Postingan

Porthole Perspective

Gambar
When i was on voyage with a ship, what I love the most is the beautiful view of the sea and sky above. However, the voyage won't be always fun and joy. The wind is unforgiving. The blaze of the sun will pierce your skin. Or sometime, it rains heavily and you wouldn't like the prospect of getting wet by the rain while you are on the ship, right? The wave's getting rough sometimes. And with each ups and downs along the wave, so does our gut and its contents. Fortunately, I rarely got seasickness. To escape the uneasiness during the voyage, i would lie down on my bed, in line with the ship's heading. But inside my room, i couldn't really enjoy what I like the most from the voyage: the ocean view. There's porthole near my bunk bed, but of course, the view is limited. You really need to go outside, to get the whole view and atmosphere of the ocean. You gotta feel it from the starboard side and the portside. From the bow and the astern. Climbing the mast if necessery....

Di Balik Buku: Adam & Pasukan Berkaki Enam

Gambar
Setelah peluncuran buku cerita anak berjudul " Aswa Istimewa " pada pertengahan Oktober tahun lalu, kini naskah kedua penulis yang berjudul "Adam dan Pasukan Berkaki Enam" telah diterbitkan oleh Penerbit BIG . Bagaimana kisahnya? Simak di artikel ini ya :) Penampakan sampul depan Awal Mula Cerita "Adam & Pasukan Berkaki Enam" bisa dibilang secara literal sebagai mimpi jadi nyata. Karena memang inspirasinya dari sebuah mimpi. Berawal dari istri yang menceritakan mimpinya, di mana istri berada di sebuah rumah besar yang memiliki ruangan rahasia yang bisa diakses dari kolong tempat tidur. Mengingatkan pada dunia ajaib Narnia yang diakses dari dalam lemari baju, kan? Maka penulis pun melakukan associative thinking , namun tak ingin membuat cerita ajaib seperti Narnia. Penulis pun membuat cerita dengan latar tempat kolong tempat tidur sebagai lokasi tokoh memainkan imajinasinya. Lalu apa yang menjadi problem dalam cerita itu? Baca terus dan temukan jawabann...

Lego Bikin Lega

Gambar
Di bulan November 2022, SD Bojana Tirta Islamic School (BTIS) mengadakan lomba mewarna.  Setelah sebelumnya mengikuti lomba serupa di toko buku ternama di Planet Bekasi dan belum berhasil menang, tentu kala itu Aira berharap pialanya bisa ia bawa pulang.  Piala dan hadiah disusun berjajar seolah memanggil-manggil, namun sayang, saat pengumuman nama Aira (lagi-lagi) tak terpanggil. Karena ia merasa sudah berusaha keras (dan memang sudah ada peningkatan dibanding lomba sebelumnya) tapi belum berhasil, Aira pun menangis bombay layaknya tokoh sinetron abege labil.  Nah, saat BTIS akan mengadakan Lego Speed Building Competition , bundanya mendukung 1000% agar Aira kembali ikut action . Ayahnya sih oke-oke aja, hanya berharap Aira bisa menerima apapun hasilnya. Karena pesertanya buanyak akhirnya adik Fatih mengunggu di rumah bersama bunda, Aira berangkat ke medan laga berdua sama ayah saja.  Di waktu perlombaan, alhamdulillah Aira bisa menyusun set Lego yang disediakan. Da...

Ironi Bawah Langit

Gambar
Menara menjulang mencakar angkasa Di seberang jurang kemiskinan nan lebar menganga Pembangunan fisik di seluruh area Pembangunan mental ala kadarnya Lidah tak bertulang memuji idola dengan takzim Lidah yang sama, mencaci saudara serahim Lidah tak bertulang, mengutip ayat suci Lidah yang sama, memutar fakta memelintir janji Yang dituakan dan diharap mengayomi, Justru mempertontonkan kekanakan dalam diri Yang menimpin dan diharap memberi teladan, Nyatanya hanya mewariskan banyak beban Yang dipercaya dan diharap menjadi pendorong, Justru gemar melahap sajian data bohong Insan bertahta tanpa tata krama Semakin dipuja dan terlena, gembira menyesatkan pemirsa Insan bergelar banyak namun miskin akhlak Mengagungkan keterbatasan otak Insan kesepian di keramaian Tersesat dalam pusaran pengetahuan Kefanaan yang dipuja oleh pemuja pangkat dan pengagung gelar ningrat Namun bagi Sang Teladan, dunia layaknya bangkai anak kambing bertelinga cacat

Keputusan

Gambar
Matahari mulai mendekati peraduannya, namun sinarnya masih cukup menerangi, menembus udara kota yang kotor. Pukul lima sore, mayoritas pegawai di kantor ini sudah bersiap menuju kediaman masing-masing, entah dengan bis jemputan, mobil atau motor. Beberapa orang berganti pakaian olah raga dan bersiap untuk bermain bola, badminton atau sekedar jogging mengelilingi kantor. Namun tidak dengan Tuan Manganan. Bersama atasannya, seorang kolega dan seorang bawahan, mereka melangkah ke arah berbeda. Bukan menuju ke dekap hangat keluarga atau sekedar berolahraga, mereka sedang mempertaruhkan marwah dan kebanggan seragam biru tua. Dari gedung Harimau menuju gedung Kasuari, bersiap menghadap pada Pimpinan Tertinggi organisasi. Mereka berempat berjalan beriringan, namun terasa seolah belasan atau puluhan, bahkan ratusan langkah mengiringi. Terbayang ratusan pegawai lain yang membantu pengumpulan, penyiapan, pengolahan dan penyajian data dalam kajian ini. Jarak dua gedung itu tak terlampau jauh, nam...

New Year New Resolution for Our Not-new Planet

Gambar
I never understand the meaning of celebrating new year with tons of explosives polluting the sky, ear-torturing trumpet and gallons of unhealthy drinks, only to live as lame as before. For some people, that's joy. For me? That's nonsense. New year has nothing to do with celebration. That's just our rocky planet finishing one round of its eternal race against time around its sun.  A new beginning of a certain unit of time. Just the same as every morning, a start of a brand new day. Or every time our moon repeat its monthly cycle. Nothing special to be proud of, unless we are battling life-threatening diseae, or surviving a catastrophic event, or finding a reasonably close habitable planet to move on, there's nothing to be celebrated over a new calendar year.   I mean, if we really need to celebrate, celebrate an achievement. Like finishing a new and challenging task. Accepted at a new (and better) workplace. Acquiring new business. Mastering new skill. Learning new langu...

Ibu

Gambar
Ibu,  gelar tiga huruf dengan ejaan sederhana, namun merupakan perwujudan pengorbanan Ibu, gelar yang diperoleh dari bertaruh nyawa, demi melahirkan anaknya ke dunia Ibu,  gelar yang diiringi dengan tetesan kasih untuk anak-anaknya, dengan cinta yang menjadi darah, daging dan tulang anak-anaknya Ibu,  gelar yang diikuti oleh malam-malam tak nyaman kala mengandung, menyusui, dan menemani tumbuh kembang mereka Ibu,  yang pertama berbicara pada kita sejak kita masih berwujud segumpal darah Ibu,  yang pertama menuntun kita, dan melepaskan langkah kecil kita dengan bangga, namun juga yang pertama memekik kala kaki kecil ini dulu tertatih, jatuh dan terluka Ibu,  yang merupakan orang pertama, kedua dan ketiga dalam daftar wajib dihormati, namun entah kenapa seringkali dianggap biasa saja Ibu,  perlambang sempurna pengorbanan dan kasih sayang, perjuangan dalam kelembutan, cinta kasih yang berteman keabadian   Terima kasih, ibu untuk kedua Mamaku, istriku...