Cari Blog Ini

Selasa, 13 Desember 2016

Menggandakan Pahala

Kasasi siang ini bersama Ustadz Syahroni membawakan tema "Menggandakan Pahala". Sebagaimana kita ketahui, usia ummat Nabi Muhamad SAW jauh lebih pendek dibandingkan umat-umat lain. Sehingga waktu untuk beribadah pun lebih sedikit. Untungnya, Allah SWT memberikan beberapa keistimewaan terhadap kita, ummat akhir zaman, dengan berbagai sarana pengganda pahala. Tak cuma menantikan lailatul qadr yang lebih baik dari seribu bulan, tips dan trik berikut juga dapat menjadikan pahala atas amalan yang dilakukan menjadi berlipat ganda. Yuk simak kajiannya berikut ini:
  1. Memperbanyak niatan dalam satu amalan (khusus untuk amalan ghoiru maghdhoh). Dalam mengerjakan suatu amalan sunnah, dapat dilakukan lebih dari satu niatan. Misal, saat akan ke masjid untuk sholat berjamaah, niatkan juga untuk berukhuwah dengan rekan-rekan, juga niatkan mencari ilmu agama, niatkan untuk i'tikaf, serta mengaji dan berdzikir. Apabila satu dari yang diniatkan tidak terlaksana, maka masih dapat pahala dari perbuatan lainnya. Apabila tidak diniatkan, maka bisa jadi amalannya tersia-sia (misal, berdiam di masjid tapi malah bergunjing, bukannya mengaji). Contoh lain, dapat meniatkan puasa sunnah senin-kamis/puasa Dawud dengan puasa tengah bulan, bila bertepatan. Asalkan yang diniatkan bukan amalan sunnah dengan amalan wajib, serta diatnya baik semua, insyaAllah bisa dapat pahala berganda. Sebaliknya pula, apabila melakukan suatu amalan dengan niatan jelek, maka akan berganda pula dosa dan keburukannya.
  2. berbuat baik kepada keluarga dekat yang membutuhkan. Tentu bersedekah itu baik, namun sedekah kepada kerabat dekat lebih diutamakan karena mendapat dua pahala, yakni pahala sedekah dan pahala menyambung silaturahim dengan keluarga yang mungkin jarang bertemu.
  3. menyempurnakan amalan dan jangan nanggung saat beramal. Misal, saat menjamu tamu, buatkan dan suguhkan kepada tamu tersebut dengan tangan kita sendiri. Atau saat memberi sedekah ke fakir miskin, jangan panggil mereka ke tempat pemberian sedekah, melainkan datangi mereka agar lebih menjaga kehormatan mereka.
  4. beribadah dengan memperhatikan waktu, tempat dan kondisi yang terbaik. Misal, saat mengaji, usahakan dilakukan saat kondisi berwudhu, setelah sholat wajib, masih berpakaian lengkap menutup aurat, d imasjid, menghadap kiblat, dan pada malam hari. 
  5. Mengajak orang lain untuk bersama-sama berbuat baik. Karena ketika kita mengajak orang lain untuk beramal baik, maka kita akan mendapatkan juga pahala senilai apa yang kita lakukan, ditambah pahala senilai amalan yang dilakukan orang tersebut (dan orang yang kita ajak tadi juga masih dapat pahala akan amalannya sendiri). Hal ini juga termasuk dakwah, mengajak kepada kebaikan dan menjauhi kemunkaran. Kebalikannya juga berlaku, jika kita mengajak atau menginspirasi orang lain untuk berbuat buruk, maka tak hanya mendapat dosa akan perbuatan buruk kita, kita pun mendapat dosa atas perbuatan buruk orang tersebut (yang melakukan perbuatan buruk sebagai akibat ajakan/inspirasi kita). Naudzubillah . . .
Hikmah dari penggandaan pahala adalah, bisa saja kita melakukan suatu amalan yang kecil, tapi besar nilainya di mata Allah dikarenakan niat dan keikhlasan kita. Sebaliknya, banyak pula amalan yang besar di mata manusia, namun tak ada nilainya di mata Allah karena niatnya bukan karena Allah, maka yang demikian itu termasuk orang yang hanya mendapat nilai di hadapan manusia, tapi tidak mendapat apa-apa di sisi Allah. Misalnya adalah, amalan sosial yang dilakukan oleh orang-orang tertentu yang hanya bertujuan agar tampak dermawan di hadapan manusia, lalu berharap manusia berpihak kepadanya.
Demikian poin-poin materi kajian selasa siang DKM BT KP DJBC siang ini, Materi kajian dapat diunduh di sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi :)

Nuwus . . .