Cari Blog Ini

Selasa, 25 Maret 2014

Pionir

Dalam pelajaran biologi, kita pernah mengenal tumbuhan lumut (moss) yang masuk dalam Kingdom Plantae (tumbuhan), divisi Bryophyta. Tumbuhan ini belum termasuk dalam tumbuhan sejati, karena belum memiliki struktur akar, batang dan daun yang jelas, karena itu pula dia disebut tumbuhan talus. Oke, sampai saat ini postingan ini menyerupai buku teks biologi kelas XII semester I. Jadi sebelum pembaca sekalian meninggalkan postingan ini, penulis akan segera masuk ke topik utamanya.

lumut tumbuh di retakan beton
lumut tumbuh di dinding
 
koloni lumut, makin lama makin luas
Seperti yang kita ingat pada pelajaran biologi dulu, tumbuhan lumut merupakan tumbuhan perintis yang bisa tumbuh di lingkungan keras dimana tanaman lain tidak/belum bisa tumbuh. Ini karena ukurannya yang kecil sehingga kebutuhan hidupnya relatif sederhana, sehingga mampu hidup di lingkungan yang minim zat hara. Dalam keseharian kita, sering kita dapati lumut ini tumbuh di celah beton/paving, di dinding, genteng, tumpukanbata yang tak terpakai, atau dimanapun yang kurang normal bagi tumbuhan lain. Pada gilirannya, ketika koloni lumut meluas, akan ada tumbuhan lain yang ikut tumbuh di daerah tersebut. Biasanya dimulai dari tanaman paku-pakuan/pakis, lalu rumput-rumput kecil, dan seterusnya.

Lalu, apa tujuan semua posting ini? Kok bahas lumut, mungkin begitu gerutu sebagian Anda. Sabar.
Jadi begini, dalam kehidupan sehari-hari, akan selalu ada perubahan-perubahan yang terjadi. Suka nggak suka, kita harus siap menghadapi itu semua. Masalahnya, seringkali kita sudah terlanjur nyaman dengan keadaan saat ini dan susah untuk berubah. Bisa diibaratkan, perubahan itu ibarat sebuah dinding beton yang keras, dan kita adalah tanaman yang harus pindah ke sana dari tanah yang selama ini kita tumbuhi. Masalahnya, susah dong 'akar' kita untuk tumbuh di atas beton? Di sinilah kita memerlukan orang-orang bertipe seperti lumut tadi. Ia bisa bertahan di lingkungan yang keras, dan melembutkannya. Sebagaimana lumut yang tumbuh di atas lapisan beton, lalu perlahan mengerosi permukaan beton yang keras itu, sehingga terbentuk lapisan tanah lunak yang meski tipis, namun bisa ditumbuhi tumbuhan lain, pakis misalnya. Lalu rerumputan, dan seterusnya sehingga lapisan beton yang tadinya keras, kini ditumbuhi oleh rerumputan, semak, perdu, dan hei, lama-lama beton itupun hancur dan pepohonan pun bisa tumbuh di sana.
lalu di manakah posisi kita dalam menghadapi setiap perubahan? Bisakah kita menjadi lumut, sang pionir? Atau hanya akan menjadi pakis, rerumputan, semak, perdu dan pohon yang hanya ingin hidup di atas kenyamanan yang telah dibangun oleh orang lain??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi :)

Nuwus . . .