Merdeka?
Delapan dekade merdeka, katanya.
Apaan?
Nafas kita saja masih dijajah jelaga batubara yang dipaksakan pada PLTU karena pemilik bisnis batubaranya bagian dari penguasa & gak mau rugi. Polutan kendaraan bermotor masih banyak, karena transum masih jadi kemewahan bagi kebanyakan daerah. Mungkin, setoran dari pelaku bisnis otomotif yang tak mau omsetnya turun lebih urgen bagi para pembuat kejijakan, daripada derita warga yang harus bermacet-macet ria ke tempat kerja.
Air yang kita teguk, masih harus beli ke perusahaan swasta raksasa, yang menguasai beberapa sumbernair tersisa, karena negara belum bisa mengelola aie minum untuk warganya. Sumber airnlain juga mulai mengering juga, karena hutan penyangga sudah berubah menjadi lahan sawit dan pertambangan terbuka.
Tanah untuk kita bangun rumah tinggal, harganya luar biasa mahal. Oligarki menguasai bisnis properti, mengatur harga sekehendak hati. Rakyat mau punya rumah sendiri mau tak mau bergelut dengan jeratan ribawi. Kalau mau pakai developer kecil, risiko ditanggung sendiri ya kalau rumah tak jadi dibangun padahal uang sudah diambil. Sudah punya pun masih akan tersiksa, seiring kenaikan pajak bumi & bangunan yang menemjus batas logika.
Si sektor energi, kita dibuat bingung dengan perusahaan negara yang terus merugi, padahal pasar BBM dan listrik pun mereka monopoli, dan rakyat pengguna jasa meraka juga tak pernah menunggak pembayaran saat membeli.
Rakyat terus bekerja tanpa bisa lepas dari jebakan kaum menengah, namun statistik perekonomian selalu dipaparkan dengan megah (ternyata statistiknya diakalin).
Jangankan bicara soal nasib makhluk hidup lainnya, karena masyarakatnya saja tak diperlakukan layaknya manusia. Lingkungan hidup hanya menjadi "cadangan" alam untuk terus dieksploitasi dan dikonversi menjadi nilai rupiah yang nisbi.
Kerusakan moral para pejabatnya jangan ditanya. Kasus korupsi salip menyalip berebut gelar juara, arogansi pejabat dan aparat menjadi rutinitas yang sehari-hari terpaksa kita lihat, kebijakan ajaib penuh ketimpangan nan tak didasarkan pada kajian, denialisme pimpinan pada isu fundamental, kemesraan pada zionis yang berdampak pada sikap pada rakyat yang makin bengis.
Lalu kita diajak merayakan delapan dekade kemerdekaan?
Komentar
Posting Komentar
Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan dan menjadi lebih bermanfaat lagi :)
Nuwus . . .