Cari Blog Ini

Senin, 21 Maret 2011

Ironi sebuah negeri

Saya tinggal di sebuah negara yang para penguasanya menindas rakyatnya, dan rakyatnya menyumpahi para penguasanya

Saya tinggal di sebuah negara yang katanya memiliki ideologi luhur nan mulia, namun kebanyakan manusianya berperilaku layaknya binatang buas


Saya tinggal di sebuah negara yang sering ditimpa bencana, namun semua hanya saling menyalahkan, nyaris tanpa ada yang mengintrospeksi diri

Saya tinggal di sebuah negara yang katanya sedang berkembang menjadi lebih maju, namun masyarakat hanya merasakan beban hidup yang semakin tinggi


Saya tinggal di sebuah negara yang katanya makmur, gemah ripah loh jinawi, namun berita tentang kemiskinan, kesusahan, kelaparan dan pengangguran selalu hadir mengiringi setiap hari

Saya tinggal di sebuah negara yang alamnya begitu indah, namun alam itu tidak dimiliki oleh rakyatnya


Saya tinggal di sebuah negara yang memiliki banyak kata-kata bijak nan indah, namun hanya dipajang sebagai hiasan tanpa dimaknai dan dijalankan

Saya tinggal di sebuah negara yang memiliki pejuang-pejuang hebat, yang seolah terlupakan dan entah kapan akan kembali lahir


Saya tinggal di sebuah negara yang sedang terpuruk, yang entah kapan akan kembali bangkit

Namun saya yakin ia akan kembali bangkit

Selama mentari masih terbit esok hari,

selama masih ada para pemuda dengan semangat membara,

selama masih ada doa yang diucap sepenuh jiwa,

ia akan kembali bangkit


*edited version; ada beberapa bait yang saya hilangkan demi menjaga netralitas. Suatu saat nanti akan saya posting versi aslinya

2 komentar:

  1. Halo bro. link kamu sudah saya pasang. Namanya si gundul berkisah. Thanks ya.

    BalasHapus
  2. rutam nuwus ilakes nawak (dengan kemampuan analisa anda, saya yakin anda tahu maksud saya dan bahasa apa ini)

    BalasHapus

Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi :)

Nuwus . . .