Merdeka?

Delapan dekade merdeka, katanya. Apaan? Nafas kita saja masih dijajah jelaga batubara yang dipaksakan pada PLTU karena pemilik bisnis batubaranya bagian dari penguasa & gak mau rugi. Polutan kendaraan bermotor masih banyak, karena transum masih jadi kemewahan bagi kebanyakan daerah. Mungkin, setoran dari pelaku bisnis otomotif yang tak mau omsetnya turun lebih urgen bagi para pembuat kejijakan, daripada derita warga yang harus bermacet-macet ria ke tempat kerja. Air yang kita teguk, masih harus beli ke perusahaan swasta raksasa, yang menguasai beberapa sumbernair tersisa, karena negara belum bisa mengelola aie minum untuk warganya. Sumber airnlain juga mulai mengering juga, karena hutan penyangga sudah berubah menjadi lahan sawit dan pertambangan terbuka. Tanah untuk kita bangun rumah tinggal, harganya luar biasa mahal. Oligarki menguasai bisnis properti, mengatur harga sekehendak hati. Rakyat mau punya rumah sendiri mau tak mau bergelut dengan jeratan ribawi. Kalau mau pakai devel...