Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 11 Agustus 2015

Kasasi: Tentang Qana'ah

Materi Kakasi siang ini adalah tentang sifat Qana'ah. Apa itu sifat qona'ah?
Qana'ah ialah sikap ridho dengan apa yang Allah tetapkan pada dirinya (baik itu rizqi, jabatan, ilmu, kemampuan diri, dan sebagainya); dan dengan keridhoan tersebut, tidak lagi berharap pemberian dari yang selain Allah SWT. Lalu apa lagi?
Berikut yang dapat penulis catat dari kajian siang tadi:

Jumat, 07 Agustus 2015

3 Pertanyaan Tersulit Sekaligus Termudah

Bagaimana mungkin 3 pertanyaan tersulit juga merupakan pertanyaan termudah?, begitu mungkin pikir sebagian pembaca. Bergantung dari perspektif manakah pertanyaan tersebut dipandang, dan siapa yang menjawabnya, judul yang terlihat absurd di atas akan terlihat sangat normal. Mari kita ikuti ceritanya.

Alkisah, pada zaman dahulu suatu ketika, ada seorang raja yang menawarkan jabatan Perdana Menteri pada salah seorang Menterinya, dengan syarat dia bisa menjawab 3 pertanyaan yang diajukan oleh Sang Raja. Mendapat tawaran jabatan tertinggi setelah raja hanya dengan menjawab tiga pertanyaan, siapapun tentu mau. Maka si Menteri pun menyanggupi persyaratan dari Sang Raja. Maka Sang Raja pun mengajukan ketiga pertanyaan pada si Menteri:

Kamis, 06 Agustus 2015

Apa Itu Ibadah?

Kita sering bicara ibadah ini lah, ibadah itu lah, namun apa kita memahami apa itu ibadah?

Ibadah adalah segala apa yang dicintai oleh Allah dan diridhoi-Nya. Ibadah adalah alasan mengapa kita diciptakan oleh Allah SWT, yaitu untuk menyembah-Nya. Jadi hidup kita harusnya penuh dengan ibadah. Ibadah nggak hanya sekedar dalam bentuk ritual (sholat, puasa, zakat, haji), namun segala aktivitas kita pun bisa jadi bernilai ibadah, asalkan diniatkan untuk mencari kecintaan dan ridho-Nya. 

Apakah mungkin ada sesuatu yang dicintai-Nya namun tidak diridhoi-Nya? Ya, bisa saja. Misalkan kita sholat, itu dicintai oleh-Nya, namun apakah sholat kita diridhoi? Belum tentu. Bisa jadi karena ada satu dari 3 syarat yang tidak terpenuhi, 'ibadah' yang kita lakukan jadi tidak bernilai. 3 syarat itu adalah niat yang lurus, adanya perintah mengenai ibadah tersebut (disyariatkan), dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. 

Semoga kita termasuk golongan orang yang senantiasa dapat menjalankan segala apa yang dicintai oleh Allah SWT serta senantiasa melengkapi ketiga syarat tersebut agar juga mendapat ridho-Nya, aamiin . . .

#materi Kakasi siang tadi, semoga bermanfaat

Senin, 03 Agustus 2015

Sumber Air Krabyakan, Lawang

Lebaran kemarin, puas liburan bareng keluarga di rumah. Setelah tour keliling dari Malang ke Pasuruan di hari kedua lebaran, praktis nggak ada kegiatan keliling lagi karena keluarga besar pada banyak yang ngumpul di kampung. Jadi banyak di rumah aja. Untuk mengatasi kebosanan, rencananya mau main ke wahana air baru di Malang, Hawai Waterpark, tapi melihat kemacetan yang membahana setiap hari, jadi segen mau berangkat. Akhirnya diputuskan berangkat ke wahana air yang lebih alami (lebih tepatnya ke sumber air alami) di Lawang. Tepatnya di desa Sumberngepoh. Nama tempatnya Krabyakan.

Selasa, 28 Juli 2015

Sekilas Pointers dari Pak Permana Agung

Pagi tadi di kantor penulis ada acara halal bihalal bersama jajaran pimpinan dan para purnabakti. Termasuk di antaranya adalah para mantan Dirjen Bea Cukai (sebagian). Selepas sambutan dari Dirjen Bea Cukai yang baru, Bapak Heru Pambudi, beliau (spontaneously) mempersilahkan salah seorang mantan Dirjen untuk memberikan sambutan dan arahan bagi para hadirin (sempat mengecoh PFPD -pejabat fungsional pembaca doa- yang sudah terlanjur maju bersiap membaca doa). Beliau adalah Bapak Permana Agung, yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai pada tahun 1999 hingga 2002. Setelah itu beliau sempat menjabat sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Inspektur Jenderal Departemen Keuangan, dan Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Hubungan Internasional dan Kerjasama Ekonomi sebelum pensiun di 2012.
Berikut sebagian poin dari apa yang beliau sampaikan dalam sambutannya:

Kamis, 23 Juli 2015

Masih Lebaran Nih Yeee

Tanpa basa-basi, penulis selaku tokoh utama dalam blog ini mengucapkan as'alukal afwan minal dzahiran wal bathiniah, taqabalallahu mina wa minkum, shiyamana wa shiyamakum wa ahalahullahu 'alaik, ja'alanallahu minal aidzin wal faidzin. 

Semoga Allah menerima ibadah kita pada bulan Ramadhan kemarin, semoga usia kita dipanjangkan oleh Allah hingga Ramadhan berikutnya dan berikutnya, semoga semangat ibadah kita pada Ramadhan kemarin tetap terbawa hingga 11 bulan ke depan hingga Ramadhan berikutnya, dan semoga kita termasuk orang-orang yang meraih kemenangan melawan hawa nafsu dan meraih kejayaan di akhirat kelak dan di dunia, aamiin

Rabu, 08 Juli 2015

Memberhentikan Presiden, Kenapa Tidak?

Sabar pemirsa, postingan kalil ini tidak bermaksud menyudutkan siapapun, jadi pendukung presiden RI ke-7 bisa bernafas lega. Postingan kali ini adalah tentang materi i'tikaf malam pertama di MBT Baitut Taqwa. Pembicara adalah Dr. M. Ali Hanafiah Selian, SH. MH. Tema yang dibawa adalah disertasi beliau tentang 'Pemakzulan Pemimpin' ditinjau dari hukum Islam (dalam hal ini, pendapat Al-Mawardi). 

Selasa, 30 Juni 2015

Kaum Luth Era Modern

Sebenarnya saya agak segen nulis tema ini, buka karena takut dicaci oleh para pendukungnya atau apa, tapi jujur saja saya jijik dengan fenomena ini. Saya hanya bisa berharap para pelakunya bisa segera mendapat hidayah dari Allah untuk kembali ke jalan yang benar, aamiin.

Jadi ini bermula dari seorang teman yang memposting tentang tren di medsos beberapa hari lalu, yaitu foto dengan Warna Pelangi dan Tagar #.LoveWins. Awalnya saya nggak ngeh (dan nggak banyak ngecek medsos juga sih), ternyata yang dibahas adalah tentang "kemenangan" kaum LGBT (males njelasin kepanjangannya, gilo) karena pada tanggal 26 Juni 2015 kemarin, Mahkamah Agung Amerika Serikat mengeluarkan putusan bahwa pasangan sejenis di seluruh negeri (Amerika) kini memiliki hak untuk menikah.  Naudzubillah . . .
family itu ayah-ibu-anak, bukan ayah-ayah atau ibu-ibu

Senin, 29 Juni 2015

ah, sudahlah

kadang diri ini lelah, serasa ingin menyerah, namun teringat bahwa tak ada keberhasilan tanpa bersusah payah
kadang terasa jengah, saat yang lain mulai betingkah, namun sadar bahwa harus diri sendiri yang mengawali untuk berubah
kadang ingin meluapkan amarah, saat situasi tak terarah, namun teringat bahwa emosi sesaat tak menyelesaikan masalah
kadang hati gelisah, saat kondisi semakin parah, seolah hanya ingin pasrah
namun masalah tak akan selesai tanpa kita mau bersusah payah untuk berubah
biar yang lain berulah, biar yang lain serakah, biar kondisi membikin kita gundah, ah sudahlah
teruskan saja bersusah payah, berusaha untuk berubah, agar bisa hilangkan masalah

Kadang

Kadang yang diusahakan tak menampilkan hasil seperti yang diharapkan. Kadang orang lain tak sejalan dengan yang kita inginkan. Kadang kemauan keras dan kesungguhan tak selalu menghasilkan keberhasilan.
Itulah manusia, lemah, dan hanya bisa berusaha, dan hasil akhir biarlah Tuhan yang tentukan. Lantas ketika semua disertai ketidakpastian, lalu kita menyerah begitu saja?