Cari Blog Ini

Sabtu, 26 September 2015

Tips Selama Mengikuti USM DIV STAN (2)

Sore Pembaca sekalian, kali ini penulis akan melanjutkan postingan sebelumnya (masih inget kan?) tentang persiapan mengikuti tes DIV STAN. Oh iya, merespon pertanyaan beberapa teman, tips ini juga berlaku buat teman-teman DI yang akan mengikuti tes DIII Khusus STAN kok, jangan khawatir. Monggo disimak . . .

Pas Tes (bukan post test)

Sesaat sebelum mengerjakan ujian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Penting banget ini:
  • cek jadwal ujian di BPU. Jangan sampai salah lokasi ujian, atau terlambat masuk ujian gara-gara nggak merhatiin pengumuman
  • jangan lupa bawa perlengkapan tempur. BPU (bukti peserta ujian), foto, ST, dan beberapa hal lain. Termasuk juga alat tulis (pensil 2B, pensil HB, penghapus, pulpen, rautan pensil). Bawa lebih dari 1 untuk masing-masing jenis, kalau bisa, terutapma untuk pensil 2B.
  • ketika datang ke lokasi, segera cari ruangan Anda (jangan sampai salah ruangan), dan cek nomor meja Anda, apakah sudah sesuai dengan nomor peserta ujian
  • duduklah senyaman mungkin, siapkan perlengkapan tempur di tempat yang mudah dijangakau, matikan ponsel (dimasukkan tas lalu disuruh meletakkan tas di belakang ruangan, kalau pas penulis alami kemarin). Atur posisi meja dan kursi sehingga Anda merasa nyaman, karena beberapa jam ke depan Anda akan berada di sana terus
Setelah itu, tes akan diadakan secara bertahap. Pada era penulis kemarin, tes tahap I dibagi menjadi 2 hari. Hari pertama untuk tes substansi akademik yang tiap-tiap kategori peserta tes ada sedikit perbedaan pada materinya. Untuk penulis dan rekan-rekan yang berasal dari DIII STAN program diploma selain akuntansi dan pajak, ada materi Pengantar Akuntansi (cuma dapat 1 semester pas kuliah dulu, itu pun cuma buku I) dan Manajemen Keuangan (nggak dapat samasekali pas kuliah). No time for whinning, just do it. Percaya diri aja dengan apa yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Hari kedua baru materi tes potensi akademik dan bahasa Inggris. Berikut sedikit tips dari penulis terkait materi tes tersebut:

TSA : Pengantar Akuntansi dan Manajemen Keuangan

  • jangan jiper dulu ngedenger materi akuntansi, tesnya berupa pilihan ganda kok (pakai LJK yang diarsir), jadi nggak ada kita disuruh mem-balance-kan tabel-tabel debet kredit. Materinya cenderung teori dan konsep dasar, dan kadang diaplikasikan dalam soal sederhana tentang bagaimana kita meenghadapi situasi tertentu dalam akuntansi. Susah jelasinnya, tapi insya Allah kalau belajar, bakal lancar ngerjainnya. 
  • Manajemen Keuangan pun nggak se-ngeri yang ditakutkan. Di materi ada begitu banyak rumus yang nggak bisa dihafal, namun ternyata nggak keluar sedetil itu. Sama seperti materi ujian akuntansi, banyak pertanyaan konseptual dan teori yang diajukan. Sekali lagi, belajar itu penting, guys.

TPA dan Bahasa Inggris

  • materi yang diujikan pas TPA menurut penulis hampir sama dengan apa yang diujikan pas USM DIII / DI STAn jaman lulus SMA dulu. Hanya saja, tingkat kesulitannya lebih tinggi 1-2 tingkat (atau karena otak kurang dilatih ya, jadi merasa kesulitan?). Pada beberapa bagian (terutama yang sub-bagian tes berupa hitungan aritmatika, angka-angka yang diajukan cukup absurd. Pada sub-bagian tes berupa padanan kata, banyak kata yang sangat asing. Saran penulis, kalau nggak bisa, lewati saja, jangan sampai stuck di satu soal karena sayang waktunya. 120 menit untuk 150 soal kalau tidak salah, jadi per soal 'dijatah' 48 detik. Buset dah, kayaknya emang didesain untuk nggak bisa diselesaikan semua deh. Selain itu, tes kali ini (termasuk TSA di hari pertama) juga masih menganut sistem poin. Jawaban benar bernilai 4 poin, kosong bernilai 0 poin, dan salah bernilai -1 poin. Minimal Anda harus megnerjakan 1/3 dari soal yang diajukan untuk dapat dianggap lolos (namun itu juga masih di-rakning, kalau rank Anda nggak melebihi kuota yang disiapkan, ya lewat deh)
  • untuk tes bahasa Inggris, relatif mudah. 30 menit saja, dan kebanyakan juga bisa menyelesaikan sebelum 30 menit. Sayangnya, tes TPA dan bahasa Inggris ini tidak dijadikan satu. Lembar soalnya berbeda, dan setelah TPA selesai dikerjakan, lembar soal dan lembar jawaban dikumpulkan. Jadi nggak bisa loncat-loncat ngerjainnya kayak pas USM STAN jaman dulu. Sayang memang, namun bagaimana lagi, panitia menetapkan seperti itu . . .

Psikotes

Setelah tes tahap 1 itu, beberapa pekan kemudian akan diumumkan siapa saja peserta yang lolos tes tahap 1. Nama-nama yang diumumkan nantinya berhak untuk mengikuti tes tahap 2 yaitu psikotes. Berikut tips-tipsnya:
  • pada bagian pertama, peserta tes dibagikan selembar kertas berisi beberapa pertanyaan terkait identitas. Selain itu juga ada pertanyaan berupa kelebihan-kekurangan Anda, dan hal paling berkesan dalam pekerjaan Anda. Saran penulis: isi dengan jujur
  • (Update, sebenarnya saya terlupa tidak mencantumkan tes yang ini. Baru ingat setelah ikut tes D4 kedua kalinya) berikutnya adalah tes preferensi kepribadian, alias EPPS. Tes ini menguji kecenderungan kepribadian kita. Ada 90 nomor. masing-masing nomor berisi dua pernyataan, dan kita harus memilih salah satu yang paling sesuai dengan diri kita.
    Keduanya bisa bertentangan (misal, pernyataan satu: saya seorang yang introvert, pernyataan 2: saya orang yang ekstrovert), dan ini bisa dipilih dengan mudah karena kita biasanya condong kepada salah satu pilihan.
    Namun bisa juga kedua pernyataan itu sama-sama tidak bertentangan, meski juga terlihat tidak ada hubungannya. Misalnya, p1: saya senang membantu teman saya; p2: saya selalu menyelesaikan pekerjaan yang saya mulai.
    Keduanya tampak tidak berhubungan, dan bisa saja keduanya sesuai dengan kita. Atau ada pula yang tidak sesuai dengan diri kita. Misal, p1: saya susah membaur dengan kelompok; p2: saya memiliki tanggung jawab rendah.
    Lalu gimana dong? Tipsnya gampang, yakni isi yang paling sesuai dengan diri kita sendiri, jangan dibuat-buat. Kalau dua-duanya sesuai dengan diri kita, maka pilih yang lebih sesuai. Kalau dua-duanya tidak sesuai, jangan pilih opsi yang lebih tidak sesuai, alias yang lebih mendekati. Gampangnya, dari dua opsi yang nggak ssusai itu, mana opsi yang lebih nggak sesuai, lalu pilih opsi lainnya.
    Sekali lagi, jangan mencoba mengakali, misalnya ingin menampilkan kesan memiliki leadership yang kuat, lalu semua opsi yang menonjolkan kepemimpinan dipilih semua. Teman penulis ada yang macam itu, eh nggak lulus di tahap psikotes. Pedih.
  • selanjutnya peserta akan diberi 2 lembar HVS kosong, dan selembar kertas tes Wartegg. Ituloh, yes yang terdiri dari 8 kotak dengan sedikit figur absurd di dalamnya dan kita disuruh melanjutkan gambar tersebut sesuai imajinasi. Tau kan? kalau nggak tahu, search aja ya :p
    2 lembar HVS itu digunakan untuk menggambar 2 objek, yaitu menggambar pohon di satu kertas, dan manusia di kertas lain. Waktu masing-masing 10 menit kalau nggak salah, jadi total 30 menitan untuk tes menggambar ini. Untuk menggambar pohon, gambarkan pohon yang lengkap, nampakkan akar yang tertanam pada tanah, batang dan dahan proporsional, daun yang memiliki detil, dan bunga serta buahnya. Jangan menggambar pohon seperti anak TK ya. Untuk menggambar orang, tidak dilihat mirip-tidaknya, namun kelengkapan facial feature (mata, telinga, hidung, mulut, alis, dll) dan proporsinya. jangan menggambar ala stick figure, atau menggambar ala anime dengan gaya chibi (kepala besar, badan kecil). jangan lupakan baju pada karakter orang yang Anda gambar, jangan sampai gambarnya sudah bagus tapi tidak diloloskan karena gambar Anda berbau pornografi gara-gara lupa menggambar pakaiannya :p
    Untuk menggambar pada tes warteg, penulis rasa sudah banyak saran dan tips di luar sana yang bisa pembaca cari sendiri :p
    Saran penulis, untuk tes menggambar ini, berlatih menggambarlah dulu sebelum tes, bukan sekedar membayangkan apa yang akan digambar. Anda bisa mencari contoh gambar pohon, orang, dan inspirasi untuk wartegg. Ini berguna untuk melatih tidak hanya pikiran Anda, namun juga keluwesan jari-jari Anda saat menggambar. Setidaknya, ketika Anda sudah berlatih sebelumnya, tidak hanya pikiran, tapi juga tangan Anda sudah tahu apa ang akan digambar. Khusus untuk gambar pohon dan orang, jangan lupa positioning gambar Anda. Paskan sebisa mungkin di tengah, jangan terlalu ke pinggir, dan perhatikan juga ukurannya. Buat gambar Anda memenuhi kira-kira 2/3 bidang gambar secara vertikal dan horizontal, jangan sampai terlalu kecil atau terlalu besar. 
  • selanjutnya peserta dihadapkan pada tes Pauli. Dimana peserta diberi kertas seukuran A3 berisi angka-angka yang banyak sekali. disusun dari atas ke bawah. Semua pada tahu kan ya? Saran penulis, kalau memang punya waktu, latihan saja sebelum tes. Kalau nggak punya waktu, ya sudah, kerjakan sebisanya. Kalau penulis sih nggak memaksakan untuk mengisi banyak-banyak sampai nambah kertas, yang penting hitungannya benar. Ini juga nggak bisa diakalin menurut penulis, karena sejauh mana kita sanggup mengerjakan, ya itulah kemampuan kita. Penulis nggak menyarankan untuk mengisi asal yang penting banyak dan nambah kertas.
Hal lain yang patut diingat adalah saat tes, peserta tidak diberi snack atau minuman, jadi harus sarapan dan minum yang cukup sebelum memasuki ruangan tes. Tapi jangan kebanyakan sampai bikin kebelet ke toilet, karena selama tes tidak diperbolehkan ke toilet. Eh, boleh sih, tapi kalau ke toilet maka dianggap sudah selesai, dan tidak boleh melanjutkan tes lagi. Oh iya, setiap jeda sub-tes ada break sejenak kalau tidak salah, jadi kalau mau ke toilet ya pas break itu saja. 
(bersambung) 

14 komentar:

  1. Permisi Mas, numpang tanya proporsi soal TPA dan TSA nya berapa berapa,
    Maksud saya, masing-masing jumlah soal pengantar akuntansi 1, 2 dan manajemen keuangannya ada berapa?
    Begitupun jumlah soal TPA dan bahasa inggris.
    Dan proporsi waktunya masing masing.

    Salam kenal mas, dari adik kelasmu di stan

    BalasHapus
    Balasan
    1. jujur aja saya lupa XD
      TPA 150 soal-120 menit seingetku, english 30 soal-30 menit
      kalo TSA lupa...akun 90 soal, mankeu 30 soal..mungkin.., lupa banget
      waktunya dijadiin satu kalo TSA, 2 jam kalo gak salah

      Hapus
  2. Makasih bang info nya, oh iya bang boleh minta soal TSA nya gak? Aku d1 bc, gak ada pelajaran macam akuntansi dan manajemen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh gitu ya bang... Macam soal nya PG semua ya? Makasih ya bang info nya. Bermanfaat banget..

      Hapus
  3. sukses mas,

    mas,jika berkenan, minta tolong dikirimkan bahan PSAK untuk TSA dan kumpulan soal-jawab USM D4 STAN yang mas punya ke email saya: jackhutasoit007@gmail.com

    terima kasih banyak,mas
    salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. mohon maaf, untuk materi yang saya punya sudah ada linknya utk diunduh (di postingan sebelumnya kalau nggak salah), filenya besar jadi nggak bisa dikirim lewat imel. silahkan diunduh langsung saja

      Hapus
  4. mas, jumlah peserta yng mendaftar sama yang diterima kira" berapa ya?

    BalasHapus
  5. Puntrn mas mau tanya nih kalo dari d3 khusus lanjut d4 stan bisa atau tidak terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mangga, sok atuh

      boleh banget. di instansi saya banyak yang dari d1, lanjut d3 khusus, lanjut d4 pula, ada juga yang sudah sampai s2. Beberapa sudah jadi pejabat. yg penting batas usianya masih masuk

      Hapus
  6. Mohon izin bang, saya brilliant bintang prasetya dari DIII BC angkatan XXIX, izin bertanya bang, untuk bisa lanjut ke DIV butuh masa kerja brp tahun ya bang ?. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, anak 29 berarti yang sekarang di pusdiklat tingkat 1 ya?
      bisa ikut DIV setelah 2 tahun sejak TMT CPNS
      misal, TMT saya oktober 2012
      berarti bisa ikut jika tesnya paling cepat tanggal 1 oktober 2014
      (sayangnya, baru bisa ikut tes pas tahun 2015, karena pada tahun 2014, tesnya dilakukan sebelum bulan oktober)

      Hapus
    2. Siap benar bang, di pusdiklat ada angkatan 27,28,29 bang. terimakasih bang atas penjelasannya. mohon izin abang angkatan berapa ya ?

      Hapus

Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi :)

Nuwus . . .