Proses

Kalau dilihat-lihat, untuk menjadi sebuah produk gerabah siap pakai, prosesnya panjang juga. Bongkahan tanah liat dibasahi, diputar-putar, dipukul, ditekan, dipotong, dibentuk, gagal, diputar-putar lagi, ditekan, dibentuk lagi sampai berhasil. Lepas tu diabaikan, diangin-anginka aja, dianggurin. Kadang dibantu pakai pemanas yang mirip pengering rambut. Diemin lagi sampai kering. Lalu dicat, diangin-angin lagi sampai berhari-hari. Lalu dibakar pakai kiln.

Lama dan berliku.
Itu cuma gerabah tanah liat lo.
Terus kita—yang berasal daei tanah juga ini—yang pengen sukses dunia akhirat ini, bisa-bisanya ngeluh saat menghadapi proses ya... bahkan kadang maunya instan aja.
Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga. Lha kok enak. Emang bisa gitu?
Gerabah aja berproses.

Maka, semoga Allah kuatkan kita dalam berproses menuju individu yang lebih baik, untuk dunia dan akhirat kita.


*terinspirasi kegiatan membersamai liburan anak-anak siang tadi di TIM bersama Lost in Clay 

Komentar