Cari Blog Ini

Selasa, 14 Juni 2016

Kasasi: Membina Akhlak Mulia, Mewarisi Risalah Nabi

Siang ini kajian siang diisi oleh Ust. Zulfa Musthofa dengan tema akhlak. Karena satu dan lain hal, penulis gagal menyimak secara utuh. Berikut beberapa poin yang dapat penulis catat:
Kita tidak dapat menilai baik/buruknya akhlak seseorang dengan melihat kesehariannya di masjid, atau karena dia sering berpuasa, atau karena bergelar haji. Namun untuk mengetahui akhlak seseorang, dapat melalui tiga hal, yakni jika kita pernah:
  • bertetangga dengannya. Tetangga adalah orang dekat yang kita tahu kesehariannya. Bagaimana sikap dia terhadap tetangga, itulah cerminan akhlak dia
  • safar dalam jangka waktu lama bersamanya (misal, umroh/haji). Ketika bepergian, jauh dari tempat tinggal dan menghadapi tantangan yang tidak biasa dihadapi, maka akan terlihat "asli"nya seseorang. Apakah memang dia baik, atau berpura-pura baik
  • bermuamalaah dengannya. Ketika berurusan dengan seseorang mengenai utang piutang, berdagang, sewa-menyewa dan sejenisnya, maka akan nampak sifat asli seseorang. Sebuah kalimat bijak mengatakan bahwa sikap seseorang sebenarnya adalah jika dia berurusan dengan uang.
 Kita tidak bisa memastikan apakah orang itu baik atau tidak dari ibadahnya, karena pada kenyataannya ada juga orang yang beribadah tanpa esensi, sehingga ibadahnya tidak berhasil merubah akhlaknya. Bisa jadi seseorang rajin beribadah, namun diiringi riya' sehingga ibadahnya hanya di kulit saja, tidak menyentuh hati dan memperbaiki akhlaknya. Orang yang ahli ibadah itu biasa, tapi lebih baik lagi jika baik ibadahnya juga baik akhlaknya. Karena pahala ibadah yang banyak bisa saja menjadi kerugian di hari akhir jika diiringi dengan akhlak yang buruk dan sering menyakiti orang lain. Akibatnya di akhirat kelak, orang-orang yang pernah terdampak oleh akhlak buruknya akan "menagih ganti rugi" dengan cara mengambil pahala ibadah si fulan tersebut. Jika pahalanya habis sementara masih banyak yang menagih, maka dosa-dosa orang yang menagih itu akan dilimpahkan padanya sebagai balasan akan buruknya akhlak si fulan tersebut.

Semoga kita termasuk orang-orang yang tak hanya memperbanyak ibadah, namun juga sanggup memperbagus akhlak. Aamiin. . ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi :)

Nuwus . . .