Cari Blog Ini

Rabu, 30 Maret 2016

Jatuh Itu Introspeksi

Pernahkan Pembaca melihat ada anak balita yang terjatuh/tersandung, entah karena terantuk batu, atau lantai yang tak sama tingginya? Kadang orang tua di sekitarnya, saat menolong si bocah tersebut malah berkata "aduh kasian, mejanya/lantainya/batunya nakal ya". Sering ya, kita mendengar itu?
Tanpa disadari, kalimat seperti itu dapat berdampak buruk bagi si anak.Bisa jadi, saat dewasa kelak, si anak yang terbiasa mendengar bahwa ada pihak yang salah (entah kaki meja, batu, lantai, atau mainan yang tercecer) saat dia terjatuh, akan senantiasa merasa bahwa jika ada hal buruk/tidak menyenangkan/tidak diharapkan terjadi atas dirinya, dia akan memiliki mental "itu bukan salah saya". Kenapa?
"aduh jatuh ya? sepedanya sih, bannya bulet, coba kalo kotak"
Karena dia terbiasa mendengar adanya kambing hitam atas sesuatu yang terjadi. Bukan karena salah dia sendiri. Padahal, bisa jadi si bocah tadi terjatuh karena lalai, tidak melihat adanya batu/kaki meja/halangan lain yang mengganjal kakinya sehingga dia jatuh. Ini merupakan salah satu bentuk pola pengasuhan yang kurang tepat. Barangkali harusnya, si anak diberi pengertian "aduh jatuh ya, yaudah nggak pa-pa, lain kali kalau jalan hati-hati ya. Itu mainannya dibereskan/itu batunya disingkirkan agar nggak jatuh lagi", bukannya dibela dan menyalahkan benda yang sedari ada di sana dan tidak punya kesadaran dan kemampuan untuk bergerak sendiri (beda kasus dengan kalau jatuhnya didorong temannya ya)

Di postingan sebelumnya saya sudah bercerita bahwa saya ter-Drop Out dari pendidikan DIV PKN STAN, yang baru saya ikuti selama satu semester. Beberapa orang bereaksi seperti "kok bisa DO sih, soalnya terlalu sulit kali", atau "dosennya parah tuh", "emang akuntansi sulit sih" dan semacamnya. 

Secara pribadi, penulis kurang setuju dengan cara pandang macam itu. Bagi penulis, penulis DO karena kesalahan sendiri. 
Barangkali memang belajarnya kurang efektif, padahal memang lemah di akuntansi.
Barangkali kemarin pas kuliah timbul rasa sombong di hati saya, padahal nggak seharusnya begitu.
Barangkali saya salah niat saat kuliah, bukan niat demi ilmu tapi demi liburan.
Barangkali saya kurang beribadah dan lupa mendekat pada-Nya, sehingga Allah memperingatkan saya
Barangkali, barangkali, yang jelas ini memang semua salah saya, bukan karena dosen lah, soal ujian lah, atau apa lah lainnya. Karena saat jatuh itu adalah saat introspeksi lalu bangkit dan mencoba lagi, bukan saatnya mencari kambing hitam untuk dihakimi. 

3 komentar:

  1. semangat Edwin. insyaa Alloh bisa segera bangkit.

    BalasHapus
  2. very well said...
    Aku masih kok suka nyari nyari kambing hitam huhuuu...
    Introspeksi!

    BalasHapus
  3. harus bangkit Mas Isw, siapa tahu nyusul Mas ke S2.hehehe

    Jangan cari kambing Gi, belum Id Adha xp

    BalasHapus

Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi :)

Nuwus . . .