadi pilih aja jeruk anget (hampir semua warteg nyediain kok). vitacimin juga boleh, cuma saya lebih suka yang alami sih :p
  • nggak usah mikirin kerjaan atau apa dulu lah, ntar tambah pusing. istirahat badan, istirahat pikiran juga. hemat energi, biar energi fokus ke penyembuhan dulu
Udah segitu dulu tips dari saya. Ntar silahkan dicoba, eh tapi mending jaga kesehatan biar gak sakit ya. Hehehe
Dan kita juga harus ingat bahwa tiap penyakit tuh datang sebagai ujian dari Allah, dan Allah pula yang memberikan kesembuhan & obatnya, jadi jangan lupa untuk memohon sama Allah biar diberi kesembuhan.

"Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obat, dan menjadikan untuk kamu bahwa tiap penyakit ada obatnya, oleh karena itu berobatlah, tetapi jangan berobat dengan yang haram. (Riwayat Abu Daud)

Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya. (HR. Bukhari no. 5641).

* yang ini ngebahas banyak tentang hadits-hadits seputar penyakit : http://childrenclinic.wordpress.com/2011/08/05/setiap-penyakit-ada-obatnya-jangan-berobat-yang-haram/
* baca juga posting saya yang ini, ini, dan ini

Finally, I Made It

Orang pandai teori tapi tak tahu praktek, bisa dibilang nilainya nyaris nol. Tak tahu teori namun langsung praktek, bisa dibilang nekat. Memang yang benar harus tahu teori dan dipraktekkan, setidaknya belajar mempraktekkan.

Orang punya kemampuan tanpa diiringi kemauan, bisa dibilang mubadzir, menyia-nyiakan kemampuan. Orang punya kemauan meski belum mampu, itu namanya punya tekad, tinggal tunggu tiba saatnya mampu, maka niatnya akan segera kesampaian (mungkin perlu ditambah sedikit nekad juga).

Ngomong apa sih nih orang, mungkin begitu pikir Anda.
Hahaha. Enggak, ini nggak bahas topik berat kok. Cuman mau berbagi pengalaman aja. Bahwa dalam beberapa hal, meski kita belum sepenuhnya menguasai teori, melakukan praktek itu lebih penting. Meski kemampuan payah, asal ada kemauan kuat (ditambah sedikit bumbu nekad, secukupnya saja), insyaAllah niatannya bisa kesampaian.

Tuh kan, nggak jelas maksudnya, mungkin begitu pikir Anda.
Sabar pemirsa. Eh, sekedar mengingatkan, saya pernah cerita bahwa saya nggak bisa sepedaan (atau nge-pit, atau nggowes, atau bicyling) kan. . .
Nah, ketidakbisaan ini berdampak sistemik (ceile bahasanya tinggi amat) pada ketidakmampuan yang lain, terutama terkait kendaraan roda dua lainnya. Sepeda motor maksudnya, saya juga nggak bisa naik motor. Nah, ini bisa berdampak sistemik lagi, misalnya pada berkurangnya mobilitas karena bergantung pada keberadaan orang lain yang bisa membawa kendaraan (dengan kata lain, nebeng motor temen atau ngangkot).

Udah cukup sistemik-sistemiknya, initinya saya ingin menghapuskan ketidakmampuan itu, dari 'saya tidak bisa mengendarai sepeda' menjadi 'saya bisa mengendarai sepeda (dengan aman dan nyaman)'.
Dan ahad kemarin, berbekal uang kiriman dari orang tua, saya mantapkan hati berangkat ke toko sepeda (nama toko disamarkan) di Jatinegara sama temen saya Choi. Dengan pertimbangan harga, keawetan, fitur dsb (tentu berdasarkan masukan dari Choi yang lebih expert dalam dunia per-gowesan) akhirnya saya membeli sebuah sepeda merk WIM Cycle, tipe Diamante 26" Dx seharga 1,6 juta passs gak boleh nawar (udah lebih murah daripada tertulis di brosur sih). Thanks a lot mom and dad, lofyu so much :-*
Alhamdulillah, akhirnya punya sepeda lagi (setelah sekian tahun).

my mante, bersama saya di atas sadelnya, pagi ini
nyaris
ditabrak angkot dari belakang kurang lebih 3x,
nyaris
nabrak 1x, alhamdulillah semuanya cuma nyaris

Kemarin saya baru test drive pagi-pagi, well, not so good (plus it hurts my butt), jadi saya nggak pakai dulu ke kantor (juga karena saya belum beli kunci sepeda). Dan pagi ini, sedikit nekad, gowes aja laaah. Dengan keridhoan Allah SWT plus bantuan covering dari Mas Halim, akhirnya tiba dengan selamat di kantor, alhamdulillah. (note that i don't need to explain the whole detail, it's a bit embarassing xp)

Well, however, practice makes (you nearer to the) perfect(ion). So what i have to do is doing more and more practice so that i will soon be able to ride a bicycle safely and comfortly.
Aamiin . . .

Senin, 16 Juli 2012

Kalo Bisa Simpel, Ngapain Ruwet?

Kadang, hal yang simpel malah dipikir ruwet ketika pikiran sudah nggak fokus. Dan itu baru saja dialami penulis.
Jadi, suatu ketika penulis diminta tolong oleh seorang rekan untuk membuat pamflet acara dengan desain simpel. Dan penulis menyanggupi, memang sudah beberapa kali diminta tolong untuk mengerjakan hal-hal semacam itu (pamflet, poster, spanduk) sejak jaman kuliah. Penulis oke saja, buka aplikasi (Adobe) Photoshop, bikin file anyar . . . sepi inspirasi. Ya sudah, nih kerjaan bawa pulang saja.
Pas ngobrol sama temen di kosan, dia nyeletuk. "Kalo simpel pake Ms. Word aja, ngapain repot-repot Photoshop".
Ting! O.O
Penulis merasa seolah ada lampu yang dinyalakan di dalam kepala penulis. Bener juga, ngapain pake yang rumit kalo ada cara yang simpel . . .
Kadang, itu terjadi karena kebiasaan, atau keseringan, atau tuntutan keadaan. Yang jelas, sekarang mendingan mana, pake cara ruwet atau cara simpel, kalau hasilnya sama saja kualitasnya? Kebanyakan pasti milih yang simpel, kecuali kalau otaknya udah ruwet kayak penulis.
Jadi inget suatu ungkapan, "yang pintar itu menyelesaikan masalah rumit dengan cara simpel". Jadi kalau menyelesaikan masalah simpel dengan cara rumit, itu apa namanya? Xp

*inspirational site about simplicity here.

Selasa, 10 Juli 2012

Tragedi Syiria; Di Mana Kepedulian Umat Islam?

Tausiyah Selasa ba'da Dzuhur di Masjid kantor siang ini, beda dengan biasanya. Alih-alih suguhan materi seperti biasanya, kali ini peserta disuguhi video yang . . . jujur saja membuat mata ini pedih macam lagi mengiris bawang plus menggoreng sambal. U know what i mean lah. Pengisi tausiyah siang tadi adalah Ustadz Ferry Nur, ketua KISPA (Komite Indonesia Untuk Solidaritas Palestina).

Beliau baru saja kembali ke tanah air, dari 'petualangan' beliau ke Turki. Tepatnya ke daerah Anakia, perbatasan Turki-Suriah, untuk melihat keadaan para pengungsi Suriah. Beliau pun berkisah tentang keadaan mereka di pengungsian. Juga berkisah sejenak tentang musibah yang dialami oleh saudara muslim kita di Suriah dan kekejaman rezim Bashar Assad yang terus-menerus membantai rakyat sipil, ya, rakyatnya sendiri (lihat beritanya lebih lengkap di situs ini). Tentang negara-negara adidaya yang cuma mengatakan 'tindakan itu tidak dapat dibenarkan...melanggar HAM...bla bla bla' tanpa ada langkah konkret.

Dalam salah satu video yang ditampilkan, ada seorang ulama Suriah yang mengingatkan pada kaum muslimin, untuk tidak berdiam diri menanti 'pertolongan' dari PBB dan antek-anteknya, yang tidak akan banyak membantu. Mintalah pertolongan kepada Allah SWT karena hanya Allah lah sebaik-baik penolong. Dan untuk kaum muslimin pada umumnya, hendaklah sebisa mungkin membantu saudara-saudaranya di Suriah yang tengah didzolimi, serta di belahan dunia lain termasuk Palestina tentunya, dan Myanmar. Bukankah sesama muslim itu bersaudara?
"Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, ia tidak boleh menganiayanya, menelantarkannya, mendustakannya dan menghinanya..." (HR Muslim)

Bukankah sesama muslim itu ibarat satu tubuh, yang jika sakit salah satu bagiannya, maka seluruh badan pun akan merasakan dampaknya?
"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang dengan sesama mereka seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan baik (sakit) demam dan tidak bisa tidur. (HR. Bukhari-Muslim)
Sang ulama mengibaratkan, bayangkan jika pria yang dikubur hidup-hidup itu adalah saudaramu, ayahmu, atau suamimu. Bayangkan jika wanita yang dilecehkan itu adalah saudarimu, ibumu, atau istrimu. Bayangkan jika anak-anak yang dibantai itu adalah adikmu, anakmu, cucumu.


Mungkin ada di antara pembaca sekalian yang berpikir, 'itu kan bukan urusan kita, ngurusin yang di negeri sendiri aja belum becus, gimana mau ngurusin orang lain'. Ya kan, ada yang mikir gitu kan?
"Siapa saja yang tidak memperhatikan urusan kaum Muslim, maka ia tidaklah termasuk golongan mereka." [HR. ath-Thabrani dari Abu Dzar al-Ghifari].
Jika kita muslim, maka sepantasnya pemikiran seperti ini harus dijauhi. Karena memang sesama muslim itu bersaudara.
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara . . ." (QS. Al-Hujurat ayat 10)


Maka, hendaklah kita yang masih merasa muslim, untuk ikut peduli dengan saudara-saudara kita di Suriah, di Palestina, dan di belahan bumi lainnya yang mengalami penindasan oleh musus-musuh Islam. Bagaimana bentuk kepedulian kita?

Berjihad ke sana adalah tingkatan yang paling tinggi, namun tidak semua orang mampu memenuhi kriteria sebagai mujahid. Untuk ke Palestina misalnya, brigadir Al-Qassam yang berjuang di sana adalah pejuang terbaik era ini, mereka adalah para hafidz, muda, bermental baja, berfisik perkasa dan tidak takut mati - mereka malah menjemput kematian itu dengan jalan yang amat indah. Oke, sebagian besar dari kita nggak memenuhi syarat itu. Maka kita turunkan sedikit partisipasi kita. Berjihad dengan fisik nggak (belum, nanti insyaAllah) mampu, maka berjihad dengan harta. Menyumbang untuk mereka. Alhamdulillah di Indonesia sendiri ada beberapa organisasi yang aktif mendukung rakyat Palestina, Suriah, dan dunia Islam lainnya. Termasuk KISPA ini tadi. Dari Ustadz Ferry Nur, saya mendapat beberapa nomor rekening yang bisa digunakan untuk berpartisipasi dalam membantu saudara-saudara muslim kita di berbagai belahan dunia (utamanya Palestina). Dan tadi siang setelah tausiyah, (mendadak) ada kegiatan menyumbang untuk Suriah (karena rencananya gerakan mereka untuk mendukung rakyat Suriah tidak berhenti sampai di sini saja). Berikut nomor-nomor rekeningnya :
  • Infaq Al- Aqsha Palestina via Bank Muammalat Indonesia No Rek : 311.01856.22 (an. Nurdin QQ KISPA)
  • Infaq untuk operasional relawan KISPA untuk Palestina via Bank Syariah Mandiri No Rek : 116 70246 96 (a.n Muhendri)
  • Dunia Islam (termasuk untuk para pengungsi Syiria) via Bank Syariah Mandiri No Rek : 2640024043 (a.n Darsial)
  • Peduli Negeri (untuk bantuan bencana alam di Indonesia) via Bank Muammalat Indonesia No Rek : 911.05871.99
"Insya Allah bantuan Anda akan sampai kepada mereka secepatnya", ujar Ustadz Ferry tadi.
Lalu kalau kita sendiri belum mampu untuk menyumbang atau berjihad secara harta? Maka kita wajib mendoakan keselamatan dan kemenangan bagi mereka pada khususnya dan bagi umat muslim pada umumnya dalam peperangan melawan musuh-musuh Islam ini.
Dari Ummu Darda' dan Abu Darda' Radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya (muslim lainnya) yang tidak berada di hadapannya akan dikabulkan oleh Allah. Di atas kepala orang muslim yang berdoa tersebut terdapat seorang malaikat yang ditugasi menjaganya. Setiap kali orang muslim itu mendoakan kebaikan bagi saudaranya, niscaya malaikat yang menjaganya berkata, "Amin (semoga Allah mengabulkan) dan bagimu hal yang serupa." (HR. Muslim no. 2733, Abu Daud no. 1534, Ibnu Majah no. 2895 dan Ahmad no. 21708)

Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Apapun itu, mari melakukan yang terbaik untuk membantu saudara-saudara muslim kita pada khususnya, dan membantu umat Islam pada umumnya. Ayo!!

Jumat, 06 Juli 2012

Trilogi Tarbiyah

Bukaan, ini bukan judul film atau novel baru kok. Jadi buat para penggemar film atau novel, jangan bingung kalo nggak pernah mendengar rilis atau pengarang/sutradaranya trilogi ini. Tapi jangan salah, trilogi yang satu ini nggak kalah seru dengan novel atau film trilogi, dwilogi, atau tetralogi lainnya. Kalo trilogi lain cuma memberikan hiburan bagi kita, trilogi yang satu ini bisa membuat sebuah generasi yang dahsyat jika diwujudkan. Penasaran? Yuk lanjut bacanya.

Jangan cari trilogi ini di situs IMDb atau situs novel dunia, nggak akan ketemu Guys (lagian saya sudah bilang, ini bukan trilogi film atau novel kan). Kalo mau tau dimana trilogi ini dirilis, coba (sekali lagi) ambil mushaf masing-masing. Kalo masih nggak ada boleh pinjem kok, atau pakai aplikasi Al-Qur'an untuk Java, atau klik link ini. Cari surat ke 62, alias surat Al-Jum'ah (pas benget ya, ini hari Jum'at) ayat 2. Udah ketemu kan? Kan udah dikasih link-nya. Tapi tetep saya copy di sini kok terjemahnya :
"Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata" (QS Al-Jum'at ayat 2)

Nah, di situlah disebutkan mengenai trilogi tarbiyah ini, yakni :
  • tilawah (membaca ayat-ayat-Nya)
  • tazkiyah (menyucikan diri)
  • taklim (mengajarkan Kitab/Al-Qur'an dan Hikmah/As Sunnah)
Sebagai pengingat, tarbiyah sendiri meskipun memiliki beberapa makna berbeda (Al-Tarbiyah berasal dari tiga kata, yaitu rabba-yarbu yang berarti bertambah, tumbuh, dan berkembang; rabiya-yarba berarti menjadi besar; rabba-yarubbu berarti memperbaiki, menguasai urusan, menuntun, dan memelihara), secara bahasa berarti pendidikan (coba lihat posting saya yang tarbiyah dzatiyah). Nah, sekarang mari kita kupas satu persatu, trilogi Tarbiyah ini.

Tilawah, maknanya adalah membaca ayat Al-Qur'an, namun makna sebenarnya tentu bukan hanya membacanya. Melainkan juga membenarkan segala isinya, serta mematuhi tuntunan yang ada di dalamnya. Jika ada perintah, diikuti, jika ada larangan, dijauhi. Itulah makna tilawah sebenarnya, nggak cuma dibaca doang pake mata, tapi diresapi dalam hati dan pikiran, lalu diwujudkan dengan seluruh tubuh ini.
Dan satu lagi, ayat-ayat Allah itu sangat banyak, nggak cuma yang ada dalam Al-Qur'an (ayat qauliyah), tapi juga termasuk segala sesuatu di jagad raya ini. Sunnatullah/ketetapan Allah atas alam semesta ini, juga alam semesta ini sendiri (termasuk kita tentu saja) juga merupakan ayat-ayat-Nya (ayat kauniyah) yang harus kita 'baca' dan resapi. Masih ingat kan, dalam posting saya sebelumnya, saya mencantumkankan ayat ini :
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS Ali Imron ayat 190-191)
Nah, bagian yang saya highlight merah itu termasuk 'membaca' ayat kauniyah. Pentingnya tilawah itu adalah, agar kita tidak termasuk orang yang tersesat, seperti keadaan sebelum diturunkannya Rasulullah Muhammad SAW (lihat bagian akhir QS Al-Jum'ah ayat 2 tadi).

Tazkiyah, maknanya adalah menyucikan (diri/jiwa/hati). Bagaimana caranya? Saya tulisin salah satu caranya aja ya, biar anti pembaca sekalian penasaran terus cari cara lain juga, oke? Jadi, salah satu cara bertazkiyah, adalah dengan meluruskan segala niat dalam ibadah kita, dalam setiap kegiatan kita, hanya kepada Allah. Bukan karena yang lain. Kalo sholat berjama'ah, karena Allah, bukan karena pengen dilihat cewek inceran yang kabarnya demen sama pemuda yang rajin ke masjid. Kalo sedekah, karena Allah, bukan karena pengen dilihat orang lain supaya dibilang dermawan. Berangkat sekolah, niatkan ibadah karena mencari ilmu itu adalah perintah Allah. Berangkat bekerja, niatkan sebagai ibadah, karena mencari nafkah untuk diri sendiri (dan keluarga) adalah perintah Allah. Terus, jangan mudah iri dan dengki sama kenikmatan orang lain, jangan su'udzon sama orang lain, jadilah pemaaf bukan pendendam, terus . . . lha kok jadi banyak contohnya, tadi katanya satu aja xp
Seterusnya cari contoh sendiri ya :p

Ta'lim (atau sering dituliskan taklim dalam bahasa kita), secara bahasa, artinya adalah pengajaran yang bersifat pemberian atau penyampian pengertian, pengetahuan dan ketrampilan. Tentang bagaimana kita berusaha untuk 'tahu' dari sebelumnya 'tidak tahu'. Karena orang yang lebih tahu, alias lebih banyak memiliki ilmu, akan mendapat derajat yang lebih tinggi (dibandingkan yang kurang banyak ilmunya). Firman Allah SWT :
". . . Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS Al-Mujadilah ayat 11)
Bagaimana biar tahu? Tentu saja caranya dengan mencari ilmu, kemudian mengamalkannya, dan juga mengajarkannya kepada orang lain. Jadi nggak sekedar 'tahu' tapi nggak dijalankan. Allah SWT berfirman :
". . . Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya." (QS Ali-Imron ayat 79)

Naaah, demikian tadi kita ulas secara sinkat mengenai trilogi tarbiyah. Seru nggak? Tapi nggak penting seru atau enggaknya, yang penting ilmunya dapet, trus kita berusaha untuk mengamalkannya, serta mengajarkan/menyebarkannya. Oke?

*sumber :
  • mentoring kamis malam
  • artikel mirip http://alim-online.blogspot.com/2011/05/pendekatan-tazkiyah.html, juga di http://irvanzaky.blogspot.com/2011/12/tafsir-tarbiyah-konsep-konsep_18.html
  • artikel tarbiyah di http://arisandi.com/pengertian-al-tarbiyah/
  • artikel tilawah di http://alhijroh.com/tafsir/makna-tilawah/
  • artikel tazkiyah di http://alhijroh.com/?s=tazkiyah, juga dari laman http://alhijrah.cidensw.net/index.php?option=com_content&task=view&id=41
  • artikel taklim http://id.shvoong.com/humanities/religion-studies/2178120-pengertian-ta-lim/
  • oh iya, yang alamat di atas bukan link langsung, jadi bukan di-klik-kiri; select dulu link nya, lalu klik kanana->open link in a new tab