Postingan

Obat Anti Galau

Ada yang bilang, galau lagi tren sekarang. Lihat aja ke situs jejaring sosial, dan hitung berapa banyak teman Anda yang meng-update status galau. Mau ujian semester dan belum belajar, galau. Kuliah nggak pulang-pulang padahal ada janjian ama temen, galau. Dapet tugas di kantor terus disuruh lembur, galau. Cuaca mendung dan gak bawa payung, galau. Belum nikah tapi udah telat 3 bulan, galau, salah sendiri nggak nikah-nikah. Tapi pembaca sekalian jangan tanya siapa yang mencetuskan ide alay ' g a l a u l a g i t r e n ' yang jadi populer itu, saya juga nggak tahu. Omong-omong, apakah ada di antara pembaca sekalian yang lagi galau? Taraaa . . . Saya punya solusinya, saya punya obat anti galau . Tapi bukan dengan kartu operator seluler yang bintang iklannya lucu itu. Meski saya pakai kartu dari provider itu, postingan ini bukan postingan promosi kok. Silahkan lanjutin dulu baca artikel ini. Jadi begini, coba pembaca sekalian ambil mushaf masing-masing. Kalo nggak ada boleh pinjem...

Epic Rare Phyton Has An Epic Price

Gambar
Another side story from pameran flona ahad kemaren . Namanya juga pameran flona alias flora fauna, jadi ya nggak cuma stand tanaman yang dipajang, tapi juga hewan. Ada stand ayam serama, ayam ketawa, ayam ekor panjang dari Jepang (entah apa namanya), kucing, anjing, sugar glider, burung hantu, katak pohon, ikan, kelomang dan tentu saja reptil. Kura-kura, biawak, iguana, dan ular. Nggak ada buaya kok, selain munkin buaya darat yang berkeliaran di antara para pengunjung. Dan di salah satu stand reptil, saya melihat ini : Ini adalah seekor Ball Python ( Python regius ) . Sejenis ular pembelit berukuran relatif kecil, kalo nggak salah, di VCD Reptiles & Amphibians punya saya jaman SD dulu, hewan ini panjang maksimalnya cuma sekitar 1 meter, jarang yang lebih dari 1,5 meter. Kecil kan, kalo dibandingin Boa Constrictor yang (katanya) bisa mencapai 6 meter atau Python reticulatus yang bisa melampaui panjang 10 meter (katanya juga sih). Kenapa dinamakan ball phyton? Apakah karena dia suka...

Warteg : Sitting Like A Boss

Gambar
Biasanya, tiap jenis rumah makan memiliki table manner yang khas dari orang-orang yang makan di sana. Kalau di restoran mahal, umumnya orang makan dengan sangat sopan, pakai pisau garpu sendok, pokoknya lengkap. Duduknya tegak, siku tangan nggak boleh nempel di meja. Pokoknya ribet dan sok eropa gitu deh. Kalau di warung lesehan, tentu lebih bebas. Makan pakai tangan alias muluk oke, nggak bisa muluk pun bisa pinjem sendok garpu. Duduknya pun bebas, bisa selonjor, bisa bersila, atau cangkruk (satu kaki diangkat) pun juga nggak masalah, kan tanpa kursi . Kalau di warteg, rasanya wajar kalo ngeliat orang makan dengan posisi duduk cangkruk di kursi, meski nggak semua begitu. Kalau makan di rumah model begitu, umumnya bakal dimarahin. "Duduk yang sopan dong, emang di warteg apa". Begitu mungkin kata orang tua kita. Nah, kali ini, di salah satu warteg, penulis menemukan gaya duduk yang boleh dibilang lebih nggak umum lagi. Lebih tetaptnya, gaya nggak-duduk. Pose makan sam...

Ke Pameran Flona (Lagi)

Gambar
Ahad kemarin, saya ke pameran flona lagi bareng Choi dan Mas Halim. Berangkat agak siang sebelum dzuhur, kami lumayan puas berkeliling di sana melihat-lihat berbagai flora fauna yang ada. Dan sekali lagi, saya membeli beberapa sukulen murah yang masing-masing diberandol lima ribuan (IDR lo ya, bukan USD). Setelah berkeliling ke beberapa stand dan kebingungan memilih, tentunya :D Ini dia penampakan mereka : Thia si Haworthia yang murah hati, rela berbagi pot dengan tanaman lain Yang pertama, adalah Haworthia turgida , tapi saya nggak tahu dia varian yang apa, beberapa sumber di internet menyebut ini var subrecta , tapi kok yang subrecta, modelnya macem-macem, nggak cuman gini doang. Mungkin dia emang kultivar hasil biakan manusia, jadi macem-macem. Pokoknya saya lihat bagus, ambil deh. Saya lebih demen sama yang ini daripada yang cymbyformis yang jabrik-jabrik itu. Sebenernya pengen cari cooperi yang agak transparan juga, tapi nggak nemu. Ya udah, ambil pot ini aja. Kenapa saya amb...

:)

Untuk kamu yang lagi sedih di sana, ya, kamu yang wajahnya merana Berhentilah bersedih, usap air matamu sampai bersih Langit tak akan menjadi mendung hanya karena kau berkabung Langit kan tetap biru tak peduli hatimu sedang sendu Cerialah, tertawalah, maka kau akan melihat seisi dunia tertawa juga Jika kau bermuram durja, tawa orang nanti kau bilang menghina Tertawalah, berbahagialah Maka kau akan merasa nyanyian alam menyambutmu dengan meriah

Things That I Learned Today

Gambar
Ini hari Sabtu, akhir pekan, dan berarti libur bagi kebanyakan orang kantoran. But not for me today . Hari ini ane nglembur Guys . Mau gimana lagi, ada kerjaan yang harus kelar hari Senin dan belum kelar Jumat kemarin. Maklum, beberapa hari ini kantor ane sepi, banyak pegawai yang dapet tugas dinas luar, jadi ane kudu nge back-up gawean beberapa orang. Dan jujur aja, ane lumayan keteteran (efek rendahnya manajemen waktu, jangan ditiru ya pembaca sekalian). Jadi hari ini ane maksain diri buat lembur (udah bilang deh tadi). Dan ada beberapa hikmah yang bisa diambil dari hal ini. Yang pertama, segera laksanakan tugas yang diberikan padamu. Jangan santai-santai, jangan tunda-tunda. Bersantai dan menunda hanya enak di awal tapi nggak enak di akhir guys, percaya deh sama ane. Santai kayak di pantai nggak selalu bisa diterapkan. Pentingnya untuk segera membereskan pekerjaan adalah, mungkin suatu ketika kita bakal dapet kerjaan lain atau hal lain yang memecah konsentrasi dan memakan waktu kit...

Tenang Aja, Rejeki Udah Ada Yang Ngatur Kok :)

Gambar
Seringkali kita galau perkara duit yang hilang, bayaran yang mepet, calon konsumen yang batal membeli, tender yang gagal, bonusan hangus, hadiah yang tak sampai, dan sebangsanya. Seringkali kita kecewa akan hal itu. Padahal sebenarnya, kalau memang begitu keadaannya, ya sudahlah, mungkin memang belum rizki kita mendapatkannya. Toh bukankah kalau sudah rizkinya, nggak akan lari ke mana. Dan kalau memang bukan rizkinya, dikejar sampai manapun nggak akan didapat. Jika kita sedang gelisah dengan rizki kita untuk hari ini dan esok hari, ingatlah bahwa sesungguhnya Allah Yang Maha Pemurah telah menjamin rizki kita semua, dan seluruh makhluk lainnya. Allah Yang Maha Adil telah menetapkan bagian-bagian rizki masing-masing makhluknya sesuai kadarnya. Yakinlah bahwa rizki itu tahu keberadaan dan kebutuhan Kita melebihi pengetahuan kita terhadap diri sendiri. Ia akan terus mendatangi kita tanpa henti, dengan kadar yang berbeda-beda sesuai kebutuhan dan usaha kita menemukannya. Dan kita tak akan ...