Cari Blog Ini

Senin, 25 April 2011

Satu senyum di perjalanan

Tak bisa dipungkiri, perjalanan kembali ke tanah rantau adalah hal yang tidak terlalu menyenangkan. Harus kembali ke rutinitas perjuangan, meninggalklan keluarga, saudara, kekasih, teman-teman dan segala sesuatu yang dicintai di tanah kelahiran.

Tapi apa daya, memang perjuangan harus kembali dilanjutkan. Se-boring apapun perjalanan itu, tetap harus dijalani.

Tapi apakah memang se-boring itu?
kenapa kita nggak milih untuk enjoy aja?
menikmati pemandangan sepanjang perjalanan toh nggak jelek-jelek amat, dan lagi, pasti banyak hal menarik yang bisa kita temui di perjalanan.

Yang selalu bisa membuat tersenyum dalam perjalanan adalah berbagai nama tempat yang aneh, unik dan nggak umum. Atau juga, tulisan-tulisan pada kendaraan yang lewat di sekitar tumpangan saya. Oh iya, ini kisahnya saya lagi melakukan perjalanan dari Malang ke Jakarta, dengan bis, melalui jalur pantura.

Contohnya, saat bis sedang berhenti di terminal Gresik. Ada sebuah bis mini, dengan stiker bertulisan 'kumis beracun'. Mari kita tebak artinya. Mungkin pemilik bis, atau sopirnya, orangnya berkumis. Terus, tingkah lakunya seperti yang disebutkan dalam lagu 'keong racun'. Membahayakan wanita. Mungkin seperti itu, bisa juga tidak. Ada usulan lain?

Tak lama kemudian, bis melewati suatu kecamatan bernama 'duduk sampeyan'. Apa pula itu maksudnya. Kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, artinya 'bukan Kamu'. Saya juga masih bertanya-tanya apa maknanya. . .

Di daerah lamongan, atau Tuban (lupa), ada kedai bakso berlabel 'bakso krismon'. HM, mungkin nih orang mulai merintis usaha bakso saat krisis moneter tahun 1998 gara-gara di-PHK sama perusahaan tempat dia bekerja.

Ketika gelap malam mulai membatasi pandangan, maka kegiatan melihat-lihat nama tempat pun terhenti sejenak, dan kembali dilanjutkan ketika pagi kembali hadir. Jawa Tengah terlewati, mulai memasuki Jawa Barat.

Pernah dengar nama desa Sukamaju, atau Sukamakmur? BIasanya dalam buku paket Bahasa Indonesia jaman SD dulu, nama desanya sebangsa itu. Percaya atau tidak, ada sebuah tempat yang saya lewati, bernama 'Sukamandi'. Pasti orang yang tinggal di sini bersih-bersih dan selalu tampak segar :D

Pada kesempatan berikutnya, mata saya tertuju pada sebuah angkot dengan tulisan 'antar nona dalam kota' (plesetan dari tulisan 'antar kota dalam provinsi' pada bis-bis rupanya). Nih sopir pilih kasih, masak yang dianter cuma nona-nya aja. Hahahaha

Well, siapapun yang membuat nama-nama dan tulisan-tulisan tersebut, semoga dilimpahkan 1 pahala untuknya. Karena, hal-hal tersebut bisa sedikit menjadi hiburan dan menuai senyuman dari yang membacanya. Sedikit meringankan perasaan di kala harus kembali ke tanah perantauan.

Masih banyak yang lain sebenarnya, namun keterbatasan ingatan memaksa saya berhenti menulis untuk postingan kali ini. Sampai jumpa di postingan berikutnya, insyaAllah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi :)

Nuwus . . .