Cari Blog Ini

Memuat...

Tips Sholat Khusyuk

Assalamu'alaikum Pembaca. Kali ini penulis akan membagi sedikit ilmu dari Kasasi (kajian Selasa siang) di MBT KP DJBC (udah tau kan kepanjangannya?). Seperti biasa, penuli slupa nama narasumbernya (kebiasaaan nih) tapi temanya inget, yakni tentang sholat dan doa (meski awalnya MC mengatakan tema kajiannya akhlaq, nggak papa, yang penting ngaji). Berikut beberapa poin yang penulis dapatkan:

Review HP G-Plus G 110 New (1)

Dari dulu, sebenarnya saya sudah kesengsem sama ponsel bertipikal outdoor sejak menonton iklan Siemens M-65. Secara mudah, ponsel outdoor adalah ponsel yang dirancang memiliki ketahanan terhadap potensi hal-hal yang dapat merusak ponsel pada umumnya, misalkan benturan/jatuh, percikan air, dan sebagainya, yang kiranya lebih mungkin terjadi saat pengguna melakukan kegiatan di luar ruangan (outdoor) macam camping, rafting, hiking, bicycling, dan sebagainya. Jaman silih berganti, pada akhirnya ponsel tipe itu pun sudah menghilang dari peredaran, dan semakin jarang ditemukan keberadaannya di era smartphone sekarang ini. Orang cenderung memilih ponsel yang 'pintar' dan bisa digunakan untuk berbagai aktivitas. Pasaran ponsel outdoor memang tetap ada, namun tak banyak model yang dikeluarkan oleh produsen, membuat keterbatasan pilihan pada penggemar ponsel segmen ini. Namun tak dapat dipungkiri, bahwa kecelakaan kecil sering terjadi pada ponsel kita, misal, ketumpahan air/kehujanan, jatuh dari genggaman, dan sebagainya. Maka, produsen ponsel pun mulai meilirik lagi segmen ponsel tangguh, beberapa di antaranya dikombinasikan dengan tipe smarphone, menjadi kelas tersendiri yakni smart and strong (klasifikasi kata penulis sendiri :p ). Pada akhirnya penulis berkesempatan memiliki satu jenis ponsel outdoor, dan kali ini penulis berkesempatan mengetes dan mereview ponsel tersebut. Bukan Samsung S4 Active, budget nggak cukup bro :p , cuma sekedar HP (merk) lokal (buatan Tiongkok) berjudul G-Plus G 110 New.

Adab Menuntut Ilmu

Assalamu'alaikum warohmatullahi wa barokatuh, ahlan wa sahlan Pembaca sekalian.
Kali ini penulis akan berbagi sedikit materi kajian siang di MBT KP DJBC edisi 21 Oktober 2014. Tema kajian kali ini tentang adab menuntut ilmu dalam Islam. Karena Islam tidak hanya mewajibkan kita menuntut ilmu, namun ada tuntunan-tuntunan terkait hal tersebut. Yuk, simak kelanjutannya :

Syarat agar Bisa Bermaksiat

Assalamu'alaikum wr. wb.
Apa kabarnya pembaca sekalian? Afwan lama nggak posting dikarenakan kesibukan ini dan itu. jangan bingung dengan judul di atas, Kali ini penulis ingin sedikit sharing tentang khotbah Jumat siang tadi.
Khotib mengisahkan tentang dialog antara seorang ulama bernama Ibrahim bin Adham yang juga dikenal sebagai Abu Ishaq, dengan seorang lelaki bernama Jahdar bin Rabiah, yang merupakan seorang pemuda yang gemar melakukan maksiat. Apabila ada di antara pembaca yang pernah mengetahui ksiah ini, kiranya postingan penulis dapat dijadikan pengingat, jikalau belum tahu, semoga menjadi ilmu baru yang sama-sama dapat kita amalkan nantinya.Kurang lebih demikianlah kisahnya:

Alhamdulillah, Gencatan Senjata di Palestina dan Bantuan Bisa Masuk

KISPA kembali salurkan bantuan saat gencatan senjata Palestina - Israel

Gencatan senjata antara pejuang Palestina dan Israel (26/8), akhirnya berhasil menghentikan serangan Israel ke Gaza sejak Juli 2014. Serangan brutal Israel telah memakan korban 2.140 jiwa gugur, 11.161 orang luka-luka, terdiri 2.088 wanita, 3.374 anak-anak termasuk yang cacat permanen dan luka-luka berat. Sedangkan masjid yang rusak berjumlah 121, dan yang hancur dan rusak berat ada 71. Momentum gencatan senjata antara pejuang Palestina dan Israel, dimanfaatkan KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) untuk melanjutkan distribusi bantuan bagi rakyat Gaza, Palestina, akhir Agustus 2014.

Kontroversi Qunut

Suatu fajar di sebuah kegiatan ekskul yang menginap di sekolah, Ardi dan beberapa rekannya beranjak ke mushola sekolah untuk menunaikan kewajiban sholat subuh. Saat itu kebetulan tidak ada guru yang menginap, pun imam tetap di mushola. Maklum, hanya sebuah mushola SMP. Aksi dorong-dorongan brebut untuk emoh jadi imam pun terjadi, dan Ardi gagal memperebutkan posisi makmum (maklum, anak SMP kan biasa rebutan jadi makmum). Setelah iqomat, akhirnya si Ardi kecil mengimami sholat subuh pagi itu. Raka'at pertama no problemo, raka'at kedua, aman, namun saat si Ardi memasuki posisi sujud, temannya mengucap "subhanallah". Ardi lanjut, duduk di antara dua sujud, terdengar "subhanallah lagi", demikian terjadi setiap prgantian gerakan, sampai salam. Ardi menoleh, heran melihat temannya masih berdiri, sementara dia telah selesai sholat. Pakhirnya temannya melanjutkan sholat sendiri cukup lama setelah Ardi. Setelah salam, terjadilah dialog menjurus debat kusir di antara keduanya. "kamu tadi kok nggak pake qunut?", tanya temannya. Si Ardi merasa tidak bersalah, wong memang biasanya tidak pakai Qunut. What's the matter dude?