Postingan

Sekilas Pointers dari Pak Permana Agung

Pagi tadi di kantor penulis ada acara halal bihalal bersama jajaran pimpinan dan para purnabakti. Termasuk di antaranya adalah para mantan Dirjen Bea Cukai (sebagian). Selepas sambutan dari Dirjen Bea Cukai yang baru, Bapak Heru Pambudi, beliau ( spontaneously ) mempersilahkan salah seorang mantan Dirjen untuk memberikan sambutan dan arahan bagi para hadirin (sempat mengecoh PFPD -pejabat fungsional pembaca doa- yang sudah terlanjur maju bersiap membaca doa). Beliau adalah Bapak Permana Agung, yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai pada tahun 1999 hingga 2002. Setelah itu beliau sempat menjabat sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Inspektur Jenderal Departemen Keuangan, dan Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Hubungan Internasional dan Kerjasama Ekonomi sebelum pensiun di 2012. Berikut sebagian poin dari apa yang beliau sampaikan dalam sambutannya:

Masih Lebaran Nih Yeee

Tanpa basa-basi, penulis selaku tokoh utama dalam blog ini mengucapkan as'alukal afwan minal dzahiran wal bathiniah, taqabalallahu mina wa minkum, shiyamana wa shiyamakum wa ahalahullahu 'alaik, ja'alanallahu minal aidzin wal faidzin.  Semoga Allah menerima ibadah kita pada bulan Ramadhan kemarin, semoga usia kita dipanjangkan oleh Allah hingga Ramadhan berikutnya dan berikutnya, semoga semangat ibadah kita pada Ramadhan kemarin tetap terbawa hingga 11 bulan ke depan hingga Ramadhan berikutnya, dan semoga kita termasuk orang-orang yang meraih kemenangan melawan hawa nafsu dan meraih kejayaan di akhirat kelak dan di dunia, aamiin

Memberhentikan Presiden, Kenapa Tidak?

Sabar pemirsa, postingan kalil ini tidak bermaksud menyudutkan siapapun, jadi pendukung presiden RI ke-7 bisa bernafas lega. Postingan kali ini adalah tentang materi i'tikaf malam pertama di MBT Baitut Taqwa. Pembicara adalah Dr. M. Ali Hanafiah Selian, SH. MH. Tema yang dibawa adalah disertasi beliau tentang 'Pemakzulan Pemimpin' ditinjau dari hukum Islam (dalam hal ini, pendapat Al-Mawardi). 

Kaum Luth Era Modern

Gambar
Sebenarnya saya agak segen nulis tema ini, buka karena takut dicaci oleh para pendukungnya atau apa, tapi jujur saja saya jijik dengan fenomena ini. Saya hanya bisa berharap para pelakunya bisa segera mendapat hidayah dari Allah untuk kembali ke jalan yang benar, aamiin. Jadi ini bermula dari seorang teman yang memposting tentang tren di medsos beberapa hari lalu, yaitu foto dengan Warna Pelangi dan Tagar #.LoveWins. Awalnya saya nggak ngeh (dan nggak banyak ngecek medsos juga sih), ternyata yang dibahas adalah tentang "kemenangan" kaum LGBT (males njelasin kepanjangannya, gilo ) karena pada tanggal 26 Juni 2015 kemarin, Mahkamah Agung Amerika Serikat mengeluarkan putusan bahwa pasangan sejenis di seluruh negeri (Amerika) kini memiliki hak untuk menikah.  Naudzubillah . . . family itu ayah-ibu-anak, bukan ayah-ayah atau ibu-ibu

ah, sudahlah

kadang diri ini lelah, serasa ingin menyerah, namun teringat bahwa tak ada keberhasilan tanpa bersusah payah kadang terasa jengah, saat yang lain mulai betingkah, namun sadar bahwa harus diri sendiri yang mengawali untuk berubah kadang ingin meluapkan amarah, saat situasi tak terarah, namun teringat bahwa emosi sesaat tak menyelesaikan masalah kadang hati gelisah, saat kondisi semakin parah, seolah hanya ingin pasrah namun masalah tak akan selesai tanpa kita mau bersusah payah untuk berubah biar yang lain berulah, biar yang lain serakah, biar kondisi membikin kita gundah, ah sudahlah teruskan saja bersusah payah, berusaha untuk berubah, agar bisa hilangkan masalah

Kadang

Gambar
Kadang yang diusahakan tak menampilkan hasil seperti yang diharapkan. Kadang orang lain tak sejalan dengan yang kita inginkan. Kadang kemauan keras dan kesungguhan tak selalu menghasilkan keberhasilan. Itulah manusia, lemah, dan hanya bisa berusaha, dan hasil akhir biarlah Tuhan yang tentukan. Lantas ketika semua disertai ketidakpastian, lalu kita menyerah begitu saja?

Quotes

Cuma sekedar kutipan kata-kata dari pengalaman Ujian Saringan Masuk DIV STAN kemarin