Cari Blog Ini

Memuat...

Premis

Ada beberapa pekerjaan yang diremehkan sebagian orang
Kebanyakan orang malas mengerjakan pekerjaan yang diremehkan sebagian orang 
Ada beberapa pekerjaan yang diremehkan sebagian orang namun sebenarnya penting
Ada beberapa orang yang harus mengerjakan beberapa pekerjaan yang diremehkan sebagian orang

Just Help, Don't Hope

Kadangkala orang meminta bantuan pada kita, meski tidak semua mengungkapkannya secara jelas. Tidak semua yang meminta bantuan akan mengatakan, "maukah kau membantuku?" atau semacamnya. Ada juga yang memilih untuk menggunakan kalimat perintah, memaksa, atau menyindir. Pada esensinya sama saja, meminta bantuan kita untuk melakukan sesuatu. Bantu saja sebisa kita, dan jangan berharap apa-apa. Jangan berharap dia akan datang membantu kita di saat sulit, atau memberi hadiah, atau sekedar ucapan terima kasih. Sudah, bantu saja dan jangan berharap apa-apa. Karena berharap pada manusia akan lebih banyak kecewa daripada bahagia. Karena kita memang harusnya hanya berharap kepada Yang Maha Kuasa, bukan pada manusia. Kelak ketika kita kesulitan, Yang Maha Kuasa-lah yang akan membantu kita, entah dengan perantara siapa. Jadi jangan berharap apa-apa ketika ada orang yang meminta bantuan pada kita dan kita membantunya, karena bisa jadi bukan kita sedang berbuat baik, melainkan kita hanya menjadi perantara jatuhnya kebaikan Yang Maha Kuasa kepada orang tersebut. Ya, mungkin kita hanya sedang menjadi perantara. Sudah lebih dari cukup ketika dia yang kita bantu bersyukur pada-Nya, tak perlulah berterimakasih pada kita, tak perlulah kita berharap ucapan terima kasih mereka. Tak perlu . . .

Tips Buat yang Berkuping Tipis

Dalam keseharian, kita pasti sering berinteraksi dengan manusia lain (yaiyalah, masak sama jin). Namanya manusia pasti perangai dan tabiatnya berbeda-beda dalam berinteraksi dengan sesama. Dan dalam interaksi itu, seringkali kita akan mendengar hal-hal yang bisa membuat kita tersinggung, merasa tidak dihargai, diremehkan, dan sebagainya. Hal-hal itu bisa berupa kritikan, cucian cacian, sindiran, keirian, atau hal-hal lain. Beberapa orang mungkin akan menganggapnya angin lalu dan tak terlalu ambil pusing. Tapi sebagian orang, rupanya tak tahan mendengar ocehan orang lain tersebut dan jadi kepikiran, terus nggak mau makan, segen mandi, dan susah BAB ujung-ujungnya jadi stres. Nah, kali ini penulis akan berbagi tips untuk Anda-anda yang berkumis berkuping tipis (kiasan untuk "orang yang mudah tersinggung, ups, jangan tersinggung ya :) maupun yang gampang sakit hati karena omongan orang. Semoga bermanfaat :)

Charlie Hebdo; WTC Jilid II

(lanjutan dari artikel pertama) Setelah penyerangan tersebut, dengan cepat tuduhan diarahkan bahwa pelakunya adalah ekstrimis Islam. Dan in yang mulai janggal. Tanpa banyak bertanya, dunia menggalang solidaritas. Konon katanya, sejutaan manusia ikut dalam aksi solidaritas. Seolah yang menjadi korban adalah pahlawan atau pejuang yang patut dikenang dan dihormati. Termasuk juga para "pemimpin dunia".Semua berbela sungkawa, bersimpati atas sebuah tragedi, yang bisa saja hanya merupakan sebuah konspirasi berbalut nuansa sedih.

Charlie Hebdo: Waspadai Aftermath-nya

*tulisan ini tidak berarti saya mendukung kekerasan. Saya sekedar mengajak untuk berpikir logis dalam mencermati kejadian-kejadian yang lagi "heboh" di dunia ini

Charlie Hebdo. Jujur saja, saya belum pernah mengetahui nama ini sebelum kejadian penembakan yang terjadi baru-baru ini. Saya tidak akan menceritakan bagaimana kejadiannya, Anda bisa membaca di berbagai situs berita "terpercaya". Saya juga bukan mengomentari keanehan video penembakannya (seperti blog Indocropcircles). Saya hanya ingin mencoba menganalisa, dengan segala keterbatasan pengetahuan saya, tentang apa yang terjadi di sana. Dan mengapa.

Jangan Sombong, Jangan Menyerah

Suatu ketika Anda memasuki kompetisi dengan percaya diri. Yakin dengan persiapan selama ini dan mengincar hadiah tertinggi. Apa daya, namanya belum rejeki. Juara tidak, bahkan nggak lolos dari babak kualifikasi. Sudah berkoar sana-sini, mau mengaku kalah tapi gengsi.

Bencana 4 Elemen

Desember kelabu, mungkin merupakan julukan tepat jika disematkan pada bulan ini. Betapa tidak, bencana datang silih berganti menerpa berbagai wilayah negeri ini. Entah karena apa, semuanya seolah bertema empat elemen (dan masih ada penyebab dari unsur human error juga-banjir dan longsor mungkin bisa dihindari jika tata kelola kota/pemukiman memperhatikan keselarasan dengan alam).

Di Banjarnegara (yang di Jawa Tengah lho ya, bukan Jawa Barat), terjadi tanah longsor. Jakarta, Bandung dan beberapa wilayah lain, kebanjiran. Pasar Klewer di Solo, kebakaran. Di udara pun, pesawat AirAsia jatuh. Bumi, air, api, udara. seolah semua "bersekongkol" bergantian mengirim duka ke rakyat negeri ini.