Cari Blog Ini

Minggu, 15 Januari 2012

Seandainya Saya Jahat . . .

PERINGATAN : Posting ini bersifat mengingatkan, bukan memotivasi atau menginspirasi Anda untuk berbuat buruk. Saya udah bilang lho ya...

Jadi ceritanya sore tadi, secara berturut-turut, saya melihat sebuah (sebenarnya dua buah) contoh keteledoran yang bisa jadi berakibat fatal. Yang pertama, pas asharan di masjid, saya sholat di teras. Nah, pas itu ada sebuah HP (gak tau merek apa tadi, kayaknya samsung, touchscreen) yang lagi di-charge di teras masjid. Egak tau siapa empunya, yang jelas ada beberapa jama'ah (kayaknya anak-anak taruna atau secaba atau sebangsanya lah, militer-militer gitu pokoknya) yang ngobrol-ngobrol di dalam masjid. Pas habis sholat, tuh hape geter-geter, ada SMS kayaknya. Layarnya yang tadi item kagak nyala, eh jadi aktif lagi, nongol deh wallpapernya, cowok militer gitu. Nah, kayaknya sih emang yang punya HP ya jama'ah yang didalem masjid tadi. Yaudah saya bilangin, kalo tuh HP dibawa aja, daripada di-charge di luar, yang punya di dalem, kalo ada yang ambil tuh HP kan bisa jadi nggak ketauan.

Yang kedua, pas pulang ke rumah tadi, ada motor Honda Beat yang diparkir di pinggir jalan di deket tangga menuju ke rumah, gak tau motor siapa. FYI, rumah saya berada di daerah yang berbukit-bukit, terletak sekitar 5m di atas jalan kampung. Dan dari jalan kampung itu, kalau mau ke rumah tu lewat anak tangga atau muter sekitar 50m lewat jalan yang landai kalau bawa kendaraan. Padahal biasanya tamu yang ke rumah tuh, kendaraannya dinaikin, gak dibiarin di jalan kampung bawah situ. Soalnya, kan jalan kampung tu letaknya rendah ya, jadi gak keliatan dari rumah. Lha kalau misalnya ada yang berniat jelek ke motor itu kan ya nggak keliatan. Dan emang bener ada tamu, temennya ayah. Ngaku juga kalau yang diparkir di bawah tadi motornya . Yaudah, untungnya segera dibilangin, kalau misalnya ada orang yang bener-bener niat nyuri tuh motor kan, susah juga, nggak keliatan dai rumah, tau-tau motor ilang.

Hikmahnya adalah, berhati-hatilah terhadap barang-barang Anda. Entah dompet, HP, laptop, motor, mobil ataupun yang lebih sepele macam tas, topi, dan sebangsanya. Bukannya su'udzon sama orang, tapi kan alangkah baiknya jika kita waspada. Agar mengurangi peluang terjadinya tindak kejahatan. Jaman sekarang gitu, banyak orang yang ekonominya kepepet, apa aja bisa diembat. Coba misalnya saya tadi orang jahat, eh, naudzubillah. Maksudnya, orang yang berada di posisi saya tadi jahat, lagi nurut sama rayuan setan, tuh HP di masjid sama motor di pinggir jalan, udah amblas kali ya. Lha wong kesempatan terbuka cukup lebar. Seperti kata Bang Napi, kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat, tapi juga kesempatan. Waspadalah, waspadalah. . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi :)

Nuwus . . .