Cari Blog Ini

Selasa, 18 Desember 2012

Biar Semangat Ibadahnya :)

Lumrah bagi manusia untuk gampang merasa bosan. Bosan sama suasana kantor, sama keadaan rumah, bosan sama baju yang biasanya dipakai, bosen berlibur ke Bali, bosen makan malam di restoran itu terus, dan sebagainya. Sama hal-hal yang nyenengin aja gampang bosen, apalagi kalau ngomongin ibadah, pasti lebih sering bosennya, ya nggak?
Padahal, amalan yang disukai oleh Allah adalah yang istiqomah, meskipun sedikit-sedikit (apalagi banyak). 
Dalam hadits yang di riwayatkan oleh Syaikhani dari ‘Aisyah ra, Rasulullah telah bersabda: 
"Amal – amal yang paling disukai oleh Allah SWT adalah yang dawam (istiqomah) walaupun sedikit". (HR. Bukhari dan Muslim).

Nah, berikut ini, penulis ada sedikit tips yang didapat dari majlis Selasa siang di kantor, agar kita tetep semangat dalam beribadah. Ini dia tipsnya:

1. berharap kehidupan yang berkah 

Ya, karena semakin kita menaati perintah Allah dan melakukan hal-hal yang membuat Allah suka ketika kita melakukannya, maka Allah akan memberikan ramhat-Nya kepada kita. "Lakukanlah apa yang disukai Allah sekalipun hal itu tidak disukaimu, tinggalkanlah apa yang dibenci Allah sekalipun engkau menyukainya, niscaya engkau akan selamat di dunia dan akhirat.Lihatlah apa yang membawamu pada kebaikan lalu pertahankanlah sekalipun itu dinilai tidak baik oleh manusia.Lihatlah apa yang membawa dirimu pada kerusakan lalu tinggalkanlah sekalipun dipandang baik oleh kebanyakan manusia." (sebuah nasihat dari Salamah bin Dinar, seorang salafush shalih dan termasuk perawi hadis terpercaya)

" Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung." (Q.S. Al-Imron ayat 200)

2. berharap pahala Allah 

Kalau kita berbuat baik dengan menaruh harapan kepada manusia, maka kita akan sering kecewa karena manusia nggak akan selamanya bersikap seperti yang kita harapkan.  Misalnya, berinfaq dengan harapan ada yang ngeliat trus ntar kita dibilang dermawan, eh tau-tau beneran nggak ada yang ngeliat dan memuji. Nah, akhirnya jadi males berinfaq lagi deh . . . Rugi kan, kalau ibadah dan amalan kita hanya untuk menaruh harapan pada manusia (berharap dipuji, disukai, dsb)?
Hanya kepada Allah lah kita mengharapkan balasan atas setiap perbuatan kita, ibadah dan amalan-amalan lainnya. Kalau bukan kepada Allah, siapa lagi?
" . . . orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya. (Q.S. Al-Insyiqoq ayat 25)

3. berharap mampu mewariskan kebaikan tersebut kepada generasi berikutnya

Alkisah, suatu ketika ada seorang kakek yang sedang menanam benih di tanah. Seorang pemuda yang melihat hal itu bertanya kepada sang kakek, benih apakah gerangan yang ditanamnya. Sang kakek menjawab bahwa itu adalah benih kurma. Si pemuda kemudian mengatakan bahwa sang kakek tak akan sempat menikmati hasil dari kurma yang ditanamnya tersebut, mengingat usia sang kakek yang sudah senja, dan lamanya waktu yang dibutuhkan oleh sebatang pohon kurma untuk tumbuh hingga berbuah. Namun sang kakek dengan bijak menjawab, bahwa ia tidak menanam kurma itu untuk dirinya sendiri, melainkan untuk generasi berikutnya, untuk anak atau cucunya nanti.

Seperti itulah kiasan mengenai suatu kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas. Bukan untuk mendapat pujian, namun untuk dijadikan contoh baik bagi siapapun yang melihatnya, syukur-syukur ikut mengamalkannya. Ketika seseorang yag memiliki ilmu tentang suatu ibadah/amal sholeh, maka wajib baginya untuk mengajarkannya. Tentu, tidak saja mengajarkan hal tersebut secara teori, namun juga dalam prakteknya sehari-hari. Bisa dibilang, ini adalah salah satu pengajaran yang paling baik. Bukankah seorang anak akan lebih rajin sholat jika dia melihat orangtuanya sholat meski tanpa menyuruhnya dengan kata-kata, dibandingkan dengan orangtua yang sering menyuruh anaknya sholat namun sang orang tua sendiri malah tidak melaksanakan sholat?
"Barangsiapa mengajak pada petunjuk (amal saleh), maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sama sekali; dan barangsiapa mengajak pada kesesatan, maka atasnya dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sama sekali." (HR Muslim)

 ====================================================
Demikian tadi yang dapat penulis sampaikan, semoga tips in ibermanfaat bagi penulis dan juga pembaca, syukur-syukur kalau dapat kita amalkan secara istiqomah dan kita ajarkan, Aamiin . . .
 "Beribadahlah menurut kemampuanmu. Demi Allah. Allah tidak akan bosan memberi pahala sampai kamu sendiri yang bosan beribadah." (HR. Bukhari)

 sumber tambahan:
http://www.bersamadakwah.com/2012/10/hadits-43-amal-yang-paling-dicintai.html
http://www.bersamadakwah.com/2011/03/hadits-20-beramal-sesuai-sunnah-tidak.html
http://akal.faktualita.com/2008/07/penilaian-allah-dan-manusia.html (artikel tertua yang saya temukan ttg hal ini, banyak hasil serupa, persis, kurang tahu sumber aslinya yang mana)
http://tawbat.com/hadits-hadits-tentang-keutamaan-mengajarkan-kebaikan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi :)

Nuwus . . .