Cari Blog Ini

Selasa, 24 Juli 2012

Gak Cuma Kita Yang Puasa Loh . . .

Ramadhan adalah suatu bulan di mana umat Islam diwajibkan berpuasa sebulan penuh, menahan lapar, haus, syahwat dan perbuatan berdasar hawa nafsu lainnya sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Bagi sebagian orang, puasa tidaklah dirasakan sebagai suatu hal yang memberatkan, namun bagi sebagian orang, puasa bisa jadi terasa berat. Bagaimana tidak, biasanya makan 3 kali sehari - sarapan, makan siang dan makan malam - plus ngemil beberapa kali, sekarang cuma sahur dan berbuka (makan malam setelah tarawih tidak dihitung deh ya). Biasanya bisa minum kapan aja, apalagi di siang hari yang panas, sekarang meski sepanas apapun harus nunggu maghrib.

Berat ya? Namun tahukah pembaca sekalian, ternyata nggak cuma kita lho yang mengenal puasa. Maksudnya, nggak cuma umat manusia yang mengenal puasa (selain umat Islam, umat nasrani dan umat beragama lainnya juga punya bulan puasanya sendiri-sendiri), melainkan beberapa jenis hewan juga. Mau tahu? Berikut beberapa contoh hewan-hewan yang berpuasa dalam beberapa fase kehidupannya. Check these out . . .

Berpuasa untuk berkembang biak

Beberapa hewan berpuasa dalam rangka berkembang biak. Puasa jenis ini biasanya dimulai ketika mereka memulai ritual perkawinan, dan baru berakhir saat keturunannya mulai cukup besar untuk ditinggalkan dan hidup sendiri. Berikut beberapa contohnya :

  • Banyak serangga eusosialis (seperti semut dan rayap) yang bertugas untuk berkembang biak, menghabiskan masa dewasanya hanya untuk berkembangbiak dan tidak makan samasekali. Selain memiliki kasta pekerja yang mandul (semut yang biasa kita lihat mondar-mandir mencari gula, atau rayap yang menggerogoti kayu rumah), serangga-serangga ini memiliki kasta khusus untuk berkembang biak. Semut dan rayap yang beruntung berada di kasta ini, setelah keluar dari kepompong, akan terbang keluar (ya, semut jantan dan betina fertil/tidak mandul memiliki sayap dan akan berterbangan mencari pasangan) dari sarangnya untuk kemudian mencari jodohnya (rayap bersayap, biasanya disebut laron). Para betina akan berterbangan dan membiarkan para pejantan mengejarnya, hanya untuk memilih pejantan mana yang paling 'jantan' untuk menjadi ayah dari keturunannya kelak. Segera setelah kawin, biasanya pejantan akan mati, sementara betina akan menggali sarang, bertelur, dan menjadi ratu yang akan membuat koloni rayap/semut baru.
perbandingan rayap terbang/laron degan semut terbang (sumber)

  • ikan salmon (family Salmonidae), yang terkenal karena kelezatan dagingnya, merupakan ikan yang memiliki siklus hidup yang unik. Siklus hidupnya dimulai di hulu sungai di berbagai negara belahan bumi utara. Setelah menetas, mereka akan bergerak mengikuti arus sungai, teruuuus sampai ke muara, dan akhirnya ke laut (tentu masing-masing tahapan seperti pada gambar di bawah tadi ada jangka waktunya). Setelah menghabiskan beberapa tahun di laut, mereka akan berramai-ramai melakukan migrasi kembali ke hulu sungai tempat mereka ditetaskan. Saat musim kawin, mereka akan berubah wujud (tapi nggak seperti Power Ranger); menumbuhkan punuk, taring, dan pada pejanta, rahangnya membengkok. Itu adalah untuk persiapan diri menghadapi segala rintangan dalam perjalanan 'mudik'. Bayangkan, mereka mulai berpuasa saat masih berada di muara ketika bersiap memasuki sungai, kemudian harus berenang melawan arus sungai. Semkin ke atas, sungai akan makin terjal, dan tak jarang mereka harus melompati berbagai rintangan (baik alami maupun buatan manusia), belum lagi resiko dihadang beruang dan manusia. Ah, betapa berat perjalanan mereka. Ketika tiba di hulu, jumlah kawanan sudah menurun drastis. Yang tersisa akan segera kawin (betina meletakkan telur dalam cekungan yang dibuatnya di dasar sungai, dan dibuahi oleh pejantannya). Setelah berbiak, kebanyakan mereka akan mati, diperkirakan kurang dari 4% yang mampu bertahan hidup dan kembali ke laut, apalagi untuk kembali berbiak musim berikutnya. Sedih banget ya :(
daur hidup salmon (sumber)

  • Penguin kaisar (Aptenodytes forsteri), adalah spesies penguin terbesar (bisa mencapai tinggi 120 cm lebih dan berat 45 kg). Tinggal di perairan kutub selatan, mereka berkembang biak di tengah dataran Antartika saat musim dingin. Ritual musim kawin dimulai dengan perjalanan ke daratan es, dimana ribuan penguin berkumpul untuk berkembang biak. Setelah menemukan pasangan hidupnya, penguin jantan dan betina akan segera kawin. Segera setelah bertelur, betina menyerahkan tugas pengeraman telur kepada pejantan ('Papah, gantian ya, kan aku udah hamilnya, sekarang papa yang jagain telur kita') lalu menuju samudra untuk mencari makanan. Masa pengeraman bisa berlangsung selama 2 bulan lebih. Dan terhitung sejak tiba di dataran untuk berkembang biak hingga masa penetasan telur, penguin jantan total berpuasa hingga 4 bulan, dan bisa kehilangan hingga hampir setengah berat tubuhnya. Baru setelah sang istri kembali ke dataran untuk 'ngemong' dan menyuapi anaknya, si jantan bisa terjun ke lautan mencari makan, untuk kemudian kembali lagi ke keluarganya, bergantian dengan istrinya antara menjaga anak dan mencari makan. Beberapa penguin lain juga melakukan ritual yang kurang lebih sama.

ritual musim kawin penguin (sumber)

  • Singa laut California (Zalophus californianus) juga memiliki perilaku serupa penguin. Selama musim kawin, betina akan menyerbu pantai, bersiap untuk melahirkan anak dari perkawinannya tahun lalu. Kedatangan mereka segera disusul oleh para pejantan yang akan membentuk teritori khusus di pantai. Segera, mereka akan saling klaim wilayah, mendesis, meraung, dan berkelahi untuk mempertahankan teritorinya mati-matian dari pejantan lain. Mereka akan berusaha bertahan di sana selama mungkin demi menarik perhatian sebanyak mungkin singa laut betina untuk dikawini (disebut harem, dan mereka bebas untuk keluar masuk teritori sekehendak hatinya). Momen berpuasa itu dimulai sejak para pejantan membangun teritorinya, dan baru berakhir ('akhirnya lebaran, bisa segera melaut dan makan besar') setelah mengawini para betinanya.Tak banyak lagi yang bisa dilakukan setelah kawin, karena pejantan tidak ikut mengasuh anak-anak betina (yang mana merupakan anak para betina, hasil perkawinan sebelumnya).
lihat ukuran jantannya, gede banget. I wonder how they mate -.- (sumber)

(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi :)

Nuwus . . .