Postingan

Sotoy Lu

Gambar
Ini sotong. Dia gak sotoy kayak elu, Tong! Bagi sobat muslim di Indonesia, bicara hadits malam jumat, sebagian orang membayangkan yaasiinan atau hubungan suami istri . Tapi, yang lebih jelas keshahihan haditsnya dan lebih utama adalah anjuran membaca surat Al-Kahfi. Tak hanya mendapat cahaya di antara dua Jumat , banyak kisah dalam surat ini yang penuh dengan hikmat. Satu kisah yang amat menarik dan relevan dengan kondisi umat saat ini, adalah kisah Nabi Musa Alayhissalam. Nabi Musa jelas bukan orang sembarangan. Beliau adalah seorang Nabi dan Rasul yang memiliki banyak mu'zizat, dan di antaranya adalah beliau bisa bicara langsung dengan Allah tanpa perantara malaikat. Gak maen-maen kemampuan beliau.  Tapi ternyata eh ternyata, ada seseorang yang lebih banyak tahu daripada beliau. Dikisahkan dalam Al Qur'an surat Al-Kahfi ayat 60 sampai 82, bahwa Nabi Musa diingatkan oleh Allah SWT akan adanya seseorang yang lebih berilmu daripada beliau. Singkat cerita, Nabi Musa pun m...

Rekomendasi Lokasi Outdoor di Jakarta untuk Ngemong Bocah

Gambar
Berawal dari update status WA seorang kawan Dinamika TB, akhirnya penulis dan keluarga mengunjungi lokasi ini. Di tengah penatnya ibukota dengan gedung bertingkat berjejer padat dan kemacetan merajalela, sepetak oasis hijau di ibukota sungguh terasa menenangkan. Di mana lokasinya? Yuk lanjut bacanya. Foto lokasi dari temen penulis. Sebut saja Pascal (nama sebenarnya) Bukit teletabis ini berlokasi di komplek GBK ternyata. Tepatnya di dekat Pintu Gelora 5. Dalam satu area terdapat Taman Ampitheater, Hutan Kota GBK, lalu di dekatnya ada semacam resto bernama Hutan Kota by Plataran (kita gak ke sana, kan lagi puasa).  Kenapa memilih tempat ini? Satu, hijaunya nggak nahaan. Seger di mata. Dua, konsep lokasinya terbuka ala alam bebas. Meminimalisir risiko kerumunan. Anak-anak bisa dilepas tanpa terlalu khawatir keramaian, soalnya luas. Bosen kan lihat dinding rumah mulu. Soalnya sejak awal pandemi, keluarga penulis menahan diri. Gak pulkam, gak keluyuran ke tempat keramaian. Pokoknya men...

Pandemi Sak Karepmu, Kapan Kelar Sak Karepe Gusti Allah

Sebenarnya, penulis sudah mulai ogah bahas pandemi. Maklum, warga +62 memang tambeng . Coba lihat saja di sekeliling kita, berapa banyak yang patuh prokes 5M. Perlu diingatkan lagi kali ya?  M emakai masker M enjaga jarak M encuci tangan M enjauhi kerumunan M engurangi mobilitas Coba, banyak mana, yang beneran maskernya nutup mulut dan hidung atau yang maskernya cuma buat nutup dagu. Masih banyak pula yang gak maskeran keluyura, foto-foto pula. Coba, banyak mana, yang beneran jaga jarak atau yang bebas lepas tanpa batas, mepet-mepetan meski kondisi lowong lengang. Coba, banyak mana, yang beneran cuci tangan/pakai desinfektan lain atau malah sama sekali ngga ada peralatan pertahanan semacam itu? Coba, banyak mana, yang beneran menjauhi kerumunan atau yang dengan sadar malah menjadi bagian dari kerumunan? Coba, banyak mana, yang beneran mengurangi mobilitas atau malah mikirin gimana cara ngakalin pembatasan sosial dan bahkan mikirin mudik meski gak ada urgency . Seriously , pandemi ...

Kauniyah Oil: Minyak Balur Multiguna dengan Aroma

Gambar
Nah, seperti yang penulis sampaikan di postingan lalu , ada satu produk yang bakal penulis jadikan objek dagangan di toko daring. Produk ini diklaim terbuat dari berbagai komponen berkhasiat dan memiliki banyak manfaat. Selain itu, dibandingkan produk sejenis, ia memiliki aroma yang lebih enak dan tak menyengat. Penasaran? Yuk ikuti pembahasannya. Minyak Balur Kauniyah Oil, namanya. Dibuat berdasar prakarsa sepasang suami istri dengan latar belakang pendidikan di bidang kimia, meski kini bisnisnya bermacam rupa dan lebih dikenal sebagai aktivis dakwah dan konsultan keluarga. Produk ini diracik dari 13 bahan pilihan; sebelas macam minyak esensial therapeutic grade yang dibalut   dalam dua jenis minyak nabati (minyak zaitun dan kelapa).  Ini komposisi Minyak Balur Kauniyah Oil Setiap bahannya memiliki khasiat tertentu, dan kombinasi ini didasarkan pada riset selama beberapa tahun oleh produsen. Komposisi sempat berubah-ubah dalam masa itu, hingga mendapat hasil yang pas pada pro...

Bila Waktu T'lah Berlalu

Gambar
majunya tak terasa, yang lalu tak lagi teraba Waktu, suatu konsep abstraksi, namun terasa sangat nyata dan bukan imaji. Waktu, melingkupi segala yang telah terjadi, masa kini, maupun yang belum terjadi.  Waktu, membersamai ruang membentuk empat dimensi.    Waktu, yang tak akan terulang, tak peduli kita rindu bukan kepalang. Waktu, yang selalu menderu tanpa pedulikan kita yang ingin membeku terpaku. Waktu, yang kelak akan ditanyakan di hari akhir, untuk apakah kita gunakan hingga detik terakhir. Waktu, yang amat penting hingga Sang Maha Pencipta pun bersumpah dengan namanya. Demi masa. Demi waktu fajar. Demi waktu ketika matahari sepenggalah. Demi siang apabila terang benderang. Demi malam apabila gelap gulita.    Andaikan kita mendapat jatah waktu sebagaimana rerata umat Nabi Muhammad.  Andaikan kita hanyalah manusia beriman yang rata-rata saja, yang perbuatan baik dan buruknya seimbang ketika ditimbang. Andaikan kelak waktu di akhirat adalah setara lima...

Top 5 Encounter with Pak Heru Pambudi

Gambar
Sedikit terlambat karena satu dan lain hal, izinkan penulis untuk bergabung dalam euforia melepas kepergian pimpinan tertinggi di instansi penulis, Bapak Heru Pambudi yang telah lima tahun lamanya bertugas sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai, menuju Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Penulis memang hanyalah pelaksana jelata yang tak sering berjumpa beliau, namun ada beberapa momen yang penulis ingat, di mana sempat bertemu dan berbincang secara personal (bukan dalam apel atau forum besar lainnya, atau saat menjadi komentator bola saat beliau ikut main). Dan dalam setiap pertemuan itu, ada beberapa pesan yang beliau sampaikan yang masih berkesan dan terpatri dalam ingatan. Berikut ulasannya: 5. Penyerahan Hadiah Lomba Menulis Naskah Film Pendek, Q3 2019 Sekitar 19 bulan lalu, saat penyerahan hadiah lomba Menulis Naskah Film Pendek , Pak Dirjen meminta penulis untuk menceritakan garis besar naskah yang penulis buat. Mendengarnya, beliau meminta penulis sedikit mengubah ending...

Ngapain Jualan, Kan Udah Kerja di ...

Gambar
Bagi penulis, berjualan tak pernah menjadi cita-cita saat masih muda (berarti sekarang udah tua ya?). Tapi, here i am , sedang membesarkan toko daring di platform instagram bersama istri.  Toko daring pertama kami adalah Airapedia , diambil dari nama anak pertama (Hum-aira) dan ensiklo-pedia. Sejak 2017 bergerak di bidang perdagangan buku anak, atau kami menyebutnya, nutrisi otak. Kenapa buku? Karena sebenarnya kami berdua adalah pecinta buku sedari kecil. Bedanya, Allah takdirkan penulis lahir di sebuah keluarga yang tinggal di sebuah sekolah swasta yang memiliki perpustakaan tua, sehingga hasrat membaca penulis bisa tersalurkan dengan cukup leluasa (utamanya ensiklopedia). Sementara istri, di masa kecilnya sering pengen baca tapi qadarullah tak selalu kesampaian, sehingga saat dewasa, ingin membantu para orang tua untuk memberikan bahan bacaan yang terbaik untuk anak-anak. Itulah motivasi istri untuk memilih buku sebagai dagangan kami. Mimpi besar kami, toko kami bisa berpartisi...