Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

Menyambut Ramadhan di Negeri Jiran

Gambar
Salah satu yang ditunggu-tunggu dari bulan Ramadhan adalah tarawih berjamaah. Dan saat di sini, tentu saja penulis bingung bakal tarawih di mana. Berbekal google maps, penulis mendapati bahwa ada mushala di kampus yang harusnya bisa dipakai berjamaah. Dengan langkah pasti, penulis mencari ke sana sini. Akhirnya ketemu, mushola di lantai 4 pada salah satu gedung di ANU. Dan alhamdulillah, bertemu salah satu mahasiswa muslim di sana (beliau lagi S3 cuy). ANU new musala... ... and its great view Ternyata, mushola baru ini ngga bisa dipakai tarawih, karena kalau malam butuh akses khusus untuk masuk gedungnya, dan aliran air dihentikan juga. Kan repot kalau ada yang batal wudhunya. Rupanya, Musim Student Association telah mendapatkan izin untuk menggunakan bangunan mushola lama untuk kegiatan buka puasa dan tarawih selama Ramadhan ini. Alhamdulillah. ANU old musala Karena bangunannya sudah lama tak dipakai, memang sedikit berantakan. Bersama beberapa mahasiswa dari Palestina, Yaman, Banglad...

(Indian) Ocean 14

Gambar
No, it's not a sequel to the 2007 heist comedy film . It’s about the course I’m currently attending. Previously , I wrote about how I ended up in Canberra—yet  another city  I never imagined myself living in. But here I am, surrounded by friends from across the Indian Ocean region. This program is sponsored by the  Australian Border Force College  in collaboration with the Australian National University. Officially named the  Graduate Certificate of Law , it’s a postgraduate program at ANU’s College of Law. Designed for graduates from non-law disciplines, it provides a deeper understanding of Australian and international legal systems and serves as a pathway to the Master of Laws (LLM). The program was specifically offered to participants from Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Sri Lanka, and the Maldives—collectively recognized by the ABF as Indian Ocean Region Maritime Security Partners . And so, here we are—14 individuals from diverse backgrounds, delving i...

Sepotong Senja di Canberra

Gambar
Ini adalah sebuah cerita, tentang takdir yang tak terduga, namun selalu memberikan pelajaran berharga Ini bermula dari sebuah obrolan bersama rekan kerja, yang menawarkanku sebuah pelatihan manca negara. Empat bulan lamanya. Dengan cepat kutolak permintaannya, mau jadi apa meninggalkan istri dan anak-anak, empat bulan di Australia? Namun pesan lain datang, dari seorang kawan lainnya, memintaku untuk mengikuti pelatihan, persis sama dengan yang kutolak sebelumnya. Aku mulai mempertimbangkannya. Dan mendiskusikannya dengan istri, tentu saja. Tak mengejutkan reaksinya, khawatir tak sanggup sendirian menangani anak-anak yang memang lagi manja-manjanya. Namun kuceritakan juga, seorang kawan lainnya yang sempat mengikuti pelatihan serupa di Australia juga, enam pekan lamanya. Pelatihan yang sama yang pernah diajukan padaku dan kutolak dengan alasan yang sama. Intinya, belum siap LDR sahaja. Namun tak dinyanya, seorang senior dari unitku yang lama , kini kepala seksi jabatannya. Beliau tak la...