Lebaran dan Maaf Beneran
Kalau dalam sholat, ketika kita melakukan kesalahan (kelebihan/kekurangan rukun sholat atau ragu-ragu), maka ada mekanisme sujud sahwi. Bahkan jika Imam yang melakukan kesalahan dan diingatkan oleh makmum, jika kesalahannya pada rukun, maka di akhir sholat pun dilakukan sujud sahwi. Ini adalah mekanisme yang sistematis dalam sholat, di mana baik imam atau makmum harus sama-sama menyadari jika ada kesalahan dalam sholat, dan memperbaikinya.
![]() |
Kalau yang memimpin sholat melakukan kesalahan, maka makmum wajib mengingatkan, dan kemudian sujud sahwi pun dilakukan. |
Namanya manusia, memanglah banyak berbuat salah dan dosa. Makanya Allah perintahkan kita banyak beristighfar dan memohon ampun kepada-Nya. Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam yang telah dijamin masuk surga aja, banyak beristighfar, masa kita yang berlumur dosa ogah istighfar? Bukankah Allah Maha Pengampun Lagi Maha Pemaaf? Rugi dong kalau kita gak mohon ampunan pada Allah.
Lain hal kalau kesalahan yang kita lakukan ada dalam konteks muamalah, alias dalam interaksi ke sesama manusia. Tak cukup memohon ampun kepada Allah, kita pun wajib untuk mendapat ridho dari orang yang kita zalimi dengan meminta maaf kepada mereka. Tentu saja ada ayat-ayat dan hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan untuk menjadi pemaaf karena ada pahala yang besar di baliknya. Apalagi dalam hal tertentu, ada anjuran untuk memberikan udzur (atau pemakluman bagi saudara kita yang berbuat salah.karena ketidaktahuannya). Namun tentu saja, sebaik-baik yang melakukan kesalahan adalah yang bertaubat, kan?
Tentu tak dapat dipungkiri, bahwa tidak ada dalil baik dalam Al-Qur'an maupun hadits yang mengkhususkan untuk meminta dan memberi maaf di hari raya saja, dan memang lebih utama untuk melakukannya kapan saja. Namun, mumpung momentumnya pas, penulis ingin mengucapkan doa untuk kita semua, semoga Allah menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan kemarin dan memberi kita kekuatan untuk terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, istiqomah dalam ibadah, memperbagus muamalah, serta berikhtiar sebisa mungkin untuk menjadi orang yang bermanfaat. Penulis juga menghaturkan permohonan maaf atas kezaliman yang penulis pernah lakukan, sengaja maupun tidak, baik dalam hati dan pikiran, lisan yang celometan, sikap yang tak menyenangkan, maupun perbuatan yang jelas-jelas menyakitkan.
Selamat lebaran, mari kita bermaafan beneran.
________________________________________
Sekelumit kisah lebaran di Canberra tahun ini, kemarin mayoritas WNI sholat Ied di Wisma Duta dan bertemu dengan Pak Dubes beserta keluarga dan jajaran staf. Sholat Ied dilaksanakan di lapangan tenis, dilanjutkan khotbah dari khotib, dan tentu saja sajian prasmanan bersama seluruh hadirin. Meski jauh dari keluarga, Alhamdulillah bisa bertemu banyak diaspora dan menikmati hangatnya suasana yang bisa sedikit mengobati kerinduan akan kampung halaman.
![]() |
Suasana cerah sedikit berawan |
![]() |
Dingin euy. 16 derajat |
Pepohonan bergerak. Yaiyalah, wong berangin
![]() |
Jamaah uda bubar. Pose aja ini |
![]() |
Antri MBG (Menu Berlebaran Gratis) |
![]() |
"Tee... sate..." |
![]() |
Cendol Gan (ketauan kan angkatan berapa) |
![]() |
Jangan banyak kali ambilnya, biar kebagian semua (kalo semua dah kebagian, baru masuk ronde dua) |
![]() |
Trio BC. (Ki-ka) Faliq KSIKC, saya, dan Hilman BLBC Jakarta |
![]() |
Ubur-ubur ikan lele, pamit dulu yeee... |
Komentar
Posting Komentar
Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan dan menjadi lebih bermanfaat lagi :)
Nuwus . . .