Cari Blog Ini

Rabu, 04 Mei 2011

A Glimmer of Light from The Past

Saat melihat bintang di langit malam, sadarkah kita bahwa cahayanya yang kita lihat adalah sinarnya jutaan, atau bahkan milyaran tahun lalu?
Mari kita sedikit berbintang-bintang. . .eh, berbincang-bincang tentang bintang maksudnya.
Bintang, adalah benda langit yang memiliki cahayanya sendiri; berasal dari reaksi fusi nuklir pada inti mereka, yang memancarkan energi dalam bentuk cahaya dan panas yang luar biasa sehingga . . . . (oke, saya hentikan di sini, kita tidak berada dalam kelas sains)
Semua pasti tahu bahwa matahari itu adalah sebuah bintang, betul? Dan bintang-bintang itu sebenarnya samasekali nggak kecil, bahkan banyak di antara mereka yang jauh lebih besar daripada matahari kita, betul? Mereka hanya tampak kecil karena letaknya yang SANGAT JAUH dari kita. Matahari saja berjarak sekitar 150 juta kilometer dari bumi (entah bagaimana para ilmuan menghitungnya, saya bahkan takut dibohongi oleh mereka). Bintang lain yang terdekat, Alpha Centauri, berjarak 40.113.497.203.742,6 km (entah bagaimana mengucapkannya, dan entah bagaimana mereka menghitungnya).
Karena susah menuliskan dan mengucapkannya, maka demi kesederhanaan, para ilmuan membuat suatu istilah baru untuk menyederhanakan penyebutan jarak suatu objek luar angaksa. Tahun cahaya, atau lightyear. Yakni, jarak yang setara dengan yang ditempuh oleh cahaya dalam satu tahun (atau sekitar 31.557.600 detik). Sementara kecepatan cahaya di luar angkasa sekitar 299 792 458 m/sekon. Jadi dalam setahun, jarak yang dapat ditempuhnya adalah 9.460.730.472.580,8 km. Itulah yang disebut tahun cahaya.
Maka, jarak bintang Alpha Centauri yang 40.113.497.203.742,6 km tadi, jika dibagi dengan tahun cahaya yang sebesar 9.460.730.472.580,8 kmtadi, menjadi 4.24 tahun cahaya.
Bingung? Percayalah, saya juga bingung menuliskan semua ini. Anda masih lebih enak karena tinggal baca saja :)
Jadi, intinya adalah, cahaya dari Alpha Centauri tadi, membutuhkan waktu 4,24 tahun untuk sampai ke mata kita. Kalau Anda melihat cahayanya malam ini (jujur, saya juga nggak tahu yang mana sih si Alpha Centauri itu), itu sebenarnya adalah cahaya yang dipancarkannya 4,24 tahun lalu dan sudah berkelana sejauh 40.113.497.203.742,6 km hanya untuk sampai ke mata Anda. Dan cahaya yang dipancarkannya saat ini, baru akan mencapai mata Anda 4,24 tahun lagi (itu pun kalau Anda melihat. Kalau tidak, ah, kasihan sekali cahayanya). kalaupun misalnya Alpha Centauri tiba-tiba mati (lupakan dulu apakah dia akan menjadi bintang neutron atau raksasa merah atau supernova, bayangkan saja dia mati pett seperti lampu listrik yang dipadamkan) maka Anda baru akan menyadari hal ini 4,24 tahun sejak kejadian (memangnya siapa yang akan sadar bahwa satu titik cahaya di langit tiba-tiba menghilang).
Masih bingung? Ayo ambil contoh yang lebih dekat lagi. Matahari, berjarak sekitar 150 juta km dari kita (tolong jangan tanya lagi, saya juga nggak tahu bagaimana para ilmuan menghitungnya). Cahayanya, yang berkecepatan 299 792 458 m/sekon (ayolah, kecepatan cahaya di ruang hampa adalah mutlak, cahaya siapapun juga akan berkecepatan segitu --> kata ilmuan) membutuhkan waktu 499 detik, atau 8 menit 19 sekon untuk sampai ke bumi. Atau, bisa dibilang jarak matahari ke bumi adalah 499 sekon cahaya.
Lalu bagaimana dengan bintang-bintang yang (kata ilmuan) berjarak milyaran tahun cahaya dari bumi? Ketika cahayanya sampai ke mata kita, apakah bintang itu masih ada?
Bayangkan juga jaraknya, milyaran tahun cahaya, berarti paling tidak, satu milyar (dengan 9 angka nol) dikali 9.460.730.472.580,8 km. Berapa jauh kah itu?
Sudah sudah, lupakan semua angka-angka tadi. Mari kita keluar sejenak, melihat cahaya dari masa lalu yang berseliweran di segala penjuru alam semesta ini, lalu renungkan sejenak. Sejenak saja . . .
Subhanallah . . . pernahkah kita membayangkan betapa luasnya alam semesta ini? Kita hanya setitik debu di antara alam semesta yang begitu luas ini. Lalu, apa lagi yang bisa kita sombongkan di hadapan Dzat Yang maha Agung yang telah menciptakan alam semesta ini dengan tanpa cacat? Masihkan kita enggan untuk menghamba kepada-Nya?

". . .Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (QS Fushshilat ayat 12)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi :)

Nuwus . . .