Cari Blog Ini

Rabu, 27 Juli 2016

Harga Diri

Kadang, ada orang yang marah hanya karena klub bola dari daerah asalnya dicaci supporter kota sebelah; harga diri, katanya
Kadang, ada orang yang gengsi jika tunggangannya sehari-hari kalah bagus dengan punya tetangga sebelah; harga diri, katanya
Kadang, ada orang yang emosi saat almamaternya dianggap kalah bersaing dengan universitas sebelah; harga diri, katanya

Emang apa sih harga diri itu? Apakah sekedar penilaian orang lain tentang status sosial kita, harta kita, keturunan kita, latar belakang pendidikan kita, atau apa? Seberapa berharganya sih harga diri kita di hadapan manusia? 
Well, jawaban dari pertanyaan itu tentu subyektif, tergantung masing-masing orang. Kalau yang ditanya penulis sih (siapa yang tanya?, begitu mungkin pikir sebagian pembaca), nggak penting-penting amat. Penulis termasuk orang yang cukup cuek dengan apa kata orang. Mau dikata tempat kerjanya buruk kah, mau dikata sekolahnya nggak bagus lah, mau dikata motornya butut kah, sabodo teuing, ala Sunda-nya.

Penulis nggak terlalu ambil pusing dengan imej di mata orang lain, selama penulis tidak melakukan sesuatu yang salah (secara agama) atau merugikan orang lain. Karena memang tidak penting.

Ada yang jauh lebih penting dari itu. Yakni harga diri kita di hadapan Sang Pencipta. Setidaknya itulah kata Khotib Jumat kemarin (tepatnya lima hari lalu sih, dan beberapa pekan sebelumnya, pas kebetulan khotibnya sama, Ust. Anwar Sanusi). Bahwa tidak penting harga diri kita di hadapan manusia, yang hanya merupakan makhluk. Yang lebih penting adalah harga diri kita di hadapan Sang Pencipta.

Seberapa pentingkah agama-Nya bagi kita, dalam keseharian kita, maka senilai itu pulalah harga diri kita di hadapan-Nya.

Kalau kita menganggap agama sambil lalu, sekedar sebagai ritual yang diajarkan turun temurun dan dilakukan masyarakat pada umumnya, ya senilai itu pulalah Sang Pencipta menilai diri kita.

Jika kita mengedepankan agama dan ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari, bahwa menaati perintah-Nya dan menjauhi apa-apa yang dilarang-Nya adalah hal yang penting bagi kita, maka senilai itulah harga diri kita di hadapan-Nya. 

Wallahu'alam bish showab. Semoga bermanfaat bagi kita semua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi :)

Nuwus . . .