Cari Blog Ini

Kamis, 22 September 2016

Bapak Rumah Tangga

Ada anggapan di masyarakat kita bahwa urusan masak memasak, beberes rumah dan mengasuh anak merupakan domain ibu. Suami, kewajibannya "cuma" mencari nafkah dan tidak ikut campur dalam urusan tersebut. Benarkah?
Masalahnya di era modern dimana banyak istri yang berkarir, apa masih relevan jika suami berlepas tangan dari.urusan-urusan tersebut?

Sebenarnya, mau istri kerja atau enggak, suami tetap memiliki kewajiban untuk mengurusi hal-hal tersebut. Justru tugas istri sebenarnya hanyalah 'melayani' suami, dan mengasuh anak (ini tugas bersama suami, karena anak harus dididik secara seimbang oleh ayah dan ibu). Urusan rumah lainnya sebenarnya merupakan kewajiban suami. Jika suami tidak sanggup, maka hendaknya ia mempekerjakan orang lain untuk itu. Jika istri yang mengerjakan, maka itu merupakan kebaikan bagi istri, dan suami wajib mengkompensasi hal itu. Setidaknya begitulah yang dicontohkan oleh Rasulullah yang penulis tahu.

Bahkan tanpa "sok-sokan bawa-bawa ajaran agama" pun, penulis rasa seorang suami tetap wajib mengurusi hal-hal tersebut. Bukankah menikah itu susah-senang bersama, saling mendukung, saling bantu, dan saling berkompromi? Dan suami yang menolak untuk mengurusi urusan rumah tangga, bukanlah seorang pria sejati. As simple as that

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi :)

Nuwus . . .