Cari Blog Ini

Selasa, 29 April 2014

Syukur itu...

Dari kajian siang di masjid kantor tadi, ada beberapa ilmu yang bisa di-share, yakni tentang syukur. Udah pernah dibahas? Ah, nggak pa pa, apa salahnya dibahas lagi. Yuk, check it Guys:

Syukur itu memiliki 3 indikator. Yang pertama adalah saat hati kita mengakui nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada kita. Apa saja? Tentu kita nggak bisa hitung satu persatu. Yang jelas, Allah telah menciptakan alam semesta ini dengan segala fitur pendukung kehidupan kita, dengan bumi yang sempurna untuk kita, dengan oksigennya, kadar airnya, tanah dan kesuburannya, dan sebagainya. Kemudian kita dilahirkan ke dunia, dengan keluarga kita, dengan kelengkapan fisik kita. Lalu kita secara 'beruntung' diberi nikmat iman (entah melalui orangtua kita, atau pengalaman spiritual yang lain), lalu Allah menggenapkan rizki kita, ah, tak terhitung sudah nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Lantas, bagaimana mungkin kita menafikkan itu semua?
Indikator kedua, yakni lisan kita mengucapkannya. Tentu saja, ungkapan syukur tidak hanya bacaan hamdalah dan tasbih. Namun segala dzikir yang diajarkan, segala pujian bagi Allah, serta segala ucapan yang baik, termasuk mengajarkan ilmu yang berguna. Indikator ketiga adalah tubuh yang beramal dengan ibadah kepada-nya. Setelah hati mengakui nikmatnya dan lisan yang mengucapkan ungkapan syukur, maka belumlah lengkap jika jasad ini tak mengikuti. Cuma sekedar mengucap hamdalah saja, semua orang bisa. Namun ungkapan syukur yang sesungguhnya adalah ketika kita benar-benar sanggup menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi segala yang dilarang oleh-Nya.

Jika kita mengingkari hal tersebut/tidak mensyukurinya, maka itulah yang disebut kufur nikmat. Termasuk juga dalam kufur nikmat adalah tidak mengakui adanya Allah/kekuasaan Allah, atau mensifati Allah dengan sifat-sifat yang salah/bertentangan dengan yang diajarkan-Nya (menganggap Allah itu miskin-anggapan yahudi atau menganggap Allah memiliki anak-anggapan nasrani). Lalu apa akibatnya jika mengingkari nikmatnya? Allah menjawabnya dalam Al-Qur'an surat Ibrahim (surat 14) ayat 7: 
"Jika kamu bersyukur pasti akan Kutambah (nikmat-Ku) untukmu, dan bila kamu kufur, maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih"

Di akhir materi, Ustadz melontarkan sebuah pertanyaan untuk kita semua: mengapa kita perlu ber-Islam??
Jawabannya, supaya kita mengenal-Nya dan nikmat-Nya, serta bersyukur kepada-Nya agar terhindar dari siksa-Nya yang pedih . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi :)

Nuwus . . .