Cari Blog Ini

Selasa, 17 Juli 2012

Finally, I Made It

Orang pandai teori tapi tak tahu praktek, bisa dibilang nilainya nyaris nol. Tak tahu teori namun langsung praktek, bisa dibilang nekat. Memang yang benar harus tahu teori dan dipraktekkan, setidaknya belajar mempraktekkan.

Orang punya kemampuan tanpa diiringi kemauan, bisa dibilang mubadzir, menyia-nyiakan kemampuan. Orang punya kemauan meski belum mampu, itu namanya punya tekad, tinggal tunggu tiba saatnya mampu, maka niatnya akan segera kesampaian (mungkin perlu ditambah sedikit nekad juga).

Ngomong apa sih nih orang, mungkin begitu pikir Anda.
Hahaha. Enggak, ini nggak bahas topik berat kok. Cuman mau berbagi pengalaman aja. Bahwa dalam beberapa hal, meski kita belum sepenuhnya menguasai teori, melakukan praktek itu lebih penting. Meski kemampuan payah, asal ada kemauan kuat (ditambah sedikit bumbu nekad, secukupnya saja), insyaAllah niatannya bisa kesampaian.

Tuh kan, nggak jelas maksudnya, mungkin begitu pikir Anda.
Sabar pemirsa. Eh, sekedar mengingatkan, saya pernah cerita bahwa saya nggak bisa sepedaan (atau nge-pit, atau nggowes, atau bicyling) kan. . .
Nah, ketidakbisaan ini berdampak sistemik (ceile bahasanya tinggi amat) pada ketidakmampuan yang lain, terutama terkait kendaraan roda dua lainnya. Sepeda motor maksudnya, saya juga nggak bisa naik motor. Nah, ini bisa berdampak sistemik lagi, misalnya pada berkurangnya mobilitas karena bergantung pada keberadaan orang lain yang bisa membawa kendaraan (dengan kata lain, nebeng motor temen atau ngangkot).

Udah cukup sistemik-sistemiknya, initinya saya ingin menghapuskan ketidakmampuan itu, dari 'saya tidak bisa mengendarai sepeda' menjadi 'saya bisa mengendarai sepeda (dengan aman dan nyaman)'.
Dan ahad kemarin, berbekal uang kiriman dari orang tua, saya mantapkan hati berangkat ke toko sepeda (nama toko disamarkan) di Jatinegara sama temen saya Choi. Dengan pertimbangan harga, keawetan, fitur dsb (tentu berdasarkan masukan dari Choi yang lebih expert dalam dunia per-gowesan) akhirnya saya membeli sebuah sepeda merk WIM Cycle, tipe Diamante 26" Dx seharga 1,6 juta passs gak boleh nawar (udah lebih murah daripada tertulis di brosur sih). Thanks a lot mom and dad, lofyu so much :-*
Alhamdulillah, akhirnya punya sepeda lagi (setelah sekian tahun).

my mante, bersama saya di atas sadelnya, pagi ini
nyaris
ditabrak angkot dari belakang kurang lebih 3x,
nyaris
nabrak 1x, alhamdulillah semuanya cuma nyaris

Kemarin saya baru test drive pagi-pagi, well, not so good (plus it hurts my butt), jadi saya nggak pakai dulu ke kantor (juga karena saya belum beli kunci sepeda). Dan pagi ini, sedikit nekad, gowes aja laaah. Dengan keridhoan Allah SWT plus bantuan covering dari Mas Halim, akhirnya tiba dengan selamat di kantor, alhamdulillah. (note that i don't need to explain the whole detail, it's a bit embarassing xp)

Well, however, practice makes (you nearer to the) perfect(ion). So what i have to do is doing more and more practice so that i will soon be able to ride a bicycle safely and comfortly.
Aamiin . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi kritik, saran, usulan atau respon lain agar blog saya yang masih amatir ini bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi :)

Nuwus . . .