Postingan

Istaghfirillah, Insya Allah Segala Urusan Jadi Mudah

Gambar
Sebuah kisah yang mungkin kita semua pernah mendengarnya, namun tak juga kadaluwarsa nilai yang terkandung di dalamnya. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah berikut ini.

Kasasi: Ujian Berbagai Warna dan Rasa

Apa yang terlintas di pikiran kita ketika mendengar frasa "ujian dari Allah" ? Apakah kesusahan? Apakah penyakit? Atau tahta dan jabatan? Bisa jadi. Bukan hanya kekurangan harta, ketakutan dan ancaman musuh, yang menjadi bagian dari ujian Allah pada kita. Namun kesehatan, kekayaan, jabatan, bahkan ketaatan pun, bisa jadi merupakan bentuk ujian dari Allah pada kita. Lha kok bisa?

Merasa Bodoh

Ada yang bilang bahwa ada tiga tahapan menuntut ilmu. Tahapan pertama adalah ketika orang baru tahu sedikit ilmu, maka orang akan merasa paling pintar dan bisa menjadi sombong. Ketika dia sampai di tahap kedua , maka ia bisa merasa bahwa banyak yang belum ia ketahui. Dengan kata lain, ia bisa menjadi lebih bijak dengan mengetahui lebih banyak. Tahapan ketiga, adalah ketika seseorang sudah mencapai tahap bahwa dia tahu bahwa dia tidak tahu apa-apa. Dan rasanya penulis sudah mencapai tahap kedua ketika bersekolah di program DIV sekarang ini.

Tips Selama Mengikuti USM DIV STAN (2)

Sore Pembaca sekalian, kali ini penulis akan melanjutkan postingan sebelumnya (masih inget kan?) tentang persiapan mengikuti tes DIV STAN. Oh iya, merespon pertanyaan beberapa teman, tips ini juga berlaku buat teman-teman DI yang akan mengikuti tes DIII Khusus STAN kok, jangan khawatir. Monggo disimak . . .

Tips Selama Mengikuti USM DIV STAN

Sesuai janji penulis kemarin , kali ini penulis akan menceritakan tentang tips seputar USM DIV STAN. Sengaja penulis nggak mengataka "tips lolos USM DIV STAN" karena ini sama sekali nggak menjamin lolos-tidaknya pembaca. Ini hanya sebagai referensi bagi para calon peserta SUM DIV ke depannya (semoga jenis tesnya masih sama). Masalah lolos atau tidak , tergantung pada (tentu saja) garis nasib peserta tes. Hehehe. Maksudnya, tetap bergantung pada usaha, doa dan keridhoan Allah terhadap usaha yang dilakukan peserta tes. harapan penulis, semoga postingan ini bisa memberi gambaran bagaimana wujud tes USM DIV STAN (dan juga DIII Khusus) yang konon lebih sulit daripada USM DIII atau DI yang pertama dijalani saat masuk STAN dulu. Oh iya, sekarang namanya sudah berubah menjadi PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara STAN). Monggo disimak . . .

Alhamdulillah, Akhirnya Kembali ke Sekolah

Gambar
Akhir Agustus kemarin penulis sempat mendapat kabar bahagia. Setelah melewati Ujian Saringan Mausk DIV STAN TA 2015 pada tanggal 23-24 Juni dan 4 Agustus kemarin, akhirnya pengumuman juga. Dapat kabar pertama dari mentor penulis, Mas Cepy, alhamdulillah penulis sudah lolos dan terdaftar sebagai calon mahasiswa program DIV STAN TA 2015. Terus banyak yang bertanya, bagaimana sih tips dan trik biar lolos USM DIV?

Only Slightly Better Than The Rest

Jadi ini bermula dari suatu percakapan normal pada siang hari di kantor. Sedikit banyak menyinggung (maksudnya, membahas, bukan membuat tersinggung) tentang saya dan skill yang saya miliki. Saya orangnya hobi menggambar dari kecil, khususnya margasatwa. Dan bisa menggunakan aplikasi desain grafis macam Corel dan Photoshop. Jadi kadang diminta tolong untuk mendesain pamflet, spanduk dan semacamnya di kantor. Ada yang bilang penulis jago desain (Ge-eR), tapi pada kenyataannya enggak juga sih. Sebenarnya penulis cuma sekedar BISA menggunakan aplikasi tadi, ditambah punya imajinasi yang kadang di luar batas wajar, jadi deh. Tapi kalau dibilang hebat? Nanti dulu, karena sebenarnya semua orang pun bisa mendesain, kalau bisa menggunakan tool yang ada. Ibarat mengetik menggunakan Ms. Word, di mata seseorang yang cuma bisa pakai mesin ketik jadul, ya terlihat hebat. Tapi kalau sudah tahu caranya, anak SD pun bisa.