Cari Blog Ini

Rabu, 28 Agustus 2013

Tips: Agar Semangat Ramadhan Tidak Luntur

Assalamu'alaikum Pembaca sekalian. Bagaimana kabarnya? Baik kan? Alhamdulillah deh kalo gitu. OK, kali ini penulis mau berbagi ilmu sedikit tentang tips supaya semangat ibadah kita pas Ramadhan kemarin nggak luntur. Mengingat fitroh keimanan manusia yang 'naik turun seperti ombak di lautan', maka selalu ada kemungkinan terjadinya penurunan keimanan kita setelah melewati masa Ramadhan. Berikut tips yang penulis dapatkan dari kajian rutin ba'da dzuhur di masjid kantor:
  • tekad kuat untuk beramal terus menerus, meski sedikit. Bukankah Allah paling suka dengan amalan yang kontinyu, meski sedikit-sedikit (apalagi banyak)? Mungkin sangat jauh bagi kita kalau harus mencontoh amalan Rasulullah Muhammad SAW, misalnya qiyamul lail sampai kaki bengkak karena panjangnya surat yang dibaca, namun kita bisa mencontoh perilaku para sahabat yang memiliki amalan unggulan. Misalnya sahabat Bilal yang rutin melakukan sholat 2 rokaat setelah berwudhu
  • sikap yang baik membutuhkan bi'ah/lingkungan yang baik. Jika kita bergaul dengan orang-orang yang baik, Insya Allah akan lebih besar kemungkinannya kita ikutan baik, daripada kemungkinan kita 'melenceng' dari jalan yang benar. Maka dari itu kita harus pandai-pandai bergaul, utamakan bergaul dengan orang sholeh. Bukannya pilih-pilih teman, berteman dengan siapa saja boleh kok, asal kita pintar-pintar memfilter mana hal baik yang bisa kita tiru dan mana hal buruk yang nggak boleh kita contoh dari teman kita. Nah, kalau kita lebih banyak bergaul dengan orang yang baik, bukankah akan lebih banyak hal baik yang bisa kita contoh dari mereka?
  • senantiasa mengikuti kajian ilmu, sebagai penyegaran amalan kita. Diibaratkan bahwa keianan kita ibarat pohon, ia bisa saja tumbuh besar jika dirawat dengan baik, namun akan meranggas dan mengering, bahkan mati, jika kekurangan nutrisi. Nah, nutrisi bagi keimanan kita adalah ilmu agama, yang menambah wawasan bagi kita dalam beramal. Maka kita harus rajin-rajin mendatangi majlis ilmu. Entah kajian rutin di masjid, pengajian di mushola, atau mentoring dengan sahabat, insya Allah, akan ada ilmu baru dari sana. Kalaupun yang dibahas di sanan adalah 'ilmu lama' alias hal yang sudah pernah kita tahu, anggap saja sebagai pengingat di kala lupa. Nggak ada salahnya kan, memperkuat ingatan tentang ilmu tersebut?
  • memperbanyak doa agar dikuatkan imannya dan diberikn kekuatan untuk istiqomah dalam Islam. Hayo, apa saja yang Pembaca sekalian doakan ketika selesai sholat?Doa lancar rizqi, doa didekatkan jodoh, doa kelancaran urusan dunia akhirat, dll. Namun mungkin kita sering lupa untuk berdoa, meminta dikuatkan iman kita. Padahal ini penting lho. Karena ya itu tadi, karakteristik iman kita naik turun seperti ombak di lautan. Selain tentunya berusaha untuk memperbaiki iman kita, tentu juga lebih afdol kalo disertai doa. Bukankah setiap usaha kita harus disertai doa? Lagipula, doa akan dikabulkan oleh Allah selama tidak memohon tentang kemaksiatan dan pemutusan silaturahim kok. Yuk, selipkan doa agar dikuatkan iman kita tiap selesai sholat.
Pembaca sekalian, inilah tips-tips agar semangat ibadah yang kita dapatkan selama Ramadhan kemarin, tidak luntur ketika Ramadhan telah usai. Semoga kita dapat mengamalkannya dan menjadi insan yang memiliki keteguhan dalam beriman dan ber-islam. Mengutip lagi dari kajian Selasa kemarin (saya lupa, ini kata-kata dari Hadits Rasul, ucapan sahabat, atau perkataan ulama), "Jadilah hamba Allah, bukan hamba Ramadhan". Artinya, kurang lebih begini; kalau kita bhanya rajin beribadah di bulan Ramadhan, tapi di luar itu kita malah jauh dari ajaran agama (naudzubillah), maka kita termasuk hamba Ramadhan-beribadah pas Ramadhan doang. Sementara hamba Allah, terus menerus/rutin beribadah, entah itu Ramadhan atau bukan. Mungkin sebagian dari kita berkata, Yaiyalah tiap hari juga harus ibadah, kan ada sholat wajib 5 waktu, puasa sunnah, sedekah, dan sebagainya. Namun sayangnya, masih ada juga oknum-oknum yang sholatnya rajin cuma pas Ramadhan doang, selebihnya, 5 waktu aja nggak lengkap. Hare gene nggak sholat 5 waktu, apa kata dunia??? Eh, bukan Anda kok yang saya sindir, tuh, oknum di luar sana tuh. Kalau Sahabat Gundul mah insya Allah rajin-rajin ya ibadahnya?
Yaudah, karena udah agak siang, saya stop dulu postingan ini sampai di sini. Insya Allah lanjut ke postingan lainnya. Wassalamu'alaikum wa rohmatullah wa barokatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi :)

Nuwus . . .