Postingan

Mengutip Khotbah (Beberapa Pekan Lalu)

Sedikit mengutip kata-kata dari sebuah khobah Jumat, pada suatu hari yang menggenapkan usia saya menjadi 21 tahun secara matematis. "Kita lahir dalam keadaan suci tanpa dosa, maka mengapa kita tidak berusaha untuk mengakhiri hidu kita juga dalam keadaan yang suci?" kurang lebih seperti itulah, saya lupa persisnya (dan khotbah lengkapnya). Mission impossible , mungkin itu yang Anda pikirkan ketika mendengar (lebih tepatnya, membaca) kalimat di atas. Bagaimana tidak, kita hanyalah manusia-manusia biasa yang penuh dosa. Hamba-hamba yan penuh khilaf. Bagaimana kita bisa jadi manusia yang seperti itu sementara kita bukanlah seorang Nabi yang maksum (terjaga dari sifat dosa)? Ditambah lagi, kita tak tahu kapan ajal akan tiba. Jangankan tahu, ingat saja, sebagian besar dari kita juga enggak. Kebanyakan manusia emang ogah kalo diajak ngomongin kematian, apalagi ngomongin yang setelah kematian nanti. Oke, saya tahu perasaan Anda. Mana mungkin kita jadi manusia sempurna yang mati dalam...

Pemberkasan; Berakit-rakit Dahulu, Bermagang-magang Kemudian

Alhamdulillah, akhirnya setelah menempuh 3 tahun pendidikan DIII spesialisasi kepabeanan dan Cukai di STAN, saya dan kawan-kawan dinyatakan lulus (dalam yudisium 30 September silam). Status geje; mahasiswa sudah bukan, pegawai masih belum. Maka diperlukan suatu ritual lagi bagi kami untuk memulai langkah perjuangan menjadi pegawai. Pemberkasan. Saya sendiri gak tau pasti apa definisi resmi dari pemberkasan ini, yang jelas, kami disuruh mengumpulkan berkas-berkas untuk memenuhi (sebagian) persyaratan sebelum menjadi PNS (atau lebih tepatnya, CCPNS). Ada jeda (libur, katakanlah) selama sekitar sepekan untuk mengurus berkas-berkas yang belum selesai (mengingat surat keterangan sehat-bebas narkoba sudah diurus saat libur setelah ujian kompre-sebelum yudisium). Apa saja berkas yang dibutuhkan? Anda bisa lihat di sini , saya males jelasinnya satu-satu. Dan perburuan berkas pun dimulai. Intinya, selama beberapa hari, saya sempet keteteran ngurusin pemberkasan. Maklum, meski yang diurus seb...

3 Ciri (Yang Seharusnya Ada Pada) Orang Muslim

Dapat sedikit ilmu dari khotbah Jumat siang tadi. tentang 3 ciri kaum muslim, yang seharusnya ada pada diri kita, namun seringkali kita lupakan, sehingga membuat citra muslimin menjadi jatuh. Jangankan untuk membuat lawan-lawan Islam menjadi berbalik mengagumi dan memeluk Islam, bahkan orang Islam sendiri pun seringkali tampak ogah dengan segala sesuatu yang berbau Islam. Berikut poin-poin yang saya dapat dari khotbah Jumat tadi : - bersegera dalam menaati Alah dan Rasulnya - bersegera meninggalkan kemaksiatan - membalas dengan kebaikan bahkan terhadap orang yang memperlakukannya dengan buruk Ciri-ciri tadi, jika benar-benar diterapkan pada muslimin, maka insyaAllah, akan membuat umat muslim sendiri bangga dengan identitas keislamannya. Dan bahkan, orang-orang yang saat ini memusuhi Islam pun bisa jadi jatuh hati dan berhijrah ke Islam. InsyaAllah Dan sebagai muslim, apa lagi tugas kita kalau bukan menggu orang lain, tanpa menunggu hari lain, mari kita lakukan. *maaf, belum sempet p...

Sometime, Life Seems So Harsh

Gambar
Suatu sore yang cerah, ketika saya sedang menikmati birunya langit sore Jakarta, saya menemukan (lebih tepatnya, baru menyadari) suatu pemandangan yang unik di sebuah rumah di dekat kos-kosan saya. Tepatnya pada salah satu dinding rumah tersebut, yang berada persis di bawah genteng. Ada sesuatu yang tidak lazim di sana. Bisa Anda lihat? Apakah kurang jelas? Ya iyalah, gambar pecah hasil zooming begitu, pasti kamera murahan, mungkin begitu pikir Anda. Maaf, memang kamera HP saya nggak bagus-bagus amat sih. . . Oke, saya jelasin. Itu adalah gambar sebatang beringin yang sebatang kara (dalam arti sesungguhnya) yang tumbuh di dinding tersebut. Entah sejak kapan dia ada di sana (saya aja baru nyadar...padahal sudah hampir 2 tahun kos di sini). Entah bagaimana dia bisa ada di sana. yang jelas beringin kecil itu tumbuh, hidup, daun-daunnya pun masih hijau. Mungkin, biji beringin itu tercampur dalam adukan semen yang akhirnya menjadi tembok rumah ini, atau mungkin biji tersebut terbawa oleh...

Evaluasi Pasca-Ramadhan

Assalamu'alaikum Ehm, sebelumnya saya minta maaf soalnya sempet lamaaa banget gak nulis lagi. Terhitung terakhir kali nulis, tanggal 11 Agusus, dan baru nulis lagi tanggal 10 September (itu pun baru posting hari ini). Maklum, tanggal merah, lebaran :p Sebenarnya, malu juga sih, kenapa ketika Ramadhan usai, kok malah produktivitasnya (terutama dalam hal menulis) menurun drastis. Entah karena di rumah jarang online , atau karena sebab-sebab lain, apapun alasannya, ini adalah hal yang nggak bisa diterima. Dan nggak cuma berlaku untuk hal ini, tapi juga hal-hal lain. Pas Ramadhan, masjid penuh dalam 5 kali waktu sholat wajib. Setelah Ramadhan? Jama'ah kembali menyusut ke jumlah semula. Seolah-olah, saat Ramadhan tuh banyak 'pendatang baru' di Masjid, tapi khusus Ramadhan. Setelah Ramadhan, banyak yang ogah berjama'ah di masjid. Jangankan setelah Ramadhan, di pekan terakhir Ramadhan yang seharusnya ibadah lebih ditingkatkan pun biasanya masjid sudah mulai ditinggalkan ja...

Hal yang Paling . . . di Dunia

Gambar
Yang paling dekat dengan kita di dunia ini adalah maut Yang paling jauh dengan kita di dunia ini adalah masa lalu Yang paling besar di dunia ini adalah hawa nafsu Yang paling berat bagi kita di dunia ini adalah menjaga amanah Yang paling ringan bagi kita di dunia ini adalah meninggalkan sholat Yang paling tajam di dunia ini adalah lidah manusia *dari Imam Ghazali, pertanyaan kepada murid-muridnya tentang beberapa hal yang paling 'wah' di dunia ini. Didengarkan oleh penulis saat ceramah dzuhur Rabu kemarin, di Masjid Pusdiklat Bea dan Cukai. **sepertinya penulis tidak perlu memberikan keterangan tambahan bagi pembaca sekalian, kan? Sepertinya sudah cukup jelas untuk kita renungkan bersama. . .

Khatam Al-Qur'an dalam Sebulan? Biiiisaaaa. . .

Suatu hari di awal Ramadhan ini, saya mendapat SMS dari teman-teman, isinya adalah ajakan untuk mengkhatamkan Al-Qur'an dalam sebulan, terutama pas Ramadhan ini. Kurang lebih begini tipsnya: Al-Qur'an terdiri atas 30 Juz . Dalam sebulan, ada 30 hari. Jadi satu hari usahakan membaca 1 juz. Pada mushaf kita, rata-rata 1 Juz terdiri dari 10 lembar (tergantung cetakannya sih). Dalam sehari, kita melaksanakan sholat 5 waktu. Jadi kalau 1 Juz yang 10 lembar tadi dibaca setiap habis sholat, maka jadinya adalah 2 lembar/4 halaman setiap kali waktu sholat. Sedikit kan? Yang bikin berat memang hanya rasa malas kok. Coba deh dimulai, insya Allah bia. Tapi kan, kalau Ramadhan gini emang kegiatan nggak terlalu banyak, lha kalau hari-hari biasa yang super sibuk? , begitu mungkin pikir Anda. Sebuah tips dari seorang senior di kampus, kalaulah misalnya kita melewatkan 1 waktu sholat tanpa sempat membaca Al-Qur'an, karena kesibukan misalnya, maka 'jatah' yang tidak terambil tadi h...