Postingan

"Kemeriahan" Tahun Baru dari Beberapa Belahan Dunia

Gambar
31 Desember 2013. 23.45 GMT +7, Jakarta Ahmed(15), pemulung remaja di pinggiran Jakarta terbangun dari tidurnya. Dor dor dor , terdengar suara letusan membahana di langit malam. Ahmed keluar dari kamarnya, melihat puluhan, bahkan ratusan kilatan cahaya merah naik ke langit, kemudian diiringi suara letusan, berubah menjadi percikan-percikan penuh warna. Teriakan warga membahana, gembira. Ahmed hanya bisa terpana, baginya, kembang api hanyalah barang mewah yang hanya mampu dibeli oleh orang kaya yang tak tahu duitnya harus dikemanakan. Maka mereka memilih untuk membakarnya di langit, demi berbagi keindahan cahaya di malam akhir tahun. kembang api tahun baru ( sumber ) 23.45, GMT +2, Aleppo (Syiria) Ahmed(15), pengungsi perang saudara di Suriah terbangun dari tidurnya. Dor dor dor , terdengar suara letusan membahana di langit malam. Ahmed keluar dari tenda pengungsian yang menjadi tempat tinggalnya sejak berbulan-bulan lalu, melihat puluhan, bahkan ratusan kilatan cah...

Akhir Tahun 2013... What Have You (We) Done?

Tahun 2013 akan segera berakhir dalam hitungan jam. Lalu apa saja yang telah kita lewati tahun ini? Beberapa orang mungkin telah melewati tahun ini dengan pencapaian-pencapaian menakjubkan ( topskor kompetisi elit eropa dalam satu tahun kalender , misalnya, atau  menjuarai beberapa kompetisi pramusim ), sementara orang kebanyakan seperti penulis  mungkin tak banyak yang bisa dibanggakan. Well, bagaimana dengan para pembaca sendiri? Puaskan dengan apa saja yang telah dilakukan sepanjang tahun ini? Adakah peningkaan kualitas diri yang telah dilakukan?  Oke, ini bukan menghakimi. Namun coba kita sejenak introspeksi diri. Mari sejenak melakukan refleksi akhir tahun bagi diri kita sendiri (bukan pijat refeksi ya). Ilmu kita, meningkat kah? Kinerja kita? IP udah bagusan nggak (buat yang masih kuliah)? Ibadah, makin rajin apa makin anjlok? Sedekahnya udah rutin nggak? Apa lagi nih, prestasi yang udah kita raih tahun ini? Hmm.. tentu masing-masing dari kita memiliki jawaban ...

Peradilan Teradil

Gambar
Di dunia kini, peradilan bukanlah tempat dimana keadilan yang sebenarnya dapat ditegakkan setegak-tegaknya. Masih ada kemungkinan hakimnya bisa disuap, pengacara berjuang demi yang bayar, ayat-ayat konstitusi bisa dipelintir sesuai kemauan, saksi-saksi bisa memberikan keterangan palsu penuh tipu daya. Peradilan dunia nampaknya tak lebih dari panggung sandiwara di mana penulis skenario adalah siapa yang mampu membayar lebih besar, yang bisa mengubah si salah menjadi saleh, dan si korban menjadi terdakwa. Di mana yang kuat dompetnya bakal kuat juga di meja hijau, dan yang tertindas akan makin tergilas. (tentu saja, masih ada hakim, pengacara, jaksa, saksi, dan perangkat peradilan lain yang benar-benar adil menjalankan amanatnya, insya Allah masih ada) Namun yakinlah, kelak, akan ada sebuah peradilan yang mana hakimnya tak bisa disuap, barang buktinya tak akan terbantahkan, dan saksi-saksinya tak akan berdusta. Sebuah peradilan ideal dimana setiap butir kebaikan akan dibalas dengan adi...

Tentang Dakwah (Lagi)

Dakwah itu mengajak kepada kebaikan, namun tak selalu ditanggapi baik; meski demikian teruskanlah, karena itu (mengerjakan kewajiban dakwah) adalah urusan antara kita dan Sang Pencipta Memang nggak semua orang mau ke arah yang baik, tergantung azam -nya masing-masing; jangan terpengaruh dengan reaksi orang lain, hiduplah dengan menetapkan standar-standar Islam, bukan standar-standar manusia yang bersifat relatif semata Dakwah tetap wajib, meski kita sibuk oleh keluarga, pendidikan, pekerjaan, harta dan lainnya; tidak ada kata cuti dalam dakwah Dakwahilah diri sendiri lebih dulu sebelum keluar mendakwahi orang lain Pendakwah hanya mengajak, bukan pemberi hidayah; jangan mengharap hasilnya, karena Allah telah menetapkan hasil akhirnya, namun fokuslah pada proses yang kita lalui, jalani sebaik mungkin karena Allah menilai usaha kita *kompilasi ilmu dari para pemateri Program Peningkatan Disiplin dan Penyambutan Jamaah Baru CCPNS KP DJBC, 11-15 Desember 2013

Be The Best

"...menjadi yang terbaik itu tidak melulu soal mengalahkan orang lain, namun memaksimalkan potensi yang kamu miliki sepenuhnya demi memberi manfaat sebaik-baiknya pada orang lain..." *Pak Noeg, pada sesi pembekalan CCPNS KP DJBC pagi tadi Maka jika konsepnya demikian, 100 orang pun bisa menjadi ' the best ' semuanya, tanpa harus saling mengalahkan. Gimana, Pembaca, bisa kan?

Cerewet Banget Sih

Dalam hidup, kadangkala kita berhadapan dengan orang yang cereeeewet abis. Semuamuanya dikomentarin. Dari gaya rambut sampai kaos kaki, dari bulu mata sampe bulu hidung orang lain nggak luput dari komentarnya. Pokoknya dia lebih jeger, lebih jebret dan lebih ahay dibanding komentator lain. Pasti risih kan ngadepin orang kayak gitu? Ngomong kok kayak nggak ada filternya. Nggak masalah, mungkin dia belum membaca tentang filter mulut di postingan saya kemarin . Tolong ya, ntar kasih liat ke dia tentang postingan saya kemarin. Nah, sambil dia baca tips tentang filter mulut kemarin, ayo kita bahas tentang filter kuping, yang merupakan produk variasi dari filter mulut. Teknik ini, pada prinsipnya merupakan kebalikan filter mulut, kemudian dipasang di telinga. Begini cara kerjanya: coba cek kebenaran perkataannya, apakah benar/fakta, atau nggak? Kalo misalnya dia bilang rambut anda nggak rapi padahal potongan rambut anda gundul, misalnya, udah nggak usah digubris deh... co...

Mulutmu Harimaumu

Pembaca sekalian udah sering kan denger/baca ungkapan di atas? Barangkali malah ada di antara kita yang pernah termakan oleh kata-kata kita sendiri. Naah, maka dari itu, kali ini penulis pengen bahas tips agar tidak termakan  oleh mulut sendiri. Yuuk mari... Tips ini bisa kita sebut sebagai filter mulut, untuk menyeleksi kata-kata apakah yang akan keluar dari mulut kita. Sayangnya filter ini tidak tersedia dalam bentuk masker ajaib yang otomatis menyeleksu perkataan kita, jadi kita perlu berlatih agar terbiasa melakukannya. Caranya gampang kok, sebelum bicara cuma perlu melakukan 3 langkah yakni: apakah yang akan Kita katakan itu benar? Jika tidak benar alias bohong, maka jangan katakan. Kalau memang perlu membahas sesuatu yamg belum tentu kebenarannya, katakan sumber dan jenisnya (opini kah, mitos, dongeng, prediksi atau imajinasi semata?) agar orang tak merasa ditipu oleh omongan tadi meskipun benar, apakah itu baik? Jika itu tidak baik (dalam hal bahasa, isi maup...