Cari Blog Ini

Kamis, 08 November 2012

Adios, Amigos

Kemarin, saya dan para pegawai di Direktorat Cukai KP DJBC sedang punya gawe, yakni acara Pisah Sambut Direktur Cukai, bapak Iswan Ramdana yang memasuki masa purna tugas, digantikan oleh bapak Heri Kristiono, serta pelepasan Kasubdit Cukai Hasil Tembakau, bapak Muhammad Purwantoro yang ditugaskan menjadi Kepala Kanwil DJBC Jatim II di Malang. Nah, saya di sini nggak membahas karir beliau bertiga, ataupun pengalaman saya berduet dengan bapak Swensy menjadi MC di acara tersebut.

Saya hanya mencoba mengambil sebuah pelajaran dari acara tersebut, yakni perpisahan.
Perpisahan adalah suaatu sunatullah, alias suatu ketetapan Allah yang berlaku bagi makhluk-makhluknya. Setiap perjumpaan pasti akan dibarengi perpisahan, entah setelah berapa lama, dan entah apakah nantinya akan ada pertemuan lagi. yang pasti, perpisahan selalu ada, tinggal menunggu waktu.

Kalau diingat-ingat, sudah berapa kali kita mengalami perpisahan dalam hidup ini? Taruhlah, perpisahan sekolah, sejak TK, SD, SMP, SMA, kuliah, setidaknya kita sudah pernah mengalami 5 perpisahan yang 'dirayakan'. Belum lagi perpisahan dengan teman yang pindah sekolah, perpisahan dengan atasan, perpisahan dengan tetangga yang punya rumah baru, dan sebagainya. Hanya saja, kalau perpisahan ini, bisa dibilang hanyalah sementara dan masih ada kemungkinan untuk bertemu lagi suatu saat nanti. Namun bukan perpisahan ini yang akan saya bahas pada postingan ini.

Melainkan perpisahan antara raga seorang manusia dengan ruhnya, alias kematian. Setiap manusia, yang oleh Allah telah dipertemukan dengan 'dunia' dan seisinya, maka kelak akan mendapati perpisahan dengan dunia ini beserta seluruh isinya.
Ketika ini terjadi, tak ada lagi pertemuan kedua dengan teman, keluarga, tetangga, guru, dan sebagainya.

Mari sejenak kita renungkan, seberapa siapkah kita menghadapi perpisahan yang satu ini?
Hari di mana jiwa dan raga ini terpisah, di mana kita, manusia, berpisah dengan dunia dan seisinya. Hari ketika kita terpisah dari ayah ibu, saudara saudari, sanak famili, rekan dan kerabat, pasangan, anak dan cucu.
Seberapa siap kah kita?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi :)

Nuwus . . .