Postingan

Wabah Ulat Bulu Gegerkan Probolinggo

Eits, maaf kalau Anda merasa tertipu setelah membaca judul di atas. Postingan ini samasekali bukan berita. Saya nggak sempet maen ke Probolinggo dan meliput kejadian ini kok. Lagian saya juga benci ulat bulu, jadi gak ada minat maen ke sana. Bukan takut, cuma benci aja, udah sering kena soalnya. Saya hanya mau komentarin fenomena ini aja. Boleh kan ? Kabarnya ini wabah paling parah sepanjang sejarah ya. Bayangkan kalau di rumah anda, ada ratusan atau bahkan ribuan ulat bulu bertebaran dimana-mana. Di lantai, di dinding, di plafon, di genteng, di keset, nempel di jemuran, di pohon, di halaman. . . dimana-mana deh pokoknya. Ngeri ah. Saya yakin gak ada satupun di antara Anda yang demen sama ulat bulu, kecuali kalau ada yang kebal sama gatalnya. Betul gak? Mengutip tempointeraktif hari ini " Dari catatan Dinas Pertanian, ulat bulu di Probolinggo setidaknya telah menyerang ribuan pohon mangga di empat Kecamatan yaitu 2067 pohon mangga dikecamatan Leces, kemudian 3464 pohon di kecamat...

Antara impian, perjuangan dan kenyataan

Setiap orang pasti punya impian, akan menjadi seperti apa dirinya nanti. Bohong kalau seseorang berkata bahwa ia tak punya mimpi, karena paling tidak, dia pasti memiliki suatu keinginan untuk keadaannya di masa depan. Bahkan seorang yang keadaannya sudah begitu terpuruk dan tak tampak ada harapan lagi pun, pasti masih menginginkan hal yang lebih baik bagi dirinya. Mimpi, terkadang memberikan kekuatan bagi manusia untuk menjangkau apa yang terlihat mustahil. Pada awal abad ke-19, belum ada teknologi yang mampu mewujudkan perjalanan di udara dengan menggunakan balon terbang. Belum ada teknologi yang memungkinkan manusia untuk mengetahui apa yang ada di balik permukaan bumi yang kita pijak. Belum ada teknologi yang memungkinkan manusia untuk terlepas dari atmosfer bumi dan mendarat di bulan. Belum ada teknologi yang bisa membawa manusia ke kedalaman laut. Namun sudah ada seseorang yang memimpikan itu semua. Siapakah dia? Jules Verne. Soerang penulis dari Perancis yang terkenal sebagai ...

Alkisah Si Jambul dan kereta bayi

Kisah 1 : Si Jambul lagi jalan-jalan sendirian di Mall. Pas lewat di depan toko perlengkapan bayi, tau-tau dia ngeliat ada boneka bayi kecil ditaroh di kerete dorong bayi, sambil ada bunyinya 'mama..mama...' gitu. Wah, kreatip banget nyang punya nih toko, boneka pajangannya realistis bener , pikirnya. Pas dideketin, ternyata idup, ternyata bocah beneran. Si Jambul celingukan, kok di sekitar sini gak ada yang nampak sebagai mamanya. Kasian, berarti mamanya ilang dong , pikir Si Jambul. Biarin lah. Toh ntar juga mamanya juga bisa pulang sendiri, kan udah gede . Si Jambul pun berlalu pergi. Eh, tapi baru lima langkah, dia merasa ada yang salah, kayaknya gak mungkin kalo mamanya yang ilang, kan mamanya udah gedhe, jadi pasti ni bocah yang ilang. Nah lho, si gundul mulai kebingungan. Ditinggalin, ntar baterenya abis, eh, maksudnya kasian nangis terus. Kalo ditolongin, ntar malah gue yang ribet. Si Jambul pun berbalik, lalu mencoba membuat keputusan dengan menghitung kancing baj...

It's time to run the cleaner

Kadang, anda memikirkan sesuatu tanpa Anda sadari. Dan tanpa Anda sadari, hal itu bisa membuat Anda stress. Menyebalkan bukan, bila tiba-tiba kepala pening dan terasa berat. Bukan karena sakit atau apa, melainkan 'hanya' karena hal-hal yang sebenarnya kecil, yang tidak terlalu penting, yang bahkan Anda pun tidak menyadari bahwa Anda memikirkan itu semua. Tapi kadang itu terjadi. Barangkali otak kita sedikit mirip dengan komputer. Ketika terlalu banyak memori terpakai oleh file-file kecil semacam history, cookies, atau cache , kinerja otak akan makin menurun. udah ngehabisin banyak memori, gak kerasa ada manfaatnya. Malah bikin lemot atau bahkan hang. Kalau komputer kan enak, ada banyak aplikasi cleaner , atau paling tidak kita bisa bersihkan sendiri file-file history tersebut. Lha kalau otak? Well, sedikit saran saya saja, selektiflah dalam berpikir. Maksudnya, pikirkanlah hal-hal yang benar-benar penting dan akan berguna nantinya. Sedangkan hal-hal selain itu, lewati saja, b...

Ironi sebuah negeri

Saya tinggal di sebuah negara yang para penguasanya menindas rakyatnya, dan rakyatnya menyumpahi para penguasanya Saya tinggal di sebuah negara yang katanya memiliki ideologi luhur nan mulia, namun kebanyakan manusianya berperilaku layaknya binatang buas Saya tinggal di sebuah negara yang sering ditimpa bencana, namun semua hanya saling menyalahkan, nyaris tanpa ada yang mengintrospeksi diri Saya tinggal di sebuah negara yang katanya sedang berkembang menjadi lebih maju, namun masyarakat hanya merasakan beban hidup yang semakin tinggi Saya tinggal di sebuah negara yang katanya makmur, gemah ripah loh jinawi , namun berita tentang kemiskinan, kesusahan, kelaparan dan pengangguran selalu hadir mengiringi setiap hari Saya tinggal di sebuah negara yang alamnya begitu indah, namun alam itu tidak dimiliki oleh rakyatnya Saya tinggal di sebuah negara yang memiliki banyak kata-kata bijak nan indah, namun hanya dipajang sebagai hiasan tanpa dimaknai dan dijalankan Saya tinggal di sebuah negara...

Mushafku sayang, mushafku malang . . .

Kapan terakhir kali Anda 'menyentuh' mushaf Al-Quran milik Anda? (tentu saja, yang saya maksud tidak hanya menyentuh, melainkan juga membacanya) Selepas isya' tadi? Tadi siang? Kemarin? Pekan Lalu? Bulan lalu? Tahun lalu? Atau bahkan tak ingat samasekali? Ingatkah kita bahwa Al Quran adalah sebagai petunjuk dari Allah bagi umat manusia? Ingatkah kita bahwa Al-Quran bukan sekedar 'pelengkap' rak buku yang 'wajib' hadir di sana sebagai 'bukti' bahwa kita muslim. Al-Quran juga bukan merupakan sekedar simbol perkawinan Islami sebagai mas kawin. Al-Quran adalah kumpulan wahyu Allah yang menjadi penerang di hari akhir nantinya. Sadarkah kita, bahwa Al-Quran memiliki hak atas kita? Al-Quran berhak untuk dibaca sesuai tajwidnya. Al-Quran berhak untuk dipahami artinya. Al-Quran berhak untuk dihapal. Al-Quran berhak untuk diamalkan Al-Quran berhak untuk diajarkan. Dari ceramah salah satu ustadz, beliau juga menyebutkan bahwa Al-Quran juga berhak untuk dikhata...

Mencari motivasi

Gambar
Menurut materi kulliah 'kapita selekta pengambangan kepribadian' (nama yang aneh dan absurd) semester lalu, yang disebut motivasi adalah 'segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu tindakan tertentu' (definisi yang juga aneh dan terlalu banyak variabel, but well, itulah kata para ahli). Dengan kata lain, setiap kita melakukan sesuatu, pasti ada motivasi di balik itu semua. Ada alasan/penyebabnya dan juga ada tujuannya. Misalnya begini, ketika Anda bersekolah, apa motivasi Anda? Menuntut ilmu? Benar. Biar pintar? Bisa juga. Biar ntar gampang dapat pekerjaan dan nggak susah hidupnya? Boleh juga. Setiap orang tentunya punya motivasi sendiri-sendiri dalam melakukan berbagai kegiatannya, bergantung pada bagaimana nilai-nilai dasar yang dianut orang tersebut, lingkungan di mana ia dibesarkan, faktor pendidikan dan lain-lain. Besarnya motivasi tiap orang juga berbeda-beda tentunya, bergantung pada masalah apa yang dihadapi dan target apa yang akan dicapai...