Postingan

Khotbah Jumat : Berbakti Pada Kedua Orangtua

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh Setelah absen cukup lama, akhirnya saya bisa kembali online dan posting lagi tentunya. Oke,langsung saja pada intinya. Khotbah Jumat kali ini, menyebutkan 2 dari 15 hal yang merupakan 'indikator' pantas atau tidaknya suatu negeri ditimpa bencana. Jika tanda-tanda ini muncul dan sudah membudaya, maka bisa dibilang negeri tersebut masuk kategori layak ditimpa bencana. Dalam khotbah ini, hanya diulas 2 hal saja, yakni : - ketika seorang lelaki lebih patuh pada istrinya daripada ibunya, dan bahkan menyakiti hati ibunya - ketika seseorang begitu loyal dan hormat pada teman-temannya, namun mendurhakai bapaknya Intinya sih sama, durhaka ke orangtua, yan kayaknya sudah mulai ngetren di negeri kita tercinta. Liat aja, berapa banyak berita anak ngebunuh ortunya gara-gara masalah sepele doang? Betapa pentingnya berbakti pada kedua orangtua dalam ajaran Islam, bahkan diriwayatkan bahwa Allah lebih ridho kepada seseorang yang berbakti kepada o...

Selamat Ulang Tahun!!!!!!!

Kalau ada di antara kita yang ulang tahun, biasanya, rekan-rekan memberi ucapan 'selamat ulang tahun', doa semoga panjang umur de el el, kadang diiringi permintaan traktiran, serta kadang, keusilan yang terlampau jahil dengan maksud agar yang ulang tahun merasa hari itu begitu meriah dan pantas dikenang. kadang keusilannya di atas batas kewajaran. Mulai sebatas menyiram dengan air, menambahkan telur, bahkan kadang tepung juga. Hm, tinggal dikocok, terus digoreng, bisa jadi camilan tuh. Tentu saja, bagi Anda-anda yang sudah berpikir dewasa, nggak patut lah kiranya merayakan ulang tahun kawan dengan cara-cara norak semacam itu (saya juga pernah melakukannya kok, tapi sekarang sudah nggak). Mubadzir, mending dibikin kue aja. Tepung, telor, air, tambah gula mentega de el el, terus dimakan bareng-bareng. Eh, mulai ngelantur deh. Oke, kembali ke topik. Sadar nggak sih, kalau sebenarnya orang yang berulang tahun tuh (sebenarnya, kita semua juga sih), bukan bertambah umurnya, melainkan...

Kita Makin Dekat (hanya sebuah renungan)

Setiap satu nafas kita hirup, kita mendekat kepada Sang Pemberi Nafas sebanyak satu hembusan nafas. . . Setiap jantung kita berdetak, maka kita akan mendekati Sang Pemberi Detak Jantung, sebanyak satu denyutan jantung. . . Setiap kali mata kita berkedip, maka semakin dekatlah kita, kepada Sang Pemberi Kedipan Mata, sedekat satu kedipan mata. . . Setiap detik yang kita lalui, setiap menit yang terlewati, setiap jam, setiap hari, setiap saat, akan selalu membawa kita makin dekat kepada Sang Pemberi Hidup. Maka, ketika kita sadar bahwa kita akan kembali kepada-Nya, akankah kita masih melewatkan sisa usia kita dengan kesia-siaan, dengan masih memperbanyak perbuatan dosa, dengan meremehkan ibadah-ibadah, atau dengan sombongnya berkata "ah, tobat ntar kalau sudah tua" ? Akankah kita melewatkan setiap kesempatan untuk memperbaiki diri, untuk menambah amal ibadah kita, untuk mempersiapkan hari di mana raga tak lagi sanggup menopang jiwa, ketika nyawa akan dikembalikan kepada Sang Pem...

Sepenggal Ilmu . . .

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh Ceramah ini terdengar dari kosan saya, saat ada peringatan seorang ulama yang mendirikan madrasah di deket kosan. Saya nggak ngikutin adri awal, kebetulan baru sampai di kosan nih, ceramahnya udah dimulai. Jadi yang saya catat hanya sebagian. ------------------------------------------------------- *Peringatan haul semacam ini adalah sebagai peringatan bagi kita, bahwa kita hidup di akhir zaman. Dimana salah satu dari tanda-tanda hari akhir adalah dicabutnya ilmu hikmah. Dalam suatu hadits disebutkan, "Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu dengan (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) hamba-hambaNya. Tetapi Allah Ta’ala menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim-ulama sehingga apabila tidak tertinggal satu orang alimpun, manusia akan menjadikan pemimpin-pemimpin dari orang-orang yang bodoh, maka tatkala mereka ditanya (tentang masalah agama), lalu mereka akan berfatwa tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat dan men...

Mari Bermain Magnet

Entah darimana awalnya saya bisa teringat dengan pelajaran IPA jaman sekolah tentang magnet. Tepatnya, tentang pembuatan magnet. Tak perlulah kiranya kita bahas apa itu magnet dan bla-bla-bla, terlalu membosankan nantinya. Tapi kalau memang Anda kangen dengan hal-hal tersebut, nanti saya tambahkan di akhir posting. Pada bab Magnet, sub-bab membuat magnet, maka akan kita temukan 3 hal yang dapat mengubah besi, baja, atau logam biasa lainnya (tentunya yang memiliki sifat ferromagnetik) menjadi sebuah (atau sebatang) magnet. Cara-cara tersebut adalah : - menggosok-gosokkan magnet pada logam tersebut secara searah dan terus-menerus - induksi magnet (menempelkan magnet pada benda tersebut selama beberapa saat) - elektromagnetis (melilitkan kawat logam yang dialiri listrik DC pada sebatang 'calon magnet' tersebut Mengapa logam-logam tersebut tidak dapat bersifat magnet dengan sendirinya? Alasan yang dituliskan dalam buku sains adalah, karena magnet elementer mereka tersusun secara a...

Jenis-jenis Orang Menurut Mulutnya (1)

Satu lagi persembahan iseng saya, menanggapi fakta kecil di sekeliling kita yang sering terlewatkan begitu saja, padahal jika diamati, sebenarnya cukup menarik juga. Kali ini, saya mencoba mengklasifikasikan manusia berdasarkan 'mulutnya'. Bukan bentuk mulutnya, melainkan dari perkataannya. Pepatah bilang, yang keluar dari mulut teko adalah isi teko itu sendiri. Yang keluar dari mulut seseorang, adalah suatu gambaran, kurang lebihnya, bagaimanakah orang tresebut di dalam hati dan pikirannya. Let's check it out . . . Si sempurna : adalah orang paling sempurna di dunia ini, semua orang tak ada yang bisa menandinginya, jadi mereka selalu saja punya kekurangan, cacat, minor, dibandingkan dari dirinya. Anda beruntung jika menemukan seseorang yang seperti ini, karena siapa tahu Anda bisa belajar untuk menjadi sempurna seperti dia. Si mandiri : adalah orang yang bisa melakukan apapun sendirian. Teman? Mereka tidak butuh, karena mereka memiliki skill komplit untuk melakukan segal...

Being Bad Is Really Bad . . .

Sadarkah kita, ketika kita berbuat sesuatu yang buruk, sebenarnya kita melakukan keburukan tidak hanya bagi kita sendiri, tapi juga pada orang-orang yang selalu berbuat baik kepada kita? Sadarkah kita, ketika berbuat sesuatu yang memalukan, sebenarnya kita mempermalukan tidak hanya diri kita sendiri, namun juga orang-orang yang membanggakan kita? Sadarkah kita, ketika kita berbuat jahat, sebenarnya kita menjahati tidak hanya diri kita sendiri, tapi juga orang-orang yang menyayangi kita? Sadarkah kita, ketika kita melakukan suatu pengkhianatan, sebenarnya kita mengkhianati tidak hanya diri kita sendiri, tapi juga orang-orang yang mempercayai kita? Sadarkah kita, ketika kita melakukan suatu kebohongan, sebenarnya kita menipu tidak hanya diri kita sendiri, tapi juga orang-orang yang menaruh harapan pada kita?