Postingan

Belajar dari Orang-orang Nyebelin

Gambar
Pernah nggak, ketika kita berangkat ke kantor mengendarai kuda poni putih seperti pangeran kesiangan kendaraan masing-masing dari rumah atau kosan,   trus ketika lewat jalan sempit, eh ada pejalan kaki yang jalannya rame-rame, bergerombol, gak di pinggir lagi, nutup-nutupin jalan gitu deh. Pernah nggak? Atau mungkin, di lain kesempatan kita lagi jalan di pinggir trotoar ketika cuaca habis hujan, trus dengan tanpa kita sadari, ada mobil yang melaju di jalan raya samping trotoar tadi, dan dengan kecepatan tinggi melibas genangan air di jalan sehingga kita kebasahan gitu, pernah nggak? Di lain waktu, kita lagi di kelas pas kuliah, diklat atau seminar, eh narasumbernya kok ngebetein banget, ngomong kayak berkumur-kumur, kasih tugas aneh-aneh, bete banget nggak tuh? Trus di lain kesempatan, ketika kita lagi presentasi atau mengajar (barangkali ada yang punya murid les), eh kok pendengarnya pada nggak merhatiin, pada sibuk semaunya sendiri gitu, sebel banget kan? Mungkin pernah ...

Khotbah Jumat: Tamu Kaget

“... Mati itu seperti tamu, kita nggak tahu kapan datangnya, yang penting adalah kita sudah menyiapkan ‘suguhannya’ ketika tamu itu datang...” Itulah sepenggal kalimat dari khutbah Jumat tadi siang. Khutbahnya sederhana dan banyak diulang-ulang, intinya adalah bahwa kematian itu pasti datang pada kita. Sebagaimana firman Allah SWT:  “ ...Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati... ” (QS Ali-Imran ayat 185) Sejauh apapun kita lari, yang namanya ajal pasti akan menyambut kita. Sehebat apapun dokter yang merawat kita ketika sakit, kalau sudah jadwalnya tertulis mati ya mati. Pun sebaliknya, sedekat apapun kita dengan maut, ketika kita mengalami suatu musibah, atau penyakit yang demikian kronisnya, kalau belum waktunya mati, ya kita nggak bakal mati. Malaikat Izrail gak bakal salah nyabut nyawa, kok.  “ ...Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditetapkan waktunya... ” (QS Ali-Imran ayat 145) ...

Making Memories in Prajab

Gambar
Pada tanggal 8-26 April kemarin, penulis mengikuti suatu 'ritual wajib' bagi para CPNS di Indonesia; Diklat Prajabatan. Sebagai tahap awal sebelum menjadi abdi negara sesungguhnya, maka para calon abdi negara seperti penulis harus 'dibenamkan' dulu dalam kawah candradimuka ini supaya nantinya menjadi PNS yang baik (aamiin). Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang diadakan di Pusdiklat Umum Keuangan, diklat prajab tahun ini diadakan di sebuah lokasi milik 'pihak ketiga' alias bukan di pusdiklat milik Kemenkeu sendiri. Tepatnya di Wisma Duta Wiyata, Lebak Bulus. Dalam diklat ini, para peserta diharuskan melahap 14 mata kuliah yang terkait dengan tugas-fungsi-kewajiban-dan sebagainya sebagai PNS. Mata kuliah tersebut adalah: Dinamika Kelompok, Team Building (non ujian) Mindsetting PNS, Komunikasi yang Efektif (ilmunya agak umum sih) Wawasan Kebangsaan NKRI, Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan NKRI, Penyelenggaraan Keuangan Negara (ilmu dasar ketatanegaraan)...

Papua Itu Indah

Gambar
Pada tanggal 4-7 Maret kemarin, penulis mendapat sebuah kesempatan langka untuk menjalani DL (Dinas Luar) ke Jayapura. Penulis dan rekan-rekan (maksudnya, pegawai senior lainnya dan Kasubbag/atasan penulis) berangkat ke Jayapura dengan penerbangan Garuda Indonesia, dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, 4 Maret pukul 21.00 WIB. Pesawat transit di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar 5 Maret dini hari, sekitar 00.50 WITA (hampir tengah malam WIB), lalu transit lagi di Bandara Frans Kaseipo, Biak sekitar pukul 05.00 WIT, hingga akhirnya tiba di Bandara Sentani,Kabupaten jayapura sekitar pukul 07.00 WIT. Dan, Jayapura ternyata sangat indah. Banyak hal menarik yang penulis alami sepanjang perjalanan. Dan Alhamdulillah penulis mendapatkan pinjaman kamera digital dari seorang rekan (credit to Bro Hisyam) sehingga sebagian momen indah dapat penulis abadikan melalui kamera. Sebagian, karena memang terlaaaalu banyak momen indah yang terjadi, dan tentu, tidak semua keindahan d...

Saya Muslim, dan Saya Bahagia

Pernahkah kita merengung, berapa banyak nikmat Allah yang diberikan kepada kita? Berapa usia kita? 17, 20, 30, 40 tahun? Sudah berapa liter oksigen dalam setiap tarikan nafas yang kita lakukan sepanjang hayat ini? Sudah berapa kali jantung kita berdetak tanpa kita sadari? Sudah berapa terabyte data yang lalu lalang dalam jaringan syaraf kita selama ini? Dan semua itu kita dapat dengan gratis. Belum trehitung berbagai sumber daya lainnya yang bisa kita gunakan sepanjang hayat ini. Belum termasuk begitu banyak kasih saying yang kita dapat selama ini dari orang-orang terdekat kita. Belum termasuk berbagai rizqi lain dari Allah, baik materi maupun non-materi. Apalagi masih ditambah nikmat iman dan islam dalam hidup kita, masih diberi iming-iming tiket masuk ke surga. “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, maka kamu tak akan sanggup menghitungya”. Betapa baiknya Allah memberikan itu semua bagi kita, sementara kita masih banyak lupa pada-Nya dan berbuat dosa. Allah hanya meminta kita ‘m...