Cari Blog Ini

Rabu, 09 Mei 2018

Tentang Sholat

Sedikit catatan dari ceramah Aa Gym pada acara Tarhib Ramadhan 1439 H di Masjid Baitut Taqdis, Pusdiklat Bea  dan Cukai, 9 Mei 2018. Banyak topik yang dibahas, tapi pada postingan ini akan penulis fokuskan pada tema sholat. Berikut poin-poin penting yang berhasil penulis tangkap:

  • Sholat yang baik nampak dari salam hingga takbiratur ihram. Benar, ngga terbalik kok. Jadi sholat itu kan harusnya mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Kalo sholat tapi masih jahat, berarti sholatnya ngga bener. Jadi bukan sekedar syarat sah dan rukun-rukunnya aja yang harus sempurna. Tapi dampaknya juga, bisa membuat kita jadi pribadi yang lebih baik apa ngga. Kepribadian kita kan terlihat di setiap waktu tadi, sejak selesai sholat sampai ketemu waktu sholat lagi.
  • Kenapa sholatnya ngga bener? Bisa jadi karena persiapan (wudhu, pakaian, niat, dll) ngga bagus.
  • Sholat telat itu bermasalah. Masak urusan ke Allah aja telat, padahal  rizki dll semua daei Allah. Kalo sholat telat, gimana rizki lancar? Soalnya sholat itu ibadah no 1, diikuti berbuat baik pd ortu, barulah jihad no 3. Bayangin aja, ke sekolah telat aja jadi masalah. Berangkat kerja telat aja jadi masalah. Hadir di rapat telat aja jadi masalah. Makan atau tidur telat aja jadi masalah. Apalagi sholat telat. Jelas itu masalah berat.
  • Sholat jadi indikator kualitas lelaki. Kalau sekedar jadi lelaki islam, cukup jumatan di masjid. Kalau mau jadi lelaki beriman, subuhan di masjid. Karena isya + subuh jamaah di masjid sama dengan sholat sepanjang malam. Lelaki yang sholat di rumah mulu, sebut saja lelaki sholehah. Lucunya, ada yang lari 5km kuat, tapi jalan ke masjid 50m gak kuat.
  • banyak orang stres karena kebanyakan mikir tapi kurang dzikir, dan dzikir yang paling lengkap adalah sholat. Kalau lagi galau, obatnya sholat. Sholat mah rileks aja, nggausah tergesa2, pahami bacaannya. Resapi maknanya.
Nah lo... ternyata banyak hal yang bisa dikupas dari sholat kita ya. Yuk kita perbaiki sholat kita, agar benar-benar bisa mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar. Dan para lelaki, termasuk penulis juga, yuk berlomba-lomba menghindar dari julukan pria sholehah ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi :)

Nuwus . . .